Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 68 | Menembus Alam Kesadaran


__ADS_3

Kemudian Shen Long mengerahkan kekuatan puncak Dewa Langit lalu memukul lantai gua tersebut dengan keras.


Bamm!


Akhirnya pintu di dalam gua itu terbuka perlahan. Shen Long lalu berjalan memasuki pintu tersebut. Di dalam gua sangat gelap, tidak tampak cahaya sedikitpun. Ketika dia melangkah tiga langkah, pintu gua tertutup, lalu tiba-tiba cahaya bersinar di dalam gua menerangi ruangan tersebut.


Cahaya itu berasal dari sebuah pedang yang tertancap di depan sebuah peti mati yang ada di sana. Shen Long berjalan mendekati pedang tersebut.


“Ini sumber cahaya dan roh pedang yang sangat kuat” membuat Shen Long menyipitkan matanya menatap sumber cahaya tersebut.


“Baiklah, aku akan bermeditasi disini untuk menyerap kekuatan roh pedang ini dan menembus kultivasiku”


“Tetua, maafkan aku mengganggu istirahatmu” kata Shen Long sambil menghormati ke arah peti mati tersebut.


Shen Long lalu duduk bersila dan menyerap kekuatan yang tersebar di dalam ruangan itu yang bersumber pada pedang yang tertancap di depan peti mati.


Setelah lima hari bermeditasi tiba-tiba Shen Long merasa tubuhnya ditarik memasuki alam lain.


“Dimana ini?” tiba-tiba Shen Long melihat sekelilingnya yang diterangi oleh bintang-bintang.


“Shen, akhirnya kita bertemu.” kata Yan Luo


Shen Long melihat sosok perkasa tinggi besar dengan pakaian seorang jendral perang di depannya. “Yan Luo?”


“Benar.” sahut Yan Luo


“Dimana aku ini?” tanya Shen Long.


“Kita berada di alam kesadaranmu” sahut Yan Luo.


“Mengapa aku bisa berada disini?” tanya Shen Long kembali


“Begitu menembus tingkat Dewa Kahyangan, kamu akan selalu berada di alam kesadaranmu untuk menuju kultivasi Alam Pendeta” sahut Yan Luo


“Apakah ini berarti aku telah menembus tingkat Dewa Kahyangan?” tanya Shen Long

__ADS_1


“Benar” sahut Yan Luo


“Lalu bagaimana kultivasi selanjutnya setelah ini?” tanya Shen Long


“Setiap akan menembus tingkatan di Alam Pendeta, kamu akan memasuki alam kesadaranmu” lanjut Yan Luo menjelaskan.


“Di alam kesadaran ini kamu akan mengalami berbagai ujian untuk setiap kenaikan tingkatan alam pendeta. Ini jauh lebih sulit daripada kultivasi energi dari alam master menuju alam dewa” lanjutnya.


“Tingkat ini disebut kultivasi kesadaran diri. Pertama kamu akan melalui alam kesadaran bawah untuk mencapai tingkat Pendeta Suci, kemudian alam kesadaran tengah untuk tingkat Pendeta Raja, lalu alam kesadaran atas menembus tingkat Dewa Pendeta” kata Yan Luo menjelaskan tingkatan alam Pendeta.


“Jadi seperti itu” sahut Shen Long.


“Lalu sekarang apa yang harus aku lakukan” tanya Shen Long kembali


“Latih terus memasuki alam kesadaran ini, ketika tiba waktunya kamu akan memasuki alam kesadaran bawah” sahut Yan Luo


“Bagaimana melakukan latihan tersebut” tanya Shen Long kembali


Belum sempat Yan Luo menjawab, tiba-tiba tubuh Shen Long merasa ditarik kembali oleh kesadarannya, lalu dia kembali ke alam nyata. Shen Long kemudian membuka matanya.


Saat Shen Long termenung, dia merasakan tubuhnya lebih nyaman dari biasanya, energi dalam tubuhnya menjadi lebih lembut dan terasa ringan.


Kemudian dia mencoba menaikkan kekuatannya menuju tingkat Dewa Kahyangan. Dalam sekejap kekuatannya sudah berada di tingkat Dewa Kahyangan, tidak membutuhkan waktu lama serta terasa lebih enteng dan nyaman.


“Inikah tingkat puncak alam dewa? Sungguh luar biasa. Tubuh tidak merasa letih saat kekuatan terpancar selama ini.” Shen Long bersemangat dengan peningkatannya ini.


“Baiklah, sementara waktu aku istirahat dulu. Aku harus keluar mencari makanan terlebih dahulu setelah seminggu berlatih di dalam gua ini” pikirnya


Kemudian dia membuka dengan mudah pintu gua dengan mendorongnya dari dalam dan berjalan keluar dari ruangan makam tersebut. Shen Long segera terbang keluar dari gua tersebut untuk mencari makanan. Dia lalu menuju ke sebuah desa terdekat untuk membeli makanan.


Ketika duduk di sebuah warung makan di desa tersebut, dia mendengar deru beberapa kuda datang memasuki desa. Tampak rombongan wanita berkuda perlahan setelah memasuki desa tersebut.


“Sekte Lembah Suci” pikir Shen Long yang kemudian menundukkan wajahnya.


Kemudian rombongan wanita itu berhenti di depan warung makan tempat Shen Long yang sedang asik bersantap. Mereka lalu turun dari kudanya dan berjalan memasuki warung makan. Ada 5 orang dari sekte Lembah Suci yang duduk dan memesan makanan di warung tersebut.

__ADS_1


“Sudah lebih dari seminggu kita berkeliling mencari dua orang yang telah mencuri lotus merah milik sekte kita” kata seseorang dari mereka


“Rupanya mereka mencari aku dan Wu Chen” pikir Shen Long sambil makan menundukkan kepalanya yang kebetulan membelakangi mereka.


“Dewi Suci sangat marah besar kali ini. Guru Suci juga demikian. Baru kali ini sekte Lembah Suci mengalami kejadian memalukan seperti itu” sahut wanita kedua


“Jika bukan karena pertandingan bela diri kerajaan sudah dekat, mungkin Guru Suci sendiri bersama Dewi Suci ikut turun mencari dua orang itu” kata yang pertama kembali


“Benar. Aku dengar untuk pertandingan kali ini Guru Suci akan mengutus Dewi Suci untuk mengikuti pertandingan tersebut” kata wanita ketiga


“Kenapa tidak Guru Suci sendiri yang tampil?” tanya wanita kedua


“Aku tidak tahu penyebabnya, tetapi Dewi Suci sekarang sedang mengejar tingkat kultivasinya. Dia harus menembus alam Pendeta dalam waktu singkat untuk bisa memenangkan pertandingan tersebut” sahut wanita ketiga


“Fisik Guru Suci sudah sangat tua, tentu memiliki kondisi tubuh yang terbatas untuk menaikkan tingkat kultivasinya. Jadi Dewi Suci harus menembus alam Pendeta, aku juga tidak boleh kalah darinya” pikir Shen Long dengan bersemangat.


Setelah menyelesaikan makannya, Shen Long lalu pergi meninggalkan warung makan tersebut.


“Untung aku dalam penyamaran saat memasuki sekte Lembah Suci, jika tidak, aku terpaksa harus bertarung dengan kelima orang tadi” pikir Shen Long setelah jauh dari mereka.


Kemudian Shen Long kembali memasuki ruangan di dalam gua Makam Raja Pedang untuk meneruskan meditasinya menembus Alam Pendeta.


Entah berapa kali dia mencoba melatih memasuki alam kesadarannya, dia tidak bisa masuk menuju alam kesadaran bawah.


Saat dia sedang beristirahat dan termenung, dia mendengar langkah kaki di luar berjalan mendekati pintu ruangan itu.


“Ada seseorang datang kemari. Aku harus bersembunyi dimana?” pikir Shen Long.


“Maaf tetua aku mengganggu lagi istirahatmu” pikir Shen Long lalu melompat masuk ke dalam peti mati Raja Pedang. Dia menutup nafasnya dan menyegel energinya agar tidak terdeteksi oleh orang yang datang.


Ada dua langkah kaki yang memasuki ruang tersebut.


“Guru, mengapa kita ke Makam Raja Pedang?” tanya seseorang yang datang.


“Dewi, Raja Pedang adalah tetua Sekte Lembah Suci. Kekuatannya dulu sebanding dengan kekuatan Raja Pendeta dari Sekte Gunung Abadi.” sahut orang yang dipanggil guru.

__ADS_1


“Apakah mereka Guru Suci dan Dewi Suci dari Lembah Suci?” pikir Shen Long.


__ADS_2