Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 216 | Raungan Iblis Kematian


__ADS_3

Melihat situasi tidak berpihak padanya, Pangeran Tan Lei kemudian mundur ke arah Jendral Elang yang tengah bertarung dengan Jiang Qi.


“Elang, aku terpaksa harus menggunakan jurus pamungkas dari tuan Mo Shi” bisik Pangeran Tan Lei.


Mata Jendral Elang berkedut mendengarnya, dia mengetahui maksud dari Pangeran Tan Lei.


“Pangeran, demi kejayaan Kekaisaran Barat. Aku rela mengorbankan hidupku demi Pangeran” sahutnya kemudian menusuk jantungnya sendiri berkorban pada Pangeran Tan Lei.


Darah muncrat setelah jantungnya sendiri ditikam dengan belati miliknya, tubh Jendral Elang terkulai kemudian ambruk mati di tanah.


Semua mata orang-orang disana terkejut melihat hal itu. Kedua belah pihak pasukan Pangeran Tan Lei maupun orang sekte Phoenix Emas tidak menduga Jendral Elang akan melakukan bunuh diri seperti itu.


Shen Long menyipitkan matanya melihat hal itu, menunggu apa yang akan dilakukan oleh Pangeran Tan Lei.


“Elang, pengorbananmu tidak akan aku sia-siakan. Kamu adalah bawahanku yang paling setia” gumam Pangeran Tan Lei yang kemudian mengambil darah jendral Elang dengan tangannya lalu meminum darah tersebut.


Pendeta Suci terkejut melihat hal itu, wajahnya menjadi berubah ketika menyadari tindakan yang dilakukan oleh Pangeran Tan Lei.


“Semuanya, pergi dari tempat ini!” teriak Pendeta Suci pada orang-orang ditempat itu.


“Hahaha... kalian terlambat. Pertarungan sebenarnya baru saja di mulai” kata Pangeran Tan Lei sambil menyeringai mengeluarkan jurus yang diajarkan oleh Mo Shi padanya.


Tubuh Pangeran Tan Lei bergetar keras, kemudian dari mulutnya keluar raungan kesakitan yang terdengar sangat memilukan. Dari tubuhnya keluar asap berwarna hitam yang menyebar dan menyelimuti seluruh area pertarungan tersebut.


GRROOOAAARRRR!


Semua orang di tempat itu merasakan jiwa mereka terhisap keluar oleh kekuatan yang keluar dari tubuh Pangeran Tan Lei melalui asap tersebut.


“Terlambat” gumam Pendeta Suci dalam hatinya.


Asap hitam yang keluar dari tubuh Pangeran Tan Lei itu masuk ke seluruh tubuh orang-orang disana tanpa kecuali. Mereka yang memiliki kekuatan lemah langsung tubuhnya mengering karena kekuatan tubuh mereka terhisap oleh asap tersebut.

__ADS_1


Sedangkan jiwa mereka tersedot masuk ke dalam tubuh Pangeran Tan Lei dan membuat kekuatannya menjadi semakin meningkat dengan pesat.


Pendeta Suci merasa kepalanya menjadi pusing karena tekanan daya hisap yang ingin menghisap jiwanya. Tetua Jiang Qi merasa dirinya terhisap seutuhnya matanya hampir melompat keluar, kepalanya lebih pusing lagi.


Liang Jun, Fu Xiang serta anggota sekte lainnya yang memiliki kekuatan tingkat menengah seakan-akan mau pingsan oleh kekuatan daya hisap ini menghisap energi kehidupan jiwanya.


Pasukan Kekaisaran yang lebih lemah dan orang-orang sekte Phoenix Emas lainnya, satu persatu telah tumbang tewas dengan tubuh kurus kering sisa tengkorak saja.


Hanya dalam waktu kurang dari 3 menit kejadian itu berlangsung, mata Shen Long menjadi merah karena kemarahannya. Dia sudah tidak bisa menahan diri lagi melihat pembantaian seperti itu.


Shen Long yang tidak terpengaruh oleh daya hisap itu lalu bergerak cepat dan sudah berada di depan Pangeran Tan Lei dengan tangan kanannya memegang kepala Pangeran Tan Lei.


“Kamu sungguh kejam. Aku tidak bisa membiarkan kamu melakukan hal ini. Aku akan menghentikanmu” kata Shen Long dingin menatap tajam pada Pangeran Tan Lei.


Mata Pangeran Tan Lei melotot melihat Shen Long yang sudah berada di depan matanya, dia semakin meningkatkan kekuatannya untuk menghisap jiwa orang-orang di sekitar tempat itu.


Shen Long yang mencengkeram kepala Pangeran Tan Lei kini menatapnya dengan tatapan yang garang. Segera Shen Long menutup kekuatan hisap dari Pangeran Tan Lei dengan energi Dewa nya yang berada di alam Bintang.


Kali ini Pangeran Tan Lei tidak bisa lagi mengeluarkan kekuatannya ke segala arah. Justru Shen Long yang sekarang menghisap seluruh kekuatan dari Pangeran Tan Lei.


Pangeran Tan Lei merasakan kekuatan yang telah dia kumpulkan tersedot kembali keluar dari tubuhnya dihisap oleh tubuh Shen Long. Tubuhnya tidak bisa digerakkan karena tekanan kekuatan yang maha dahsyat dari Shen Long.


AARRGGHHH!


Teriakan terakhir dari Pangeran Tan Lei terdengar saat Shen Long yang kini justru menghisap habis energi kehidupan Pangeran Tan Lei. Tubuh Pangeran Tan Lei menjadi seperti mayat yang sebelumnya dia hisap habis. Ini yang dinamakan senjata makan tuan.


Tubuh Pangeran Tan Lei yang telah kering dihisap oleh Shen Long segera dihempaskan ke lantai.


Keadaan di Istana Kekaisaran Barat menjadi lebih tenang sesaat setelah Shen Long membunuh Pangeran Tan Lei.


“Tuan...” gumam Pendeta Suci lirih melihat Shen Long yang sedang memurnikan energi yang telah dihisap olehnya.

__ADS_1


Beberapa orang yang masih tersisa di tempat itu segera memulihkan kekuatan mereka termasuk Pendeta Suci.


BLAARRRR!


Mendadak dunia menjadi gelap dengan kehadiran awan hitam menyelimuti Istana Kekaisaran Barat dan badai petir menyambar ke beberapa tempat di area tersebut.


Situasi ini lebih menyeramkan dari tadi, semua orang yang sedang memulihkan diri mereka segera menyingkir dari sambaran petir.


Pendeta Suci yang sudah terlebih dahulu pulih segera memerintahkan orang-orang untuk menyingkir dari tempat itu.


“Apa yang telah terjadi?” gumam tetua jiang Qi setelah melihat fenomena alam ini


Semua orang menjauh dari tempat itu kecuali Shen Long yang masih melayang dia atas tanah melihat fenomena ini.


Beberapa petir menyambar tubuhnya, namun tidak berpengaruh pada dirinya.


“Kejadian aneh apalagi ini?” gumam Shen Long tidak mengerti akan perubahan alam tersebut.


Tiba-tiba sebuah petir yang sangat besar menyerang ke tubuh Shen Long. Shen Long merasakan sebuah kekuatan yang sangat dahsyat berusaha menariknya.


Dengan menggunakan kekuatan Energi Dewa Naga yang berada di alam bintang, Shen Long menahan tekanan yang sangat berat ini.


Akhirnya Shen Long sudah tidak kuat lagi menahan tekanan Petir yang sangat besar itu, lalu tubuhnya lenyap dari Istana Kekaisaran Barat.


Semua orang yang melihat lenyapnya Shen Long bertanya-tanya apa yang telah terjadi.


Hanya Pendeta Suci yang mengetahui hal itu. Dia pernah mengalami hal itu di masa lalunya saat menerima hukuman dari langit.


“Yang Mulia Shen Long, kamu mengorbankan dirimu untuk menyelamatkan kami disini” gumam Pendeta Suci merasa sedih karena lenyapnya Shen Long akibat petir besar yang menghantam tubuhnya.


Ketika tubuh Shen Long lenyap, keadaan alam kembali tenang. Awan gelap tiba-tiba menghilang beserta badai petir yang tadi menyambar area tersebut.

__ADS_1


“Pendeta, apa yang telah terjadi? Kemana tuan Shen Long?” tanya tetua Jiang Qi yang sudah pulih pada Pendeta Suci.


“Langit memanggilnya” sahut Pendeta Suci dengan cemas memikirkan apa yang akan dihadapi oleh Kaisar Langit Shen Long.


__ADS_2