Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 181 | Takdir Langit


__ADS_3

Guru Wang Yu yang telah dipanggil oleh Pendeta Agung segera membebaskan teman-teman Shen Long dari alam pelayan berlian lalu mengirimkan mereka semua kembali ke dunia manusia atas perintah Pendeta Agung.


Kini Pendeta Agung melihat ke arah Pangeran Langit yang pingsan di singgasananya, energinya telah terkuras habis akibat serangan Shen Long. Tubuhnya terluka dalam yang cukup serius namun nyawanya masih bisa terselamatkan.


“Jika bukan karena ramalan yang aku lihat, aku tidak akan menyelamatkan nyawamu” gumam Pendeta Agung dalam hatinya lalu pergi meninggalkan tempat itu


Putri Shui membawa Shen Long yang tak sadarkan diri ke sebuah tempat tersembunyi di alam Berlian yang dulu biasa dia gunakan sebagai tempat bermain masa kecilnya.


Sebuah gua tersembunyi di bawah kaki gunung berlian yang berada dekat sungai berlian yang sungguh indah. Putri Shui membawa Shen Long menuju gua tersebut.


“Sementara kita tinggal disini dulu Shen, hingga kamu sadar terlebih dahulu” gumam Putri Shui dalam hatinya.


Putri Shui memandang wajah lelaki yang membuat hatinya berpaling dan bersedia menyerahkan segalanya pada Shen Long. Dia mengusap wajah Shen Long dan mencium keningnya.


“Kamu pasti telah melalui hal yang buruk Shen, sehingga membuatmu mengamuk tak terkendali seperti ini” gumam Putri Shui merasakan kesedihan Shen Long.


Dia pun memeluk tubuh Shen Long dan menunggunya siuman kembali di dalam gua yang tersembunyi itu.


\======


Sementara itu di Istana Berlian, Kaisar Langit telah datang melihat keadaan putranya bersama dua orang pengawalnya yang berada di alam Mutiara, saat merasakan aura menakutkan terjadi di alam Berlian.


“Apa yang telah terjadi disini?” tanya Kaisar Langit pada orang-orang yang ada disana.


Tidak ada saksi mata yang bisa menjawab karena semua yang hidup hanya melihat dari kejauhan. Yang berada di di dalam Istana seluruhnya telah binasa.


Harapan satu-satunya untuk mengetahui hal itu adalah dari putranya yang masih pingsan saat ini.


Kaisar Langit segera memerintahkan orang-orang untuk merawat putranya yang terluka itu. Dia kemudian kembali ke alam Mutiara untuk berdiskusi dengan kedua pengawal pribadinya.


Di alam Mutiara, hanya ada 5 Dewa yang saat ini mencapai alam Raga Mutiara. Pendeta Agung yang merupakan Dewa tertinggi di Raga Mutiara tahap akhir bintang 2.

__ADS_1


Lalu ada Dewa Zhong Quan dan bersama istrinya Dewi Yuan Wei yang sama-sama berada di Raga Mutiara bintang 1 namun telah lama mengasingkan diri di alam Mutiara.


Kemudian dua lagi Dewa Ma Chan dan Ba Chan yang menjadi pengawal pribadi dari Kaisar Langit Shang Luo.


Tampak Kaisar Langit duduk di singgasananya di alam Mutiara di depan para pengawal pribadinya Ma Chan dan Ba Chan.


“Aku tidak tahu hal ini terjadi dan membuatku turun menghentikan meditasiku” kata Kaisar Langit kesal.


“Apa yang telah dilakukan oleh anakku, dan siapa yang mampu berbuat hal seperti itu?” lanjut Kaisar Langit geram karena selama ini selalu bermeditasi di alam Bintang untuk mendapatkan pencerahan agar bisa naik ke alam Maya.


“Ma Chan, selidiki apa yang telah terjadi dan laporkan padaku segera” perintah Kaisar Langit


“Baik Kaisar” sahut Ma Chan yang segera pergi untuk menyelidiki.


“Ba Chan, pergilah bertemu dengan Pendeta Agung. Tanyakan lebih banyak informasi tentang ramalan darinya. Aku merasa ada sesuatu hal yang besar akan terjadi” kata Kaisar Langit yang merasa was-was setelah kejadian tersebut.


“Baik Kaisar” sahut Ba Chan yang juga segera pergi untuk menemui Pendeta Agung.


Setelah semuanya pergi, Kaisar Langit lalu kembali ke alam Bintang menunggu panggilan dari bawahannya untuk memberikan laporannya.


Kediaman Pendeta Agung yang berada di kaki gunung Mutiara sebagai Raja tertinggi alam Mutiara. Tampak  Ba Chan sudah berada di depan gerbang kediamannya.


“Masuklah” sahut Pendeta Agung dari dalam yang sudah mengetahui kedatangannya.


Ba Chan lalu memberi hormat ketika bertemu dengan Pendeta Agung.


“Salam Pendeta, aku datang atas perintah dari Kaisar untuk berbicara denganmu” kata Ba Chan


Pendeta Agung tersenyum lalu mempersilahkan Ba Chan untuk duduk dan menghidangkan teh untuknya.


“Aku tahu maksud kedatanganmu kemari” sahut Pendeta Agung.

__ADS_1


“Kekuatan ramalan Pendeta Agung sangat luar biasa tak terkalahkan. Tentu saja maksud kedatanganku ini akan mudah diketahui olehmu” sahut Ba Chan memuji kekuatan meramal Pendeta Agung.


“Putra Langit telah muncul. Orang yang memiliki Takdir Langit akan mengguncangkan ketiga dunia ini” kata Pendeta Agung


Mata Ba Chan berkedut mendengarnya, dia tidak menyangka bahwa Putra Langit yang dinantikan kini telah muncul.


“Bukankah Putra Langit diramalkan muncul setelah pernikahan antara Putri Shui dengan Pangeran Langit? Apakah Pangeran Langit bukan Putra Langit yang diramalkan itu?” tanya Ba Chan kaget dengan banyak pertanyaan pada Pendeta Agung.


“Pertanyaanmu terlalu banyak. Putra Langit muncul setelah penyatuan antara Naga dan Phoenix, itu ramalan yang aku terima.” sahut Pendeta Agung sambil meminum tehnya.


“Sepertinya Pangeran Langit tidak ditakdirkan untuk menjadi Putra Langit” lanjut Pendeta Agung dengan santai.


“Mengapa bisa seperti itu? Bukankah Putra Langit seharusnya anak dari Kaisar Langit?” tanya Ba Chan kembali


“Semua mahluk dari tiga dunia bisa menjadi Putra Langit. Bukan hanya Pangeran Langit saja. Tergantung apakah dia memiliki Takdir Langit atau tidak” sahut Pendeta Agung selanjutnya


Wajah Ba Chan mengkerut serius mendengarkan hal ini, dia tidak menyangka bahwa ada orang lain di luar dunia langit bisa memiliki Takdir Langit dan menjadi Putra Langit.


“Lalu apa yang harus aku katakan pada Kaisar tentang hal ini” tanya Ba Chan yang menjadi bingung karenanya.


Dia tidak mungkin mengatakan bahwa putranya Pangeran Langit bukanlah orang yang menjadi Putra Langit penerus dari Kaisar Langit. Hal ini tentu akan membuatnya tidak bisa menerima hal itu.


“Katakan saja apa yang kamu ketahui. Biarkan semua berjalan apa adanya sesuai takdirnya masing-masing. Kamu memiliki tugas sendiri dan aku juga memiliki tugasku sendiri. Kita semua berjalan diatas takdir kita masing-masing.” lanjut Pendeta Agung


“Aku mengerti” sahut Ba Chan kemudian dia pamit untuk kembali ke kediamannya dan bermaksud akan menceritakan informasi ini pada Kaisar Langit.


Setelah kepergian Ba Chan, Pendeta Agung menghela nafasnya dan menyesap tehnya kembali.


“Aku ditakdirkan untuk menuntun Putra Langit menuju puncak” gumamnya dalam hati


Pendeta Agung memandang ke arah langit di atasnya, melihat jauh ke atas lalu tersenyum “Aku sudah menunaikan tugas pertama menghalangi Putra Langit yang terpengaruh menjadi Kaisar Dewa Iblis yang jahat dan mengakibatkan kehancuran tiga dunia karena kemarahan Kaisar Langit karena kematian anaknya”

__ADS_1


Pendeta Agung lalu pergi meninggalkan kediamannya untuk mencari keberadaan Putri Shui.


__ADS_2