Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 342 | Liushan sang dewa kekayaan


__ADS_3

Beberapa orang di antara para mogull dan mogullian itu tampak terkejut begitu melihat kemunculan Wanshan di tempat itu. Mereka yang membicarakan Wanshan dan pertarungan di tempatnya sontak menjadi terdiam dan berbisik ketika Wanshan berjalan melewati mereka.


“Wanshan saudaraku, apa yang membuatmu tumben datang kemari lagi?” Sebuah suara terdengar mendekati Wanshan dari arah kanan mereka. Tampak seorang mogullian berwajah licik datang mendekati Wanshan bersama dua orang pengawal di belakangnya.


“Jiangshan, lama tak bertemu denganmu. Aku tak menduga kamu masih hidup,” sindir Wanshan dengan senyumannya.


Mereka berdua adalah sesama mogullian yang licik, Jiangshan juga memiliki tempat pertarungan di kota lainnya. Tetapi dia lebih sering datang ke arena pembantaian ini daripada Wanshan.


“Hahaha... aku harap dompet mu nanti akan sebesar bicaramu saudaraku,” tawa Jiangshan di depan Wanshan. “Apakah kamu datang bersama petarungmu kali ini?”


Jiangshan dan Wanshan adalah dua orang mogullian yang senang mengadu para petarung mereka di arena pembantaian ini. Namun Wanshan selama ini jarang datang ke tempat ini karena tidak memiliki petarung yang bisa dia andalkan untuk mendapatkan lebih banyak uang.


Darkshan selama ini tidak mau pergi ke arena pembantaian ini. Kedua anak dan istri Darkshan terbunuh di tempat itu, sehingga dia tidak akan pernah mau kembali ke tempat tersebut.


Wanshan tidak bisa mengendalikan Darkshan, jadi dia tidak pernah datang lagi ke tempat itu sebelum hari ini. Kali ini Wanshan merasa gembira karena bisa membawa petarungnya, Shen Long ke tempat itu. Dengan wajah berseri Wanshan memperkenalkan Shen Long kepada Jiangshan.


Jiangshan yang melihat tubuh Shen Long yang kecil dan tidak terlihat seperti seorang petarung yang kuat. Jiangshan pun tersenyum padanya. “Baiklah, aku menunggu kemunculanmu selama ini. Aku harap kamu membawa uang yang banyak hari ini.”


Jiangshan tertawa sambil berlalu meninggalkan mereka dan diikuti oleh para pengawalnya. Wajah Wanshan yang sebelumnya memaksakan senyuman, kini berubah menjadi jelek karena kekesalannya. “Lihatlah nanti Jiangshan. Aku akan menghancurkan kalian semua hingga habis nantinya,”geram dalam hatinya.


Wanshan lalu berjalan memasuki arena pertarungan yang sangat luas di dalam bangunan mewah itu. Shen Long dan ShiMei berjalan bersama disamping Wanshan menuju sebuah tempat yang kosong di depan arena pertarungan.

__ADS_1


“Apa yang membuatmu datang lagi kemari Wanshan?” Tampak seorang berpakaian mewah duduk di depannya menoleh ke arah Wanshan.


“Li-Liushan!” Mata Wanshan tampak terkejut melihat Liushan penguasa dari arena pembantaian ini ternyata duduk di depannya. Semua pemilik arena pertarungan di setiap kota adalah seorang mogullian. Liushan adalah satu-satunya mogull yang memiliki arena pertarungan dengan nama arena pembantaian ini.


Semua petarung dari berbagai kota bermimpi bisa bertarung di arena pembantaian ini untuk menjadi yang terkuat sekaligus menghasilkan uang. Setiap pemilik arena pertarungan dari setiap kota akan mengajak petarung mereka yang kuat ke arena pembantaian ini untuk menghasilkan uang juga.


Liushan menjadi satu-satunya mogull terkaya di ketiga dunia ini. Liushan dulunya adalah seorang dewa kekayaan dari dunia langit yang selalu disembah dan memberikan kekayaan bagi manusia di Loka 888 ini. Setelah menjadi seorang mogull, dia menetap di dunia manusia dan membuka usaha pertarungan ini.


Usaha pertarungan bukanlah satu-satunya usaha yang dimiliki olehnya, naluri bisnis seorang dewa kekayaan memang luar biasa. Liushan sebagai mogull berhasil menguasai setiap sektor ekonomi di Loka 888 ini.


Shen Long menyipitkan matanya melihat ke arah Liushan yang duduk didampingi oleh dua orang wanita cantik di sebelahnya. Para pengawal Liushan menyebar di sekeliling dirinya dengan wajah tegang mengamati sekitar majikan merka. Namun ada satu orang tua berjanggut pendek putih dengan rambut putih panjang yang duduk di sebelah wanita Liushan dengan santai.


Orang tua itu menatap tajam ke arah Shen Long dan merasakan kedua pihak saling meneliti satu sama lainnya. “Kekuatan orang tua ini tidak sederhana,” batin Shen Long


“Apakah hari ini kamu memiliki petarung yang bagus?” tanya Liushan langsung.


Mata Wanshan berkedut mendengar pertanyaan Liushan, dia dengan gugup lalu menunjuk ke arah Shen Long. “Di-Dia petarung yang aku bawa hari ini tuan.”


Liushan menoleh ke arah Shen Long yang melihat sekeliling dengan acuh tak acuh. Shen Long tidak mempedulikan transaksi yang dilakukan oleh Wanshan dengan siapapun. Dia hanya berjanji bertarung tiga kali untuknya, dengan siapapun yang akan menjadi lawannya.


Mata Shen Long mengamati sekeliling arena pertarungan itu untuk mendapatkan informasi dan petunjuk tentang sekte Cahaya di tempat itu.

__ADS_1


“ShiMei. Apakah itu dirimu?”


Tiba-tiba terdengar suara wanita yang datang dari arah kiri menuju tempat Wanshan berdiri. Wanita itu kemudian berhenti disamping Wanshan menatap ke arah ShiMei. “Ah, benar itu kamu! Apa yang membuatmu muncul disini none ShiMei?” Wanita itu tersenyum pada ShiMei.


“LinMei, apakah kamu mengenal wanita itu?” tanya Liushan pada wanita yang baru saja datang itu.


LinMei memberikan hormat kepada Liushan. “Tuan, dia adalah ShiMei, orang kedua dari sekte Pembunuh Cahaya. Aku bertemu dengannya di arena pertarungan tuan Lingshan.” sahut wanita bernama LinMei itu pada Liushan.


ShiMei yang sejak awal tegang memasuki arena pembantaian itu terlihat gugup ketika dirinya dikenali oleh seseorang di tempat itu. “Ah, Nona LinMei. Maaf aku tidak melihatmu dengan jelas tadi,” sahutnya sambil memaksakan senyum di wajahnya yang tegang.


“Wanshan, ajaklah teman-temanmu duduk. Selamat datang di tempatku ini! Aku akan menyapa teman-teman lainnya.” kata Liushan sambil berdiri lalu pergi bersama dua wanita cantik di sampingnya menuju ke sebuah ruangan khusus untuk penonton penting yang berada di tribun paling atas.


Orang tua berambut putih itu juga mengikuti di belakang Liushan dan berjalan dengan kedua tangan di punggungnya. Demikian juga para pengawal lain di sekelilingnya, semua bergerak membersihkan areal yang akan dilalui oleh Liushan menuju tribun paling atas.


Wanshan menatap ke arah tribun atas yang akan dituju oleh Liushan, namun dia tidak bisa mengamati siapa teman-teman yang dikatakan oleh Liushan itu. Shen Long juga memperhatikan hal itu. Meskipun dia bisa melihat jauh dan merasakan aura keberadaan tamu di tribun atas, namun dia tidak mengenali siapa mereka.


“Nona LinMei, apakah aku bisa mentraktirmu hari ini?” Wanshan merayu LinMei untuk mendapatkan informasi tentang tamu di tribun atas.


Meskipun LinMei mendengus setelah mendengar rayuan Wanshan, tapi LinMei adalah wanita yang suka dimanja dan dihormati. Wajahnya berubah menjadi angkuh penuh kepura-puraan sebelum menjawab pertanyaan Wanshan.


“Ayolah, nona LinMei. Sudah lama aku tidak melihatmu. Aku ingin berbincang-bincang denganmu,” lanjut Wanshan kembali.

__ADS_1


“Baiklah. Aku hanya mau menemanimu minum hari ini. Jangan bermimpi untuk mendapatkan lebih dari itu,” sahut LinMei dengan wajah angkuhnya.


“Tidak-tidak. Aku tidak berani.” Wajah Wanshan tersenyum mendengar perkataan LinMei itu. Mereka pun pergi menuju ke sebuah tempat yang menyediakan makan dan minum di dekat tribun paling atas.


__ADS_2