
Wajah Shi Meng menjadi merah padam mendengar ejekan dari Shen Long. Dia menjadi sangat marah. “Pengawal. Tangkap orang ini!” Teriaknya membuat para pengawal kerajaan datang mengepung Shen Long dan He Ti.
Shen Long dan He Ti tampak tenang dan acuh tak acuh melihat pengepungan itu. Shen Long menatap pada Shi Meng, “Hanya ini kemampuanmu sebagai calon raja?”
Shi Meng menggertakkan giginya karena merasa kesal dengan perkataan Shen Long, “Tangkap mereka!” Perintahnya pada seluruh pengawal kerajaan.
He Ti mengerahkan seluruh tenaganya dan menghempaskan seluruh pengawal kerajaan timur di kediaman Putra Mahkota itu
“Hmm... ternyata tehnik ini sangat berguna dan efisien,” gumam He Ti tersenyum. Dia mempelajari cara menjatuhkan pengepungan itu dari Shen Long saat menyerang ke sekte Pedang Harapan.
Mata Shi Meng melotot melihat para pengawalnya dijatuhkan hanya dengan hembusan udara saat He Ti mengerahkan kekuatannya. “Mereka sangat kuat,” gumamnya dalam hati.
“He Ti, apa yang kamu lakukan?” Tiba-tiba terdengar suara dewa Jia Ti datang ke aula itu setelah merasakan ada orang yang mengerahkan kekuatan di sekitar kediaman Putra Mahkota.
“Tuan Jia!” Shi Meng gembira merasa ada sedotan kehidupan datang membantunya. “Dengan adanya Tuan Jia bersamaku, kedua orang ini bukanlah tandingannya,” gumam Shi Meng dalam hatinya dengan gembira.
Shen Long menyipitkan matanya melihat ke arah Jia Ti, dia merasakan kekuatannya lebih kuat dari He Ti maupun Che Ti.
“He Ti, mundurlah. Biarkan aku menghadapinya,” kata Shen Long pelan pada He Ti.
“Baik,” sahut He Ti dengan santai dan mundur beberapa langkah.
Mata dewa Jia Ti berkedut melihat He Ti dengan patuh mendengarkan perintah dari Shen Long. Dia tidak menyangka He Ti yang biasanya kejam, kini menjadi lunak dan menuruti perintah dari manusia di depannya itu.
“Apa yang terjadi? Siapa orang ini?” pikir Jia Ti sambil menatap ke arah Shen Long.
Shen Long tidak mempedulikan Jia Ti, dia memandang Shi Meng dengan tatapan tajam. “Shi Meng, aku datang untuk menagih tanggungjawab darimu pada sekteku,” kata Shen Long.
__ADS_1
Wajah Shi Meng berubah mendengar perkataan Shen Long. “Sektemu?” Dia tidak mengerti.
“Iya. Kamu telah menghancurkan nama baik sekte Pedang Harapanku,” sahut Shen Long kembali.
“Hahaha... memangnya siapa kamu?” Sahut Shi Meng tertawa mendengar perkataan Shen Long.
“Aku ketua sekte Pedang Harapan. Kamu telah memanfaatkan sekteku untuk menindas rakyat,” lanjut Shen Long dengan wajah marah pada Shi Meng.
“Kamu? Hahaha... Sejak kapan kamu menjadi ketua sekte Pedang Harapan?” Tawa Shi Meng tidak percaya pada kata-kata Shen Long.
“Ah, aku tahu kamu tidak akan percaya. Kalian benar-benar memaksaku untuk bertindak keras,” sahut Shen Long sambil menghela nafasnya.
“Tuan Jia!” Seru Shi Meng merasakan tekanan dari Shen Long yang membuatnya ketakutan.
Jia Ti langsung melompat ke depan Shi Meng untuk menghalangi Shen Long.
“Katakan siapa namamu, Nak. Agar aku bisa membuatkan nisan untukmu,” kata dewa Jia Ti pada Shen Long.
Alis dewa Jia Ti berkedut mendengar perkataan dari Shen Long. Wajahnya berubah gelap karena perkataan tersebut. Dia segera bersiap untuk menyerang ke arah Shen Long dengan kekuatannya.
Tubuh Jia Ti bergerak secepat kilat dan sudah berada di depan Shen Long hendak meninju wajah Shen Long. Namun dia terkejut saat tinjunya hanya mengenai tempat kosong dan Shen Long sudah berada di sampingnya sambil mengarahkan tinjunya ke perut Jia Ti.
BUGH...
Perut dewa Jia Ti terkena tinju dari Shen Long dengan telak. Untung saja Jia Ti masih sempat mengerahkan kekuatannya untuk memblokir tinju Shen Long di perutnya. Namun perutnya masih terasa sedikit kebas oleh tinju Shen Long dan tubuhnya terdorong mundur satu langkah.
“Cih, kecepatan anak ini setara denganku. Aku terlalu meremehkannya.” gumam dewa Jia Ti dalam hatinya.
__ADS_1
Dewa Jia Ti kini mengerahkan seluruh kekuatannya untuk melawan Shen Long. Dia tidak lagi main-main seperti tadi. Dengan menggunakan jurus Dewa Kuno miliknya, energi yang dimilikinya memunculkan bayangan sosok dewa raksasa kuno menatap ke arah Shen Long.
Shen Long tidak mau kalah, dia mengerahkan kekuatan Iblis Purba miliknya dan memunculkan bayangan Iblis yang sangat besar melebihi bayangan dewa raksasa kuno milik Jia Ti.
Meskipun Jia Ti sedikit terkejut, namun dia dengan tenang menyerang ke arah Shen Long. Tampak bayangan dewa raksasa itu memukul dengan tinjunya ke arah bayangan iblis yang dibuat oleh Shen Long.
Kedua bayangan itu turut berkelahi mengikuti pertarungan antara Shen Long dan Jia Ti. Beberapa jurus telah berlalu dan mereka terlihat seimbang. Jia Ti menggunakan jurus puncak miliknya Jurus Mengguncang Surga. Kekutan yang dikerahkan oleh jurus ini sangat dahsyat dan menekan ke segala arah.
Shen Long menyipitkan matanya, dia segera mengerahkan jurus Roh Naga Iblis Membelah Langit Kesembilan yang merupakan ciptaannya dari gabungan dua jurus Roh Sembilan Naga Langit dengan Roh Pedang Pembelah Langit.
Bayangan Iblis berubah menjadi Naga Iblis yang membuka mulutnya menelan dewa raksasa yang dibuat oleh energi serangan dari dewa Jia Ti.
Mata Jia Ti terbelalak saat melihat jurusnya dengan mudah dipatahkan oleh Shen Long. “Sial, Siapa anak ini sebenarnya?” gumamnya dalam hati.
Shen Long tidak menghentikan serangannya, dia melanjutkan dengan mengerahkan kekuatan maksimal miliknya, Roh Naga Iblis Membelah Langit Kesembilan membesar dengan pengerahan kekuatan dari Shen Long lalu mengoyak bayangan dewa raksasa dari dewa Jia Ti hingga lenyap.
Dewa Jia Ti mengeluarkan darah segar dari sudut mulutnya. Wajahnya menjadi jelek merasakan kekuatannya dikalahkan oleh Shen Long. Dia tidak percaya akan hal itu. Dia segera menyerang kembali dengan kekuatan penuhnya yang tersisa.
Shen Long menyipitkan matanya melihat keteguhan dewa Jia Ti. Dia menyambut serangan Jia Ti dengan mengadu tenaganya.
BUMM...
Pukulan Shen Long beradu dengan pukulan dewa Jia Ti. Tampak dewa Jia Ti terhempas oleh pukulan Shen Long dan tubuhnya terluka dalam. Darah menyembur dari mulutnya kembali. “Ugh... sungguh kuat sekali,” gumam dewa Jia Ti yang baru menyadarinya.
Wajah Shi Meng pun menjadi jelek melihat kekalahan dari dewa Jia Ti yang diandalkan olehnya. Dia tidak menyangka orang yang selalu dia agungkan itu akan kalah dengan begitu mudahnya.
Shen Long tidak memberikan kesempatan pada dewa Jia Ti untuk mengatur nafas kembali. Saat tubuhnya melayang di udara, Shen Long telah menanti di belakangnya.
__ADS_1
Mata Jia Ti berkedut melihat tubuhnya melayang ke arah Shen Long, dia hanya bisa mengerahkan tenaganya yang tersisa pada kedua tangannya untuk memblokir serangan Shen Long.
Melihat hal itu, Shen Long tidak memukul Jia Ti dengan tangannya, namun dia menendang punggung Jia Ti yang tidak terlindungi.