Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 354 | Kota Nuli


__ADS_3

Putri LingMei lalu mengajak Shen Long untuk berhenti sementara di kota kecil itu sebelum melanjutkan perjalanan agar kuda-kuda mereka bisa beristirahat.


Sebelumnya kota itu disebut kota Melihua yang penuh dengan bunga-bunga yang indah disetiap sudut kota dan juga terdapat banyak taman yang indah dan luas. Kini kota Melihua berubah menjadi kota Nuli yang gelap dan dipenuhi oleh puing-puing reruntuhan kota. Taman-taman berubah menjadi tanah gersang dan penduduk menjadi semakin jauh berkurang.


Kota Nuli merupakan kota budak manusia, dimana para mogullian memperbudak manusia untuk menambang batubara yang berada di bawah kaki gunung yang dekat dengan kota Nuli.


Putri LingMei melihat sekeliling kota Nuli yang seperti kota mati, hanya beberapa penduduk manusia yang sudah tua tinggal di reruntuhan kota itu. Penduduk lelaki muda sudah dikirim ke penambangan batubara. Sementara wanita muda dijadikan budak oleh para mogullian di rumah mereka.


Sambil menuntun kuda, mereka tiba di bagian yang paling terang di kota Nuli, tempat tinggal para mogullian dan menikmati hidup mereka. Kehidupan para mogullian ini sangat kontras dengan kehidupan manusia yang tinggal di daerah puing reruntuhan kota. Para mogullian tinggal di bangunan kota yang masih berdiri megah dan hidup dengan memperbudak manusia lainnya.


Putri LingMei dan Shen Long berhenti di pojok bangunan yang merupakan sebuah warung makan yang cukup ramai dikunjungi oleh para mogullian. Tampak di dalam warung makan itu, mogullian menikmati hidangan yang cukup mewah, sementara budak manusia yang mereka ajak, duduk disudut yang kotor dan diberikan makanan sisa dari mereka.


Wajah Shen Long dan Putri LingMei terlihat jelek melihat situasi tersebut, merekapun singgah ke warung makan itu untuk beristirahat sambil bersantap.


Seluruh mata di warung makan itu terlihat menatap ke arah mereka berdua. Para mogullian di kota Nuli melirik ke arah putri LingMei yang mengenakan cadar namun memiliki tubuh yang indah. Mereka menatap Putri LingMei seperti serigala yang kelaparan.


Shen Long merasa geram melihat pandangan dari para mogullian itu. Namun matanya menatap sedih saat melihat para budak manusia yang duduk di pojok warung makan itu dengan kondisi yang mengenaskan.


“Shen Long, panggil namaku saja. Jangan menyebutku putri,” bisik Putri LingMei pelan di telinga Shen Long.


Mendengar kata-kata putri LingMei, Shen Long memahami situasi disana. Mereka pun mencari tempat duduk yang cukup baik untuk memesan makanan. Sambil menunggu makanan tiba, Shen Long berbincang ringan dengan putri LingMei dengan sesekali melihat sekelilingnya dengan waspada.


Tiba-tiba beberapa pasukan berkuda datang ke warung makan itu dan langsung memesan makanan. Mereka duduk disebuah meja panjang sambil mengamati sekeliling. Mata mereka tertegun saat melihat ke arah Shen Long dan Putri LingMei, beberapa dari mereka segera bangkit dan bermaksud menghampiri Shen Long dan Putri LingMei.

__ADS_1


“Apakah kalian pendatang baru di kota ini? Kemana maksud kalian pergi?” tanya salah satu dari mogullian itu.


“Maaf tuan, kami sedang lewat di kota ini hendak ke timur. Jadi kami mengistirahatkan kuda-kuda kami sebelum melanjutkan perjalanan kembali,” sahut Putri LingMei dengan tersenyum.


Mogullian itu menyeringai memandang ke arah Putri LingMei. “Kalian harus membayar uang lewat jika singgah di kota ini.”


Mata Shen Long dan Putri LingMei berkedut mendengar perkataan lelaki itu. Mereka merasa geram di dalam hati terutama Shen Long yang tidak suka diremehkan dan diganggu oleh orang lain


“Lantas apa yang akan kalian lakukan jika kami tidak membayar uang lewat itu?” tanya Shen Long pada lelaki yang baru datang juga.


Mogullian itu menatap wajah Shen Long dengan tatapan tajam, mereka tidak menyangka Shen Long berani mengucapkan kata-kata itu.


“Kamu harus bekerja di penambangan, sementara teman wanitamu ini tinggal bersama kami dan melayani kami. Jika kalian tidak menurutinya, kami terpaksa menggunakan kekuatan,” kata mogullian itu dengan wajah percaya diri.


Shen Long tersenyum mendengar jawaban mogullian itu. Dia pun menatap tajam wajah lelaki di depannya itu.


“Hahaha... “ para pasukan berkuda mogullian itu tertawa terbahak-bahak, demikian juga mogullian lain di tempat itu. “Bisakah kalian mengalahkan kami semua? Hahaha...” kata salah satu dari pasukan berkuda itu sambil tertawa pada Shen Long dan Putri LingMei.


Putri LingMei merasa kesal dengan sikap para mogullian itu, namun dia terlihat menggelengkan kepalanya pada Shen Long agar dia tidak marah. Namun terlambat, Shen Long sudah terlanjur marah sejak datang ke warung makan itu.


Pasukan berkuda itu berjumlah enam orang sementara para mogullian di warung makan berjumlah 10 orang tapi bagi Shen Long yang telah merasakan kekuatan mereka tidaklah sulit untuk menghancurkan mereka.


“Meskipun jumlah kalian tiga kali lebih banyak dari saat ini, kalian tetap bukanlah lawanku.” Shen Long menyeringai, matanya menatap seorang mogullian yang sengaja duduk disamping Putri LingMei dan berusaha untuk merayu dirinya.

__ADS_1


Shen Long mengamati wajah Putri LingMei yang tiba-tiba berubah dari harapan menjadi muram. Putri LingMei merasa sedih dengan kondisi ini. Dia juga merasa risih dengan dua mogullian yang berusaha untuk merayu bahkan menyentuh dirinya.


Bugh!... Bugh!...


Shen Long menghajar perut dari dua orang mogullian yang duduk mengapit disebelah Putri LingMei. Kedua mogullian itu terbang hingga tidak sadarkan diri.


“Ku-kurang ajar!” teriak pemimpin pasukan bangkit bersama tiga orang mogullian dan berjalan menghampiri Shen Long.


“Apa yang kamu lakukan? Kamu berani melawan kami?” lanjutnya dengan wajah geram.


Shen Long menoleh ke arah keempat orang yang mengepung mereka berdua. Dia menggelengkan kepalanya dengan wajah sedih.


“Aku sudah memberikan kesempatan pada kalian, namun kalian tidak mengindahkannya.”


Dengan kecepatan kilat, Shen Long kembali bergerak menyerang keempat pasukan berkuda itu hingga semuanya rubuh mencium lantai warung makan itu.


Semua pasukan berkuda itu jatuh pingsan oleh pukulan Shen Long. Putri LingMei tampak sedikit terkejut karena tidak menyangka Shen Long akan menyerang mendahului dirinya.


Mogullian yang masih makan di warung makan itu menjadi bergidik karena tidak menyangka Shen Long akan lebih dulu bergerak dan menjatuhkan seluruh pasukan berkuda itu.


Mereka tidak berani berkutik, bahkan tidak berani melihat ke arah Shen Long dan putri LingMei.


“Mari kita melanjutkan perjalanan setelah selesai menikmati makanan ini,” kata Putri LingMei selanjutnya.

__ADS_1


Shen Long menganggukkan kepalanya karena tidak ingin terlalu lama beristirahat dan ikut campur pada masalah di kota Nuli  untuk saat ini. Shen Long tidak ingin Dewa Kegelapan lebih dulu menyadari kehadirannya di dunia ini dan memburu dirinya.


Mereka pun segera berangkat dari kota Nuli menuju ke arah timur.


__ADS_2