Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 220 | Rencana Jendral Liu


__ADS_3

Pada pertemuan hari ini, sekte pedang Harapan diikuti oleh 6 wanita cantik Dewi Suci, Dong Fang Yin, Mu Rong, Xie Lin, Chen Mulan dan Gu Yan, serta 4 orang laki-laki tetua Yang Fei, tetua Dong Fang Lei, Xuan Yu dan Pangeran Gu yang sengaja datang begitu mendengar tentang kedatangan Shen Long di Gunung Abadi.


Shen Long kemudian datang ke aula utama sekte Pedang Harapan, semua para pemimpin sekte berdiri begitu melihat kedatanganya.


“Ketua Sekte” teriak mereka secara bersamaan.


“Duduklah” sahut Shen Long kemudian.


Shen Long dipersilahkan duduk di kursi utama yang sebelumnya biasa diduduki oleh Dewi Suci. Sementara Dewi Suci sekarang duduk di sebelah kanannya dengan wajah berseri-seri.


Melihat wajah Dewi Suci yang berbeda dari sebelumnya, membuat iri 5 wanita cantik lainnya yang memasang wajah masam. Shen Long yang memperhatikan hal itu menjadi sedikit tidak enak hati. Namun tetap berusaha menepis perasaannya dan fokus pada pembicaraan hari ini.


“Terima kasih atas kedatangan teman-teman semuanya. Aku sangat berterima kasih karena kalian menyempatkan diri untuk datang menemuiku hari ini” kata Shen Long memulai pembicaraan


Shen Long kemudian menceritakan kembali awal mula dia pulang ke sekte Pedang Harapan ini dan kekuatannya yang menurun saat ini karena kekuatan Dewa miliknya telah tersegel.


Hati semua orang di tempat itu merasa geram mendengar cerita dari Shen Long, namun Aturan Langit sudah jelas. Meskipun bagi dunia manusia hal itu tidak masuk akal, tetapi aturan itu dibuat agar para dewa tidak semena-mena dengan manusia yang lebih lemah dari mereka.


“Benar. Kita semua mengetahui Aturan Langit itu dibuat adalah untuk menjaga agar para dewa tidak semena-mena terhadap manusia yang jauh lebih lemah dari mereka” lanjut Shen Long


“Sekarang mari fokus pada saat ini. Aku memerlukan khasiat lotus merah dan kolam pemurnian roh untuk membersihkan dan memperkuat roh dan jiwaku. Aku ingin melakukan segel hati dan kesadaranku agar aku bisa membuka 999 segel pada titik energi dalam tubuhku” kata Shen Long kembali tanpa memberitahukan tentang rencananya secara detail.


Semua pemimpin sekte mendengarkan setiap perkataan Shen Long dengan serius. Dewi Suci kemudian berdiri dan mengutarakan rencana yang telah dia rencanakan kemarin.


“Untuk itu, aku berencana kita berangkat ke sekte Tengkorak Putih dan meminta mereka mengijinkan Shen Long untuk berendam di kolam Pemurnian Roh. Jika tidak, kita akan menaklukkan sekte Tengkorak Putih agar Shen Long bisa menggunakan kolam tersebut” sahut Dewi Suci dengan bersemangat


“Kalian tidak perlu melakukan itu” tiba-tiba sebuah suara terdengar memasuki aula utama kediaman  sekte Pedang Harapan.

__ADS_1


Tampak Jendral Liu datang bersama Qian Wu memasuki aula utama sekte Pedang Harapan


“Jendral Liu” teriak beberapa orang di dalam ruangan itu.


“Ketua Shen, aku telah mengajak Qian Wu dari sekte Tengkorak Putih untuk menemuimu” sahut Jendral Liu


“Ketua Shen, berilah aku kesempatan untuk berbicara dengan ketua sekte agar mengijinkanmu menggunakan kolam Pemurnian Roh kami” sahut Qian Wu memberi hormat


Mata Shen Long menyiratkan rasa gembira melihat kedatangan Qian Wu menemuinya dan bersedia untuk membantu dirinya, meskipun di masa lalu dia pernah mengalahkannya dalam pertarungan bela diri kerajaan Liu.


“Saudara Qian Wu, terima kasih atas bantuanmu. Kami akan menunggu berita darimu selanjutnya” sahut Shen Long.


Setelah memberi hormat, Qian Wu lalu berpamitan dan pergi untuk menyampaikan hal itu pada ketua sekte Tengkorak Putih.


Ketika kepergian Qian Wu, Jendral Liu masih berada disana untuk berdiskusi langkah selanjutnya.


Tetua Dong Fang Lei dan tetua Yang Fei sudah mengenal ketua sekte Tengkorak Putih Qian Shan sejak lama. Qian Shan adalah orang yang tinggi hati dan kaku terhadap prinsipnya sehingga tidak mudah bergaul dengan sekte-sekte lainnya.


“Aku mengerti hal itu Dewi. Sekte Tengkorak Putih berada di Bukit Tengkorak, dan terdapat desa terpencil yang sangat dekat dengannya. Aku bermaksud kita menunggu disana untuk menyusun rencana apabila Qian Wu gagal meminta ijin dari ketuanya” sahut Jendral Liu


“Aku sudah memberitahu Qian Wu bahwa aku dan Shen Long akan menunggu berita darinya di desa tersebut. Tapi aku tidak memberitahukan kalian semua juga akan datang disana. Jadi kalian sebaiknya bersembunyi terlebih dahulu untuk berjaga-jaga” lanjut Jendral Liu


“Jendral Liu memang ahli dalam strategi. Aku setuju dengan rencanamu” sahut tetua Yang Fei kemudian


Semua yang ada di aula utama sekte itu setuju dengan rencana Jendral Liu termasuk Dewi Suci.


Keesokan harinya Shen Long berangkat berdua bersama Jendral Liu secara terang-terangan menuju desa terpencil di dekat sekte Tengkorak Putih, namun para pemimpin sekte Pedang Harapan lainnya berangkat terpisah dalam penyamaran menuju desa terpencil itu dan bersembunyi di sana.

__ADS_1


Saat tiba di desa terpencil itu, Shen Long dan Jendral Liu mencari tempat peristirahatan untuk tempat tinggal mereka selama menunggu berita dari Qian Wu. Sedangkan para pemimpin lainnya tinggal secara terpisah di dalam desa terpencil itu dan sekitarnya.


Hari kedua di desa terpencil, Qian Wu juga masih belum menampakkan dirinya. Jendral Liu sudah sedikit cemas akan hal itu.


“Shen, sepertinya Qian Wu gagal meminta ijin pada ketua sektenya untuk memberimu kesempatan menggunakan kolam Pemurnian Roh mereka” kata Jendral Liu.


“Baiklah. Kita tunggu saja. Jika hari ini tidak ada berita, besok kita berdua pergi ke kediaman sekte Tengkorak Putih” sahut Shen Long


Hingga malam tiba, berita dari Qian Wu tidak juga kunjung datang. Jendral Liu dan Shen Long kemudian menyimpulkan bahwa ketua sekte Tengkorak Putih memang tidak mengijinkan Shen Long menggunakan kolam Pemurnian Roh milik mereka.


“Mari kita berangkat berdua terlebih dahulu ke kediaman sekte Tengkorak Putih untuk meminta ijin. Biarkan teman-teman kita menyusul secara sembunyi menunggu tanda dari kita untuk bergerak” kata Jendral Liu


“Baiklah” sahut Shen Long menyetujui hal itu.


Mereka pun berdua berangkat menuju Bukit Tengkorak yang merupakan tempat kediaman sekte Tengkorak Putih.


Seperti namanya, Bukit Tengkorak berbentuk seperti tengkorak manusia yang memiliki dua buah gua di sana yang salah satunya adalah pintu masuk menuju kolam Pemurnian Roh milik sekte Tengkorak Putih.


Sebuah paviliun terlihat di puncak bukit yang sangat megah di kelilingi oleh beberapa bangunan sekitarnya.


Di kaki bukit tampak gerbang sekte yang sangat besar dengan tulisan Sekte Tengkorak Putih di atas gerbang tersebut dan beberapa penjaga berdiri disana.


Shen Long dan Jendral Liu yang telah tiba di depan gerbang segera melaporkan kedatangan mereka.


“Kami dari sekte Pedang Harapan ingin bertemu dengan ketua sekte Tengkorak Putih” teriak Jendral Liu pada para penjaganya.


Para penjaga yang melihat kedatangan mereka segera menghampiri dan salah seorang diantara mereka segera bergegas menuju puncak bukit untuk melaporkan kedatangan mereka.

__ADS_1


__ADS_2