Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 275 | Perubahan sekte Pedang Harapan


__ADS_3

Wang Xiao tidak mempedulikan kata-kata Shen Long, dia menyerang dengan mati-matian ke arah Shen Long.


Shen Long menggelengkan kepalanya. “Kamu bersikeras untuk mati lebih cepat. Aku akan mengabulkannya.”


Shen Long kembali mengerahkan jurus yang sama, Naga Iblis Membelah Langit Kesembilan. Kali ini dia mengarahkannya ke Wang Xiao yang menyerangnya dari udara.


Saat tubuh Wang Xiao melayang di udara, bayangan naga merah kehitaman besar langsung menghantam tubuh Wang Xiao hingga hancur menjadi debu.


TIDAKKK...


Teriak Bai Ti yang serangannya belum sempat mengenai Shen Long namun Shen Long lebih cepat sudah memusnahkan Wang Xiao di depan matanya. Mata Bai Ti terbelalak tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


“Jangan bilang aku tidak memberimu kesempatan. Kamu sendiri yang memilih untuk mati.”


Shen Long bergerak lebih cepat dari Bai Ti yang sudah tiba-tiba berada di atas kepalanya dan menyerang ke arah tubuh Bai Ti yang masih menuju ke tempat Shen Long semula.


Merasakan serangan dari arah atasnya, Bai Ti memutar tubuhnya untuk menyerang ke arah Shen Long yang berada diatasnya. Namun matanya kembali terbelalak, Shen Long sudah tidak ada disana.


BAMMM...


Ketika hendak berbalik, Shen Long sudah terlebih dulu menghantam kepala Bai Ti hingga tubuhnya terbenam ke lantai.


Dewa Bai Ti gemetaran berusaha untuk bangkit, namun dia merasa tenaganya telah habis akibat hantaman kekuatan dari Shen Long. “A-Aku kalah?” gumamnya dalam hati tidak percaya akan kekalahannya.


Shen Long tidak membuang waktu lagi, dia melompat ke atas lalu menukik mengeluarkan jurus Cermin Nirwana pada tubuh dewa Bai Ti yang sudah tidak bisa bergerak.


BUMM...


Ledakan keras terdengar kembali, tubuh dewa Bai Ti hancur oleh serangan dari Shen Long yang tanpa ampun. Dewa Bai Ti tewas mengenaskan di tangan Shen Long.


Semua orang dari sekte cabang dan ranting menggigil ketakutan melihat kematian kedua pemimpin sekte Pedang Harapan pusat di tangan Shen Long.

__ADS_1


“He Ti, Che Ti, periksa seluruh ruangan. Apakah masih ada sampah seperti mereka di tempat ini. Bawa seluruh orang kemari.” Perintah Shen Long pada dua dewa kembar kuno itu.


“Baik Yang Mulia.” He Ti dan Che Ti langsung bergerak memeriksa seluruh ruangan di dalam kediaman sekte Pedang Harapan untuk menemukan orang-orang dan membawa mereka ke aula pertemuan.


“Kalian semua yang ada disini, diam ditempat. Aku akan membunuh siapapun yang melarikan diri dari tempat ini.” Teriak Shen Long dengan tatapan tajam.


Semua yang berada di dalam aula pertemuan menciut gemetar ketakutan mendengar teriakan Shen Long. Mereka hanya bisa berdiam di tempat itu dengan manut.


Tak berapa lama, tampak seluruh orang di kediaman itu termasuk pelayan dan penjaga telah dikumpulkan termasuk Shen Wu dan Shen Gu yang telah di keluarkan dari ruang tahanan.


“Yang Mulia, kami menemukan dua orang ini di dalam penjara bawah tanah.”


Shen Long menyipitkan matanya ketika melihat Shen Wu dan Shen Gu yang penuh luka dibawa oleh He Ti dan Che Ti. “Bawa kedua orang itu padaku!” Perintah Shen Long.


He Ti dan Che Ti lalu mengangkat Shen Wu dan Shen Gu kemudian menurunkannya di depan Shen Long. Wajah Shen Wu dan Shen Gu menunduk, dia tidak tahu apa yang terjadi, namun terlihat jelas wajah mereka menahan sakit akibat luka yang mereka derita.


“Katakan siapa kalian? Mengapa ketua sekte Pedang Harapan mengurung kalian?” Tanya Shen Long pada Shen Wu dan Shen Gu.


Mendengar pertanyaan Shen Long membuat Shen Wu sedikit ragu dan takut untuk mengaku siapa mereka sebenarnya.


“Shen Gu? Dari garis keturunan mana dirimu berasal?” Tanya Shen Long menyipitkan matanya.


“Namaku berasal dari nama leluhurku Shen Long dan Gu Yan.” sahutnya.


Shen Long tertegun mendengar jawaban dari Shen Gu. “Pantas saja semangatmu berasal dari Gu Yan rupanya,” gumam Shen Long dalam hatinya sambil menghela nafas.


“Baik. Dan kamu siapa?” tanya Shen Long pada Shen Wu


“Aku Shen Wu berasal dari keturunan Shen Long dengan Dewi Suci” sahut Shen Wu sambil menunduk sedih. Dia tidak tahu nasib apa yang akan diterimanya setelah ini.


“Apa hanya kalian berdua keturunan langsung dari sekte Pedang Harapan?” Tanya Shen Long pada mereka berdua.

__ADS_1


Shen Wu terdiam tidak berani menjawab, dia merasa sudah putus asa saat ini karena kesakitan yang amat sangat pada lukanya.


Melihat keturunannya kesakitan seperti itu, Shen Long memberikan mereka pil obat untuk pemulihan luka. Mereka berdua terkejut saat diberikan pil obat itu dan ragu menerimanya.


“Minumlah. Ini pil obat untuk menyembuhkan luka kalian,” kata Shen Long tersenyum.


Meskipun ragu, Shen Gu memberanikan dirinya meminum pil obat itu lalu mengatur pernafasannya untuk memulihkan tubuhnya. Dia sudah pasrah dengan nasibnya meskipun itu racun, dia tidak takut mati.


Namun wajahnya berbinar dan terkejut karena tubuhnya menjadi pulih perlahan oleh obat itu. “Terima kasih tuan, aku sudah membaik,” sahut Shen Gu menundukkan kepalanya.


Melihat luka Shen Gu membaik, Shen Wu juga tidak sungkan meminum pil obat dari Shen Long dan mengatur nafasnya untuk memurnikan pil obat itu.


Wajah Shen Wu kembali membaik dan dia merasakan luka di tubuhnya kembali pulih secara perlahan.


“Baiklah, kalian beristirahatlah dulu. Aku akan mengatur para sampah ini dulu” kata Shen Long yang membuat wajah Shen Wu dan Shen Gu tertegun mendengarnya.


“Kalian semua ketua sekte, tetua dan murid sekte cabang wilayah kerajaan,” Teriak Shen Long.


“Hari ini aku memberikan kesempatan bagi kalian untuk berubah, jika aku mendengar lagi ada penyimpangan dan tindakan semena-mena pada rakyat. Aku tidak akan mengampuni hidup kalian.” Kata Shen Long selanjutnya.


Shen Long lalu menunjuk pada Pedang Harapan yang kemudian tercabut dan terbang ke udara lalu menancap ke lantai di tengah aula pertemuan menimbulkan sapuan angin yang kuat dari aura pedang Harapan tersebut.


“Pedang Harapan akan mencabut nyawa kalian,” Teriak Shen Long kembali


Seluruh mata orang-orang sekte cabang dan ranting bergidik gemetar melihat tindakan yang dilakukan oleh Shen Long.


“Kami akan mematuhi perintah ketua sekte Pedang Harapan,” sahut mereka hampir bersamaan sambil berlutut pada Shen Long ketakutan.


“Pergilah! Kembali ke asal kalian masing-masing. Ingat, aku akan terus mengintai kegiatan kalian. Jadi jangan menganggap remeh perintahku ini,” lanjut Shen Long.


“Tidak berani. Kami tidak berani,” sahut orang-orang itu serempak.

__ADS_1


Mereka pun pergi kembali ke wilayah kerajaan asal mereka setelah dibubarkan oleh Shen Long. Kini hanya tinggal orang-orang dari kediaman sekte Pedang Harapan saja yang tersisa.


“Siapa tuan?” tanya Shen Wu yang masih terkejut ketika melihat Shen Long mengendalikan Pedang Harapan di depannya.


__ADS_2