
Semua orang dari klan dunia bawah bersemangat mendengar perkataan Shen Long yang ingin pergi ke dunia bawah untuk menyelamatkan rakyat dunia bawah dari penjajahan dewa kuno.
“Yang Mulia, bagaimana caranya ke dunia bawah? Semua portal ke dunia bawah telah ditutup oleh dewa kuno?” Shan Lang terlihat bingung memikirkan cara untuk pergi ke dunia bawah.
“Kamu lupa kalau aku memiliki Naga YingLong yang bisa menembus ketiga alam tanpa portal.” Shen Long tersenyum pada Shan Lang. “Naga YingLong keluarlah!” Shen Long lalu memanggil Naga YingLong.
Seekor Naga raksasa muncul dari cincin milik Shen Long, “Ada apa Yang Mulia memanggilku?” tanya Naga YingLong.
Mata dewa Zhou Ti dan Che Ti terbelalak tidak menyangka Shen Long memiliki seekor naga untuk kendaraannya. “Anak ini jauh melebihi dari apa yang kubayangkan. Ini semakin menarik,” gumam Zhou Ti dalam hatinya setelah melihat naga YingLong itu.
Berbeda dengan Shan Lang, Raja Siluman Air Shui Ni dan Raja Naga Logam Jin Long, mereka bertiga tampak berbinar dan cerah melihat kehadiran naga YingLong yang pernah mereka lihat menembus alam dunia bawah.
“Mari kita berangkat,” ajak Shen Long yang memimpin naik ke punggung YingLong. Kemudian yang lainnya turut naik ke atas punggung YingLong bersama Che Ti dan Zhou Ti yang masih tertegun tidak percaya dengan keberadaan naga tersebut.
“YingLong, antarkan kami ke dunia bawah!” Shen Long memberi perintah pada naga YingLong. “Baik tuan,” sahut Naga YingLong.
Naga YingLong kemudian melesat naik ke langit kemudian meliuk untuk mengambil ancang-ancang sebelum akhirnya menukik turun menembus ke dalam tanah yang telah berlubang oleh mahkota di atas kepalanya. Tubuh YingLong menembus ke dalam tanah menuju dunia bawah bersama Shen Long dan teman-temannya yang berada di punggungnya.
Beberapa menit kemudian mereka telah tiba di alam dunia bawah dan muncul dari langit dunia bawah. Shen Long melihat dari ketinggian pemandangan di dunia bawah jauh berbeda dari dalam ingatannya. Kini tampak tanah yang gersang dan banyak reruntuhan kota di sekitarnya.
__ADS_1
“Bukankah ini wilayah timur ras klan binatang?” Shen Long bertanya pada Shan Lang.
Shan Lang sendiri terkejut melihat perubahan wilayah kerajaannya saat ini. Ketika Shan Lang menyerahkan kekuasaan pada penerusnya Raja Musang, kemudian dia pergi ke dunia manusia untuk berpetualang dan mencari teman-temannya yang berada di dunia manusia saat itu.
Keadaan dunia bawah wilayah timur kerajaannya tidak seperti yang terlihat saat ini. Dia pun terkejut melihat di kejauhan pagoda milik pendeta tertinggi telah hancur bagian atas hingga menyisakan bagian bawahnya saja yang juga telah tinggal reruntuhannya.
Mereka pun mendarat di tanah dunia bawah, lalu Shen Long mengembalikan naga YingLong ke dalam cincin penyimpanannya yang memiliki alam untuk tempat tinggal naga YingLong.
Shan Lang terlihat geram memandang sekeliling tempat itu yang kini hanya tinggal reruntuhan. Hatinya terasa sedih dan juga marah melihat tempat kelahirannya yang sudah berubah.
“Yang Mulia, wilayah selatanku pun juga hancur saat kami mengungsi ke dunia manusia. Kami tidak tahu apakah masih ada klan naga yang tersisa di dunia bawah ini,” sahut Raja Naga Logam Jin Long
Saat mereka sedang melihat sekelilingnya, tiba-tiba...
“Nak, jangan bermain-main dengan senjata tajam!” kata Shan Lang melihat anak-anak kecil itu.
Shen Long memperhatikan wajah anak-anak itu sebagian besar merasa ragu dan ketakutan. Dia kemudian meminta Che Ti untuk mengeluarkan bekal makanan dan minuman yang mereka bawa. Shan Lang juga ikut mengeluarkan makanan dan minumannya lalu menyerahkan semua perbekalan mereka pada anak-anak itu.
Mata anak-anak itu tampak senang sekali menerima perbekalan itu, mereka pun bergegas untuk pergi meninggalkan tempat itu menuju ke reruntuhan kota. Shen Long mengedipkan matanya pada Shan Lang yang kemudian mengerti maksudnya. Shan Lang bersama sahabatnya Shui Ni lalu bergerak mengikuti anak-anak itu dari kejauhan.
__ADS_1
Anak-anak itu bergerak seperti mata-mata yang terlatih, mereka berpencar lalu saling bergerak kesana kemari untuk mengacaukan jejak dan menghapus jejak mereka. Kemudian mereka pun bertemu lagi di suatu titik untuk berjalan bersama-sama kembali.
Shan Lang tersenyum menyaksikan hal itu, meskipun bagi orang kuat seperti mereka hal itu sangat mudah. Namun apa yang dilakukan oleh anak-anak itu cukup untuk mengelabui orang yang berada dibawah tingkat jendral.
Shan Lang lalu melanjutkan mengikuti anak-anak kecil tersebut yang berjalan masuk ke dalam hutan. Lalu mereka menuju ke sebuah gua yang tersembunyi di tempat itu dan memasukinya. Di dalam gua tersebut, tampak tebing yang tidak terlihat dari dunia luar. Mereka pun mengikuti anak-anak itu yang berjalan menyusuri tebing tersebut.
DI ujung tebing tampak sebuah lembah tersembunyi yang tertutupi oleh pohon-pohon besar di sekitarnya. Di bawah pohon itu tampak beberapa gubuk sederhana yang terbuat dari batang kayu pepohonan serta dedaunan sebagai atapnya.
Anak-anak itu lalu membagi-bagikan perbekalan yang berhasil mereka dapatkan dari Shan Lang dan teman-temannya. Sosok orang tua dan anak-anak lain tampak lebih banyak di gubuk tersebut. Mereka merasa gembira karena mendapatkan perbekalan makanan itu.
“Shui Ni, pergilah untuk memanggil Yang Mulia kemari,” pinta Shan Lang. Shui Ni segera pergi kembali untuk menemui Shen Long dan melaporkan tempat itu padanya. Setelah itu Shan Lang bangkit dan berjalan mendekati tempat persembunyian mereka.
Anak-anak yang tadi meminta perbekalan dari Shan Lang terkejut ketika melihat kedatangan Shan Lang. Mereka langsung mengeluarkan senjata tajam untuk bersiap melawan apabila Shan Lang menyerang mereka.
Orang-orang yang berada di tempat itu serta merta panik dan mencoba untuk bersembunyi ke dalam gubuk. Namun ada seorang lelaki tua yang menyipitkan mata ketika melihat wajah Shan Lang dengan jelas.
“Yang Mulia Raja, apakah itu dirimu?” Lelaki tua itu tampak berjalan tergesa-gesa menuju ke arah Shan Lang. “Ah, ternyata benar itu dirimu Yang Mulia.” Lelaki tua itu lalu menjatuhkan tubuhnya berlutut di depan Shan Lang.
Shan Lang lalu menahan tubuh lelaki tua itu dan hendak membangunkannya. “Yang Mulia Shan Lang, senang bertemu denganmu lagi,” tiba-tiba beberapa orang tua di tempat persembunyian itu berhamburan keluar dari gubuk mereka. Mereka yang mengenal Shan Lang langsung berlutut di depan Shan Lang.
__ADS_1
Alis Shan Lang berkedut melihat kejadian itu. Dia merasa bersalah karena tidak dapat melindungi rakyatnya dan membuat mereka hidup tersiksa seperti saat ini. Shan Lang menatap rakyatnya itu dengan wajah terharu.
“Maafkan aku yang tidak bisa melindungi kalian semua,” kata Shan Lang dengan wajah sedih.