Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 65 | Menjadi pelayan sekte


__ADS_3

Lembah Suci Tersembunyi, untuk memasuki kediaman sekte Lembah Suci dari jalur darat cukup jauh melalui jalan yang memutar menuruni lereng di kaki Gunung Abadi. Ketika matahari mulai condong ke barat, kereta kuda yang dinaiki oleh Shen Li dan Wei Yin tiba di gerbang kediaman sekte Lembah Suci.


Tampak di depan gerbang beberapa orang yang hendak berkunjung ke sekte Lembah Suci, pengunjung laki-laki di atur dalam barisan yang berbeda dengan pengunjung wanita. Setelah itu pengunjung laki-laki diantar ke sebuah paviliun tamu di luar gerbang sekte, sedangkan pengunjung wanita akan di ajak masuk ke kediaman sekte.


Pengunjung laki-laki biasanya datang untuk mengunjungi kerabat mereka yang belajar di sekte, atau menemui pasangan mereka dengan batasan pertemuan lawan jenis yang cukup ketat.


Untungnya Shen Long dan Wu Chen telah menyamar menjadi wanita bernama Shen Li dan Wei Yin. Jadi mereka bisa langsung diantarkan masuk ke dalam kediaman sekte.


Setelah memasuki kediaman sekte, pengunjung wanita akan dibagi menjadi dua bagian kembali, bagi mereka yang ingin bertemu keluarga nya akan ditempatkan di paviliun keluarga, sedangkan bagi mereka yang ingin belajar atau bekerja di sekte Lembah Suci akan langsung diantarkan ke kediaman murid dan pelayan sekte.


“Shen Li, tujuan apa yang akan kita katakan saat ditanya oleh mereka?” bisik Wei Yin saat melihat tiga penjaga bertanya pada para pengunjung wanita yang berbaris.


“Kita akan melamar untuk bekerja sebagai pelayan” bisik Shen Li


“Hei nona, sekarang giliranmu” teriak seorang penjaga melambai kepada Shen Li


“Namamu siapa? Apa tujuan datang kemari?” tanya penjaga tersebut


“Namaku Shen Li, aku ingin bekerja di sekte Lembah Suci” sahut Shen Li


“Baik. Kamu ikuti nona Sun disana” kata penjaga tersebut menunjuk ke seseorang yang sudah menunggu di depan mereka.


“Selanjutnya, nama dan tujuan kemari?” tanya nya kembali


“Wei Yin, melamar bekerja” sahut Wei Yin


“Ikuti nona Sun di depan” sahut penjaga itu.


Setelah semua barisan didata oleh penjaga, pengunjung wanita yang mengunjungi keluarga telah dipersilahkan untuk menunggu di paviliun keluarga. Para calon murid sekte mengikuti nona Qin menuju kediaman murid untuk melakukan tes masuk sekte, sedangkan yang melamar sebagai pelayan mengikuti nona Sun menuju kediaman pelayan.


“Sekte ini memang tidak sederhana, aturan mereka sangat ketat” pikir Shen Li yang mengikuti nona Sun bersama Wei Yin.


“Baik, Nona-nona, kalian yang akan bekerja di kediaman sekte ini akan kita perkenalkan wilayah kediaman sekte untuk kalian.” kata nona Sun


“Ini adalah kebun sayur kediaman sekte, ini adalah kebun buah-buahan.” Setelah mereka melewati perkebunan yang cukup luas.


“Ini adalah tempat tinggal kalian” lanjut nona Sun menjelaskan.


“Itu adalah kediaman Dewi Suci, di atasnya adalah kediaman Guru Suci, kita juga akan melayani mereka disamping pekerjaan sehari-hari” lanjutnya

__ADS_1


“Hm, jadi disana tempat kediaman Dewi Suci. Apakah Lotus Merah berada disana?” pikir Shen Li.


“Nah, ini adalah tempat pemandian umum kita” lanjut nona Sun begitu mereka melewati tempat pemandian wanita.


“I..Ini satu hal yang kita lupakan” bisik Shen Li pada Wei Yin dengan wajah merah


“Bagaimana ini Shen? Kita akan mati jika ketahuan. Belum lagi kita akan kehabisan darah di tempat ini” sahut Wei Yin pelan.


“Nona, ada sesuatu di hidung kalian” kata Nona Sun melihat darah keluar dari hidung Shen Li dan Wei Yin.


Shen Li dan Wei Yin tiba-tiba mimisan, melihat di depan mata mereka beberapa wanita pelayan sedang asik mandi sambil bercengkrama bersama


Shen Li dan Wei Yin segera menghapus darah di hidung mereka dan berusaha mengatur nafas dan memikirkan hal lain.


“Ini godaan yang sangat berat Shen” bisik Wei Yin


“Ingat tujuan kita kemari Wei, jangan biarkan hal kecil ini merusak rencana kita” sahut Shen Li pelan.


Kemudian nona Sun melanjutkan kembali perkenalannya pada tempat-tempat di kediaman sekte, lalu mengantar mereka kembali ke tempat tinggal pelayan.


“Kalian semua bisa langsung bekerja setelah menaruh bekal dan pakaian kalian” kata nona Sun


“Tidak boleh membawa senjata di dalam kediaman sekte, letakkan senjata kalian yang menonjol dari saku kalian, lalu ikuti aku. Aku menunggu kalian di depan” lanjutnya.


“Senjata?” Shen Li dan Wei Yin tertegun tidak mengerti dengan kata-kata nona Sun. Tidak sengaja mereka menoleh ke bawah lalu wajah mereka menjadi merah.


“Sial, gara-gara pemandian sialan itu” pikir Shen Li


Butuh sekitar 5 menit bagi mereka untuk meletakkan senjata mereka sebelum keluar menemui nona Sun.


“Kenapa kalian lama sekali? Selanjutnya kalian harus sigap menerima perintah” teriak nona Sun


“Baik nona. Maaf” sahut Shen Li


“Tadi Dewi Suci memanggilku untuk menemuinya, kalian ikut denganku” kata nona Sun.


“Baik” sahut Shen Li dan Wei Yin hampir bersamaan.


“Ini kesempatan untuk menyelidiki kediaman Dewi Suci” pikir Shen Li kembali

__ADS_1


Ketika mereka tiba di depan pintu kamar Dewi Suci, nona Sun berhenti dan menyapa.


“Masuk” sahut suara Dewi Suci dari dalam kamarnya.


“Baik Dewi” sahut mereka bertiga.


“Nona Sun, apakah dua orang ini pelayan yang baru masuk hari ini?” tanya Dewi Suci pada nona Sun.


“Benar Dewi, Ini Shen Li dan Wei Yin. Mereka baru saja tiba hari ini” sahut nona Sun


“Bagus, aku ingin minta tolong mereka untuk menyirami kebunku di belakang” kata Dewi Suci kembali


“Baik Dewi” sahut mereka bertiga.


“Benar-benar kesempatan bagus” pikir Shen Li


Nona Sun lalu mengajak Shen Li dan Wei Yin untuk ke kebun pribadi Dewi Suci di belakang kamarnya untuk menyirami tanaman milik Dewi Suci. Mereka pun mulai menyirami tanaman disana, namun tak satupun ada tanaman Lotus Merah disana.


Shen Li melihat sekeliling kebun tanaman bunga, namun tidak juga menemukan Lotus Merah disana.


“Apakah informasi tetua Yun salah?” pikir Shen Li


“Tidak ada satupun Lotus Merah disini”


“Nona Sun, kirim satu orang pelayan ke dalam kamarku” teriak Dewi Suci dari dalam kamar.


“Baik Dewi” sahut nona Sun


“Shen Li, kamu segera ke kamar Dewi Suci. Ikuti perintahnya” kata nona Sun.


“Baik” sahut Shen Li yang bergegas menuju kamar Dewi Suci.


Di dalam kamar, tampak Dewi Suci duduk sambil membaca bukunya lalu melihat kedatangan Shen Li sekilas.


“Siapkan air untukku mandi di dalam bak itu” katanya menunjuk ke arah bak mandi di dalam kamarnya


“Siap Dewi” sahut Shen Li yang kemudian mengisi air ke dalam bak mandi tersebut.


“Sini, kamu bantu aku buka pakaian ini dan gosok punggungku” perintahnya kembali

__ADS_1


“Astaga, ini hal kedua yang aku lupakan. Apa yang harus aku lakukan?” pikir Shen Li menggigil dan berjalan perlahan


__ADS_2