
Merasakan percikan api kecemburuan diantara mereka, Shen Long segera meninggalkannya dan pergi menemui nenek Wu.
“Nenek, ada apa ingin menemuiku” tanya Shen Long ketika bertemu dengan nenek Wu.
“Duduklah anak muda, ada yang ingin aku bicarakan denganmu” sahut nenek Wu.
Shen Long kemudian mengambil tempat duduk di depan nenek Wu.
“Anak muda, aku percaya dengan kekuatanmu. Namun aku tidak ingin kamu membuat permusuhan dengan sekte Singa Barat demi sekte kecil kami. Aku ingin kamu pergi meninggalkan sekte kecil ini. Ajaklah muridku Mu Rong pergi bersamamu.” kata nenek Wu
“Nenek, kamu jangan terlalu memikirkan hal ini. Beristirahatlah. Kami pasti akan membantumu menyelesaikan masalah ini” sahut Shen Long.
“Mu Rong sudah seperti anakku sendiri, aku tidak ingin dia menderita disini. Dia tidak pernah melupakanmu. Dia berlatih sangat keras agar bisa berada di dekatmu.” kata nenek Wu yang mengetahui perasaan Mu Rong pada Shen Long.
Wajah Shen Long tertegun mendengarnya, setelah sekian lama ternyata Mu Rong tidak pernah melupakannya.
“Aku sudah tua. Jika pun aku mati disini, aku tidak menyesalinya karena bisa mati disamping makam suamiku disini” lanjutnya.
“Sudahlah nenek, jangan berpikir macam-macam dulu. Istirahatlah, aku akan mengingat pesan nenek. Aku juga tidak ingin terjadi hal yang buruk pada sekte Tanah Barat ini” sahut Shen Long
“Satu hal lagi. Mu Rong sebenarnya berasal dari keluarga Wu, jadi dia juga keturunan darah dari Lembah Suci” lanjutnya.
Nenek Wu merasa lega sudah mengungkapkan isi hatinya, dia pun beristirahat untuk memulihkan kondisinya.
“Apa? Mu Rong sebenarnya keturunan dari keluarga Wu yang berada di Lembah Suci?” pikir Shen Long.
Melihat nenek Wu sudah tenang dan beristirahat, Shen Long kembali menemui Mu Rong dan Dewi Suci yang masih duduk sedingin es saling memandang.
“Astaga, watak dan temperamen kedua orang ini sangat mirip. Sepertinya yang dikatakan nenek Wu benar. Mereka berdua adalah keturunan dari keluarga Wu di Lembah Suci” gumam Shen Long dalam hatinya.
Shen Long yang merasakan hawa dingin diantara Mu Rong dan Dewi Suci segera berusaha untuk mencairkan suasana.
__ADS_1
“Hari sudah sore, aku merasa lapar. Mari kita mencari makan” katanya.
“Kamu tunggulah Shen, aku akan membuatkan makanan untukmu” sahut Mu Rong yang segera pergi menuju dapur sekte.
“Kamu beristirahatlah Mu Rong, biarkan aku yang membuatkan makanan untuk ketua sekte kami” kata Dewi Suci yang juga berebut ingin mencari perhatian Shen Long.
“Aduh, aku malah meniupkan angin pada mereka” gumam Shen Long dalam hatinya.
“Mu Rong, kamu sedang terluka. Biarkan Dewi Suci yang memasak makanan. Kamu disini saja bersamaku” kata Shen Long.
“Baiklah” sahut Mu Rong hendak kembali, namun hal ini malah membuat wajah Dewi Suci berubah lagi membayangkan Shen Long berdua bersama Mu Rong sementara dirinya memasak makanan untuk mereka. Dia tidak rela.
“Aku tidak tahu dimana bahan makanan dan dapur sekte ini. Sebaiknya Mu Rong membantuku” katanya sambil menarik tangan Mu Rong pergi ke dapur bersamanya.
“Ah, Sudahlah. Daripada memikirkan kedua wanita ini, sebaiknya aku memikirkan cara untuk menghadapi Jungwen dan gurunya saja.” pikir Shen Long yang kemudian pergi keluar tempat itu mencari tempat untuk berlatih.
Shen Long berkeliling kediaman sekte mencari tempat untuk berlatih, kemudian bertemu dengan dua wanita yang pernah ditemuinya di penginapan.
“Aku ingin mencari tempat untuk berlatih” sahut Shen Long padanya.
“Kalau begitu, mari kami antarkan menuju tempat latihan sekte” kata seorang wanita yang lain dan mengantarkan Shen Long ke tempat pelatihan sekte.
Sejak kejadian tadi, kedua wanita ini menjadi hormat pada Shen Long dan teman-temannya, bahkan mereka menganggapnya sebagai penyelamat sekte Tanah Barat.
Ketika tiba ditempat pelatihan sekte, Shen Long berterima kasih pada mereka berdua.
“Terima kasih sudah mengantarku ke tempat pelatihan, tolong bantu ketua sekte kalian Mu Rong dan Dewi Suci memasak di dapur. Dan panggil aku jika makanan sudah siap” pesan Shen Long.
“Baik tuan” sahut kedua wanita itu berbarengan lalu segera pergi ke dapur membantu memasak makanan.
Selama 20 menit Shen Long bermeditasi untuk kembali menyerap sisa energi yang diperolehnya dari gerbang Neraka dengan ilmu pemurnian serap jiwa Yan Luo dan meningkatkan kekuatannya hingga tingkat Raja Dewa alam Surgawi tahap akhir.
__ADS_1
“Aku tinggal selangkah lagi untuk mencapai tingkat Kaisar Dewa alam Surgawi. Aku memerlukan lebih banyak energi lagi untuk diserap” gumamnya dalam hati.
“Tuan. Makanan sudah siap, mari kita makan” teriak wanita yang datang menghampirinya.
“Baik. Aku segera kesana” sahut Shen Long
Di ruang makan yang luas, tampak meja makan sudah terhidang banyak makanan yang lezat. Shen Long segera di persilahkan duduk ditengah-tengah dan Mu Rong serta Dewi Suci duduk di samping kiri dan kanannya.
Shen Long merasa kikuk saat Dewi Suci dan Mu Rong sama-sama berebut melayaninya saat makan.
“Mereka sangat beruntung bisa melayani tuan itu” pikir wanita yang tadi memanggil Shen Long yang duduk di meja lain bersama teman-teman mereka.
“Ketua, aku sudah mengirimkan makanan pada tetua. Namun tetua masih beristirahat” sahut seorang wanita yang kembali dari kamar nenek Wu.
“Baik. Kalian duduklah dan mari makan bersama-sama” sahut ketua sekte Mu Rong.
Saat itu sekte Tanah Barat menikmati makanan bersama-sama, seolah-olah kejadian tadi siang tidak mempengaruhi mereka.
\======
Sementara itu, Bingwen yang kembali siang tadi ke kediaman sekte Singa Barat melaporkan kejadian di sekte Tanah Barat dan membuat ketua sekte Jungwen menjadi naik pitam.
“Memusnahkan sekte kecil seperti itu saja kamu tidak becus” teriaknya marah pada Bingwen.
“Ketua, mereka mendapat bantuan Dewi Suci dari Lembah Suci dan Shen Long yang memenangkan pertandingan bela diri lalu. Dan ada satu orang lagi yang kelihatan lebih kuat dari mereka. Jadi aku tidak berani gegabah melawan mereka” sahut Bingwen menundukkan kepalanya.
“Apa hebatnya juara pertandingan bela diri. Orang dari Lembah Suci juga kekuatannya paling terbatas di Pendeta Suci, kamu pasti bisa menanganinya.” kata Jungwen kembali.
“Jika melawan Dewi Suci aku pasti bisa mengalahkannya, namun kekuatanku untuk melawan Shen Long sedikit sulit. Waktu pertandingan itu dia sudah menembus tingkat Dewa Pendeta” sahut Bingwen kembali.
“Aku sudah mencapai tingkat Dewa Pendeta sejak lama sebelum pertandingan bela diri. Kini aku telah mencapai tahap akhir Dewa Pendeta. Aku yakin bisa mengalahkan orang itu” kata ketua sekte Jungwen sesumbar.
__ADS_1
“Baik, besok kita berangkat untuk memusnahkan sekte Tanah Barat. Kita tangkap para wanita sekte termasuk Dewi Suci untuk menemani meningkatkan kultivasiku” kata Jungwen bersemangat.