Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 462 | Shen Long vs Shu Zan


__ADS_3

Shen Long menatap tajam mata Qin Yuan di depannya dengan hawa membunuh. Wajah Qin Yuan tampak pucat dengan mata yang mulai memutih karena kehabisan nafas oleh cekikan tangan Shen Long yang kuat mencengkeram lehernya.


“Lahirlah kembali menjadi orang yang baik,” kata Shen dengan nada dingin.


Krekk!


Suara leher yang patah sekaligus menghembuskan nafas Qin Yuan untuk terakhir kalinya.


“Lepaskan anakku!” Teriak Qin Liu kembali tanpa mengetahui kondisi anaknya yang telah mati.


Shen Long melemparkan tubuh Qin Yuan ke arah Qin Liu dengan acuh tak acuh dan menatap dingin padanya. Wajah Qin Yuan menjadi gelap ketika memegang tubuh anaknya yang telah dingin tak bernyawa. Tubuhnya bergetar hebat karena amarahnya yang meledak.


Qin Liu tidak lagi memikirkan rasa takutnya. Dia segera mengerahkan kekuatan puncak keheningan semesta miliknya, dan tidak mempedulikan lagi kekuatan Shen Long yang berada di atas dirinya. Qin Liu langsung menghunus pedangnya dan menyerang ke arah Shen Long.


“Kubunuh kamu!” Teriaknya sambil mengayunkan pedangnya ke arah kepala Shen Long dengan cepat.


Namun Shen Long tidak bergerak dari tempatnya berdiri. Dia hanya tersenyum melihat Qin Liu yang terburu-buru menuju ke kematiannya. Shen Long kemudian dengan mudah berkelit dari ayunan pedang Qin Liu. Dan bergerak menyambut tubuh Qin Liu dengan telapak tangannya.


“Aku akan mengantarmu ke jalan!” sahut Shen Long dengan gerakan sederhana menghantamkan telapak tangan kanannya ke arah kepala Qin Liu dengan kekuatannya yang meningkat dalam sekejap.


Brakk!


Telapak tangan Shen Long membekas di kepala Qin Liu dan membuatnya hancur seketika dengan memercikkan darah ke sekitarnya. Qin Liu mati mengenaskan dengan kepala yang hancur bagaikan dihantam oleh palu raksasa.


Dua ayah dan anak mati seketika di tangan Shen Long. Sekte Matahari Suci telah berakhir dengan kematian dua orang itu. Namun Shu Zan tidak bisa menerima hal itu. Dia yang sejak tadi masih tertegun karena tidak menyangka kejadian yang berlangsung cepat itu.


“Ka-Kamu membunuh mereka.”


Shu Zan menggeram dengan wajah gelap kemudian melompat dan menyerang dengan kecepatan kilat ke arah Shen Long dengan garang.

__ADS_1


Shen Long menoleh ke arah Shu Zan lalu bergerak menghindari serangannya. Shen Long terlihat mencibir Shu Zan karena belum mengerahkan seluruh kekuatannya.


“Kamu meremehkanku?” cibir Shen Long.


Meskipun Shu Zan belum meningkatkan kekuatannya, tapi Shen Long tidak membiarkannya lolos.


Plak!


Tangan kiri Shen Long menampar keras wajah Shu Zan dan membuatnya terpental jatuh setelah menabrak reruntuhan aula. Shu Zan tampak bangkit dengan terhuyung-huyung kemudian tubuhnya bergetar hebat karena marah. Kini dia mulai mengerahkan kekuatan puncak keheningan semestanya.


Kemudian dengan lebih ganas dia menerjang ke arah Shen Long. Telapak tangan kirinya mengarah ke kepala Shen Long sedangkan tangan kanannya mengarah ke dada Shen Long. Namun Shen Long tanpa kesulitan mampu menghindari serangan itu.


Shu Zan tidak melepaskan Shen Long dan terus mengejarnya dengan mengubah telapak tangannya menjadi tinju yang kini mengarah ke perut Shen Long.


Mendengar arah angin menuju ke perutnya, Shen Long tidak berkelit tapi menangkis serangan tinju itu dengan telapak tangan kanannya.


Bummmm!


Shu Zan berusaha bangkit lagi dengan memegang tangan kanannya yang merasa sedikit kesakitan akibat benturan tadi. “Sialan, aku terpaksa harus menggunakan kekuatan kesadaran semesta yang telah berhasil aku terobos meskipun aku belum melatihnya dengan maksimal,” batinnya.


“Kamu sudah kalah!” kata Shen Long acuh tak acuh dan hendak pergi meninggalkannya.


Wajah Shu Zan terlihat jelek dan merah gelap mendengar perkataan Shen Long. “Aku belum kalah,” sahutnya sambil berdiri dengan susah payah.


Shu Zan kemudian mengerahkan kekuatan maksimal yang baru-baru ini berhasil diterobos olehnya.


“Kesadaran Semesta!”


Shu Zan berteriak lalu menyerang Shen Long dengan lebih cepat dari sebelumnya. Shen Long yang hendak pergi kemudian berbalik dan menoleh ke arah Shu Zan dengan tatapan tidak percaya.

__ADS_1


“Anak ini ingin membunuh dirinya sendiri,” geram Shen Long dengan wajah datar.


Bummm!


Ledakan kembali terjadi ketika tinju Shu Zan menghantam telapak tangan Shen Long yang juga telah meningkatkan kekuatannya ke alam kesadaran semesta.


Tubuh Shu Zan terdorong mundur dua langkah, namun Shen Long masih berdiri tak tergoyahkan di tempatnya semula.


Melihat hal ini wajah Shu Zan bertambah jelek. Dia kembali mengerahkan jurus tinjunya dan mengarahkan dengan cepat pada Shen Long.


Kali ini Shen Long tidak lagi menghadapi langsung kekuatan Shu Zan, namun dia menghindarinya dengan berkelit lebih cepat dari gerakan Shu Zan. Hal ini justru membuat Shu Zan semakin bersemangat dan menjadi bertambah garang.


“Tinju Api Neraka!”


Wussshhh... Bummmm!


Energi Tinju Shu Zan meledak, lalu dia menyerang Shen Long kembali. Kali ini dengan mengerahkan energi tinju dan jurus Api Neraka, dia bermaksud untuk menjatuhkan Shen Long dan membalas hal memalukan yang diterima sebelumnya.


Melihat serangan yang kuat itu membuat Shen Long tidak bisa berkelit lagi. Dia kemudian menangkis serangan tersebut dengan telapak tangannya.


Bummmm!


Ledakan dahsyat terjadi dan hembusan anginnya menyapu ke sekitar mereka dan menerbangkan apapun yang berada didekat pertarungan mereka.


“Kamu memaksakan diri menggunakan kekuatan yang belum kamu kuasai dengan baik,” kata Shen Long dengan menggelengkan kepalanya.


Shu Zan terdorong mundur dua langkah dengan terhuyung-huyung. Matanya menatap tajam dengan wajah geram pada Shen Long. Dia tidak bisa menerima kekalahan dari Shen Long.


Lalu dia kembali meledakkan kekuatan maksimalnya di alam kesadaran semesta dan menyerang Shen Long dengan cepat.

__ADS_1


Serangan Shu Zan meraung kencang seperti mengurung tubuh Shen Long yang hanya berkelit dengan ringan. Shen Long sengaja mengulur waktu untuk menguras tenaga Shu Zan yang memaksakan dirinya mengerahkan kekuatan alam kesadaran semesta yang belum dikuasainya dengan baik


Aliran darah Shu Zhan bergerak semakin kencang dan detak jantungnya berdegup makin kencang.


__ADS_2