Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 472 | Bertemu istri tercinta


__ADS_3

Shen Long lalu berjalan mendekati sebuah rumah sederhana yang berada di lereng bagian utara Gunung Abadi. Rumah itu meskipun sederhana namun tampak bersih dan tertata rapi.


Di dalam rumah, tampak seorang wanita cantik yang tengah menyulam kain dengan wajah yang muram.


Melihat wajah istrinya yang muram, rasa bersalah Shen Long muncul kembali. Selama ini dia tidak mengharapkan untuk pergi meninggalkan istrinya. Namun keadaan selalu membuatnya pergi dan meninggalkannya lagi.


Shen Long kemudian berjalan perlahan membuka pintu rumah dan memasuki rumah menatap rindu pada istrinya.


“Istriku,” ucapnya dengan lembut.


Yun Mei tertegun lalu menoleh ke arah pintu rumah dan terdiam sesaat melihat suaminya Shen Long yang berdiri di depan pintu dengan senyumannya.


Air mata Yun Mei mendadak mengalir di kedua pipinya, dia menutup bibirnya dengan menggunakan tangan kanannya. Wajahnya yang muram sontak berubah dengan sorot mata berkaca-kaca melihat sosok suaminya Shen Long telah datang menemuinya.


Yun Mei meletakkan kain sulamannya dan berlari menuju Shen Long lalu memeluknya dengan erat. “Suamiku... aku merindukanmu,” sahutnya lirih sambil membenamkan wajahnya di dada Shen Long.


Shen Long merasakan kehangatan mengalir di dadanya akibat tetesan air mata istrinya yang memeluk erat tubuhnya.


Kemudian Shen Long mengangkat dagu istrinya dan memandang wajah cantiknya itu. Lalu dengan lembut Shen Long menghapus air mata di wajah istrinya.


“Jangan menangis istriku. Aku sudah kembali,” ucap Shen Long dengan senyumannya.


Yun Mei pun tersenyum mendengar suara lembut Shen Long dan memeluk erat tubuhnya lagi seakan tidak ingin melepaskannya.


Shen Long pun memeluk istrinya lalu mencium bibirnya dengan lembut. Yun Mei membalas ciuman Shen Long dengan lembut seakan melepas kerinduan yang sekian lama telah hilang.


Kemudian dengan gembira Yun Mei menyiapkan makanan untuk Shen Long. Sedangkan Shen Long berada di luar rumah berbicara dengan He Ti dan Che Ti. Shen Long pun menceritakan pengalamannya selama setahun pergi meninggalkan loka ini pada mereka.

__ADS_1


“Tuan, jadi kamu dipanggil oleh orang-orang dari Loka 888 untuk membantu mengatasi masalah di loka itu?” tanya Che Ti kemudian.


“Benar, itulah yang terjadi setahun yang lalu,” sahut Shen Long


He Ti dan Che Ti juga berasal dari loka 4 yang bertetangga dengan loka 3 tempat asal Shen Long ini. Jadi bagi mereka apa yang terjadi pada Shen Long merupakan sebuah perjalanan yang cukup jauh.


“Lalu, apakah kamu masih akan pergi lagi tuan?” tanya He Ti kemudian.


“Masih ada beberapa masalah yang belum tuntas aku selesaikan, dan hanya aku yang bisa menyelesaikannya,” sahut Shen Long dengan wajah serius.


He Ti dan Che Ti tidak tahu bagaimana mereka bisa membantu Shen Long. Tapi bagi Shen Long, dengan menjaga istrinya selama ini sudah membuatnya merasa senang.


“Mari kita makan!” Yun Mei memanggil mereka bertiga untuk makan bersama.


Yun Mei telah menyiapkan berbagai makanan sederhana namun beraroma lezat. Untuk Shen Long, apapun yang disiapkan oleh istrinya itu selalu enak. Dan dia tidak pernah memilih makanan apapun yang telah disiapkan oleh istrinya itu.


Ketika selesai makan, He Ti dan Che Ti pun berpamitan untuk pergi ke tempat mereka yang berada tak jauh dari rumah Yun Mei. Mereka berdua tinggal dekat dengan Yun Mei untuk menjaganya. Kini hanya tinggal Shen Long dan Yun Mei berdua di dalam rumah sederhana itu.


Setelah membereskan peralatan makan, Yun Mei pun mengajak Shen Long untuk berbicara di dalam kamarnya.


Shen Long kemudian menceritakan perjalanannya ke Loka 888 yang diawali karena panggilan yang dilakukan oleh orang dari sekte Pembunuh Cahaya hingga dia menjanjikan untuk membuat Alam Neraka yang baru di Loka 888 setelah bernegosiasi dengan Dewa Kegelapan di Loka 888 itu.


Yun Mei merasa senang karena Shen Long berhasil melaksanakan tugasnya di Loka 888 dengan baik. Kemudian merekapun melepaskan kerinduan yang selama ini di hati masing-masing.


Malam itu Yun Mei seperti enggan melepaskan Shen Long, diapun tertidur dengan memeluk Shen Long dan sekali-kali terbangun untuk melihatnya. Dia takut Shen Long akan pergi lagi secara tiba-tiba seperti sebelumnya.


Shen Long menyadari ketakutan Yun Mei itu, dan dia pun mengecup kening istrinya itu dengan lembut.

__ADS_1


“Shen, apakah kamu akan pergi lagi?” tanya Yun Mei ketika dia menyadari bahwa suaminya belum menuntaskan permasalahan Dewa Kegelapan di Loka 888 itu.


“Aku harus melakukannya istriku. Dan hanya aku yang bisa melakukannya. Dewa Kegelapan telah berbaik hati untuk bernegosiasi denganku, dan aku harus memenuhi harapannya,” sahut Shen Long dengan wajah serius.


“Baiklah, tapi setidaknya nanti kamu berpamitan dulu sebelum pergi meninggalkanku. Dan berjanjilah untuk kembali setelah semua masalah terselesaikan,” ucap Yun Mei.


“Aku berjanji istriku!” sahut Shen Long yang kemudian mengecup bibir Yun Mei dengan mesra.


Merekapun kembali melampiaskan kerinduan yang telah menumpuk di hati Yun Mei selama ini. Shen Longpun merasakan hal yang sama, meskipun selama ini dia memiliki banyak wanita di sampingnya, namun dalam hatinya Yun Mei selalu yang utama.


Yun Mei adalah wanita pertama yang menerima dirinya di saat dia belum menjadi siapa-siapa. Di saat dia hanyalah seorang laki-laki tak berguna yang tidak memiliki kultivasi dan kekuatan seperti sekarang.


Suasana malam itu di rumah sederhana Yun Mei begitu hangat. Yun Mei benar-benar merasa bahagia dengan kehadiran Shen Long kembali, meskipun dia tahu Shen Long akan pergi kembali setelah itu.


Pagi harinya, Shen Long terbangun dan mendapati di atas meja telah disediakan sarapan oleh istrinya Yun Mei. Hari ini adalah hari kedua setelah Shen Long datang kembali ke tempat asalnya.


Pagi itu, Shen Long juga memerintahkan He Ti untuk membantu sekte Pedang Harapan pergi ke wilayah Pesisir Laut Selatan untuk mengurus para bajak laut itu bersama Shen Wu dan Shen Gu.


Dengan mengikutsertakan He Ti, Shen Long merasa lega karena dia yakin He Ti akan mampu mengatasi masalah sekte seandainya Shen Wu dan orang-orangnya tidak mampu melaksanakan tugasnya.


Hari ini, Shen Long berencana untuk melanjutkan tujuannya pergi ke Alam Penciptaan. Dia tidak ingin menunda waktu terlalu lama untuk menyelesaikan masalah di Loka 888.


Setelah sarapan dan berpamitan dengan istrinya Yun Mei, Shen Long pun pergi ke tempat yang tenang untuk melanjutkan perjalanannya.


“Tuan, kemana tujuanmu hari ini?” Roh token pintu alam bertanya pada Shen Long.


“Antarkan aku menuju ke alam penciptaan,” sahut Shen Long.

__ADS_1


“Baik. Namun perjalanan menuju ke sana akan memakan waktu yang cukup lama,” ujar roh token pintu alam.


__ADS_2