
“Shen!” NingYue berteriak dengan mata berbinar dan terharu melihat kedatangan Shen Long yang menolong dirinya.
“Kamu berani menculik dan menyakiti orangku?” kata Shen Long dengan mata merah karena marah pada tetua Shin. Kemudian Shen Long mengerahkan kekuatannya dan menghancurkan tubuh tetua Shin menjadi debu.
Mata ketiga tetua hampir melompat dari kelopaknya, demikian juga ketua sekte Jiang Xu. Dia tidak menyangka ada orang yang berani membunuh bawahannya di depan dirinya.
“Kurang ajar!” Teriak Jiang Xu yang tidak bisa menerima hal itu.
“Aku sudah bilang kalian akan menyesalinya tapi kalian tidak percaya padaku.” Teriak NingYue setelah melihat kekuatan Shen Long.
Wajah ketiga tetua itu seperti lumpur, mereka menggertakkan gigi karena kesal, tapi mereka tidak berani untuk menyerang Shen Long.
Melihat ketiga tetua itu tidak bergerak, Shen Long berjalan mendekati NingYue dan melepas ikatannya. “Nona Ning, maafkan aku yang terlambat datang.”
NingYue tersenyum pada Shen Long. “Tidak apa tuan Shen, aku baik-baik saja.”
“Kenapa kalian diam saja! Serang dia!” Teriak ketua sekte Jiang Xu yang sejak tadi masih tertegun mengingat kejadian di depan matanya.
Mendengar perintah dari ketua sekte Jiang Xu, ketiga tetua itu langsung bergerak melawan rasa takut mereka dan bersama-sama menyerang ke arah Shen Long.
Namun Shen Long hanya diam berdiri melihat ke arah Jiang Xu dengan tatapan tajam. “Aku tidak akan membiarkan kalian lolos.” geram Shen Long.
Ketiga tetua mengayunkan tinju dan telapak mereka ke arah Shen Long dengan kekuatan dahsyat, namun Shen Long tidak bergerak sedikitpun.
“Hati-hati nak, mereka sangat kuat.” Raja Shao memperingati Shen Long.
Shen Long tidak mempedulikan serangan mereka, tatapan matanya masih mengunci ketua sekte Jiang Xu yang berada di depannya.
Brakk! Kraakk! Kreekkk!
“Aakhh!”
__ADS_1
Mata semua orang di tempat itu terkejut ketika melihat tubuh ketiga tetua itu terpental setelah menyerang ke tubuh Shen Long. Mereka seperti mengenai plat baja dan membuat tangan mereka patah dan hancur ketika tinju dan telapak mereka mengenai tubuh Shen Long.
Daya pantul dari tubuh Shen Long juga sangat kuat, sehingga tubuh ketiga tetua itu terpental dan mereka tidak sadarkan diri.
Dahsyat!
Hanya kata itu yang cocok untuk menggambarkan kekuatan Shen Long. Ketiga tetua itu seperti semut di hadapan Shen Long. Wajah ketua sekte Jiang Xu terlihat jelek seperti makan kotoran.
“Menggunakan cara yang licik untuk mendapatkan keuntungan adalah hal yang buruk. Kamu tidak layak menjadi seorang pemimpin sekte. Kamu seorang pengecut menggunakan seorang anak untuk menekan ayahnya.” Shen Long terlihat kesal pada Jiang Xu.
“Ka-Kau...” Mata Jiang Xu berkedut mendengar kata-kata Shen Long. Dia menjadi marah dan menyerang ke arah Shen Long dengan kecepatan tinggi. Tinju dengan kekuatan pemurnian semesta sangat dahsyat. Anginnya meraung membuat tubuh orang yang mendengarnya bergidik.
“Awas nak!” Raja Shao kembali berteriak memperingati Shen Long. Namun Shen Long masih tetap tenang dan tersenyum.
Jleb!
Tangan kiri Shen Long menangkap tinju kanan Jiang Xu dengan santai membuat wajah Jiang Xu menjadi pucat. Kemudian dia mengerahkan lagi tinju dengan tangan kirinya hendak memukul wajah Shen Long.
Tangan kanan Shen Long juga menangkap tinju kiri Jiang Xu sambil tersenyum. Ketua sekte Jiang Xu berusaha untuk menarik kedua tinjunya, namun dia tidak bisa melakukannya. Meskipun dia menggunakan seluruh kekuatan puncaknya untuk menarik kedua tangan, tapi dia tetap tidak bisa melakukannya.
Jiang Xu kemudian bermaksud untuk menendang di bawah pusar Shen Long dengan kaki kanannya.
Krakk!
Kaki kanannya patah, mata Jiang Xu terbelalak dan mulutnya mengerang kesakitan. Dia berusaha menahan rasa sakitnya dan menatap Shen Long dengan putus asa.
“Si-Siapa kamu?” ujarnya gugup. Kali ini dia menyadari kekuatannya tidak ada artinya di depan kekuatan absolut Shen Long. Wajahnya memucat, dan tubuhnya gemetar ketakutan melihat tatapan Shen Long.
“Kamu tidak perlu tahu siapa aku. Aku tidak akan melepaskanmu.”
Shen Long kemudian mengerahkan setengah kekuatannya di alam Kebangkitan Semesta sudah cukup untuk membunuh ketua sekte Mata Api Jiang Xu dan menghancurkan tubuhnya.
__ADS_1
Raja Shao dan pangeran Shao terkejut melihat kejadian yang berlangsung singkat di depan mereka. Shen Long dengan mudah membunuh ketua sekte Mata Api Jiang Xu tanpa bergerak dari tempatnya berdiri.
“I-Ini sungguh luar biasa. Kekuatan anak ini sangat tinggi.” batin Raja Shao.
Shen Long tidak mempedulikan Raja Shao dan pangeran Shao yang masih tertegun menatap dirinya. Dia berjalan mendekati NingYue kemudian merangkulnya dan membawanya terbang kembali ke kota Bailing.
Hati NingYue merasa berbunga-bunga diselamatkan oleh pujaan hatinya. Wajahnya menjadi merah dan bibirnya yang mungil tersenyum penuh arti. Matanya tertutup dan pikirannya turut melayang menikmati setiap desiran angin yang menerpa wajahnya. Dia merasa moment ini terlalu indah untuk dilupakan.
“Ada apa dengan wajahmu nona Ning?” tanya Shen Long melihat wajah NingYue yang merah dan tersenyum sendiri.
“Tidak apa. Aku hanya ingin menikmati udara ini setelah keluar dari gua yang pengap itu.” sahut NingYue berbohong sambil tersenyum namun masih menutup matanya.
“Baiklah. Aku akan mentraktirmu makan sebagai permintaan maaf karena terlambat menolongmu.” kata Shen Long kemudian.
NingYue menganggukkan kepalanya, meskipun terlambat tetapi dia percaya Shen Long pasti akan datang menolongnya.
Sementara itu putri Dao Lin yang sedang menyamar di desa terpencil menunggu kedatangan para pengawalnya yang pergi mencari informasi keberadaan Shen Long. Namun dia tidak menduga bahwa gerak-geriknya di desa itu telah dipantau oleh gerombolan orang.
Ketika para pengawalnya datang, Dao Lin terlihat senang karena merasa bosan berada di desa itu sendirian. “Bagaimana?” tanyanya.
“Putri, kami telah mencari kemana-mana namun tidak bertemu dengan tuan Shen.” sahut kedua pengawal itu.
Wajah putri langsung lesu mendengar laporan kedua pengawalnya itu. Hatinya merasa sedih sejak kejadian di desa Daosen, dia belum bertemu dengan Shen Long untuk meminta maaf kepadanya.
“Nona, percayalah. Aku masih yakin bahwa tuan Shen tidak mungkin pergi jauh.” kata salah satu pengawal membesarkan hati putri Dao.
“Putri, aku juga mendengar berita bahwa pangeran Shao menghilang dari ibukota kerajaan. Informasi yang aku terima, ada kemungkinan keterlibatan sekte Mata Api tentang hilangnya pangeran Shao.”
Wajah putri Dao tampak tegang. “Sekte Mata Api?”
Kedua pengawal itu menganggukkan kepalanya membenarkan berita itu. Mereka tampak khawatir setelah mendengar berita tersebut.
__ADS_1
“Putri, sebaiknya kita segera kembali. Wilayah kerajaan Shao ini tidak aman. Pasukan bandit gunung dari sekte Beruang Putih dan sekte Mata Api sangat berbahaya. Mereka bahkan berani menangkap pangeran Shao. Aku khawatir jika mereka mengetahui keberadaan putri, maka kita tidak akan aman berada di wilayah ini.”