
“Lapor tuan, pengiriman dari barat telah datang. Kali ini diantar langsung oleh ketua Long Gu bersama mereka” kata penjaga di depan melaporkan kedatangan rombongan anak-anak dari wilayah barat.
“Suruh dia masuk ke mari. Anak-anak kirim ke penyimpanan” sahut Sun Lao
“Baik tuan” sahut penjaga itu sambil mempersilahkan Long Gu untuk masuk menemui Sun Lao.
Long Gu berjalan memasuki paviliun dan langsung menemui Sun Lao
“Hormat pada tuan Sun Lao” kata Long Gu
“Ada apa kamu kemari menemuiku?” tanya Sun Lao pada Long Gu.
“Tuan, sejak ayahku di bunuh oleh Shen Long, keadaan Istana Naga Api menjadi kacau. Kini setelah Kaisar Dunia Bawah terbunuh olehnya menyebabkan Istana Naga Api sudah tidak ada lagi” sahut Long Gu
“Aku kesulitan untuk menemukan pelayan untuk tuan. Maafkan aku terlambat mengirimkan” lanjutnya
“Aku mengerti situasimu. Lalu, masalah apa yang membuatmu datang kemari?” tanya Sun Lao langsung
“Aku ingin memohon pada tuan Sun Lao untuk memberikan keadilan padaku. Tolong bantu aku membunuh Shen Long” sahut Long Gu sambil bersujud di depan Sun Lao
“Hahaha... kamu sungguh bernyali untuk memintaku melawannya” tawa Sun Lao
“Aku tidak berani tuan” sahut Long Gu
“Aku berpikir, hanya tuan yang bisa mengalahkan dan membunuh Shen Long di dunia bawah ini” lanjutnya sambil terus bersujud.
“Aku tidak peduli dengan apa yang terjadi di dunia bawah ini. Aku hanya menjalankan perintah dari Pangeran Langit” kata Sun Lao dengan tatapan yang tajam pada Long Gu.
Wajah Long Gu menjadi pucat pasi mendengar kata-kata dari Sun Lao, dia tidak tahu harus bagaimana lagi. Keputusasaan muncul dalam benaknya. Sejak kematian ayahnya, dirinya tidak memiliki kekuasaan lagi di wilayah barat.
“Sun Lao, membunuh Shen Long mungkin bukan perintah dari Pangeran Langit. Tapi ini juga ada kaitannya dengan Putri Shui. Sebaiknya kamu mempertimbangkannya” saran Mo Luo
Hati Long Gu merasa ada harapan dari kata-kata Mo Luo, namun dia masih menunggu keputusan dari Sun Lao.
“Katakan apa alasanmu Mo Luo?” tanya Sun Lao langsung tanpa basa basi
“Dengan kematian Shen Long, Putri Shui tentu bisa diajak kembali ke dunia langit” sahut Mo Luo.
“Jadi maksudmu menggunakan Shen Long untuk mengancam Putri Shui?” kata Sun Lao menebak arah pikiran dari Mo Luo.
__ADS_1
“Hahaha... kadang aku berpikir kamu terlalu pintar dan licik Mo Luo” tawa Sun Lao setelah memikirkan pendapat darinya
“Tapi aku tidak memerlukan sandera untuk membawa Putri Shui ke dunia langit. Jika memintanya baik-baik tidak bisa. Aku akan memaksanya” lanjut Sun Lao
Mendengar kata-kata dari Sun Lao membuat wajah Shen Long menjadi tampah geram.
“Tuan, Dewi Suci adalah kehormatan klan binatang. Aku memiliki ide yang lebih baik untuk mengirimkan Dewi Suci ke dunia langit” sahut Raja Kerbau Shu Nu.
Wajah Sun Lao tampak tertegun mendengar kata-kata Raja Kerbau.
“Aku akan membuatnya menuruti perintah dari Langit” sahut Raja Kerbau tersenyum
Alis Sun Lao mengernyit memikirkan sesuatu, lalu wajahnya menjadi cerah dengan mata berbinar.
“Hahaha... ternyata begitu, aku mengerti maksudmu Shu Nu. Lakukanlah!” sahut Sun Lao mengerti rencana dari Raja Kerbau meskipun dia tidak mengatakannya.
“Apa yang direncanakan oleh Raja Kerbau ini?” pikir Shen Long penasaran karena Raja Kerbau tidak mengatakan secara detail rencananya.
“Mu Luo, untuk urusan Shen Long. Aku serahkan padamu dan Long Gu. Bagaimana?” tanya Sun Lao yang membuat mata Mo Luo berkedut
“Sialan kamu Sun Lao, kamu melemparkan urusan Shen Long padaku. Apakah kamu takut melawannya?” gumam Mo Luo dalam hatinya kesal.
“Aku akan mempersiapkan untuk mengirim anak-anak itu sekalian bertemu dengan Pangeran untuk mendiskusikan hal lain” kata Sun Lao.
“Baik. Kami pergi” sahut mereka bertiga lalu pergi meninggalkan Sun Lao di paviliun tersebut.
Sun Lao masih duduk termenung memikirkan kedua rencana tadi. Dia pun tersenyum memikirkan hadiah dari Pangeran jika kedua rencana itu berhasil.
“Hahaha... sungguh beruntung. Kalian menyelesaikan kedua masalah ini dan aku bisa mengambil keuntungannya” tawa Sun Lao kembali setelah kepergian ketiga orang itu.
“Baiklah, sekarang aku akan mempersiapkan pengiriman ke dunia langit dan langsung mendatangi Pangeran untuk mendiskusikan masalah dunia bawah ini” gumam Sun Lao
“Penjaga, persiapkan anak-anak di ruang pengiriman” teriak Sun Lao pada penjaganya sambil berjalan ke arah ruang pengiriman.
“Siap tuan” sahut salah satu penjaga.
Penjaga itu lalu pergi menuju ke ruang penyimpanan untuk membawa perintah dari Sun Lao mengajak anak-anak menuju ke ruang pengiriman.
Ruang pengiriman terletak di belakang paviliun yang cukup luas bisa menampung ratusan orang di dalamnya.
__ADS_1
Di dalam ruang pengiriman terdapat sebuah portal yang terbentuk dari formasi dewa untuk membuka jalan menuju dunia langit.
Sun Lao duduk bersila di tempat yang tersedia di ujung portal.
Shen Long yang mengikuti Sun Lao menyelinap ke dalam ruang pengiriman tersebut untuk mengetahui apa yang akan mereka lakukan.
“Aku harus menggagalkan pengiriman ini. Dimana Putri Shui?” pikir Shen Long.
Tak lama kemudian, Shen Long melihat rombongan anak-anak di giring oleh para penjaga memasuki ruang pengiriman. Mereka berbaris masuk dan disuruh berdiri ditengah-tengah formasi tersebut.
Shen Long yang telah mengetahui inti formasi dewa dari portal tersebut segera melakukan gerakan dan membaca mantra untuk menghancurkan formasi dewa itu.
Sebelum Sun Lao sempat membuka portal tersebut, Shen Long telah terlebih dahulu memecahkan formasi dewa tersebut, sehingga portal itu menjadi rusak dan hancur.
“Kurang ajar! Siapa yang berani melakukan hal ini” teriak Sun Lao yang terkejut melihat portal itu hancur.
Wajah Sun Lao menjadi gelap, matanya merah menahan amarahnya yang meluap-luap. Situasi di ruang penyimpanan menjadi tegang. Anak-anak ketakutan melihat keadaan seperti itu.
“Keluarlah! Tunjukkan dirimu!” teriak Sun Lao
Shen Long segera keluar dengan senyuman melihat ke arah Sun Lao
“Ka..Kamu, Shen Long?” teriak Sun Lao terkejut melihat kehadiran Shen Long di bukit terlarang.
“Benar. Aku Shen Long datang kemari untuk menyelamatkan anak-anak ini darimu” sahut Shen Long
“Cih, apakah kamu tahu akibat dari melakukan hal itu?” tanya Sun Lao
“Aku tidak takut akan akibatnya pada diriku. Aku siap melawanmu” sahut Shen Long
“Hahaha... kamu ternyata punya nyali namun sangat bodoh” tawa Sun Lao
“Tahukah kamu siapa yang kamu singgung dengan melakukan hal ini?” tanya Sun Lao selanjutnya.
“Aku tahu” sahut Shen Long.
“Apakah kamu tahu apa hukumanmu karena melakukan ini?” tanya Sun Lao lagi
“Apapun hukumannya aku siap menerimanya, aku tidak takut melawannya” sahut Shen Long
__ADS_1