
Orang yang ditanya oleh Shen Long tidak menjawabnya namun berteriak “Habisi dia! Jangan ada saksi mata”
Kedua orang yang menghadangnya segera menyerang ke arah Shen Long. Keduanya mengeluarkan jurus yang sangat ganas dengan kekuatan puncak mereka yang berada di alam Surgawi dunia manusia.
Shen Long yang tidak bergeming di tempatnya hanya menghela nafas dan menggelengkan kepalanya
“Kenapa manusia selalu bertindak tanpa berpikir terlebih dahulu” gumamnya
Shen Long hanya melambaikan tangan kanannya, energi dewa naga keluar dari tubuhnya melalui lambaian tangan kanan Shen Long yang kemudian menyapu kedua penyerang di tingkat alam Surgawi dunia manusia tersebut.
Gerakan kedua penyerangnya itu seakan-akan terhenti setelah sapuan energi dari lambaian tangan Shen Long mengenari mereka. Kedua orang itu merasakan otot mata mereka mau keluar, tubuh mereka seperti membentur dinding pelat baja yang tebal.
Organ dalam mereka terasa mau pecah oleh tekanan energi dari Shen Long membuat mereka terpental menabrak dinding ruangan kuil tersebut.
Mata semua orang di dalam kuil tersebut terbelalak tidak percaya dengan kejadian tersebut. Mereka menggigil melihat kedua petarung yang menyerang itu jatuh terkulai setelah menyemburkan darah dari mulut mereka karena terluka dalam.
Orang yang memberi perintah tanpa sadar mundur selangkah setelah melihat kekuatan Shen Long. Matanya melihat satu orang lainnya yang sudah sejak tadi menggigil gemetar.
Iblis Mo Shi menggertakkan giginya melihat hal itu. Dia segera mengeluarkan puncak kekuatannya, kali ini dia menyerang langsung ke arah Shen Long. Shen Long memalingkan wajahnya dan melihat ke arah Iblis Mo Shi lalu bergerak secepat kilat sudah berada di hadapannya.
Gerakan Iblis Mo Shi terhenti, tangan kanan Shen Long sudah lebih dulu mencengkeram lehernya. Kedua tangan Iblis Mo Shi memegang tangan Shen Long, untuk melepaskan cengkeraman di lehernya.
Tubuh Iblis Mo Shi diangkat dengan tangan kanan Shen Long yang mencengkeram kuat lehernya. Kedua kaki Iblis Mo Shi bergerak-gerak seakan-akan hendak melarikan diri di udara.
Iblis Mo Shi tidak berdaya, wajahnya yang berwarna merah kehitaman berubah menjadi merah kebiruan setelah dia merasa kesulitan untuk bernafas melalui hidungnya yang bukan seperti hidung manusia.
“Lepaskan dia!” teriak orang yang memberi perintah itu lagi kali ini sambil membawa seorang tahanan wanita di tangan kirinya dan belati di tangan kanannya.
__ADS_1
Shen Long menoleh ke arah orang itu, dia melihat tahanan wanita itu menggigil ketakutan digunakan sebagai sandera olehnya. “To..Tolong aku! Jangan bunuh aku” suara wanita tersebut gugup dengan mata yang sudah basah oleh air matanya.
“Lepaskan dia! Atau aku membunuh wanita ini” teriak lelaki itu kembali
Temannya yang masih tersisa satu lagi juga membawa wanita lainnya sebagai sanderanya. Shen Long menoleh ke sudut ruangan kuil ini terdapat kurungan besi yang di dalamnya terdapat banyak wanita yang sedang menggigil ketakutan.
“Segel pelacak Yang Hua berada di dalam kurungan itu. Aku tidak tahu bagaimana kondisinya” pikir Shen Long tanpa melepas cengkeramannya pada Iblis Mo Shi.
Shen Long lalu diam-diam merapal segel pelacak lain dan mulai mengerahkan ke tangan kanannya. Dia lalu meletakkan segel pelacak tersebut tersembunyi di tengkuk Iblis Mo Shi.
Kemudian Shen Long terlihat pura-pura kesal dan membanting tubuh iblis Mo Shi ke arah pintu keluar kuil dan tubuh Iblis Mo Shi menabrak dinding pintu yang telah dia hancurkan sejak awal.
Iblis Mo Shi memegang lehernya yang sakit dengan terengah-engah menatap ke arah Shen Long.
“Hehehe... kamu akan menyesal telah melepaskanku. Aku akan membalasmu berkali-kali lipat membunuh seluruh keluargamu” teriaknya
“Lepaskan kedua wanita yang kalian sandera. Aku melepaskan kalian. Jika tidak, jangan salahkan aku bertindak pada kalian” kata Shen Long menatap tajam ke arah Iblis Mo Shi.
Mata Iblis Mo Shi terkejut melihat tatapan Shen Long padanya, dia tidak ingin berada ditempat itu lebih lama. Kemudian dia pergi meninggalkan tempat itu.
Kedua orang yang masih membawa sandera segera mengikutinya sebelum melepaskan sandera mereka.
Shen Long hanya melihat kepergian mereka dengan tenang sambil menoleh ke arah para wanita yang berada di dalam kurungan tersebut.
Kemudian dia berjalan masuk ke dalam kurungan itu dan membuat seluruh wanita itu menjerit ketakutan melihat sosoknya yang datang.
“Jangan takut. Aku datang untuk menyelamatkan kalian” kata Shen Long yang kemudian membuka kurungan besi tersebut dan melepaskan semua wanita dari dalamnya.
__ADS_1
Saat semua wanita itu mulai berlarian keluar dari dalam kurungan itu, tampak dua wanita yang terduduk lemah di dalamnya. Yang Hua tampak duduk memapah seorang wanita yang lebih tua darinya “Qui Lang” gumam Shen Long mengetahui wanita tersebut
“Yang Hua, Qui Lang. Keluarlah. Kalian telah bebas” teriak Shen Long membuat Yang Hua menoleh ke arahnya
“Shen Long” gumamnya yang juga membangunkan Qui Lang dan membuka matanya melihat ke arah Shen Long dengan senyuman yang dipaksakan.
“Kaisar” gumamnya dengan suara parau.
Mereka berdua lalu mencoba berdiri dengan tertatih-tatih berjalan mendekati Shen Long. Lalu Qui Lang berlutut di depan Shen Long dan memohon padanya
“Kaisar, aku tahu Yang Mulia telah menyelamatkan anakku Ming Qui bersamamu. Tolong balaskan dendam kami Yang Mulia” isak Qui Lang pada Shen Long sambil bersujud padanya.
“Qui Lang, bangunlah. Minum pil obat ini untuk kalian berdua menyembuhkan luka kalian. Kembalilah ke kediaman sekte kalian, karena Ming Qui membutuhkan kalian disana” sahut Shen Long sambil menyerahkan dua buah pil obat penyembuh luka pada mereka.
Qui Lang tertegun mendengar kata-kata Shen Long. Dia kemudian mengambil pil obat yang diberikan oleh Shen Long lalu menelannya. Begitu juga dengan Yang Hua yang masih merasa tidak percaya dirinya telah terselamatkan kembali oleh Shen Long.
Setelah beberapa saat tubuh kedua wanita itu terlihat pulih perlahan dan mulai merasa membaik. Qui Lang yang masih berlutut, bersujud kembali dan mengucapkan terima kasihnya.
“Bangunlah. Siapa mereka yang telah menyekap kalian?” tanya Shen Long pada Qui Lang
Qui Lang segera berdiri bersama Yang Hua.
“Mereka adalah Pangeran Tan Lei dari Kekaisaran Barat dengan Jendral Elang yang setia padanya. Kedua orang yang pingsan itu adalah bawahan mereka bersama Mo Shi” sahut Qui Lang
“Apa yang mereka rencanakan?” tanya Shen Long
“Pangeran Tan Lei bermaksud memberontak pada ayahnya dengan bantuan Mo Shi itu yang merencanakan kekacauan di Kekaisaran Barat. Sejak mereka memenangkan perang di wilayah utara, mereka menyekap kami para wanita dari utara disini untuk menjadi persembahan bagi Mo Shi. Dan mereka juga bersembunyi disini menunggu saat yang tepat untuk menyerang Kaisar Barat” lanjut Qui Lang yang telah mendengar seluruh rencana iblis mereka.
__ADS_1
Shen Long merenungkan hal ini tidak menyangka kekuasaan menjadi salah satu penyebab manusia itu mengikuti hasutan dari iblis neraka. Bahkan orang tua mereka sendiripun akan dihabisinya jika dianggap penghalang.