Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 60 | Orang dari Sekte Lembah Suci Tersembunyi


__ADS_3

Shen Long yang masih berada di dalam gua itu termenung memikirkan kekuatan dirinya yang ternyata masih jauh dari cukup untuk melindungi orang-orang disekitarnya.


Jika bukan karena dirinya yang lemah, kejadian ini tidak akan pernah terjadi pada Mu Rong. Dia menyesali dirinya sendiri.


“Shen, sebaiknya kamu mulai menggabungkan belati sukma dengan pedang langit kahyangan ditempat ini. Aku merasakan tempat ini adalah tempat yang khusus dan sepertinya ada suatu energi di balik dinding ini” bisik Yan Luo


“Benar, sejak mendapatkan pusaka belati sukma, aku belum memiliki kesempatan untuk menggabungkan ketiga senjata itu menjadi senjata dominator. Aku akan mencobanya disini” pikirnya


Segera Shen Long mengeluarkan belati sukma dan pedang langit kahyangan yang merupakan gabungan pedang langit dan pedang kahyangan. Sekarang saatnya dia untuk menggabungkan mereka bertiga.


Shen Long lalu duduk bersila dengan meletakkan kedua benda pusaka itu di hadapannya. Lalu dengan energinya, dia mulai mencoba menyelaraskan kedua senjata itu untuk bergabung.


Kedua pusaka itu bergetar, mengeluarkan suara mendengung lalu berdekatan seperti magnet yang mulai menyatu secara perlahan. Kemudian sebuah cahaya tersebar saat penyatuan itu berhasil menerangi gua tersebut ke segala arah.


Pedang Dominator Sukma Langit Kahyangan telah terbentuk, auranya sangat luar biasa. Kekuatannya pun melebihi spirit pusaka langit.


Shen Long tersenyum setelah berhasil menyatukan sebuah pedang dominator.


“Shen, sekarang kamu harus berlatih untuk mengendalikannya. Dengan kekuatan alam dewa, kamu bisa melatihnya dengan mudah” bisik Yan Luo.


Mendengar itu, Shen Long lalu berlatih untuk mengendalikan pedang dominator itu yang masih melayang bercahaya dan mendengung di udara. Dengan mengirimkan energi dari tubuhnya, berkomunikasi dengan menyelaraskan energi dirinya dengan energi pedang tersebut.


Selama kurang lebih satu jam Shen Long akhirnya bisa mengendalikan pedang dominator miliknya. Dia dengan leluasa bisa menggerakkan pedang tersebut dengan pikirannya. Pedang itu melayang, menusuk, berhenti, berdiri sesuai kehendak dalam pikiran Shen Long.


“Bagus. Aku sudah menguasainya” pikir Shen Long lalu menyimpan pedang itu kembali di cincin penyimpanannya.


“Baiklah, sekarang mari kita lihat ada apa di dalam gua ini” lanjutnya


Shen Long berjalan mengelilingi gua tersebut untuk merasakan energi dari balik dinding disana.


“Aneh. Nenek itu berilmu lebih tinggi dariku. Apakah dia tidak menyadari sesuatu di balik dinding ini?” pikir Shen Long

__ADS_1


“Tidak Shen, sepertinya benda itu berhubungan denganku atau dengan energi benih iblis yang pernah kamu serap” bisik Yan Luo


“Jadi, sesuatu ini terpanggil karena diriku?


“Kemungkinan besar seperti itu. Tapi aku tidak tahu apa itu” lanjut Yan Luo.


Kemudian Shen Long merasakan sesuatu yang menyengat telapak tangannya saat dia menyentuh suatu titik di dinding tersebut. Lalu dia mengeluarkan energi spiritual untuk menarik benda itu dari balik dinding gua tersebut.


Tak lama Shen Long melihat muncul sebuah batu permata dari balik dinding itu berwarna merah darah dengan aura yang sangat kuat dan menakutkan.


“Benih iblis?” pikir Shen Long.


“Ternyata benda ini benar-benar benih iblis, yang terhubung dengan energi benih iblis di dalam tubuhmu” bisik Yan Luo


“Aku harus segera memurnikannya. Ini keberuntungan buatku” pikir Shen Long


Lalu dia bersila melakukan kultivasi menyerap energi dari benih iblis yang baru didapatnya dengan ilmu pemurnian serap jiwa.


Ketika seluruh energi benih iblis habis diserapnya, batu permata itu sudah menjadi batu permata biasa yang tidak berguna untuk dirinya. Shen Long kemudian melakukan pemurnian energi benih iblis untuk meningkatkan kekuatannya menembus tahapan dewa langit.


“Siapa kamu? teriak salah seorang diantara mereka.


Shen Long membuka matanya lalu melihat tiga orang wanita muncul di depannya, yang berada paling depan berpakaian berbeda dengan dua di belakangnya. Parasnya yang cantik dan anggun namun sedikit terasa dingin dan sombong menatap tajam pada Shen Long.


“Namaku Shen Long. Kalian siapa?” tanya Shen Long kembali


“Kami dari sekte lembah suci tersembunyi. Mengapa kamu berada di wilayah kami?” tanya seorang wanita yang berada di belakangnya.


“Aku tidak tahu ini wilayah kalian, aku dibawa kemari oleh seorang nenek” sahut Shen Long dengan polos.


“Apakah nenek Wu yang membawamu kemari?” tanya wanita yang memimpin di depannya.

__ADS_1


“Nenek Wu? Aku tidak tahu nama nenek itu. Dia menangkap dan membawaku kemari lalu meninggalkanku” sahut Shen Long.


Dua orang di belakang saling menoleh bingung dengan perilaku nenek yang disebutkan oleh Shen Long.


“Aku tidak tahu apa yang terjadi. Kamu berada di wilayah lembah suci. Sebaiknya kamu segera pergi dari sini” sahut orang yang di depan.


“Dewi, sebaiknya usir orang ini jika dia tidak mau pergi. Kita masih menyelidiki cahaya yang tadi muncul dari sekitar tempat ini” bisiknya


“Shen Long, apakah kamu melihat suatu cahaya dari sekitar ini sebelumnya?” tanya orang yang dipanggil Dewi yang berdiri di depan.


“Cahaya? Apakah yang mereka maksud dari pedang dominatorku kah? Apa mereka melihat saat pedang dominatorku terbentuk?” pikir Shen Long.


“Tidak, aku sejak berada disini hanya melakukan meditasi menunggu nenek itu datang” sahut Shen Long berbohong.


“Jika yang kamu tunggu adalah nenek Wu, dia tidak akan datang kemari. Dia tidak tinggal disini. Ini adalah area suci milik sekte lembah suci.” sahut Dewi itu.


“Lalu kenapa dia mengajakku kemari? Apakah ada hubungannya dia dengan sekte lembah suci kalian?” tanya Shen Long.


“Lancang, kamu berani sekali! Nenek itu adalah pembangkang dari sekte lembah suci, kami tidak ada hubungannya dengan dia” teriak orang yang berada di belakang.


“Baiklah, jika tidak ada hubungan kalian dengannya. Kalau begitu aku akan pergi dari sini” sahut Shen Long kemudian berdiri.


Dia segera berjalan mendekati mereka bertiga yang berada di depan pintu masuk gua. Saat dekat dengan orang yang dipanggil dewi di depan, dia mencium bau yang sangat harum memabukkan.


“Hm, kamu sungguh harum nona” bisik Shen Long menoleh padanya saat berada di samping dewi itu


Wajah dewi itu berubah menjadi merah, baru kali ini dia mendengar seorang lelaki mengatakan hal seperti itu padanya, badannya gemetar merasa malu dan marah. Perasaannya kacau karena perkataan sederhana itu yang dia pikir pelecehan untuknya.


“Apa yang kamu bicarakan? Kamu berani berkata seperti itu pada Dewi Suci kami” kata orang di belakang dewi tersebut.


“Dewi Suci?” pikir Shen Long.

__ADS_1


Shen Long tidak mengerti bagaimana perkataannya yang sederhana itu bisa membuat mereka menjadi marah.


“Maaf, jika perkataanku menyinggung nona dewi yang cantik” sahutnya.


__ADS_2