Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 201 | Aku hanya membuat senjata untuk Shen Long


__ADS_3

Ketua Sekte Pemurnian Senjata lalu menceritakan maksud kedatangan utusan dari Kekaisaran Utara menemuinya hari ini.


“Pangeran Tian Mu ingin dibuatkan senjata pusaka khusus untuk berperang melawan Kekaisaran Barat yang memiliki 2 buah senjata pusaka Surgawi. Sedangkan Kaisar Utara hanya memiliki sebuah senjata pusaka Surgawi.” kata Ketua Sekte.


“Untuk itu Pangeran Tian Mu membuat sayembara pembuatan senjata pusaka pada seluruh sekte pembuat senjata di wilayah Kekaisaran Utara. Dan pemenangnya akan diberikan dinobatkan sebagai Sekte Utama Pembuat Senjata Kekaisaran Utara disamping hadiah uang yang berlimpah” lanjut ketua Sekte.


Mendengar hal itu beberapa tetua sekte mulai berbisik-bisik dan suasana di aula menjadi ramai oleh perbincangan mereka.


Ketua Sekte mengetuk kursinya untuk menghentikan diskusi mereka.


“Bagaimana? Apakah ada masukan dari kalian?” tanyanya kembali


“Ketua, kamu sangat ingin untuk ikut serta dalam sayembara tersebut. Namun kemampuan kami dalam membuat senjata sangat jauh lebih rendah dibandingkan Ming Qui anak ketua” sahut salah satu tetua


“Benar, Ming Qui sangat berbakat dalam membuat senjata. Aku yakin dia bisa membuat senjata pusaka yang luar biasa” lanjut seorang tetua lainnya.


Hampir semua tetua memuji kemampuan Ming Qui dan berharap dia mau ikut serta dalam sayembara ini untuk memuliakan sekte Pemurnian Senjata di Kekaisaran Utara.


Ming Ge, ketua sekte lalu menoleh kepada anaknya Ming Qui yang sedang termenung memikirkan hal ini


“Anakku, bagaimana menurutmu?” tanya Ming Ge padanya


“Ayah dan para tetua, maafkan aku. Aku telah berjanji hanya akan membuat senjata pada seseorang yang aku kagumi jika dia memintaku membuatkannya senjata. Aku tidak mengagumi Pangeran Tian Mu. Jadi maafkan aku” sahutnya dengan tegas


Wajah Ming Ge berubah menjadi gelap mendengar kata-kata anaknya begitu juga para tetua sekte yang kemudian berbisik membicarakannya.


Ming Ge mengetahui sifat anaknya dengan jelas. Dia memang beberapa kali menolak orang lain yang memintanya membuatkan senjata pusaka dengan alasan yang sama, namun saat ini adalah hal yang berbeda.


Kali ini pihak Kekaisaran Utara yang ingin memesan senjata pusaka dan akan dilombakan antar sekte pembuat senjata se wilayah Kekaisaran Utara. Ini juga menyangkut nama besar sekte Pemurnian Senjata.

__ADS_1


“Ming Qui, apakah kamu tidak bisa mengubah pendapatmu tentang hal ini?” teriak ayahnya Ming Ge padanya dengan nada tinggi


Ibunya Qui Lang juga menyadari suasana ini, dia berusaha untuk membujuk anaknya Ming Qui untuk menuruti permintaan ayahnya.


Namun Ming Qui tetap bersikeras akan hal ini, dalam hatinya hanya Shen Long yang akan dia buatkan senjata dalam hidupnya.


Senjata itu akan menjadi satu-satunya senjata yang pernah dia buat dan suatu kebanggaan baginya mempersembahkan senjata itu pada Shen Long, bukan kepada orang lain, apalagi pada pangeran Tian Mu yang pernah merendahkan Shen Long di depannya.


Saat ini Ming Qui memang sedang mengumpulkan beberapa bahan yang menurutnya luar biasa dan khusus yang akan dia buatkan senjata. Namun itu akan menjadi senjata persembahannya untuk Shen Long.


“Ayah, jika ayah mempercayaiku. Ayah bisa meminta Yang Hua untuk membuatkan senjata pusaka tersebut. Aku yakin dia memiliki kemampuan untuk itu” sahut Ming Qui


Semua telinga di aula utama itu tidak percaya mendengar kata-kata Ming Qui. Yang Hua adalah murid baru yang belum lama ini masuk ke dalam sekte. Bagaimana bisa murid baru membuat senjata pusaka.


Namun Ying Qi kemudian mengemukakan pendapatnya menyetujui pendapat Ming Qui.


“Ketua, aku yang melihat perkembangan Yang Hua selama belajar. Disamping aku mengajarinya, Ming Qui juga turut membimbingnya dalam pemurnian senjata. Jadi aku percaya dengan apa yang dikatakan oleh Ming Qui” sahut Ying Qi


“Yang Hua, bagaimana menurutmu? Apakah kamu merasa yakin seperti yang dikatakan oleh Ming Qui dan gurumu Ying Qi?” tanya Ketua Sekte


“Ketua, aku akan berusaha untuk memurnikan senjata pusaka demi sekte Pemurnian Senjata” sahut Yang Hua merasa senang diberikan kesempatan untuk membantu sekte.


“Baiklah. Aku akan menugaskanmu untuk membuat senjata pusaka tersebut. Kita semua akan membantunya semaksimal mungkin. Waktu yang diberikan oleh Pangeran adalah 3 bulan untuk kemudian dilombakan” kata Ketua Sekte.


“Dimengerti” sahut semua orang di dalam ruangan itu.


“Ming Qui, tunggu disini. Aku ingin bicara denganmu” kata ayahnya setelah semua orang pergi meninggalkan aula ini.


“Ada apalagi ayah?” tanya Ming Qui padanya

__ADS_1


Ming Ge lalu berjalan mendekati anaknya kemudian bertanya padanya.


“Apakah kamu yakin dengan keputusan ini?” tanya ayahnya


“Ayah. Percayalah pada Yang Hua. Aku telah membimbingnya selama ini dan melihat peningkatannya. Aku percaya dia bisa memenangkan lomba ini” sahut Ming Qui dengan tegas.


“Baiklah. Aku percaya padamu” kata ayahnya kembali


Ayahnya Ming Ge lalu bertanya padanya tentang keinginannya dalam membuat senjata untuk orang yang dikaguminya.


“Apakah kamu masih mengumpulkan bahan untuk senjata itu?” tanya ayahnya


“Maksud ayah?” tanya Ming Qui


“Kamu tidak bisa menyembunyikannya dariku nak. Aku tahu kamu sedang mempersiapkan beberapa bahan untuk membuat sebuah senjata” sahut ayahnya lagi.


Mata Ming Qui berkedut mendengar perkataan ayahnya. Dia selama ini diam-diam mengumpulkan bahan yang langka dan sangat bagus untuk dibuatkan senjata pusaka satu-satunya yang akan dia buat untuk persembahan pada Shen Long.


Ming Ge tahu obsesi anaknya pada Shen Long, dan dia mengerti akan hal itu. Namun kenyataan dalam hidup ini mereka tidak pernah menemuinya. Mereka hidup di wilayah Kekaisaran Utara yang menurut Ming Ge jauh diluar jangkauan Shen Long.


“Ayah. Aku tahu ayah tidak yakin padanya. Tapi dalam hatiku, aku sangat yakin suatu saat akan bertemu dengannya. Dan aku akan mempersembahkan karyaku untuknya” sahut Ming Qui dengan semangat berapi-api di matanya.


Ming Ge menghela nafasnya pada semangat anaknya. Dia kemudian menepuk pundak anaknya dan membesarkan hatinya.


“Aku sangat percaya padamu nak. Lakukanlah yang membuatmu bahagia” sahut Ming Ge mendukung anaknya lalu pergi meninggalkannya.


“Terima kasih ayah” gumam Ming Qui melihat kepergian ayahnya.


Ibunya Qui Lang tersenyum melihat ayah dan anak itu berdua, dia sangat bangga pada anaknya Ming Qui yang memiliki keyakinan kuat meskipun dia tahu kemungkinannya kecil untuk bertemu Shen Long. Tetapi dia percaya, Shen Long pasti mendengarkan harapan anaknya meskipun dia berada jauh di luar sana.

__ADS_1


Tiga bulan kemudian, setelah berusaha keras dalam pembuatan senjata, akhirnya Yang Hua berhasil membuat sebuah pedang pusaka tingkat Surgawi yang diberinya nama Pedang Surgawi Tujuh Bintang.


Kemudian Pedang Surgawi Tujuh Bintang tersebut mewakili sekte Pemurnian Senjata dalam lomba yang diikutkan di Kekaisaran Utara.


__ADS_2