
Melihat semua orang menaruh harapan yang besar pada Shen Long, membuat Xu Meng bertambah kesal dan iri di dalam hatinya. Tapi dia tidak bisa melakukan apa-apa karena kedua tetua yang berada di alam dewa ini memujinya.
“Shen, aku lihat kultivasimu telah berada di tingkat guru suci akhir, jika kamu bisa menembus raja suci akan menjadi nilai tambah untuk mengalahkan mahluk itu. Apalagi jika bisa meningkatkannya hingga dewa suci.” kata Yang Fei.
“Dengan pil obat tingkat sembilanku, kamu bisa dengan mudah menembus raja suci tingkat akhir” sahut tetua Xie bersemangat.
“Waktu masih tersisa 40 hari di alam rahasia ini sebelum kalian dikembalikan ke alam nyata. Kamu bisa berendam di kolam darah untuk meningkatkan kultivasimu ke tingkat dewa suci” kata Yang Fei.
“Kolam darah?” Shen Long tertegun mendengarnya.
“Shen Long akan menembus tingkat dewa suci yang setingkat dengan ayah” pikir Dong Fang Yin dengan jantung berdetak kencang memikirkannya.
“Benar! setelah menembus raja suci dengan pil tingkat sembilanku, kamu bisa berendam di kolam darah untuk meningkatkan lagi kultivasimu” sahut tetua Xie kemudian.
“Baiklah, tetapi bagaimana aku bisa ketempat itu? Aku selalu kesulitan menentukan arah di alam rahasia ini” sahut Shen Long.
“Hahaha.. itu bukan masalah besar. Di tempat Yang Fei ada portal untuk mengirimmu langsung di dekat kolam darah. Dengan kekuatan kami berdua, kami bisa mengirimkan dua orang menggunakan portal tersebut. Cucuku Lin akan menemanimu, dia sangat hafal wilayah alam rahasia ini.” kata tetua Xie.
“Baiklah jika itu bisa membantu untuk membunuh mahluk gaib ini, merebut belati darah dan membebaskan tetua berdua. Aku akan melakukannya” sahut Shen Long.
“Bagus. Ini makanlah pil obat tingkat sembilanku ini. Lalu berkultivasilah menembus raja suci sebelum menuju kolam darah” kata tetua Xie sambil menyerahkan pil obat tingkat sembilan yang telah dibuat olehnya.
Shen Long lalu menelan pil obat tersebut kemudian merasakan hawa hangat mengalir di seluruh nadi spiritnya. Dia segera berdiri dan mengambil tempat agak jauh dari tempat mereka makan untuk memurnikan pil obat tersebut.
“Kamu sungguh sangat berbakat Shen, tidak percuma aku memberikan dua pil obat berhargaku padamu. Aku berharap kamu bisa menjadi cucu menantuku menikahi A Lin” pikir tetua Xie lalu memandang cucunya A Lin yang menatap ke arah Shen Long.
“Cucuku, apakah kamu menyukainya?” tanya tetua Xie membuat A Lin, Chem Mulan dan Dong Fang Yin terkejut mendengarnya.
“Kakek, kamu bicara apa? Jangan berkata yang bukan-bukan” sahut A Lin, namun dia tidak bisa menyembunyikan wajahnya yang memerah karena pertanyaan kakeknya itu.
__ADS_1
“Hahahaha... anak muda memang seperti itu” tiba-tiba Yang Fei tertawa melihat ke arah tetua Xie.
“Benar..benar saudara Yang, biarkan saja mereka. Kita yang tua ini cukup melihat saja. Hahaha...” mereka pun tertawa bersama-sama.
Sekitar dua jam Shen Long memurnikan pil obat di dalam tubuhnya untuk meningkatkan kultivasinya diamati oleh semua orang yang berada disana. Kemudian Shen Long meledakkan kekuatannya ke atas menyebabkan awan hitam muncul di atas langit dan petir muncul secara tiba-tiba.
Duarr!
Petir itu menyambar ke arah Shen Long, membuat tubuhnya dialiri listrik namun tidak terbakar olehnya. Semua orang kaget karenanya, terutama para wanita yang sedikit cemas melihat hal itu.
“Kamu berhasil Shen, sudah menembus tingkat raja suci akhir” kata tetua Xie dengan gembira dan bertepuk tangan.
Yang Fei yang melihat kejadian ini turut kagum dengan bakat Shen Long, saat diusia yang sama dengan Shen Long dirinya hanya mampu menembus hingga manusia suci.
Shen Long lalu membuka matanya, merasakan energi yang sangat besar meledak-ledak di dalam tubuhnya. Namun energi itu berangsur-angsur ditekan kembali oleh segel alam rahasia menjadi tingkat dewa spirit.
“Berhasil” pikir Shen Long
“Baiklah tetua Yang” sahut Shen Long.
Kemudian mereka berangkat menuju kediaman Yang Fei yang berada disebuah gua yang berdinding es. Udara sekitarnya sangat dingin hingga menusuk tulang. Namun dengan kekuatannya tetua Yang Fei, tetua Xie dan Shen Long tidak terlalu merasa kedinginan.
Berbeda hal nya dengan Xu Meng dan ketiga wanita yang harus berpakaian tebal untuk memasuki kediaman Yang Fei.
“Shen Long dan A Lin, kalian berdirilah di tengah formasi portal itu” kata tetua Yang Fei menunjuk ke arah susunan formasi di dalam gua tersebut.
Setelah Shen Long dan A Lin berdiri di tengah-tengah formasi itu, tetua Yang dan tetua Xie lalu mengerahkan energi mereka untuk menghidupkan formasi tersebut. Kemudian Shen Long dan A Lin menghilang dari hadapan mereka.
Shen Long dan A Lin telah berpindah ke sebuah tempat dataran tinggi yang gersang. Dari tempat tinggi itu mereka bisa melihat menara pedang dikejauhan.
__ADS_1
“Rupanya kolam darah ini tidak jauh dari menara pedang” kata Shen Long.
“Iya. Ayo Shen kita segera menuju kolam darah tersebut” ajak A Lin
Mereka lalu berjalan mencari kolam darah di daerah itu. Tak berapa lama mereka pun mencium bau darah yang sangat kental dan menyakitkan hidung mengisyaratkan bahwa mereka telah dekat dengan kolam darah itu.
Setibanya di kolam darah, mereka melihat banyak orang berkumpul mengelilingi kolam tersebut. Sedangkan di tengah kolam terdapat daratan yang tidak terlalu luas dikelilingi oleh kolam berwarna merah yang menyerupai dan berbau darah.
“Apa yang terjadi?” tanya Shen Long pada seseorang di kerumunan itu.
“Sekte tengkorak putih, sekte pelepas arwah dan perguruan Wu dang sedang bertempur memperebutkan tempat untuk berkultivasi di tengah kolam darah” sahut orang itu
“Sekte pelepas arwah?” A Lin kaget lalu segera dia mengenakan topeng untuk menutupi wajahnya.
Melihat A Lin menutup wajahnya, Shen Long tahu ada sesuatu yang ingin ditutupi oleh A Lin. Jadi dia tidak menanyakan hal itu lebih lanjut. Masing-masing orang memiliki rahasianya sendiri.
Di tengah kolam darah, tampak ada seseorang yang berbicara dengan lantang.
“Kami dari sekte tengkorak putih hendak berkultivasi disini, apakah kalian ingin berebut?” katanya dengan marah menunjuk kepada orang-orang diluar kolam.
“Apa hak kalian untuk menguasai kolam darah ini sendiri?” tanya orang dari sekte pelepas arwah.
“Kami orang-orang wudang juga ingin berkultivasi disini. Bagaimana jika kita berbagi tempat” kata orang wudang menimpali
“Tidak bisa, tempat ini hanya bisa untuk kultivasi satu orang. Bagaimana bisa berbagi?” teriak sekte tengkorak putih kembali.
“Kami yang datang terlebih dahulu, mengapa harus kalian yang berkultivasi?” kata perguruan wudang.
“Yang terkuatlah yang bisa berkultivasi terlebih dahulu” teriak orang dari sekte pelepas arwah.
__ADS_1
“Jadi kamu merasa diri paling kuat?” teriak sekte tengkorak putih.
“Jika seperti ini terus, waktu akan habis karena terlalu banyak omong kosong” tiba-tiba suara terdengar dari kerumunan orang-orang.