
Dengan kecepatan tinggi Shen Long pun tiba di kota Bailing dalam beberapa menit. Dia segera turun di balik bangunan setelah melewati gerbang kota. NingYue masih merasa pusing dengan terbang melayang di udara dan tidak menyadari pakaiannya sedikit terbuka selama penerbangan.
Shen Long tertegun melihat dada NingYue sambil menelan ludahnya, wajahnya pun menjadi merah karenanya.
“Apa yang kamu lihat Shen?” kata NingYue yang pura-pura marah dengan wajah merah karena malu, namun dalam hati sebenarnya merasa senang karena telah mendapatkan perhatian Shen Long terhadap tubuhnya.
“Ah, kita sudah sampai. Mari kita mencari penginapan untuk beristirahat.” ajak Shen Long mengalihkan pembicaraan sambil menarik tangan NingYue.
Kota Bailing tidak seperti kota Daosen yang dipenuhi oleh para wanita saja. Di kota ini para pria dan wanita tampak berlalu lalang seperti kota pada umumnya.
NingYue merasa senang dalam hatinya bergandengan tangan berjalan di tengah kota pada malam hari. Dia pun mengikuti Shen Long mencari penginapan di tengah kota Bailing dengan wajah merah karena merasa tersipu. Shen Long pun akhirnya memesan sebuah kamar untuk beristirahat dan membuat jantung NingYue berdetak kencang kembali.
“Sekamar? Ah, Jika seperti ini terus, jantungku tidak akan kuat selama berada di Loka 1 ini,” batin NingYue.
Ketika tiba di dalam kamar, NingYue tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Dia merasa canggung dan berdiri dengan gugup. Shen Long segera membereskan tempat tidur. “Silahkan nona Ning.”
“Baik!” NingYue berjalan menuju ranjang dengan gugup lalu duduk di pinggir ranjang dengan memejamkan matanya. Bibirnya yang mungil terbuka seperti mengharapkan sesuatu yang tidak pernah datang. Ketika dia membuka matanya, dia melihat Shen Long telah duduk bersila di atas kursi dan melakukan meditasinya.
“Huh! Dia selalu melakukan meditasi setiap saat,” gumam NingYue merasa kesal dalam hatinya yang kemudian merebahkan tubuhnya dengan berselimut di atas ranjang.
Kereta kuda Wang Xiao tampak meluncur memasuki gerbang kota Bailing. Orang-orang di dalam kota terkejut ketika melihat kereta kuda datang pada malam hari memasuki kota. Kereta itu berhenti di depan penginapan, Wang Xiao turun bersama pengawalnya memasuki penginapan dan memesan kamar untuk mereka beristirahat malam itu.
__ADS_1
Kemudian dua ekor kuda kembali memasuki gerbang kota dan berhenti di depan penginapan. Lalu Dao Lin bersama dua pengawalnya pun turun memesan kamar untuk beristirahat.
Xu Xian yang paling terakhir menyusul memasuki gerbang kota Bailing dengan nafas terengah-engah setelah berlarian dan melompat dengan ilmu meringankan tubuh dari kota Daosen. Dia berjalan perlahan dengan lutut gemetar menuju ke penginapan untuk memesan kamarnya. “Sial, jika bukan karena dewa laki-laki yang tampan dan kuat itu. Aku tidak akan melakukan hal ini.” geramnya.
Karena rasa penasarannya, Xu Xian pun akhirnya tiba di kota Bailing menyusul Shen Long. Namun dia tidak tahu dimana mereka menginap saat ini. Di kota Bailing terdapat tiga buah penginapan, jadi Xu Xian berpikir untuk menemukan mereka keesokan harinya.
Keesokan paginya, Shen Long telah terlebih dulu bangun sebelum matahari terbit. Dia membersihkan dirinya lalu pergi keluar kamar untuk melihat keadaan kota di pagi hari. Shen Long kemudian memesan sarapan pagi untuk diantarkan ke dalam kamarnya.
Ketika tiba di dalam kamar, NingYue sudah terbangun dan selesai membersihkan dirinya. Mereka pun menikmati sarapan pagi berdua dan setelah itu bersiap untuk berangkat menuju Gunung Beruang Putih.
“Shen, sebaiknya kita mencari kuda untuk pergi ke atas gunung itu.” kata NingYue.
“Tidak. Itu akan memakan waktu lebih lama. Kita tidak punya waktu lama di Loka ini. Jadi sebaiknya kita terbang kembali ke puncak gunung.” sahut Shen Long dengan santai. Mendengar hal itu wajah NingYue kembali menjadi merah.
“Ah, tidak... tidak... aku akan mengikutimu.”
NingYue segera menjawab perkataan Shen Long agar dia tidak berubah pikiran. NingYue menyukai terbang berpelukan dengan Shen Long. Dan dia menginginkan hal itu kembali.
Namun apa yang diinginkannya tidak terjadi. Kali ini Shen Long menarik tangan NingYue terbang ke atas puncak gunung dengan bergandengan tangan. Ning Yue memegang tangan Shen Long dengan kedua tangannya karena takut akan jatuh. Matanya terbelalak karena ketakutan, namun Shen Long tersenyum melihat wajah NingYue pucat karena ketakutan.
Saat mendekati puncak gunung, di kejauhan Shen Long melihat sebuah gerbang sekte yang bertuliskan “Sekte Beruang Putih”. Dia pun segera turun tak jauh dari gerbang itu. “Ah, rupanya puncak gunung ini menjadi milik sekte Beruang Putih.”
__ADS_1
NingYue yang juga telah turun segera mengatur nafasnya yang tersengal-sengal karena ketakutan. “Lalu bagaimana Shen?”
Shen Long menghentikan langkahnya memikirkan hal itu. Jika di puncak gunung ini ada sebuah kediaman sekte, tentunya tempat tertinggi sudah menjadi sebuah bangunan. Diapun memikirkan alasan agar bisa masuk ke dalam kediaman sekte dan mencari tempat yang baik untuk menyerap energi cahaya.
“Nona Ning, Tunggulah aku disini. Aku akan masuk menyelinap ke kediaman sekte itu untuk melihat situasinya.” kata Shen Long.
“Baik.” NingYue juga agak sedikit lelah setelah melakukan penerbangan yang cukup membuat hatinya ketakutan dan dia butuh beristirahat sebentar.
Shen Long segera menyelinap masuk dengan kecepatan tinggi ke kediaman sekte Beruang Putih tanpa diketahui oleh siapapun. Dia mencari tempat paling tinggi yang ada di dalam kediaman sekte.
Di bagian belakang kediaman sekte, terdapat tangga yang cukup tinggi menuju ke bagian puncak teratas gunung itu. Shen Long pun melesat kembali dengan cepat menaiki tangga dan seperti terbang melayang ke atas.
Tiba di bagian atas tangga tampak sebuah dataran kosong yang ditumbuhi oleh beberapa pohon perindang di sekelilingnya. Di tengah dataran itu tampak beberapa batu nisan yang sepertinya daerah makam keluarga sekte itu.
Shen Long menghela nafasnya setelah menemukan tempat yang cocok untuk bermeditasi. Lalu dia memandang ke bawah untuk melihat kediaman sekte dari tempat ketinggian itu.
“Tempat yang sangat cocok untuk bermeditasi. Tetapi aku rasa NingYue tidak akan betah terlalu lama menungguiku untuk bermeditasi disini.” gumam Shen Long dalam hatinya.
Shen Long akhirnya memutuskan untuk mengajak NingYue kembali ke kota Bailing agar dia bisa bebas melakukan meditasi sendiri di puncak gunung tersebut.
“Nona Ning, aku rasa sebaiknya aku sendiri melakukan meditasi di gunung ini.” kata Shen Long saat bertemu kembali dengan NingYue di luar gerbang sekte.
__ADS_1
NingYue memahami maksud Shen Long. Dia mengerti tentunya Shen Long akan melakukan penyerapan energi selama sehari penuh bahkan lebih dari sehari di tempat itu. Jadi sebaiknya dia kembali ke kota Bailing dan menantinya disana.