Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 231 | Rencana bertahan Kerajaan Liu


__ADS_3

Shen Long yang baru saja keluar dari Gerbang Neraka segera kembali menuju kediaman sekte Pedang Harapan di Gunung Abadi. Melihat kedatangan Shen Long, para istrinya merasa senang. Mereka segera menyiapkan makanan dan melayaninya di dalam kamar Shen Long.


“Dimana permaisuri Qin?” tanya Shen Long ketika dia tidak melihat permaisuri Qin berada diantara mereka.


“Permaisuri Qin dan Jendral Liu telah kembali lebih dahulu ke Kerajaan Liu bersama para Raja Klan dunia bawah untuk menyusun strategi bertahan” sahut Dewi Suci


Shen Long lalu menoleh ke arah Putri Shui yang masih merasa cemas di hatinya karena apa yang dilakukan oleh Shen Long. Diantara istri-istrinya, hanya Putri Shui yang mengetahui apa yang dilakukan olehnya.


Para selir Shen Long yang melihat Putri Shui bermaksud untuk berbicara secara pribadi dengan Shen Long, segera mengerti dan pergi meninggalkan mereka berdua di dalam kamar Shen Long.


Melihat Putri Shui cemas, Shen Long tersenyum padanya, “Tenang saja Putri. Aku bisa mengatasinya” kata Shen Long


Putri Shui pun memaksakan senyumnya lalu memeluk Shen Long, “Kamu harus! Aku tidak mau membunuhmu” bisiknya.


“Malam ini, bisakah kamu menemaniku berlatih?” bisik Shen Long lirih di telinga Putri Shui


“Berlatih kultivasi ganda maksudmu Shen?” tanya Putri Shui dengan pipinya yang memerah.


Melihat wajah Putri Shui yang menjadi merah, Shen Long pun tersenyum genit” Boleh juga jika kamu juga menginginkan seorang anak” godanya.


“Ah, tentu saja aku ingin memiliki anak bersamamu” sahut Putri Shui sambil mencium bibir Shen Long dengan mesra.


Malam itu, Shen Long merasa sedikit lega setelah sebagian rencananya terlaksana dengan baik. Dia ingin melepaskan sedikit beban di hatinya dengan bersama Putri Shui dan menikmati waktu bersama setelah sekian lama tidak bertemu.


Di dalam kamar Shen Long, di atas ranjang yang tertutup oleh tirai transparan merah, Putri Shui memandangi wajah Shen Long yang berada di bawahnya sambil tersenyum dengan hati senang. Dia pun mencium bibir Shen Long dan dibalas dengan lembut oleh Shen Long.


Tubuh Putri Shui bergerak perlahan mengikuti irama nafasnya, demikian juga Shen Long mengatur pernafasannya mengikuti irama gerakan dari Putri Shui yang menindihnya.


Putri Shui memejamkan matanya menikmati setiap sentuhan tangan Shen Long di sekujur tubuhnya. Dia menggigit bibir tipisnya, menikmati setiap sensasi yang dirasakan olehnya.


Ketika hendak menuju puncak, Shen Long membalikan tubuhnya dan membaringkan Putri Shui di atas ranjangnya. Dia yang kini ingin mengendalikan gerakan mereka.

__ADS_1


Putri Shui meringis memejamkan matanya dan menggigit bibir tipisnya, tampak kedua tangannya mencengkeram dan menarik selimut yang menutupi kedua tubuh mereka. Tubuh Putri Shui tak tertahankan mengejang dan bergetar dengan hebat, namun Shen Long tidak menghentikan gerakannya.


“Aah..!” Putri Shui tanpa sadar memekik namun suaranya terdengar bagaikan genderang perang yang membuat Shen Long tambah bersemangat mempercepat gerakannya.


Setiap eluhan yang keluar dari bibir Putri Shui membuat Shen Long semakin memperkuat dan memperdalam gerakannya.


Tak terasa lebih dari 30 menit mereka bertarung mengeluarkan keringat, lalu Shen Long terkulai dalam pelukan Putri Shui yang berada di bawahnya. Bibir Putri Shui tersenyum penuh kepuasan sambil membelai rambut Shen Long. Mereka pun tertidur dalam pelukan di malam hari yang penuh kehangatan itu.


Pagi harinya, Shen Long terbangun mendapati dirinya sendiri di atas ranjangnya, dia tidak menemukan Putri Shui di dalam kamarnya. Kemudian dia pun bergegas membersihkan dirinya dan bersiap untuk pergi menuju Kerajaan Liu.


Ketika dirinya selesai membersihkan diri, tampak makanan telah disiapkan di atas meja kamarnya, dan Putri Shui tengah membersihkan tempat tidur mereka.


Shen Long lalu memeluk Putri Shui dari arah belakang sambil mencium bagian belakang telinga Putri Shui, yang membuatnya merasa geli oleh kelakuan suaminya Shen Long.


Putri Shui kemudian membalikkan badannya dan wajahnya bertemu kembali dengan wajah Shen Long. Nafas Shen Long terasa dekat dan hangat meniup wajahnya yang berubah menjadi merah.


“Apa yang mau kamu lakukan Shen?” tanya Putri Shui tersipu malu.


“Makanlah dulu. Aku akan menemanimu pergi kesana” sahut Putri Shui yang segera menyiapkan makanan untuk suaminya dan duduk bersamanya.


Shen Long segera menyelesaikan makannya dan pergi berpamitan dengan istrinya yang lain untuk pergi menuju ke Kerajaan Liu. Mendengar Shen Long akan pergi untuk berperang, semua istrinya ingin turut serta. Namun Shen Long hanya mengajak Dewi Suci, Mu Rong dan Dong Fang Yin untuk kali ini.


Sementara itu dia memberikan petunjuk pelatihan kepada istrinya yang lain agar lebih meningkatkan kultivasi mereka dan berlatih di kediaman sekte sementara waktu.


Setelah semua persiapan di dalam kediaman sekte telah diatur, Shen Long bersama keempat istrinya pergi menuju Ibukota Kerajaan Liu untuk bergabung dengan para Raja klan dunia bawah dan Permaisuri Qin.


“Yang Mulia Kaisar!” sahut para Raja klan dunia bawah memberi hormat begitu melihat kedatangan Shen Long di aula utama kerajaan Liu.


“Shen Long” gumam Permaisuri Qin yang senang melihatnya.


Shen Long segera berjalan mendekati mereka, “Bagaimana situasinya?”

__ADS_1


“Pasukan Kekaisaran Tengah diperkirakan akan tiba esok hari di perbatasan Kerajaan Liu. Kita berencana untuk menghadang mereka di perbatasan tersebut” sahut Jendral Liu berdasarkan informasi mata-mata dan rencana mereka.


“Berapa besar kekuatan mereka?” tanya Shen Long kembali


“Kurang lebih ada 200 ribu pasukan yang datang menyerang” sahut Jendral Liu kembali.


Mendengar hal itu wajah Shen Long menjadi sedikit lebih serius. Dia memikirkan situasi itu. Menahan mereka di perbatasan adalah hal yang tepat jadi mengurangi akibat buruk dari peperangan itu terhadap penduduk kerajaan Liu.


“Bagaimana rencana kalian dalam pertempuran nanti?” tanya Shen Long


“Kami yang akan melawan Lima Jendral Hantu yang memimpin pasukan itu” sahut Raja Naga Air Shui Long.


Permaisuri Qin maju untuk ikut berdiskusi, “Menurut informasi, kekuatan kelima Jendral Hantu ini berada di alam Surgawi. Jadi akan setara dengan kekuatan para Raja klan dari dunia bawah. Bagaimana menurutmu Shen?” tanyanya.


“Baiklah. Rencana itu sudah bagus. Lakukan dengan cepat!. Semakin cepat menjatuhkan pemimpin mereka, akan mengurangi banyaknya korban yang jatuh.” sahut Shen Long.


“Putri Shui, tolong beritahukan pada para dewa dunia langit untuk tetap waspada jika munculnya keberadaan Iblis alam Neraka diantara mereka” kata Shen Long pada Putri Shui


“Baik Shen.” sahut Putri Shui


Belum sempat Putri Shui untuk pergi, tiba-tiba muncul Pendeta Agung di dalam aula utama kerajaan Liu,”Yang Mulia, aku ingin menyampaikan kabar padamu” katanya memberi hormat pada Shen Long


“Pendeta, jangan terlalu sungkan. Aku saat ini bukan lagi Kaisar Langit, jadi panggil saja namaku” sahut Shen Long.


“Maaf Yang Mulia, di hati kami, Yang Mulia tetaplah Kaisar Langit” sahut Pendeta Agung membuat Shen Long tidak bisa berkata apa-apa.


“Apa yang ingin Pendeta sampaikan padaku?” tanya Shen Long


“Dewa Ma Chan telah berhasil menangkap Mo Luo dan memusnahkan Iblis Mo Jie saat mereka hendak memusnahkan sekte Gunung Pedang” sahut Pendeta Agung.


Mendengar berita itu, wajah Shen Long tampak senang, “Berarti perkiraan kita telah benar. Mereka memang bersembunyi di balik Kekaisaran Tengah. Jangan lengah. Tetap waspada mengawasi Kekaisaran Tengah untuk menemukan pergerakan mereka” sahut Shen Long kembali.

__ADS_1


“Baik Yang Mulia” sahut Pendeta Agung yang kemudian kembali menuju dunia langit.


__ADS_2