Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 254 | Sekte Pedang Harapan berubah setelah 5 generasi


__ADS_3

Yun Mei menganggukkan kepalanya melihat ke arah pemimpin rombongan itu. Dia kemudian melanjutkan makannya bersama Naga Kecil.


Beberapa saat kemudian datang 4 orang memasuki warung makan itu dan duduk di depan Yun Mei. Orang itu memperhatikan Shen Long yang tetap makan seolah-olah tidak peduli dengan sekitarnya.


Orang-orang berbisik ketika melihat kedatangan mereka, Yun Mei juga memperhatikan hal itu.


“Tu-Tuan, apa yang bisa aku bantu?” tanya pelayan itu gugup pada 4 orang tersebut.


“Aku ingin makan di tempat ini, tetapi aku merasa tempat ini sedikit bau. Bisakah kamu membersihkan kotoran itu?” salah satu dari 4 orang itu melirik ke arah Shen Long yang tidak mempedulikan mereka.


Mata pelayan itu berkedut mendengar permintaan dari orang itu, dia tidak tahu harus menjawab apa.


“Hei bocah, aku tidak suka melihat penampilanmu dan cara makanmu yang aneh” teriaknya ke arah Naga Kecil


Yun Mei menjadi kesal mendengar hal itu dan menggebrak meja, “Apa maksud kalian?” teriaknya


“Hei nona manis, kamu sebaiknya duduk bersama kami disini. Kami dari sekte Pedang Harapan di kota Lung ini. Semua orang menghormati kami dan jangan bergaul dengan sampah seperti itu” sahut orang itu lagi sambil mencibir.


“Hahaha... “ketiga temannya tertawa mendengar ejekan temannya itu


Wajah Yun Mei menjadi gelap karenanya, meskipun mereka berasal dari desa, tetapi mereka juga berhak untuk makan di tempat itu.


“Tuan, sebaiknya jangan membuat keributan di warung makan. Kami semua sedang menikmati makanan ini” tiba-tiba pemimpin rombongan pertama yang hendak menuju ke sekte Angin Badai


“Siapa kamu berani memerintah kami?” teriak orang tadi sambil berdiri menatap pada rombongan pertama.


Wajah pemimpin rombongan pertama terlihat kesal karena hal itu, namun dia memendamnya. Siapa yang tidak kenal dengan sekte Pedang Harapan.


Sekte Pedang Harapan adalah sekte terbesar di wilayah Kekaisaran Naga. Dan selama 5 generasi telah menyebar ke seluruh wilayah Kekaisaran Naga, termasuk wilayah kerajaan timur. Di kota Lung ini terdapat juga salah satu cabang dari sekte Pedang Harapan.


Pendiri sekte Pedang Harapan adalah juga Kaisar dari Kekaisaran Naga sehingga mereka menjadi disegani oleh seluruh wilayah kekaisaran. Namun sejak generasi ke 5 ini, nama sekte Pedang Harapan telah menurun dan menjadi aliran hitam yang sangat dibenci oleh semua orang namun orang-orang masih takut pada mereka karena pelindung sekte Pedang Harapan adalah Kekaisaran Naga.


Pemimpin rombongan pertama menahan amarahnya, dia hanya diam tanpa berani melawan keempat orang tersebut.

__ADS_1


Melihat pemimpin rombongan itu diam, wajah keempat orang itu merasa diatas angin. Mereka lalu berjalan ke arah meja makan Yun Mei, lalu mengambil makanan dari meja tersebut dan menuangkannya di kepala Naga Kecil.


“Hahaha... “ mereka tertawa melihat hal itu.


Yun Mei tidak bisa menahan diri lagi, dia lalu berdiri dan hendak menampar wajah lelaki tersebut. Namun lelaki itu dengan sigap menangkap tangan Yun Mei dan menarik tubuh Yun Mei ke pelukannya.


Naga Kecil kemudian membersihkan makanan dari atas kepalanya namun wajahnya masih terlihat tenang menatap keempat orang itu.


“Apa maumu? Apa kamu ingin melawan kami?” ancam orang itu pada Naga Kecil


Naga Kecil berdiri sambil membersihkan tubuhnya dari makanan yang ditumpahkan oleh keempat orang itu. “Lepaskan wanita itu!” perintahnya pada mereka berempat


“Hahaha... siapa kamu berani memerintah kami” sahut salah satu dari mereka


“Aku tidak akan bicara lebih dari sekali. Jika tidak kalian tanggung sendiri akibatnya” lanjut Naga Kecil yang berjalan mendekati mereka


“Kamu berani melawan” orang yang berada di dekat Naga Kecil melayangkan tinjunya ke arah Naga Kecil.


BUGH! BRAKK...


Ketiga temannya menjadi marah melihat hal itu, lalu mereka mencabut pedang dan menyerang ke arah Naga Kecil. Naga Kecil tidak bergerak, dia hanya menangkap pedang-pedang itu lalu mematahkannya dengan jari tangannya.


Kemudian dia mendorong ketiga orang itu hingga terjungkal jatuh menabrak meja. Ketiga orang itu muntah darah hanya oleh dorongan ringan dari Naga Kecil.


“Apa sekte kalian tidak mengajarkan sopan santun pada kalian? Sungguh memalukan” kata Naga Kecil kemudian.


Segera keempat orang itu berusaha berdiri dan lari meninggalkan warung tersebut, “Tunggulah, sekte kami tidak akan membiarkanmu pergi semudah itu” teriak orang itu sebelum pergi.


Mendengar hal itu, Yun Mei menjadi gugup. Dia tidak ingin berurusan dengan sekte Pedang Harapan apalagi dengan pihak Kekaisaran. “Naga Kecil, kita harus segera pergi dari sini” ajak Yun Mei


“Saudara, benar kata nona. Sebaiknya kalian segera pergi dari sini” timpal pemimpin dari rombongan itu cemas.


Kemudian tampak seorang wanita dari rombongan itu berdiri,”Paman, apa tidak bisa meminta bantuan pada sekte Angin Badai untuk membantu melawan mereka?” tanya wanita itu.

__ADS_1


“Putri, aku takut sekte Angin Badai tidak akan bersedia untuk membantu” sahut pemimpin rombongan itu.


“Aku harus menggunakan nama ayah untuk membantu hal ini” sahut putri itu ingin membantu Naga Kecil yang dilihatnya berani dan tidak bersalah.


“Putri, sebaiknya jangan” larang pemimpin rombongan itu pelan.


Putri itu mendesah saat diingatkan oleh pemimpin rombongan itu. Mereka mendapat tugas dari ayahnya untuk bertemu dengan ketua sekte Angin Badai, namun tanpa mengungkap identitas mereka pada siapapun.


“Jika saja tidak dalam penyamaran, tentu nama ayah akan membuat orang dari sekte Pedang Harapan tidak akan berani bertindak” gumamnya dalam hati


Naga Kecil tampak tenang-tenang saja dan tidak peduli dengan kekacauan yang ditimbulkan olehnya. “Mengapa kita harus buru-buru pergi, bukankah pertunjukan baru akan dimulai?” katanya dengan santai


“Ka-kamu jangan meremehkan sekte Pedang Harapan” teriak Yun Mei memarahinya.


“Benar nak. Kekuatan mereka sungguh diluar dugaan. Mereka juga didukung oleh pihak Kekaisaran, bahkan Kerajaan timur juga tidak berani melawan mereka” timpal pemimpin rombongan itu.


“Tuan, sebaiknya kamu mendengarkan perkataan pamanku ini” Putri itu berjalan mendekati Naga Kecil dan menasehatinya.


“Terima kasih atas perhatian nona. Tapi maaf, nona siapa?” tanya Naga Kecil dengan polosnya membuat wajah Putri itu menjadi merah


“A-Aku Shi An.” sahutnya gugup tanpa sengaja menyebut nama aslinya


Wajah pemimpin rombongan yang dipanggil paman itu terkejut, dia tidak menyangka Putri akan keceplosan menyebut namanya sendiri pada orang yang tak dikenalnya.


“Oh, terima kasih nona Shi. Aku bisa menjaga diriku sendiri.” sahut Naga Kecil acuh tak acuh.


Melihat nasehatnya tidak dihiraukan oleh Naga Kecil, wajah Putri Shi An menjadi kesal. Dia lalu berbalik kembali ke mejanya dan duduk bersama dua wanita lainnya dengan hati kesal.


“Baiklah. Jaga dirimu baik-baik” sahut paman itu sambil memberi hormat pada Naga Kecil dan kembali ke mejanya


Tiba-tiba beberapa orang datang bersama keempat orang yang tadi didorong oleh Naga Kecil hingga terluka dalam.


“Siapa yang telah berani memukul orang-orang dari sekte Pedang Harapan kami” teriak orang setengah baya di depan.

__ADS_1


“Tetua, itu orangnya!” teriak lelaki yang didorong oleh Naga Kecil sambil menunjuk ke arahnya.


__ADS_2