Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 344 | Longshan vs Guoshan


__ADS_3

Ketika Shen Long tengah berkonsentrasi, Wanshan tiba-tiba datang mendekati mereka. “Apakah kamu sudah siap untuk turun bertarung?” tanya Wanshan kemudian pada Shen Long.


“Aku siap kapan saja mereka memanggilku,” sahut Shen Long tanpa menoleh dan terus merasakan keberadaan manusia dan dewa yang diselidikinya.


Setelah arena dibersihkan, kemudian pertarungan di lanjutkan dengan pertarungan dewa melawan mogull kembali. Kali ini ShiMei mendekat ke arah Shen Long. “Menurutmu apakah kekuatan dewa itu juga tersegel?”


Shen Long mengamati dewa yang akan bertarung di atas arena, dia melihat auranya cukup menakutkan namun kekuatannya juga dirasakan dalam keadaan tersegel. “Iya, kekuatan dewa itu juga tersegel” sahutnya singkat.


ShiMei merasa senang mendengar jawaban Shen Long, dia kemudian diam-diam memasang taruhannya kepada mogull yang ada di atas arena. Setelah lonceng berbunyi, taruhan terbesar tetap terletak pada dewa itu.


Wajah ShiMei terlihat tegang ketika menyaksikan pertarungan itu. Dia tampak cemas ketika mogull itu dapat dipukul oleh dewa itu dengan telak. “Shen Long, benarkah kekuatan dewa itu tersegel? Mengapa dia berada di atas angin?” tanya ShiMei dengan wajah tidak mengerti.


“Dewa itu kekuatannya memang tersegel, namun meskipun demikian kekuatan lawan berada jauh dibawahnya. Dia masih bisa tetap memenangkan pertarungan ini sekitar 95 persen,” sahut Shen Long dengan wajah santai tidak terlalu peduli.


Kepala ShiMei seperti disambar petir mendengar perkataan Shen Long. Dia kembali merasa kesal karena Shen Long tidak lengkap menjawab pertanyaan dirinya sebelum pertandingan. ShiMei merasa lelah setelah mengalami dua kali kekalahan karena pertarungan di arena. Dia pun terduduk dengan tubuh lunglai dan tidak bersemangat ketika dewa itu berhasil membuat mogull itu terkapar di lantai arena.


“Ada apa denganmu?” tanya Shen Long ketika melihat wajah ShiMei yang terlihat lesu tidak bersemangat. Dia kurang peka dengan kejadian itu, namun hal itu tidak membuatnya kehilangan konsentrasi. Dia tidak mempedulikan keadaan ShiMei lebih lanjut.


Pertarungan kedua telah usai, kini pertarungan akan berlanjut pada pertarungan ketiga dimana seorang dewa legendaris Guoshan menaiki arena dengan gagahnya.


Longshan yang berada di tribun atas segera berdiri, tubuhnya menjadi bersemangat ketika melihat kehadiran Guoshan yang menaiki arena. “Tuan Liushan, bolehkah aku melawannya sekarang?” tanya Longshan pada Liushan.


Liushan tersenyum padanya. “Naiklah ke atas arena, pertarungan ini memang untuk dirimu.” sahut Liushan pada Longshan.


Longshan merasa senang. Dia pun segera melompat dan terbang dari tribun atas menuju ke tengah arena pertarungn itu.

__ADS_1


“Deshh!...”


Hembusan angin menerjang ke sekitarnya saat kaki mogull Longshan mendarat di atas arena itu untuk memulai pertarungannya. Seluruh penonton berseru sambil bertepuk tangan melihat kemunculan Longshan yang tergolong mewah itu. Mereka segera memasang taruhan pada Longshan tanpa melihat kekuatan dari dewa legendaris Guoshan.


Namun beberapa orang yang fanatik pada dewa Guoshan tetap memasang taruhan mereka kepadanya. Dewa Guoshan dalam sekejap menjadi orang memecahkan rekor taruhan pada hari ini.


ShiMei kali ini bertanya dengan pasti kepada Shen Long. “Siapa yang akan memenangkan pertarungan ini?” tanya ShiMei kemudian


Shen Long menyipitkan matanya melihat ke arah dewa Guoshan dan juga mogull Longshan. “Menurutku Guoshan akan memenangkan pertarungan hari ini.” sahut Shen Long.


Mendengar hal itu ShiMei mengecek uang yang dimilikinya. Dia hanya memiliki sisa sedikit uang kali ini gara-gara kekalahan sebelumnya. Jadi dengan berat hati ShiMei memasang seluruh sisa uangnya itu kepada dewa Guoshan. Lalu dia duduk dengan lemas setelahnya. “Aku harap apa yang kamu katakan ini benar,” batin ShiMei sambil menatap ke arah Shen Long.


“Tenggg!...”


Suara lonceng tanda dimulainya pertarungan tingkat tinggi itu telah berbunyi. Mogull Longshan segera menyerang dengan ganas ke arah dewa Guoshan. Mereka berdua bertarung dengan adu pukulan dan saling berusaha untuk memukul tubuh lawan dengan kekuatan mereka masing-masing.


Berbeda dengan dewa Guoshan, mogull Longshan tampak semakin lama semakin kesulitan menahan serangan dewa Guoshan. Wajahnya berubah gelap ketika pukulan dewa Guoshan menembus pertahanannya dan memukul perut dari Longshan. “Ugh!”


Longshan memegang perutnya yang terkena pukulan dari Guoshan, wajahnya menjadi semakin gelap karenanya. Dia pun melompat mundur untuk mempersiapkan serangan berikutnya.


Longshan mengambil nafas untuk mengerahkan kekuatan maksimal miliknya. Dia pun mengerahkan kekuatan alam Semesta Kecil tahap awal miliknya dan menyerang kembali ke arah dewa Guoshan.


ShiMei tampak gemetar ketika melihat kekuatan Longshan yang mengejutkannya. Dia tidak menyangka kekuatan Longshan telah menembus alam Semesta Kecil. “Ooh!..., apakah aku akan kalah lagi dari pertarungan ini?” geramnya.


Longshan menyerang Guoshan dengan kekuatan maksimal miliknya, dia tidak lagi mempedulikan norma dan aturan dalam setiap serangannya. Serangan jurus Longshan mengarah ke bagian bawah perut Guoshan.

__ADS_1


Mata dewa Guoshan menyipit melihat serangan Longshan yang semakin mengganas. Dia sama sekali tidak diberikan kesempatan untuk membalas serangannya. Guoshan hanya bisa menghindari setiap serangan Longshan, namun hingga suatu saat tinju Longshan menderu keras ke arah dada Guoshan.


Jantung ShiMei terasa berhenti berdetak ketika melihat serangan Longshan yang ganas itu ke arah dada Guoshan.


Bugh!...


Tinju Longshan berhasil ditangkap dengan kepalan tangan Guoshan. Kemudian dia memutar tinju itu lalu menarik tubuh Longshan dan melemparnya.


Longshan yang terkejut karena tinjunya berhasil ditahan oleh Guoshan tidak menyangka tubuhnya akan dilemparkan oleh Guoshan. Dia segera memutar tubuhnya dengan bersalto dan menjejakkan kaki di dalam arena.


Tubuhnya hampir terhempas keluar arena jika dia tidak segera memutar tubuhnya dan mendarat. Mata Longshan tampak merah karena marah bercampur malu. Dia tidak menduga perbedaan kekuatan dirinya melawan Guoshan masih terlalu jauh.


Longshan juga tidak mengetahui bahwa kekuatan Guoshan sesungguhnya juga tersegel sehingga dia tidak bisa mengeluarkan kekuatan maksimal miliknya.


Guoshan yang memiliki kesempatan untuk menarik nafas segera menotok beberapa titik darah di tubuhnya, lalu dia merasakan kekuatan di tubuhnya mengalir dan diarahkan olehnya ke seluruh tangan kanannya.


Kepalan tangan kanan Guoshan terasa penuh oleh kekuatannya. Kemudian dengan kecepatan tinggi dia menyerang ke arah Longshan.


Longshan yang baru saja mendarat tidak menduga Guoshan akan menyerang balik dirinya dengan kecepatan kilat. Dia berusaha untuk menahan serangan dari Guoshan itu dengan kedua tangan menyilang di dadanya.


Longshan segera mengerahkan kekuatan penuhnya ke kedua tangannya. Guoshan juga yang telah mengumpulkan kekuatannya di tangan kanan tidak lagi bisa menghentikan pukulan tersebut.


Bugh!...


Pukulan tinju Guoshan mengenai kedua lengan Longshan. “Krakk...” terdengar suara nyaring salah satu lengan Longshan retak oleh pukulan Guoshan yang menghantam tepat lengan tersebut.

__ADS_1


“Akh...” Wajah Longshan tampak terkejut dan tubuhnya terpental hingga keluar dari arena pertarungan dan menabrak tribun penonton.


ShiMei yang melihat kejadian itu tidak menduga, meskipun kekuatan Guoshan tersegel, rupanya dia memiliki cara untuk mengalirkan kekuatan dalam tubuhnya dengan metode totokan ke tangan kanannya.


__ADS_2