Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 487 | Memasuki istana kekaisaran


__ADS_3

Mendengar akan berangkat menuju ke istana kekaisaran membuat bola mata Xu Xian menjadi semakin berbinar. Dia merasa kehidupannya di loka ini akan menjadi lebih baik daripada di loka asalnya.


Xu Xian tersenyum sendiri sambil menatap ke keramaian ibukota kekaisaran yang sedang mengadakan perayaan. Kereta yang membawa mereka menembus keramaian ibukota menuju ke istana kekaisaran Naga.


Wajah Xu Xian tampak merona gembira melihat megahnya istana kekaisaran Naga yang jauh berbeda dengan kerajaan di loka asalnya.


“Kaisar di loka ini tentu lebih kuat dan berkuasa. Aku harus bisa menjadi salah satu selirnya,” batin Xu Xian yang kagum melihat kemegahan istana kekaisaran itu.


Kereta kuda yang ditumpangi oleh menteri Wang Jiao dan Xu Xian langsung pergi ke bagian dalam istana setelah melewati pemeriksaan beberapa kali. Dan saat pemeriksaan terakhir, hanya menteri Wang Jiao yang diperkenankan untuk pergi menemui Kaisar Naga di ruang rapat kekaisaran.


Xu Xian yang turun di luar kediaman utama istana kemudian berjalan-jalan ditemani oleh seorang pelayan wanita yang menerimanya sebagai tamu di istana itu. Xu Xian dilayani dengan hormat karena diperkenalkan sebagai istri oleh menteri Wang Jiao.


Pelayan itu kemudian mengantarkan Xu Xian berjalan-jalan mengelilingi taman istana yang luas dan megah. Wajah Xu Xian menjadi semakin tertarik untuk bisa memasuki istana kekaisaran Naga.


“Benar-benar istana yang luar biasa,” gumamnya lagi dengan kagum.


“Nona, mari silahkan!” Pelayan itu memimpin jalan untuk mengantar Xu Xian menuju ke ruang tamu kekaisaran untuk menikmati hidangan yang telah disiapkan di tempat itu.


Xu Xian kemudian diajak ke sebuah ruangan yang sangat megah dilengkapi dengan tempat duduk dan meja yang indah dan tertata rapi.


“Siapa wanita ini?” tanya seseorang pada pelayan yang mengantarkan Xu Xian ke ruang tamu tersebut.


“Ah Yang Mulia, ini keluarga dari menteri Wang Jiao,” sahut pelayan itu sambil memberikan hormat pada seorang wanita yang datang ke ruang tamu itu.


Xu Xian pun turut memberikan hormat padanya. “Maaf Yang Mulia, saya keluarga jauh dari menteri Wang Jiao. Saya kebetulan tiba hari ini dan diajak bersama ke istana oleh menteri Wang karena dipanggil oleh Yang Mulia kaisar,” sahut Xu Xian sambil menundukkan kepalanya.


Wanita yang datang itu adalah permaisuri kaisar, dia dipanggil dengan sebutan permaisuri Sun. Mata permaisuri Sun menyipit menatap Xu Xian, dia merasa ada sesuatu pada kecantikan Xu Xian.


Sedangkan Xu Xian yang ditatap seperti itu oleh permaisuri Sun menjadi gugup, dia lalu merapalkan mantra pemikatnya kepada permaisuri Sun. Kemudian dia mengerahkan energi mantra itu pada permaisuri Sun.

__ADS_1


Ketika mantra pengikat itu mengenai permaisuri Sun, dia merasakan kepalanya menjadi berat dan terasa pusing. Permaisuri Sun pun terhuyung-huyung dan hampir terjatuh.


“Yang Mulia!” Teriak para pelayannya. Xu Xian pun turus berpura-pura terkejut karenanya.


Untung para pelayan yang mendampinginya sigap meraih tubuhnya kemudian menuntunnya ke sebuah kursi untuk beristirahat.


Wajah permaisuri Sun tampak pucat, nafasnya pun tersengal-sengal. Para pelayan tampak ketakutan melihat hal tiba-tiba seperti itu.


“Panggilkan tabib istana!” Teriak salah satu pelayannya.


“Sebaiknya ambilkan air putih, Yang Mulia pasti akan lebih baik,” sahut Xu Xian kemudian.


Seorang pelayan segera mengambilkan air putih dan meminumkannya pada permaisuri Sun.


Wajah permaisuri Sun mulai tampak membaik dan nafasnya perlahan kembali normal. Pandangan matanya mulai berbinar menatap ke arah Xu Xian.


“Namaku Xu Xian, Yang Mulia,” sahut Xu Xian.


“Mari kita menikmati hidangan istana yang telah disediakan. Kita bisa berbincang bersama di ruang makan tamu,” kata permaisuri Sun.


Lalu permaisuri Sun memerintahkan para pelayannya untuk mulai menyiapkan ruang makan karena dia dan Xu Xian akan bersantap bersama di sana.


Permaisuri Sun tersenyum dan mengajak Xu Xian pergi ke ruang makan untuk bersantap.


Di ruang makan tamu, Xu Xian kembali merapalkan mantra pemikat lalu mengerahkannya ke hidangan yang ada di meja. Dia pun dengan hormat melayani permaisuri Sun dengan memberikan makanan yang dipilih untuknya. Tentu saja makanan itu telah diberikan mantra pemikat untuk permaisuri Sun.


“Nona Xu, tinggallah beberapa hari di istana ini!” kata permaisuri Sun pada Xu Xian.


Xu Xian tahu bahwa ilmu pemikatnya telah merasuki pikiran permaisuri Sun. Jadi diapun menganggukkan kepalanya untuk menerima tawaran itu.

__ADS_1


“Terima kasih Yang Mulia,” sahut Xu Xian sambil menundukkan kepalanya.


Setelah bersantap, permaisuri Sun sendiri yang mengantarkan Xu Xian untuk berkeliling istana kekaisaran dan juga di dampingi oleh para pelayan permaisuri Sun.


Menjelang malam, pertemuan pejabat kekaisaran telah berakhir. Menteri Wang Jiao mencari keberadaan Xu Xian di istana kekaisaran namun tidak menemukannya. Dia pun bertanya pada para pelayan dan menemukan bahwa Xu Xian sedang bersama permaisuri Sun.


Menteri Wang Jiao segera pergi untuk menemui permaisuri Sun di kediamannya. Alangkah terkejutnya dia ketika melihat Xu Xian terlihat akrab dengan permaisuri Sun seperti kawan lama yang kembali bertemu.


“Yang Mulia, hamba datang untuk menjemput Xu Xian,” kata menteri Wang Jiao sambil menundukkan kepalanya pada permaisuri Sun.


“Ah menteri Wang, silahkan masuk. Aku juga ingin berbicara denganmu,” sahut permaisuri Sun padanya.


Menteri Wang Jiao lalu memasuki kediaman permaisuri Sun dan berlutut di depan pintu.


“Menteri Wang, aku ingin agar Xu Xian tinggal bersamaku di istana kekaisaran ini,” lanjut permaisuri Sun.


Mata menteri Wang Jiao berkedut mendengar hal itu, dia tidak menyangka permaisuri Sun akan menawarkan Xu Xian untuk tinggal di kediaman permaisuri Sun.


Melihat perubahan raut wajah menteri Wang Jiao, permaisuri Sun lalu memasang wajah dingin dan menatap tajam pada Wang Jiao.


“Apa kamu menentang perintahku?” ancam permaisuri Sun pada Wang Jiao.


“Ng... Hamba tidak berani Yang Mulia, tapi...”


“Baiklah, aku rasa kamu sudah menyetujuinya. Kamu boleh pergi!” kata permaisuri Sun kembali sambil memerintahkan pelayannya untuk mengusir menteri Wang Jiao dari kediaman itu.


Dengan hati kecewa menteri Wang Jiao pun pergi meninggalkan Xu Xian di kediaman permaisuri Sun. Tapi dia tidak bisa marah kepada Xu Xian. Bagaimanapun juga permaisuri Sun sendiri yang menginginkan Xu Xian untuk tinggal di tempatnya.


Setelah kepergian menteri Wang Jiao, Xu Xian merasa lega. Dia tidak ingin pergi dari kediaman permaisuri Sun. Ini adalah kesempatannya untuk menjadi bagian dari istana kekaisaran itu.

__ADS_1


__ADS_2