Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 229 | Menghancurkan Gunung Pedang


__ADS_3

Di Ibukota Kekaisaran Tengah, seorang pengintai melaporkan pada Kaisar Tengah Zhong Jian bahwa Wu Zhen ketua sekte Gunung Pedang tidak melakukan perintah Kaisar untuk menyerang sekte Pedang Harapan.


Kaisar Tengah menjadi geram dan marah mendengar berita itu, wajahnya menjadi merah karena kemarahan yang meluap, “Wu Zhen, beraninya kamu menentangku!” teriaknya


Gelas minuman di tangannya dibanting ke lantai saking kesalnya, dua penasehat Mo yang sedang berada disana tersenyum melihat kemarahan Kaisar Zhong Jian.


“Yang Mulia, Wu Zhen selama ini selalu bertentangan dengan Qian Shan dari sekte Tengkorak Putih. Tentu saja mendengar sekte Tengkorak di hancurkan dan Qian Shan dikalahkan membuatnya merasa senang.” kata Mo Zen.


Kaisar Zhong Jian mengkerutkan keningnya, “Benar. Tapi tidak sepantasnya dia menentang perintahku. Aku harus memberinya pelajaran suatu saat nanti” gumam Kaisar Zhong Jian.


“Yang Mulia, jika berkenan biarkan bawahanku yang memberinya pelajaran. Dia tidak akan berani menentang perintah Kaisar kembali” lanjut Mo Zen


Mendengar hal itu Kaisar Zhong Jian menoleh ke arah Mo Zen yang merasa yakin bisa memberi pelajaran pada Wu Zhen.


“Aku dan Wu Zhen berada di tingkat puncak alam Abadi. Kekuatan kami setara, apa yang membuatmu merasa bisa memberinya pelajaran?” gumam Kaisar Zhong Jian.


Mo Zen menyeringai lalu menoleh ke arah Mo Luo untuk memperlihatkan kekuatannya di depan Kaisar Zhong Jian. Maksud Mo Zen adalah juga memberikan tekanan pada Kaisar Zhong Jian, bahwa mereka lah yang mengendalikan Kekaisaran ini.


Mo Luo adalah dewa dari dunia langit. Kekuatannya saat ini berada di alam Berlian bintang 2 yang satu tingkat di atas Alam Abadi dunia manusia. Segera Mo Luo memperlihatkan kekuatannya dan memberikan tekanan yang kuat ke sekitar tempat itu.


Mata Kaisar Zhong Jian berkedut merasakan kekuatan dari Mo Luo, dirinya bergidik dan tidak bisa menggerakkan jarinya sedikitpun. Namun Mo Zen dengan santainya berjalan ke depan Kaisar Zhong Jian sambil mengambil gelas minuman di atas meja kaisar dan meminumnya.


“Yang Mulia, biarkan bawahanku Mo Luo menunjukkan kekuatannya menaklukkan Gunung Pedang. Bahkan dia bisa meratakannya sendiri” gumam Mo Zen sambil meletakkan kembali gelas minuman itu.


“Kalian ternyata selama ini menyembunyikan kekuatan kalian padaku” geram Kaisar Zhong Jian dalam hatinya.


Kaisar Zhong Jian kemudian menganggukkan kepalanya, “Baiklah. Aku serahkan masalah Wu Zhen padamu penasehat Mo” sahutnya

__ADS_1


Mo Zen lalu mengirimkan Mo Luo bersama Iblis Neraka Lapar Mo Jie untuk membereskan sekte Gunung Pedang.


“Yang Mulia, menurutku sebaiknya kita segera menyerang sekte Pedang Harapan. Jika kerajaan Liu dan kerajaan Ming membantu mereka, kita juga sekalian bisa memberantas pemberontak di wilayah kekuasaan Yang Mulia” kata Mo Zen


Mo Zen telah mengirimkan seseorang untuk menyelidiki situasi di sekte Pedang Harapan dan kondisi Shen Long. Dia mendapatkan berita bahwa benar kekuatan Shen Long saat ini telah menurun ke tahapan alam Dewa dunia manusia.


Namun Mo Zen tidak ingin salah perhitungan, dia bermaksud untuk menguji terlebih dahulu berita tersebut dengan menyerang sekte Pedang Harapan menggunakan kekuatan Kekaisaran Tengah.


“Baiklah. Aku juga bermaksud untuk melakukan hal itu” sahut Kaisar Zhong Jian yang juga sepakat dengan saran dari Mo Zen.


“Panggil kelima Jendral Hantu menemuiku” perintah Kaisar Zhong Jian.


Kekaisaran Tengah memiliki dua kelompok jendral perang yang melindungi mereka di bawah Kaisar Zhong Jian. Lima Jendral Hantu dan Tiga Jendral Harimau adalah kekuatan utama dari Kekaisaran Tengah.


Lima Jendral Hantu memiliki kekuatan rata-rata di alam Surgawi tingkat Raja Dewa. Sedangkan Tiga Jendral Harimau berada di alam Surgawi tingkat Kaisar Dewa. Mereka adalah pelindung utama dari Kekasairan Tengah sekaligus panglima perang mereka.


“Kami menghadap Yang Mulia” kata Jendral Hantu Putih memberi hormat pada Kaisar Zhong Jian. Jendral Hantu Putih seperti namanya berpakaian serba putih hingga mata, rambut dan kulitnya pun berwarna putih. Dia adalah pemimpin dari kelima Jendral Hantu yang kekuatannya berada di alam Surgawi Kaisar Dewa.


“Kami menghadap Yang Mulia” sahut keempat Jendral Hantu lainnya bersamaan.


Jendral Hantu Hijau, Jendra Hantu Merah, Jendral Hantu Hitam, dan Jendral Hantu Kuning adalah keempat jendral lainnya yang juga memiliki karakter sesuai nama mereka. Kekuatan mereka berempat berada di alam Surgawi tingkat Raja Dewa.


Mereka mendapatkan julukan Jendral Hantu, karena kekuatan dan kecepatan mereka dalam menyelesaikan pertempuran sangat efektif dan efisien sehingga mereka bagaikan hantu yang membuat setiap musuh-musuh mereka di medan pertempuran merasa bergidik ngeri setelah mendengar nama mereka.


“Jendral Hantu, aku memberi kalian tugas untuk meratakan sekte Pedang Harapan di gunung Abadi daerah kerajaan Liu. Jika kerajaan Liu dan kerajaan Ming yang menjadi sekutu mereka turut melawan. Habisi mereka semua!” perintah Kaisar Zhong Jian.


“Siap melaksanakan perintah Yang Mulia” sahut mereka berlima serempak.

__ADS_1


Kelima Jendral Hantu segera pergi mempersiapkan pasukan mereka untuk menyerang ke wilayah Gunung Abadi dan meratakan sekte Pedang Harapan. Ada sekitar 200 ribu pasukan yang dipimpin oleh kelima Jendral Hantu tersebut. Yang terdiri dari pasukan panah, pasukan tombak dan pasukan berkuda.


Kekuatan pasukan kelima Jendral Hantu ini bisa menaklukkan Kekaisaran Timur dan Selatan dengan mudah, apalagi meratakan sekte Pedang Harapan yang menurut mereka hanya sebuah sekte para petarung yang tidak terlalu kuat.


Setelah semua persiapan dilakukan, mereka pun berangkat ke arah selatan Ibukota menuju kerajaan Liu dimana sekte Pedang Harapan itu berada.


Mo Zen juga mengirimkan Iblis Sakit Mo Sheng dan Iblis Perang Mo Zhan di dalam pasukan Jendral Hantu untuk mengamati situasi dan menyelidiki kekuatan Shen Long.


\======


Sekte Gunung Pedang, Wu Zhen bukanlah orang yang tanpa persiapan. Begitu dia memutuskan untuk tidak melaksanakan perintah dari Kaisar Zhong Jian, dia telah memerintahkan seluruh tetua dan murid sekte untuk bersiap terhadap kemungkinan terburuk yang akan terjadi pada sekte Gunung Pedang.


Mereka segera berlatih meningkatkan kultivasi masing-masing untuk mempersiapkan serangan dari pasukan Kekaisaran terhadap mereka. Namun mereka tidak menduga Kaisar akan mengirimkan dua iblis neraka bawahan Mo Zen untuk menyerang Gunung Pedang.


Mo Luo yang datang berdua dengan Mo Jie tersenyum merendahkan sekte Gunung Pedang dengan berjalan perlahan mendekati aula utama sekte Gunung Pedang. Darah mengalir di sepanjang jalan menaiki Gunung Pedang, dan banyak para penjaga sekte yang terbunuh oleh kekuatan kedua dewa dan iblis tersebut.


Mo Luo adalah dewa dunia langit, sedangkan Mo Jie adalah iblis alam neraka, dua ras yang biasanya bermusuhan kini terlihat bekerjasama dengan kompak. Mereka berdua lalu tiba di halaman aula utama sekte Gunung Pedang.


“Wu Zhen keluarlah!” teriak Mo Luo dengan nada keras.


Mendengar teriakan tersebut, para tetua dan murid-murid sekte Gunung Pedang segera mengepung kedua dewa iblis itu. Wu Zhen yang datang terakhir menyipitkan matanya karena tidak mengenali kedua orang yang datang itu.


“Perkenalkan siapa kalian” tanya Wu Zhen pada mereka.


“Aku Mo Luo, salah satu penasehat Kaisar Zhong Jian dan ini rekanku Mo Jie” sahut Mo Luo sambil menyeringai.


Wu Zhen mengkerutkan keningnya mengingat nama-nama tersebut,” Rupanya mereka adalah penasehat Kaisar Zhong Jian. Benar apa yang dikatakan oleh ketua Shen Long” gumam Wu Zhen

__ADS_1


__ADS_2