
Pagi harinya, Shen Long mengantar kepergian tetua dan ketua Yun hingga gerbang ibukota kerajaan. Kemudian dia kembali ke kediaman perguruan Wuming berdiskusi dengan tetua Xie, dan ketua Mu.
“Shen, aku akan kembali ke sekte pelepas arwah bersama cucuku Xie Lin dan Xie Mo untuk membenahi urusan sekte pelepas arwah. Tetua Yang juga akan ikut bersama kami untuk tinggal di sekte pelepas arwah sementara waktu” kata tetua Xie
“Baiklah tetua Xie, aku sementara belum bisa ikut ke sekte pelepas arwah. Setelah urusan dengan Lembah Suci selesai, aku akan singgah ke sekte pelepas arwah” sahut Shen Long
“Kakak Shen, janjilah untuk datang mengunjungiku nanti” kata Xie Lin dengan wajah tersipu.
“Nona Xie, aku pasti datang” sahut Shen Long.
“Baiklah, ketua Mu, kami akan kembali ke sekte pelepas arwah. Terima kasih telah membantu kami selama ini di perguruan Wuming, kami sekte pelepas arwah tidak akan pernah melupakan kebaikan ini” kata tetua Xie sambil menghormati ketua Mu.
“Ah, tetua Xie jangan terlalu sungkan, merupakan kehormatan bagi kami, Anda bersedia mengunjungi kediaman kami” sahut ketua Mu yang juga memberikan hormat.
Setelah berpamitan, tetua Xie beserta cucu-cucunya kemudian pergi bersama tetua Yang meninggalkan perguruan Wuming.
“Ketua Mu, aku pun berpamitan denganmu untuk menuju Lembah Suci, terima kasih atas segalanya selama ini” kata Shen Long memberikan hormat.
“Ah, saudarau Shen terlalu sungkan juga, saudara Shen justru telah banyak membantu kami perguruan Wuming yang harus berterima kasih padamu” sahut ketua Mu dengan memberi hormat juga.
Akhirnya setelah kepergian Shen Long, perguruan Wuming kembali ke aktivitas mereka semula, namun sejak Shen Long memenangkan pertandingan bela diri kerajaan, nama perguruan Wuming menjadi naik dan banyak yang ingin berguru ke sana.
\=========
Dalam perjalanan menuju Lembah Suci, Shen Long menyempatkan diri untuk menemui Wu Chen yang berada di desa Wulin sebelum masuk ke Lembah Suci.
“Tuan Shen, senang bertemu denganmu” kata Wu Chen ketika melihat kedatangan Wu Chen yang telah bertemu dengan kerabatnya.
“Aku juga senang melihatmu sehat, bagaimana perjalananmu Chen?” tanya Shen Long
“Tuan Shen, aku telah menemukan kerabatku kembali. Dan mendapat informasi kedua orang tuaku telah tiada. Mereka dimakamkan di pemakaman keluarga di desa Wulin” sahutnya
“Lalu apa rencanamu?” tanya Shen Long.
“Keluarga Wu di desa Wulin memiliki banyak hal yang perlu bantuanku. Jadi aku berencana mohon ijin pada tuan Shen untuk menetap disini membantu mereka.” sahut Wu Chen.
“Baiklah, aku mengijinkanmu untuk itu. Jika ada hal yang perlu aku bantu, jangan sungkan untuk mengutarakannya” kata Shen Long selanjutnya.
__ADS_1
“Tentu tuan Shen. Oh ya, aku mendengar kabar bahwa tuan Shen berhasil memenangkan pertandingan bela diri kerajaan dan mendapat hadiah Ginseng Purnama” kata Wu Chen.
“Benar.” sahut Shen Long.
“Ginseng purnama adalah bahan obat yang biasa di hasilkan oleh para pencari ginseng dari desa Wulin. Selama ini kami biasa mencari ginseng tersebut di lereng Gunung Abadi. Namun berapa tahun terakhir ini, kami dilarang untuk memasuki tempat pencarian tersebut. Tempat itu kini dijaga oleh murid-murid sekte Gunung Abadi” kata Wu Chen sedih.
“Benarkah? Mengapa seperti itu?” tanya Shen Long.
“Menurut para tetua di desa Wulin, sejak pergantian ketua sekte Gunung Abadi yang baru, kami dilarang untuk menaiki Gunung Abadi” lanjut Wu Chen.
Shen Long merenung memikirkan informasi baru yang diberikan oleh Wu Chen, dia menjadi semakin tertarik untuk menyelidiki Gunung Abadi.
“Baiklah Chen, aku akan berangkat menuju Lembah Suci menemui Dewi Suci dan Guru Suci. Nanti aku akan menyelidiki masalah ginseng ini kembali” kata Shen Long berpamitan.
“Terima kasih tuan Shen. Sampai ketemu lagi” sahut Wu Chen
Kemudian, Shen Long meneruskan perjalanannya menuju kediaman sekte Lembah Suci. Seperti biasa dia dihentikan oleh penjaga di depan gerbang sekte bersama pengunjung lainnya, namun setelah memperlihatkan lencara yang diberikan oleh Dewi Suci, penjaga itupun menundukkan kepala lalu mengantarnya bertemu Dewi Suci.
Di depan kamar Dewi Suci, penjaga yang mengantar Shen Long mengetuk pintu kamar Dewi Suci.
“Siapa?” terdengar suara Dewi Suci dari dalam kamarnya.
“Suruh dia langsung masuk, kamu segera kembali!” perintahnya.
“Baik Dewi” sahut penjaga tersebut lalu mempersilahkan Shen Long untuk masuk ke dalam kamar Dewi Suci.
Shen Long segera masuk ke dalam kamar yang pernah dia masuki dulu waktu menyamar sebagai pelayan wanita.
“Kemarilah Shen” kata Dewi Suci dari balik tirai memanggilnya.
Wajah Shen Long menjadi merah, dia memikirkan di balik tirai itu adalah tempat bak mandi tempat Dewi Suci biasa berendam dan membersihkan dirinya.
“Aku tidak berani Dewi” sahut Shen Long.
“Sejak kapan kamu merasa sopan seperti itu? Bukan kah waktu itu kamu dua kali sudah menemuiku disini” kata Dewi Suci dengan nada keras.
Mata Shen Long berkedut mendengar kata-kata itu kembali, dia tidak tahu apa yang harus dilakukan.
__ADS_1
“Kemarilah, atau aku akan berteriak” ancam Dewi Suci
Tidak menunggu Dewi berteriak, Shen Long segera masuk ke tempat pemandian Dewi Suci dan melihatnya berendam di dalam bak mandi sendirian.
Dewi Suci memandang Shen Long dengan wajah ketus, alisnya terangkat melihat kegugupan Shen Long di depannya.
Wajah Shen Long yang sudah merah, pikirannya mengembara kemana-mana melihat keindahan di depan matanya.
“Masuklah berendam bersamaku” kata Dewi Suci kembali
“Aku tidak berani Dewi” sahut Shen Long menundukkan wajahnya.
“Apa kamu ingin aku berteriak memanggil orang-orang untuk datang kemari?” ancam Dewi Suci kembali.
“Ti..Tidak, aku tidak ingin” sahut Shen Long.
“Jangan berpikir macam-macam. Aku hanya ingin keadilan” kata Dewi Suci.
“Keadilan? Apa maksud Dewi?” tanya Shen Long kebingungan.
“Kamu telah melihat dan menyentuh seluruh tubuhku selama ini.” kata Dewi Suci.
“Kini aku ingin melakukan hal yang sama padamu” lanjutnya dengan wajah yang merona merah.
Bagai disambar petir, pikiran Shen Long terkejut oleh kata-kata Dewi Suci. Dia merasa tidak enak hati jika diingatkan kejadian yang lalu oleh Dewi Suci.
“Ba..baiklah” sahutnya dengan menundukkan kepalanya.
Dia hanya bisa pasrah melepas pakaiannya satu persatu lalu berjalan dengan gugup memasuki bak mandi yang cukup besar untuk mereka berdua berendam.
Wajah Dewi Suci yang tampak merah dan mata yang menatapnya tajam pada Shen Long, membuat jantungnya berdetak lebih kencang. Meskipun hatinya sedikit berontak namun tubuhnya tidak bisa menyembunyikan pikiran anehnya.
Aroma harum yang sejak tadi tercium semakin harum saat dia berendam di dalam air yang penuh oleh kelopak bunga mawar.
Jantung Shen Long serasa ingin meloncat ketika Dewi Suci bergerak mendekatinya dan berkata “Biarkan sekarang aku yang menggosok tubuhmu”
“Jangan berani berpikir dan bertindak macam-macam, aku hanya membalas perlakuanmu padaku saat itu. Kamu cukup diam saja.” katanya.
__ADS_1
Tubuh Shen Long gemetar saat tangan halus Dewi Suci menyentuh tubuhnya.
“Ah, peduli amat. Aku nikmati saja” gumam Shen Long dalam hati sambil menutup matanya menikmati tangan Dewi Suci yang menggosok seluruh badannya.