Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 246 | Suara Yun Mei di dalam mimpi


__ADS_3

Setelah mengetahui Kitab Pusaka Iblis itu sangat berbahaya, Shen Long lalu menyimpannya dengan baik di cincin penyimpanan yang selalu dibawanya.


Seminggu telah berlalu, waktu pertemuan tinggal 10 hari lagi. Shen Long telah melihat perubahan yang sangat besar di Kerajaan Liu. Shen Long juga mendapatkan kabar gembira bahwa Permaisuri Qin, Dewi Suci dan Putri Shui telah berbadan dua.


Meskipun usia kandungan ketiga istrinya masih tergolong muda, namun Shen Long terlihat sangat gembira mendengar berita tersebut. Dia tidak ingin ketiga istrinya yang sedang hamil muda bekerja terlalu berat, sehingga untuk acara pertemuan besar nanti Shen Long meminta istri-istrinya yang lain untuk membantu mengawasi persiapannya.


Usia Shen Long sebenarnya 30an tahun, namun karena tingkat kultivasinya yang tinggi dan pernah tinggal di dunia langit, wajah Shen Long masih terlihat seperti berusia 20an tahun.


Malam harinya, saat tidur bersama istrinya Gu Yan, langit tampak cerah malam itu yang dipenuhi oleh bintang. Setelah pertempuran yang melelahkan, Shen Long pun tidur terlelap dalam pelukan Gu Yan.


BLARR! Tiba-tiba langit menjadi gelap dan petir menyambar di sekitar Gunung Abadi, hujan pun turun membasahi tanah di kediaman sekte Pedang Harapan


“Tolong aku” sebuah suara terdengar mirip dengan suara seseorang di telinga Shen Long.


“Yun Mei!” Shen Long terbangun tiba-tiba dengan nafas terengah-engah, matanya terbelalak ketika mendengar suara tersebut.


Gu Yan yang berada disampingnya terbangun oleh gerakan Shen Long yang tiba-tiba duduk. “Kakak Shen, ada apa?” tanyanya cemas melihat Shen Long yang terengah-engah.


Setelah menenangkan dirinya, Shen Long tertegun mengingat apakah dirinya bermimpi atau tidak. Dia seakan-akan mendengar sebuah suara yang meminta tolong mirip dengan suara istrinya, namun dia tidak melihat dengan jelas wajah wanita tersebut.


“Aku mendengar sebuah suara yang meminta tolong mirip dengan suara Yun Mei” sahut Shen Long ketika dia merebahkan kembali kepalanya.


Gu Yan tertegun mendengar mimpi aneh yang diceritakan oleh Shen Long padanya, “Mungkin kakak Shen sedang merindukan kakak Yun Mei” sahut Gu Yan menghiburnya.

__ADS_1


Shen Long menghela nafasnya, “Mungkin saja. Namun mimpi itu terdengar nyata dalam telingaku” lanjutnya.


“Istirahatlah kakak Shen, besok kita masih harus menyelesaikan persiapan untuk pertemuan besar kekaisaran” sahut Gu Yan.


Shen Long menganggukkan kepalanya lalu memejamkan kepalanya. Namun dia tidak bisa tidur kembali. Wajahnya merenungkan mimpi yang seperti tampak nyata baginya.


Dia pun menoleh ke arah Gu Yan yang sudah tertidur, kemudian dia bangun mengenakan pakaiannya dan pergi ke halaman belakang sekte dengan menggunakan payung karena hujan tengah membasahi tanah Gunung Abadi malam itu.


Di depan makam Yun Mei, hujan turun dengan lebat dan petir menyambar sekitarnya. Shen Long terlihat berdiri di depan makam istri pertamanya Yun Mei dengan menggunakan payung.


“Yun Mei, apa yang telah terjadi denganmu?” gumam Shen Long merasakan sesuatu tengah terjadi dengan istrinya.


Shen Long tidak mendapatkan apapun, suasana malam itu sepi dan tampak menyeramkan dengan turunnya hujan dan petir yang menyambar. Shen Long melepaskan payungnya dan menengadah ke langit, “Ada apa denganmu Yun Mei?”


Dengan langkah perlahan, Shen Long kembali ke teras di depan kamarnya dan duduk termenung. Shen Long menatap kosong ke arah hujan di halaman itu. Pakaian basah Shen Long telah mengering, hujan pun telah reda, cahaya di langit timur mulai tampak dan membuat Shen Long tersadar bahwa hari telah pagi.


“Ah, mungkin malam tadi hanya perasaanku saja” gumam Shen Long yang kemudian kembali ke dalam kamarnya untuk membersihkan dirinya.


Seminggu kembali berlalu, waktu pertemuan mulai dekat. Shen Long juga telah melupakan kejadian malam itu yang dianggapnya hanya bunga tidur semata. Shen Long telah melihat persiapan sudah mendekati final. Ruang pertemuan telah berdiri dengan megah di halaman kerajaan Liu. Istana kerajaan Liu pun telah diperbaiki menjadi Istana Kekaisaran.


Sisa waktu pertemuan adalah 3 hari lagi, Shen Long semakin bersemangat apalagi dengan sudah datangnya para tamu undangan dalam tiga hari ini. Mereka yang berjarak jauh dengan kerajaan Liu telah tiba di hari ke tiga sebelum acara di mulai. Mereka ditempatkan di penginapan khusus tamu oleh panitia dari kerajaan Liu.


Beberapa tamu undangan tampak berdatangan dan segera ingin bertemu dengan Shen Long. Mereka datang membawakan hadiah untuk Shen Long atas undangan yang telah diberikan dan sebagai dukungan padanya.

__ADS_1


“Terima kasih semuanya” sahut Shen Long saat menerima hadiah dari para undangan yang menemuinya di aula Kekaisaran.


Para istri Shen Long juga hadir semuanya untuk menerima para tamu, termasuk Dong Fang Yin yang telah datang dari kota Pesisir Laut Selatan dan Mu Rong dari daerah Barat yang misterius.


Hari besar pertemuan sepertinya akan tampak meriah di kerajaan Liu. Bukan hanya Istana Kekaisaran yang di hiasi, namun juga kota-kota yang berada di wilayah kerajaan Liu dan juga kerajaan Ming. Rakyat kedua kerajaan Liu dan Ming juga menyambut gembira acara pertemuan besar tersebut.


Setelah kepergian para tamu, Shen Long pergi menyendiri di halaman belakang Istana Kekaisaran yang merupakan sebuah taman yang sangat indah dan dipenuhi oleh bunga dan juga terdapat kolam ikan di tengah-tengah taman tersebut.


“Kakak Shen, maaf aku baru datang menemuimu” tiba-tiba Mu Rong datang menemuinya.


“Tidak apa Rong’er, Aku mengerti kesibukanmu mengatur sekte Pedang Harapan cabang daerah barat misterius” sahut Shen Long yang tersenyum padanya.


Mu Rong pun berjalan mendekati Shen Long dan memeluknya. Shen Long lalu mengeluarkan Giok yang pernah diberikan oleh Mu Rong padanya dan menyematkannya di rambut panjang Mu Rong.


“Aku kembalikan Giok ini padamu” sahut Shen Long


Mata Mu Rong merasa senang Shen Long masih menyimpan pemberiannya hingga saat itu. Dia pun mencium bibir Shen Long dengan lembut dan merebahkan kepalanya di dada Shen Long.


“Malam ini, kamu temani aku ya” kata Shen Long yang dijawab dengan anggukan kepala Mu Rong.


Shen Long dan Mu Rong pun menikmati suasana di taman itu berdua dan merasakan kedamaian saat ini. Tidak banyak hal besar yang telah terjadi termasuk di daerah barat yang misterius. Hal besar terakhir yang terjadi adalah di daerah Laut Selatan, namun semua telah diatasi oleh Shen Long.


Malam hari di kediaman sekte Pedang Harapan dipenuhi oleh suasana gembira, karena lengkap berkumpulnya semua istri-istri Shen Long. Canda gurau dan suka cita memenuhi kediaman sekte Pedang Harapan.

__ADS_1


Akhirnya hari pertemuan besar Kekaisaran pun tiba.


__ADS_2