Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 196 | Kaisar Dewa Iblis dari Alam Neraka


__ADS_3

Tugas sebagai Kaisar Langit sangatlah berat, Shen Long tidak boleh terlalu banyak campur tangan dalam takdir mahluk di tiga dunia, meskipun dia bisa melakukannya. Hal itu akan mengubah takdir masa depan mahluk tersebut bahkan orang sekitarnya menjadi bahkan lebih buruk dari sebelumnya.


Jadi dia harus memilah mana yang wajib dia turut campur tangan, dan mana yang tidak harus dibantu olehnya.


“Pendeta, dimanakah alam Neraka itu berada?” tanya Shen Long lebih lanjut.


Shen Long ingin mengakhiri benih kejahatan Pangeran Langit yang selama ini juga menjadi dalang kematian Yun Mei.


“Yang Mulia, Alam Neraka itu adalah tubuh asli dari Kaisar Dewa Iblis” kata Pendeta Agung


Shen Long menyipitkan matanya menandakan dirinya tidak begitu mengerti maksud Pendeta Agung.


Pendeta Agung lalu menjelaskannya pada Shen Long.


Saat penciptaan mahluk terjadi, dari Yin dan Yang tercipta Cahaya dan Kegelapan yang berubah menjadi dua sosok awal. Mereka adalah Shang Guang dan Mo Hei, yang kemudian menjadi Kaisar Dewa Cahaya dan Kaisar Dewa Iblis.


Pada awalnya tubuh mereka adalah berupa cahaya dan kegelapan. Kemudian penciptaan tiga dunia terjadi dan mahluk yang hidup di dalamnya, demikian juga Shang Guang dan Mo Hei berubah menjadi sosok mahluk langit.


“Jadi mereka adalah para leluhur dari ketiga dunia ini” gumam Shen Long dalam hatinya sambil terus mendengarkan penjelasan dari Pendeta Agung.


Mo Hei yang memiliki hati yang keji, iri dan serakah selalu mengganggu proses penciptaan dunia bahkan mengacaukannya sehingga Langit menghukumnya. Sosoknya yang sejak awal merupakan kegelapan itu dikurung jauh berbeda ruang dan waktu dari tiga dunia ini yang kemudian disebut Alam Neraka.


Mo Hei yang terbelenggu menciptakan tubuhnya kembali di alam Neraka namun dia tidak bisa keluar dari tubuh aslinya tanpa menggunakan tubuh lain sebagai inang barunya.


Semua mahluk yang memiliki sifat keji, iri dan serakah akan dibelenggu di tempat yang sama yaitu di dalam tubuh Mo Hei oleh Langit atau di Alam Neraka tersebut.


Mo Hei inilah penguasa kegelapan Alam Neraka tersebut dan dijuluki Kaisar Dewa Iblis.


Kekuatan Kaisar Dewa Cahaya dan Kaisar Dewa Iblis adalah seimbang, antara cahaya dan kegelapan saling melengkapi dan meniadakan. Tanpa cahaya, tidak ada kegelapan demikian juga sebaliknya.

__ADS_1


“Jadi tidak mungkin untuk membunuh Kaisar Dewa Iblis, Pendeta” kata Shen Long.


“Tidak. Karena kegelapan ini hidup dari sifat iri, keji dan serakah dari mahluk hidup tiga dunia. Selama sifat itu masih ada, kegelapan yang merupakan tubuh Kaisar Dewa Iblis akan tetap ada” sahut Pendeta Agung.


Untuk itulah Kaisar Dewa Iblis ingin menguasai tiga dunia ini agar sifat-sifat buruk dalam setiap mahluk tiga dunia menjadi lebih dominan sehingga kegelapan yang merupakan tubuhnya menjadi lebih kuat dari cahaya.


Mendengar hal ini Shen Long menjadi sedikit memahami dirinya dibandingkan kekuatan leluhur tiga dunia adalah ibarat langit dan bumi. Sumber kekuatan cahaya adalah hati yang baik dan tulus, sedangkan sumber kekuatan kegelapan adalah hati yang jahat dan keji.


“Jadi selama Pangeran Langit dilindungi oleh Kaisar Dewa Iblis di alam Neraka, kita tidak bisa melakukan apa-apa. Namun jika dia keluar dari alam tersebut, kita bisa membunuhnya” lanjut Pendeta Agung


“Apakah jika Kaisar Dewa Iblis keluar dari alam neraka menggunakan tubuh lain bisa kita bunuh?” tanya Shen Long kembali


“Hanya tubuh tersebut yang mati, Kaisar Dewa Iblis akan kembali terbelenggu ke alam Neraka yang merupakan tubuh aslinya” sahut Pendeta Agung.


Mendengar hal itu Shen Long menghela nafasnya setelah mendapat penjelasan tidak mungkin untuk membunuh Kaisar Dewa Iblis.


“Kaisar Dewa Iblis hanya akan mati jika tubuhnya yang kegelapan itu musnah dimana ketiga dunia sudah tidak lagi memiliki sifat buruk dalam hati mereka. Tetapi hal ini sangatlah mustahil terjadi” kata Pendeta Agung


“Benar, ibarat siang dan malam. Apakah mungkin tidak ada malam dan dunia dalam keadaan siang hari selamanya?” lanjut Pendeta Agung.


Shen Long menggelengkan kepalanya, siang dan malam ibarat cahaya dan kegelapan yang juga adalah yin dan yang, selamanya dibutuhkan untuk perputaran kehidupan di tiga dunia ini.


“Baiklah Pendeta, aku sudah memahaminya. Kita hanya menunggu saat Pangeran Langit keluar dari alam Neraka, saat itulah hari kematiannya” kata Shen Long.


“Yang Mulia, kapan akan mengadakan upacara pernikahan dengan Putri Shui?” tanya Pendeta Agung kembali


Mata Shen Long berkedut mendengar pertanyaan dari Pendeta Agung, sedangkan wajah Putri Shui bersemu merah karenanya.


“Untuk hal itu sebaiknya diskusikan dengan Putri Shui saja. Aku menyerahkan padanya tentang pernikahan kami” sahut Shen Long sambil melihat ke arah Putri Shui

__ADS_1


Putri Shui menjadi tersipu oleh pandangan Shen Long padanya, perasaannya benar-benar bahagia mendengar tentang pernikahan mereka.


“Aku memutuskan untuk menikah dengan Shen Long 2 hari lagi” kata Putri Shui tersenyum malu-malu.


“Baiklah. Aku akan mengatur acara pernikahannya nanti” sahut Pendeta Agung.


Kemudian Pendeta Agung berpamitan pada Shen Long untuk mempersiapkan acara tersebut.


Kini tinggal Shen Long dan Putri Shui berdua di dalam Istana mereka di alam Tembaga. Putri Shui tidak berani menatap lama-lama mata Shen Long, terlihat sekali dia gugup berdua dengannya.


“Jika tidak ada hal lain diperlukan, aku akan pergi mempersiapkan untuk pernikahan kita bersama Pendeta Agung” kata Putri Shui


“Baik, Putri. Nanti malam maukah kamu menemaniku?” tanya Shen Long.


Wajah Putri Shui mengangguk pelan menjawab pertanyaan Shen Long sambil tersenyum padanya lalu pergi dengan hati berbunga-bunga.


Kini tinggal Shen Long yang menggunakan Mahkota Kaisar Langit mencoba seperti apa yang dikatakan oleh Pendeta Agung.


Begitu dia konsentrasi dan fokus pada mahkota tersebut, dia kemudian mendengar banyak sekali suara yang muncul meminta bantuan, doa dan harapan kepada para Dewa untuk membentu mereka.


“Ternyata menjadi Kaisar Langit tidak sesederhana yang aku pikirkan” gumamnya dalam hati


Shen Long memperhatikan setiap permintaan dan doa dari pada mahluk tiga dunia tersebut. Dan mulai belajar memilah-milah setiap permintaan dan doa itu dan mencoba untuk mengetahui setiap permasalahan yang mereka hadapi.


Sebagai Kaisar Langit, dirinya juga terikat oleh Takdir Langit, dia tidak boleh sembarangan melakukan perubahan terhadap takdir dan nasib seseorang, meskipun orang itu sangat dekat dengannya.


Setelah sekian lama mencoba mendengarkan suara-suara dari mahluk tiga dunia melalui Mahkota Kaisar Langit, Shen Long lalu melepaskan mahkotanya dan meletakkannya kembali dengan baik.


Tiba-tiba Roh Guru Yan Luo keluar dari dalam tubuh Shen Long.

__ADS_1


“Hahaha... aku merasa sangat senang sekali” kata Roh Yan Luo sambil tertawa.


__ADS_2