
Setelah berhasil menyelamatkan AnKhian, Shen Long menyerahkan jabatan kepala suku kepada AnKhian dan mengatur kota Longhan menjadi lebih baik. Kota Longhan tidak akan lagi menjebak orang lain untuk diserap kekuatan mereka.
Karena segala sesuatunya telah diselesaikan, Shen Long kemudian bermaksud untuk pergi meneruskan perjalanannya menuju Lembah Darah.
Sebelum kepergiannya, AnKhian menyerahkan sebuah cincin permata yang berisikan seluruh ilmu sihir kuno bangsa Hsien kepada Shen Long.
“Tuan Shen, terimalah cincin ini. Di dalamnya berisikan seluruh ilmu sihir kuno bangsa Hsien. Aku harap suatu saat ilmu ini berguna untukmu.” kata AnKhian dengan menyerahkan cincin ilmu sihir itu.
Shen Long mengambil cincin tersebut. “Terima kasih nona AnKhian. Aku berjanji akan mempelajarinya.” Kemudian Shen Long mengenakan cincin tersebut.
Saat cincin itu berada di jarinya, Shen Long merasakan adanya energi mengalir dari cincin itu menuju ke benaknya dan memberikan petunjuk mengenai ilmu sihir kuno bangsa Hsien padanya. Shen Long dengan wajah serius mengamati petunjuk yang terus mengalir ke dalam pikirannya.
Setelah semua petunjuk itu mengalir, Shen Long memejamkan matanya untuk meresapi petunjuk tersebut.
Beberapa menit kemudian Shen Long membuka matanya. “Ilmu sihir kuno bangsa Hsien sunggu luas dan luar biasa. Ini benar-benar harta karun yang berharga.” Wajah Shen Long tampak berbinar karenanya.
Wajah AnKhian tampak senang dan merasa puas ketika melihat Shen Long menyukai hadiah yang dia berikan padanya. “Tuan Shen, aku yakin ilmu sihir kuno bangsa Hsien akan dapat membantumu di masa depan.”
Shen Long menganggukkan kepalanya dan berterima kasih kembali pada AnKhian sebelum dia pergi dari kota Longhan. AnKhian sendiri yang mengantarkan Shen Long hingga ke pintu dimensi kota Longhan untuk melepaskan kepergiannya.
“Jaga dirimu baik-baik nona AnKhian.”
Shen Long kemudian pergi melalui pintu dimensi kota Longhan menuju kota Linghan bagian luar dimana NingYue dan Qiongqi telah menunggunya kembali.
Melihat kembalinya Shen Long, NingYue langsung berlari dan memeluknya. Shen Long tersenyum lembut padanya. “Semuanya baik-baik saja. Mari kita melanjutkan perjalanan ke Lembah Darah.”
Shen Long lalu mengangkat tubuh NingYue dan duduk berdua di punggung Qiongqi. Qiongqi pun mengepakkan sayapnya menuju ke arah utara sesuai petunjuk Shen Long. Dengan menggunakan mantra sihir kuno bangsa Hsien, Shen Long kini bisa dengan mudah menentukan arah di kegelapan dunia Loka 888 ini.
Qiongqi terbang sekitar enam jam sebelum dia melihat Lembah Darah di kejauhan. Namun Shen Long merasakan suatu yang tidak biasa di Lembah Darah tersebut. “Apa yang telah terjadi dengan Arena Pembantaian?” batin Shen Long.
__ADS_1
Shen Long juga telah memeriksa keadaan sekitar Lembah Darah dan menemukan suatu yang tidak biasanya. Dia tidak menemukan aura Liushan di kediamannya itu.
“Dimana Liushan? Apa yang telah terjadi?” gumamnya dalam hati.
“Tuan, sepertinya Lembah Darah saat ini dikuasai oleh pada mogull dan mogullian,” ujar Qiongqi dengan penciumannya bisa mengetahui bau di Lembah Darah itu.
NingYue juga mencoba menggunakan kekuatan ramalannya untuk mengetahui apa yang telah terjadi dengan Lembah Darah.
“Shen, Sekte Iblis Neraka telah menguasai Lembah Darah.” sahut NingYue setelah melakukan penglihatan ilmu ramalannya.
Ilmu Ramalan Dewa yang dipelajari oleh NingYue dari Pendeta Agung adalah ilmu yang berhubungan dengan roda waktu. Sehingga dengan ilmu ramalan tersebut, NingYue bisa melihat ke masa depan dan juga masa lalu terhadap sesuatu yang ingin diterawang olehnya.
Namun tentu saja kekuatan penerawangan itu juga tergantung pada kekuatan kultivasi penggunanya. Semakin kuat kekuatan pengguna maka semakin jauh dia bisa melakukan penerawangan.
“Qiongqi, mendaratlah sedikit jauh dari Lembah Darah. Aku akan pergi sendiri kesana. Kamu tunggulah disini bersama NingYue!” kata Shen Long.
Setelah memberikan instruksi kepada Qiongqi, Shen Long segera menyelinap dengan cepat ke Arena Pembantaian yang ada di Lembah Darah. Dia segera mencari keberadaan Liushan.
Sebagian penonton yang melihat kedatangan Shen Long tertegun karenanya. Mereka seperti melihat hantu, namun mata mereka kemudian berubah cerah dan para penonton mulai berteriak memanggil namanya.
“Shen Long! Shen Long! Shen Long!”
Setelah beberapa orang berteriak, kemudian diikuti oleh orang lainnya yang menoleh ke arah pintu yang dibuka oleh Shen Long. Hingga seluruh arena pembantaian menjadi riuh dengan teriakan nama Shen Long.
Dua petarung di arena pembantaian menghentikan serangan mereka dan melihat ke arah Shen Long dengan tatapan sinis.
Shen Long yang memasuki arena pembantaian terlihat kebingungan melihat ke sekitarnya. Dia kemudian mendekati salah satu penonton mogull dan bertanya, “Dimana Liushan?”
Mogull yang ditanya oleh Shen Long tampak terkejut ketika Shen Long menanyakan Liushan. “Di-Dia ditahan oleh jendral iblis neraka.” sahutnya dengan gugup.
__ADS_1
“Jendral iblis neraka? Jendral siapa?” Shen Long tidak mengetahui jendral siapa yang telah menawan Liushan.
“Jendral iblis MongFu.” sahut mogull itu kembali
Wajah Shen Long tertegun mendengar nama jendral iblis MongFu. “Rupanya dia berada disini. Pantas saja dia tidak ada di dunia bawah. Apa yang terjadi di dunia ini?” pikir Shen Long.
“Dimana jendral iblis MongFu?” tanya Shen Long kemudian dengan geram.
“Di-dia tinggal di arena pembantaian ini. Aku rasa dia akan segera datang begitu mendengar penonton berteriak namamu.” sahut mogull tersebut gugup.
Benar yang dikatakan oleh mogull itu, terlihat seorang jendral iblis tiba di arena pembantaian karena mendengar para penonton meneriaki nama Shen Long.
Jendral iblis MongFu tampak wajahnya menatap tajam ke arah Shen Long yang berdiri di antara penonton. Pandangan mata Jendral iblis MongFu tampak meremehkan Shen Long yang menyembunyikan kekuatannya.
Kemudian jendral iblis MongFu menunjuk ke arah Shen Long lalu membuat gerakan horizontal di lehernya dengan menggunakan ibu jari sambil menyeringai seakan-akan ingin membunuh Shen Long.
Jendral iblis MongFu bisa merasakan Shen Long yang seorang manusia, jadi baginya semua manusia adalah lemah. Meskipun dia telah mendengar rumor tentang Shen Long sejak mengambil alih arena pembantaian ini, namun dia tetap merasa seorang manusia tidak akan mungkin lebih kuat dari jendral iblis neraka.
Shen Long tersenyum melihat pada jendral MongFu, dia berjalan perlahan menuju ke arena pertarungan sementara dua petarung masih berada di atas arena dan menghentikan pertarungan mereka sementara ini.
“Jendral iblis MongFu, sepertinya kamu tidak jauh berbeda dengan temanmu jendral iblis MongXin. Apa kamu ingin segera bersua dengannya?” Shen Long memprovokasi jendral iblis MongFu di depan para penonton.
Penonton bersorak mendengar kata-kata Shen Long dan membuat wajah jendral MongFu semakin panas. Mata jendral MongFu menjadi merah, lalu dia melambaikan tangannya untuk memerintahkan petarung yang ada di arena agar menyerang Shen Long.
Dua petarung yang berada di arena segera melupakan pertarungan mereka dan menyerang Shen Long secara bersama-sama.
Plak! Plak!
Shen Long menampar kedua petarung itu hingga terbang menabrak ke arah penonton dan pingsan.
__ADS_1
“Cih, dua lalat terbang sembarangan. Aku paling sebal menampar lalat.” kata Shen Long sambil membersihkan tangan yang tadi digunakannya untuk menampar kedua petarung itu.