Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 460 | Menyiram minyak pada api


__ADS_3

Hanya dalam waktu singkat, api telah melalap kediaman sekte Matahari Suci. Shu Wei bersama ketiga monsternya hanya bisa melihat hal itu dengan menundukkan wajahnya dari halaman luar kediaman sekte.


“Sudah berakhir. Sekte Matahari Suci ini telah berakhir,” batin Shu Wei.


Mereka melihat Qiongqi yang bergerak menghancurkan kediaman sekte dengan apinya, namun mereka tidak berani mendekat dan menghalanginya.


Ketika Api telah membesar dan melahap hampir seluruh kediaman sekte, tiba-tiba muncul seseorang yang melayang di udara.


“Siapa yang berani menghancurkan sekte Matahari Suciku?” Teriak seseorang di udara.


“Ah, Shu Zan?” Wajah Shu Wei tampak terkejut ketika melihat kemunculan Shu Zan di kediaman sekte.


Shu Zan lalu turun dari udara dan menyerang Qiongqi yang tengah asik menghancurkan kediaman sekte.


“Jangan...” Shu Wei berusaha untuk menghentikannya tapi suaranya yang jauh tidak terdengar oleh orang-orang.


Plak!


Tubuh Qiongqi terkena tamparan dari Shu Zan dan terpental jauh menghantam bangunan lain. Qiongqi tampak terhuyung-huyung dan tidak menyangka ada orang di tempat ini yang tidak kabur ketika melihat dirinya.


“Hehehe... akhirnya aku menemukan orang untuk bertarung,” geram Qiongqi yang menjadi bersemangat.


Shen Long hanya terdiam melihat kejadian itu. Dia tahu bahwa Qiongqi itu tidak mudah untuk ditundukkan dan Shu Zan juga tidak mengerahkan kekuatan maksimalnya. Jadi sementara dia akan membiarkan Qiongqi untuk bersenang-senang terlebih dulu.


Melihat Qiongqi yang kini berbalik menatap dirinya, Shu Zan mengernyitkan alisnya. Dia tidak menyangka kekuatan Qiongqi itu lebih kuat dari ketiga monster gurunya. Biasanya dengan tamparan seperti itu, dia sudah bisa membuat pingsan monster-monster peliharaan gurunya.


Shu Zan baru kali ini bertemu dengan monster Qiongqi sungguhan. Selama ini dia hanya mendengar tentang keganasan dan kekuatan Qiongqi yang menjadi rajanya monster di Loka 999 ini.

__ADS_1


“Bagus, ternyata kamu tidak sepengecut orang-orang yang aku temui di dunia ini,” kata Qiongqi.


Qiongqi lalu menyerang dengan ganas ke arah Shu Zan, dia meraung keras lalu menggunakan cakaran dari kedua kaki depan yang disertai gigitannya. Shu Zan melompat menghindari cakaran dan gigitan Qiongqi, namun sayap Qiongqi mengibas ke arahnya dengan mengeluarkan suara dan api yang berkobar.


Wuussshhh...


Shu Zan berhasil menghindari kepakan sayap Qiongqi namun dia merasakan hawa panas di kulitnya. Shu Zan belum meningkatkan kekuatannya, jadi dia masih mengerahkan kekuatan di alam semesta besar.


Setelah merasakan serangan Qiongqi yang semakin ganas, Shu Zan merasa dia harus meningkatkan kekuatannya ke tahap pemurnian semesta untuk mengalahkan Qiongqi.


Shu Zan kini berbalik menyerang Qiongqi dengan ganas, telapak tangannya mengarah ke kepala Qiongqi untuk menghentikannya, namun Qiongqi berhasil berkelit dari serangan Shu Zan.


Shen Long menyipitkan matanya ketika Shu Zan meningkatkan kekuatannya, kali ini dia merasa Qiongqi akan sedikit kewalahan dengan kekuatan lawan.


“Qiongqi, kemarilah! Kamu sebaiknya beristirahat sebentar,” kata Shen Long.


“Rupanya kamu memiliki tuan yang memerintahkanmu,” kata Shu Zan kemudian.


Wajah Shu Zan terlihat sedikit tegang dan cemburu ketika melihat Shen Long bisa memerintahkan Qiongqi menjadi peliharaannya. Dia juga terkejut ketika melihat sosok wanita cantik yang berdiri disamping Shen Long.


“Sialan, apa kamu datang untuk pamer bersama wanita cantik dan monster peliharaan?” geram Shu Zan dalam hatinya karena cemburu.


“Shu Zan!”


Tiba-tiba Shu Wei, guru dari Shu Zan berteriak dan datang dengan lengannya yang patah mendekati Shu Zan. Sementara ketiga monster nya meringkuk di belakang Shu Wei.


“Guru? Apa yang terjadi denganmu?” Mata Shu Zan menjadi merah karena marah melihat gurunya dalam keadaan luka.

__ADS_1


“Aku tidak apa-apa. Dengarkan aku! Sebaiknya kamu jangan melawan orang ini,” pesan Shu Wei padanya.


Mata Shu Zan berkedut mendengar permintaan gurunya itu. Dia tidak menyangka gurunya akan menjadi pengecut seperti itu dan membiarkan musuh menghancurkan sekte mereka.


“Guru. Mengapa kamu berkata seperti itu? Apakah orang itu yang telah melukaimu?” Shu Zan menatap tajam dan menunjuk pada Shen Long. Amarahnya semakin tersulut karena gurunya sendiri melindungi orang itu meskipun dia terluka olehnya. Rasa cemburu meliputi hati Shu Zan.


Selama ini Shu Zan menjadi murid kesayangan sekte Matahari Suci. Apapun yang dia inginkan selalu dipenuhi oleh sekte Matahari Suci. Apapun yang dia lakukan selalu dilindungi oleh sekte meskipun itu hal yang buruk. Jadi dia adalah kesayangan sekte baik itu oleh gurunya maupun ketua sekte Matahari Suci, Qin Liu.


Kini gurunya sendiri ingin agar Shu Zan mengalah dan tidak melawan musuh di depannya itu. Hal itu membuat hati Shu Zan menjadi kesal dan marah. Dia tidak mempedulikan kata-kata gurunya.


Shu Zan pun pergi mendekati Shen Long dengan amarah yang memuncak. Namun Shen Long tersenyum dan tampak tenang meskipun lawannya datang dengan berapi-api.


“Shu Zan, sekali ini kamu harus mendengarkan kata gurumu ini! Selama ini guru selalu mendengarkan kata-katamu,” teriak Shu Wei, namun Shu Zan tidak menghiraukannya.


Beberapa saat kemudian muncul Qin Liu dan Qin Yuan dari balik reruntuhan dengan wajah kotor bercampur jelaga hitam. Dia merasa kepanasan di ruang rahasia yang tersembunyi sementara disekelilingnya telah dipenuhi oleh kobaran api.


“Uhuk... Uhuk... Kurang ajar! Kamu menghancurkan kediaman sekteku,” teriak Qin Liu sambil terbatuk-batuk


“Aku sudah memberimu pilihan tapi kamu mengabaikannya,” sahut Shen Long.


Wajah Shu Zan terkejut melihat ketua sekte Qin Liu yang muncul dari balik ruang rahasia bersama Qin Yuan. “Ketua sekte? Apa yang terjadi denganmu?”


Qin Liu menunjuk ke arah Shen Long dengan mata merah karena marah.


“O-Orang ini... dia telah membunuh dua tetua sekte dan melawan perintah ketika aku datang untuk menangkapnya.”


“Benar, kini dia datang ke kediaman sekte untuk membunuh seluruh orang dan memusnahkan sekte Matahari Suci.” Qin Yuan menambahkan tuduhan pada Shen Long.

__ADS_1


Kedua ayah dan anak itu seperti menyiramkan minyak kepada api yang sedang menyala dan membuat Shu Zan menjadi semakin marah pada Shen Long.


__ADS_2