
Melihat temannya terluka oleh tinju dari penasehat kerajaan Wuji, ketiga tetua tidak tinggal diam. Mereka serempak menyerbu ke arah penasehat Wuji dengan mengerahkan kekuatan maksimal mereka di alam semesta kecil.
Wuji tidak memandang rendah ketiga tetua itu, diapun mengerahkan kekuatan semesta besar yang dimilikinya.
Pertarungan berlangsung alot karena ketiga tetua menyerang penasehat Wuji secara bergantian dengan jurus mereka masing-masing. Mereka juga melakukan formasi serangan dengan mengurung gerakan penasehat Wuji, sehingga lawannya tidak bisa bergerak menjauh dari serangan mereka.
Penasehat Wuji masih dengan tenang menghalau serangan ketiga tetua itu, dan sesekali dia menyerang balik salah satu dari mereka. Namun ketiga tetua itu bukanlah orang sembarangan, kemampuan tempur mereka pun tidak kecil. Serangan penasehat Wuji lebih banyak mengenai tempat kosong karena lawannya menghindari kontak langsung dengannya.
Wajah penasehat Wuji berubah jelek ketika tidak satupun serangannya bisa menyentuh lawannya. “Formasi mereka sangat unik. Seranganku tidak bisa menyentuh mereka sedikitpun.” gumamnya dalam hati.
Kemudian penasehat Wuji mundur dua langkah untuk mengambil nafas sebelum kembali mengerahkan kekuatannya. “Aku harus mencari inti dari formasi mereka, jika tidak, aku akan kehabisan stamina melawan mereka bertiga.” batinnya.
Kali ini penasehat Wuji tidak bermaksud menyerang terlebih dulu, melainkan dia mempelajari gerakan ketiga tetua itu sambil mencari inti dari formasi serangan mereka.
Beberapa menit telah berlalu, ketiga tetua pun tidak bisa menyentuh penasehat Wuji, namun wajah mereka tersenyum menyeringai saat menyeranga ke arah Wuji. Alis penasehat Wuji mengkerut melihat gerakan ketiga tetua itu.
“Sepertinya mereka sengaja mengulur waktu. Apakah mereka sedang menunggu seseorang?” pikir penasehat Wuji.
Penasehat Wuji mulai melambat menghindari serangan ketiga tetua itu, dia menghindari serangan dengan gerakan yang sederhana sambil mencari titik inti dari formasi mereka. “Itu dia!” Mata penasehat Wuji berbinar ketika melihat celah inti dari formasi tersebut.
Kemudian penasehat Wuji mengerahkan kekuatan maksimalnya dan menghantam titik inti formasi tersebut.
Bumm!
Ledakan terdengar saat penasehat Wuji menghantam inti formasi dengan tinjunya. Kekuatan tinju meledak dan membuyarkan formasi dari ketiga tetua itu. Mereka bertiga terlempar akibat hantaman kekuatan dari penasehat Wuji.
Meskipun demikian, ketiga tetua tidak terluka parah oleh hantaman itu. Mereka bertiga hanya merasa sesak nafas setelah terkena ledakan kekuatan itu. Ketiga tetua mengambil kesempatan itu untuk mengatur nafas mereka.
“Mungkin itu hanya kebetulan.” pikir tetua Bang sambil memegang dadanya yang sesak.
__ADS_1
Setelah itu, mereka bertiga saling memandang dan mengangguk. Kemudian mereka kembali menyerang Wuji dengan formasi yang sama namun kecepatannya ditingkatkan oleh mereka.
“Kalian sungguh bodoh. Masih menggunakan trik yang sama padaku.” kata penasehat Wuji.
Namun apa yang dikatakan oleh penasehat Wuji bukan lah omong kosong. Dia kembali bergerak dengan kecepatan tinggi untuk mengimbangi kecepatan dari formasi ketiga tetua itu.
Blam!
Kali ini telapak tangan penasehat Wuji berhasil menghantam inti dari formasi tersebut dan membuat ketiga tetua itu kembali terlempar sambil memegang dada mereka. “Sialan, jahe tua ini memang cukup pedas.” gumam tetua Ming.
Ketiga tetua mendekat satu sama lain sebelum menyerang kembali. “Kita harus bisa mengulur waktu hingga ketua tiba.” kata tetua Shin
Dua orang tetua lainnya menganggukkan kepalanya, meskipun mereka tidak bisa mengalahkan penasehat Wuji, namun mereka cukup mengulur waktu hingga ketua sekte Mata Api Jiang Xu datang ke tempat itu.
Melihat sesuatu yang tidak beres, penasehat Wuji memerintahkan para pengawal untuk pergi dari tempat itu dan melaporkan kepada ketua sekte Beruang Putih. Keempat pengawal mengerti maksud penasehat Wuji, namun ketiga tetua itu melotot melihat pengawal yang terluka memaksakan diri untuk pergi dari tempat itu.
Ketiga tetua ingin menghadang kepergian para pengawal itu, namun penasehat Wuji mengeluarkan jurusnya menghalangi ketiga tetua sekte Mata Api, sehingga ketiga tetua itu mengurungkan niatnya.
“Aku tahu kalian sengaja mengulur waktu untuk menunggu bantuan. Jika aku tidak salah tebak, kalian sedang menunggu ketua sekte kalian untuk datang.” lanjut penasehat Wuji yang cerdas menebaknya.
“Jika kamu telah mengetahuinya, mengapa kamu tidak segera pergi dari tempat ini semasih mampu?” tanya tetua Shin pada Wuji.
“Hahaha... kalian pikir aku takut pada ketua sekte kalian? Meskipun aku harus mati ditangannya, aku tidak akan menyesal.”
“Pangeran, apakah kamu baik-baik saja?” penasehat Wuji berteriak ke arah gua tersebut.
Suara penasehat Wuji memantul di dinding gua dan terdengar oleh pangeran Shao dan NingYue. “Aku baik-baik saja tetua.” sahut pangeran Shao dari dalam gua.
Mendengar jawaban dari pangeran Shao, penasehat Wuji merasa lega. Kini dia tidak lagi merasa terbebani melawan tiga tetua yang masih tersisa.
__ADS_1
“Tunggulah sebentar lagi pangeran, aku akan membebaskanmu.” kata penasehat Wuji kembali.
“Hahaha... kamu pikir bisa menyelamatkannya? Kamu harus melewati mayat kami terlebih dahulu.” kata tetua Bang sambil tertawa.
Plak! Plak!
Dua tamparan membuat tawa tetua Bang terhenti seketika, wajahnya bengkak dan beberapa giginya copot oleh tamparan tersebut. Tetua Bang tidak menduga gerakan penasehat Wuji yang cepat langsung menampar mulut tetua Bang.
Tubuh tetua Bang terhuyung-huyung mundur namun penasehat Wuji tidak melepaskannya. Mata kedua tetua Shin dan tetua Ming melotot tidak menyangka gerakan Wuji yang secepat itu.
Bugh!
Pukulan terakhir penasehat Wuji bersarang di dada tetua Bang dan membuatnya terlempar tak sadarkan diri.
“Huh, kini hanya tinggal kalian berdua saja.” kata penasehat Wuji.
Kedua tetua Shin dan tetua Ming tanpa sadar mundur ketika merasakan hawa membunuh yang keluar dari penasehat Wuji.
Penasehat Wuji bergerak cepat ke arah tetua Ming dan membuat mata tetua Ming terbelalak tidak menyangka dirinya yang akan dijadikan sasaran berikutnya.
Namun, saat serangan penasehat Wuji tinggal beberapa inci dari tubuh tetua Ming yang telah mengerahkan kekuatannya untuk bertahan. Penasehat Wuji tersenyum dan berbalik arah menuju ke dalam gua.
Dua tetua yang masih berdiri tidak menduga bahwa penasehat Wuji bermaksud lari ke dalam gua untuk membebaskan pangeran Shao.
Di dalam gua, pangeran Shao terlihat lemas karena mengalami beberapa pukulan di sekujur tubuhnya. Wajah pangeran Shao pun tak lepas dari tamparan tetua sekte luar itu sehingga wajahnya menjadi bengkak.
NingYue merasa kasihan kepada pangeran Shao saat dia disiksa oleh mereka. Namun dia tidak bisa melakukan apa-apa.
Tiba-tiba NingYue terkejut saat melihat penasehat Wuji tiba-tiba muncul di depan mereka. Kemudian dia melepaskan ikatan pangeran Shao dan bermaksud mengajaknya pergi dari tempat itu.
__ADS_1
“Penasehat Wuji, kita juga harus melepaskan nona Ning. Karena aku dia juga telah ditangkap oleh mereka.” kata pangeran Shao.
“Pangeran, tugasku adalah menyelamatkanmu. Aku tidak bisa membawa dua orang pergi bersamaku.” sahut penasehat Wuji.