
Tepat sesaat sebelum 72 hari berakhir di alam rahasia, seluruh orang yang memasuki alam rahasia telah bersiap di lokasi mereka terakhir berada.
Kelompok Shen Long sudah keluar dari menara pedang dan berdiri di halaman menara menunggu terbukanya pintu alam nyata yang akan membawa mereka kembali ke kehidupan nyata berkumpul dengan keluarga masing-masing.
Tetua Xie dan Tetua Yang tegang karena hari ini mereka akan bebas kembali ke alam nyata setelah hampir 10 tahun menghilang.
“Apakah akan berhasil kita keluar dari alam rahasia ini?” tetua Xie sedikit gugup.
“Aku juga berharap seperti itu. Entah apa yang terjadi pada keluargaku setelah menghilang hampir 10 tahun ini.” sahut tetua Yang
Berbeda dengan Shen Long, pengalamannya selama keluar dari keluarga Yun mencari bahan obat membuatnya bersyukur dengan keberuntungan yang di perolehnya.
“Yun Mei, tunggulah suamimu yang tidak berguna ini kembali” pikirnya.
Meskipun Shen Long sejak menikah belum pernah menyentuh Yun Mei, namun dalam hatinya sangat menghargai dan menyayanginya. Baginya Yun Mei adalah wanita pertama yang sangat perhatian pada dirinya disaat semua orang sekitar menganggap dirinya tidak berguna.
“Kakak Shen, aku telah menyiapkan minuman untuk perayaan kita sebelum kembali ke alam nyata. Mari kita minum-minum bersama” kata Xu Meng sambil membagi-bagikan minuman kepada orang-orang di halaman menara itu.
“Aku tidak akan membiarkanmu keluar dari sini” pikir Xu Meng yang iri kepada Shen Long.
Semua orang tidak merasakan hal yang aneh atas kelakuan Xu Meng, kecuali Dong Fang Yin yang mengetahui sifatnya.
Dong Fang Yin sedikit curiga dengan sikap baik Xu Meng yang tiba-tiba sebelum mereka kembali ke alam nyata.
Shen Long tidak menaruh curiga kepada siapapun diantara mereka, namun Yan Luo di pikirannya berbisik” Shen, aku mencium sesuatu yang mencurigakan dalam minuman ini. Sebaiknya kamu tidak meminumnya”
Peringatan dari Yan Luo membuat Shen Long berhati-hati dan tidak langsung meneguk minuman itu. Namun tetap memegang di tangannya.
“Ayo semuanya mari kita bersulang” kata Xu Meng lalu mengangkat gelas dan meneguk minumannya sendiri.
__ADS_1
Kemudian dia kembali menuangkan gelasnya dan mengangkatnya kembali “Ayo kakak Shen kita minum bersama-sama atas keberhasilan mendapatkan kembali belati darah”
“Saudara Xu Meng, kita belum kembali ke alam nyata, sebaiknya kita tunda dulu acara minum-minum kita. Masih ada waktu untuk minum setelah kembali ke paviliun sekte pedang suci” sahut Shen Long dengan merendahkan diri.
“Benar, aku sependapat dengan Shen Long. Setelah kembali, kita punya banyak waktu untuk minum bersama” sahut tetua Xie yang dibarengi oleh anggukan dari tetua Yang.
Kemudian mereka bertiga meletakkan kembali gelas mereka masing-masing. Hal ini membuat Xu Meng bertambah geram di dalam hatinya.
“Sialan. Kalian tidak menganggapku berguna. Kalian tidak menghargaiku” kata Xu Meng dalam hatinya yang marah namun tidak bisa melakukan apapun.
“Baiklah, kalau begitu aku akan menyimpan minuman ini untuk nanti kita rayakan di dalam sekte pedang suci” sahut Xu Meng dengan menggertakkan giginya kecewa.
Melihat hal ini, Dong Fang Yin lebih kecewa dengan Xu Meng yang dianggapnya seperti kakak kandungnya. Dia merasa sikap Xu Meng terlalu berlebihan.
Tiba-tiba langit di alam rahasia berubah dan perlahan mulai menghilang di depan masing-masing tempat terdapat lingkaran portal yang memperlihatkan air terjun di dalamnya.
“Hahaha... sudah terbuka. Ayo kita pergi” ajak tetua Xie kepada yang lainnya.
Di alam nyata, telah banyak orang dari berbagai sekte dan perguruan yang menunggu kembalinya orang-orang mereka yang masuk ke alam rahasia.
Dong Fang Lei, ketua Sekte Pedang Suci datang sendiri menyambut kembali putrinya bersama Shen Long dan Xu Meng. Tampak Dong Fang Lei sedikit gugup didampingi oleh wakil ketua Shi Lang dan tetua Jiang Xu bersamannya.
Kemudian muncul tetua Xie dari balik air terjun bersama tetua Yang dengan dibarengi oleh suara tertawa lega karena bisa kembali ke alam nyata tanpa menutupi energi kultivasinya.
Semua orang kaget dengan kemunculan mereka yang memiliki kultivasi alam dewa keluar dari alam rahasia tersebut. Belum pernah mereka melihat dua orang tetua yang muncul dari alam rahasia tersebut.
“Ini apakah mereka tetua yang menjaga menara pedang?” kata Dong Fang Lei mengenalinya.
“Apa yang terjadi? Apakah Shen Long berhasil mengambil belati darah itu?” Dong Fang Lei bertambah gugup
__ADS_1
Setelah itu muncul satu persatu Dong Fang Yin, Xu Meng, Xie Lin, Shen Long dan Chen Mulan bersamaan dengan orang-orang dari sekte dan perguruan lain termasuk Li Bei dan pangeran Gu yang menyamar dengan kerudung kepalanya.
“Ayah” teriak Dong Fang Yin yang langsung menghampiri ketua sekte pedang suci.
Wajah Dong Fang Lei berubah cerah melihat putrinya telah kembali dengan selamat bersama Xu Meng dan Shen Long.
Tetua Xie dan tetua Yang menoleh ke arah yang disebutkan oleh Dong Fang Yin lalu melayang menghampirinya.
“Ketua sekte, kami yang tua ini ingin mengunjungi sekte anda” kata mereka hampir bersamaan menghormati ketua sekte pedang suci.
“Sekte pedang suci menerima kunjungan dari para tetua” sahut Dong Fang Lei membungkukkan badannya kepada kedua tetua tersebut.
“Hahaha.. akhirnya kita bisa kembali lagi ke alam nyata ini” tawa mereka kembali tanpa henti dengan hati gembira.
Xie Lin juga merasa bahagia sejak kehilangan ayahnya, hanya kakeknya ini yang selalu menyayanginya namun hanya bisa ditemuinya dalam setahun sekali. Tetapi kini, kakeknya telah kembali dan dia bisa selalu bersamanya.
Chen Mulan mendekati Shen Long dan berbisik “Kakak Shen, sampai ketemu lagi” lalu pergi menghilang.
Shen Long melihat kepergian Chen Mulan tanpa mengetahui dari mana asal gadis itu. Kemudian dia menoleh ke arah ketua sekte pedang suci.
“Ketua, kami telah kembali” katanya
“Mari kita kembali ke kediaman sekte pedang suci terlebih dahulu” kata ketua sekte Dong Fang Lei mengajak mereka semuanya.
Sementara orang-orang dari sekte dan perguruan lain juga bertemu dengan kerabat mereka. Li Bei dan pangeran Gu menoleh dan tersenyum kepada Shen Long dari kejauhan yang juga dibalas senyuman dari Shen Long sambil membungkukkan badannya. Kemudian mereka pergi menghilang bersama para kerabat mereka.
Setelah semua orang satu persatu meninggalkan air terjun tersebut, Shen Long mencari pedang Langit Kahyangannya yang tertancap di dinding tebing.
Pedang itu bergetar dan mendengung begitu Shen Long mendekatinya seakan-akan menyambut pemiliknya kembali. Kemudian pedang itu tercabut sendirinya dan terbang ke arah Shen Long.
__ADS_1
“Teman, apa kalian merindukanku?” tanya Shen Long sambil tersenyum pada pedang ditangannya.
Dengan pemberian cincin penyimpanan dari tetua Xie, kini dengan mudah Shen Long menyimpan barang-barang nya disana. Setelah memasukkan pedang langit kahyangan, Shen Long lalu mengikuti ketua sekte pedang suci dan yang lainnya menuju ke kediaman sekte.