Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 397 | Menolak pesan dari Pendeta Agung


__ADS_3

Mengorbankan kota kecil untuk kepentingan dunia yang lebih besar tidak ada dalam pikiran Shen Long. Bagaimanapun Shen Long tidak ingin mengorbankan kehidupan yang baik untuk meningkatkan kekuatannya.


Selama ini, meskipun Shen Long memiliki ilmu pemurnian serap jiwa, dia tidak pernah menggunakannya dengan mengorbankan kehidupan yang baik. Dia hanya menggunakannya terhadap para iblis dan kejahatan.


“Nona Ning, mohon maaf. Kita sebaiknya mencari sumber energi cahaya yang lain.” sahut Shen Long sambil menundukkan kepalanya.


NingYue tidak bisa berkata apa-apa lagi, dia merasa kecewa karena telah sia-sia menunggu kedatangan Shen Long dan Shen Long tidak melaksanakan pesan yang ditinggalkan oleh gurunya.


NingYue lalu kembali ke belakang halaman kediamannya tanpa berkata sepatah katapun. Dia berpikir bagaimana untuk membujuk Shen Long agar bisa mengikuti petunjuk dari gurunya.


Shen Long mengerti apa yang dipikirkan oleh NingYue, dan dia memahami betapa kecewanya NingYue pada dirinya karena hal ini. Namun Shen Long juga memiliki prinsipnya sendiri. Tentu saja dia tidak boleh melanggar prinsipnya sendiri.


Sementara NingYue tengah memikirkan cara untuk membujuk Shen Long, justru Shen Long memikirkan cara untuk mencari sumber energi cahaya lainnya.


“Sebaiknya aku melihat petunjuk yang ditinggalkan oleh tetua Yuanshi padaku,” gumam Shen Long dalam hatinya.


Di kediaman NingYue, Shen Long telah disiapkan satu kamar khusus untuknya beristirahat. Di dalam kamar yang telah disediakan, Shen Long duduk bersila untuk mengingat petunjuk yang telah diberikan oleh tetua Yuanshi padanya.


Tampak muncul berbagai ingatan di dalam kepalanya yang memperlihatkan cara untuk menggabungkan energi naga dan mengolahnya menjadi lebih kuat. Shen Long menghentikan ingatannya dan bertanya pada Dewa Cahaya di dalam kepalanya.


“Dewa Cahaya, dimana aku bisa menemukan sumber energi cahaya ini?” tanya Shen Long di dalam kepalanya pada Dewa Cahaya.


“Sumber energi cahaya dari semesta ini adalah Matahari. Kamu harus pergi menembus dunia langit dan aura kegelapan yang menyelimuti Loka ini untuk mendapatkannya.”


Wajah Shen Long berkerut mendengarkan jawaban dari Dewa Cahaya dalam pikirannya. “Alam Maya.” terbersit tempat itu dalam pikiran Shen Long.


Untuk menuju ke Alam Maya, dia harus pergi ke dunia langit pada tingkat Alam Bintang dan menemukan kuil Dewa Cahaya saat berada di Loka asalnya. Namun di Loka ini Shen Long tidak tahu bagaimana caranya untuk pergi ke Alam Maya.


“Dewa Cahaya, bagaimana aku bisa pergi ke alam Maya di dunia ini?” tanya Shen Long kembali

__ADS_1


“Shen, untuk pergi ke Alam Maya kamu harus menembus lapisan alam tertinggi di dunia langit. Namun tempat itu telah ditutup oleh Dewa Kegelapan saat ini.” sahut Dewa Cahaya.


“Apakah Dewa Kegelapan berada di Alam Maya?”


Tidak ada jawaban dari Dewa Cahaya sementara waktu, dia termenung memikirkan hal itu. “Bisa jadi seperti itu, setelah dia terluka saat kami bertarung. Kemungkinan besar dia pergi ke Alam Maya untuk memulihkan dirinya.” sahut Dewa Cahaya kembali


Shen Long menggelengkan kepalanya memikirkan hal tersebut. Saat ini pergi ke alam Maya akan sama saja bertemu dengan Dewa Kegelapan dan bertarung melawannya. Meskipun kekuatan mereka saat ini sama-sama berada di Keheningan Semesta, namun siapa yang tahu jika Dewa Kegelapan telah meningkatkan kekuatannya setelah memulihkan diri.


Mengingat sekian lamanya Dewa Kegelapan tidak muncul di dunia ini, kemungkinan besar kekuatannya telah meningkat lebih tinggi. Shen Long tidak bisa mengabaikan hal itu jika ingin memenangkan pertarungan melawannya.


“Ah... sebaiknya aku bertanya kemana arah menuju utara yang ditunjukkan oleh Yuanshi. Apakah ini yang dimaksud utara olehnya? Ataukah ada arah yang lain?” Shen Long benar-benar tidak tahu arah dari tempatnya sekarang.


Kegelapan yang menyelimuti Loka ini benar-benar membuat segala suatunya menjadi rumit. Shen Long menghela nafasnya lalu keluar dari dalam kamarnya untuk menikmati udara segar.


Shen Long berjalan perlahan dan berhenti di depan pohon buah yang sedang berbuah lebat. Kemudian dia memetik satu buah dan memakannya. Buah tersebut seperti apel yang rasanya manis namun di dalamnya lebih berair.


Tiba-tiba sebuah suara datang mendekatinya. Tampak NingYue yang telah berganti pakaian datang mendekati Shen Long dengan tersenyum. Dia kemudian berdiri disamping Shen Long, juga memetik satu buah Arpel dan memakannya.


“Nona Ning.” Shen Long menyapanya.


NingYue menggigit buah Arpel itu dengan giginya yang putih kecil lalu memakannya. Tampak NingYue menikmati buah itu di dalam bibirnya yang tipis. Shen Long merasa kesulitan untuk menelan buah saat melihat bibir NingYue di depannya yang mengulum buah Arpel tersebut.


“Maaf, aku membuatmu tertegun. Apakah ada yang salah denganku?”


Kata-kata NingYue membuat Shen Long tersadar lalu wajahnya menjadi merah karena merasa malu. “Sial, apa yang kupikirkan.”


Patut diakui Shen Long bahwa kecantikan NingYue ini menyamai istrinya Putri Shui dan Yun Mei. Dengan melihatnya Shen Long menjadi teringat pada mereka berdua. Hal itu membuat Shen Long memandang ke arah langit dengan tatapan rindu akan Loka asalnya. “Apa yang sedang kalian lakukan disana?” batinnya.


“Ehm, apakah aku mengingatkanmu pada istrimu di tempat asalmu tuan Shen?” goda NingYue yang tersenyum kecil padanya.

__ADS_1


“Ah, sejujurnya aku memang merindukan tempat asalku dan istriku.” sahut Shen Long sambil mende-sah pelan.


NingYue tersenyum melihat wajah merah Shen Long. “Bisakah kamu mengajakku pergi ke tempat asalmu?” pintanya.


Jantung Shen Long berdetak kencang mendengar permintaan NingYue. Ini pertama kalinya dia merasakan detak jantung seperti ini di dunia ini. Namun dia berusaha untuk meredam dan mengatur detak jantungnya itu.


“Nona Ning, aku sendiri tidak tahu bagaimana caranya kembali ke dunia asalku.” keluh Shen Long.


NingYue mendekatkan wajahnya ke wajah Shen Long dan membuat jantung Shen Long kembali berontak karena hidungnya mencium aroma harum kembali.


“Aku tahu cara untuk kembali ke tempat asalmu.” sahut NingYue disertai senyuman manisnya dan kemudian hendak pergi meninggalkan Shen Long.


“Nona Ning, katakan bagaimana caranya untuk pergi ke tempat asalku?” pinta Shen Long penuh harap.


NingYue menghentikan langkahnya. “Aku akan mengatakannya jika kamu mau mengajakku serta pergi kesana.” sahut NingYue yang kemudian tertawa kecil sambil berlalu.


“Ah, hatiku masih saja lemah menghadapi wanita.” batin Shen Long tak berdaya.


“Mungkin maksudmu menghadapi wanita cantik, Shen.” Tiba-tiba Kaisar Dewa Iblis berbicara dengannya.


Shen Long telah lama tidak berbicara dengan Kaisar Dewa Iblis dan dia hampir saja melupakannya karena dia sedang berlibur.


“Apa yang membuatmu tiba-tiba menemuiku Kaisar?” tanya Shen Long.


“Aku merasa kekuatanmu telah meningkat berpuluh-puluh kali lipat dari sebelum aku pergi berlibur. Aku juga lihat kamu telah ditemani oleh Dewa Cahaya yang lemah selama ini. Jadi aku terpaksa menunda waktu liburku kembali.”


“Apa maksudmu? Siapa yang lemah?” Geram Dewa Cahaya dalam pikiran Shen Long.


Shen Long menggelengkan kepala sambil menepuk dahinya mengingat Kaisar Dewa Iblis yang selalu bertengkar dengan Dewa Cahaya di dalam pikirannya.

__ADS_1


__ADS_2