Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 347 | Menolak Liushan


__ADS_3

Shen Long berhenti mengelilingi Guoshan lalu menatapnya. “Aku tahu kekuatanmu tersegel, kamu juga terkena formasi dewa dan tidak bisa meninggalkan tempat ini atau mati. Benarkan?” kata Shen Long.


Wajah Guoshan berubah mendengar perkataan Shen Long. “Siapa orang ini? Mengapa dia tahu begitu banyak?” batin Guoshan


“Jika aku bisa melepaskan formasi dewa dan segelmu, maukah kamu mengantarku ke sekte Cahaya?” tanya Shen Long pada Guoshan.


“Hahaha... “


Guoshan tertawa mendengar kata-kata Shen Long. “Baiklah, jika kamu bisa melepaskan segel dan formasi dewa di tubuhku. Aku akan mengantarmu,” sahut dewa Guoshan.


Mendengar hal itu, Shen Long tersenyum pada Guoshan. “Baiklah, mari kita bertarung!” ajak Shen Long kemudian.


Mata Guoshan menyipit, dia tidak mengerti maksud Shen Long. “Baik, jika itu keinginanmu” sahut Guoshan kemudian.


Shen Long lalu melompat mundur, sementara Guoshan sudah bersiap dengan kuda-kuda dan mengeluarkan jurusnya.


Bawahan Liushan yang bertugas di samping arena bersiap untuk membunyikan lonceng mulainya pertarungan. Nilai taruhan juga telah muncul dan lagi-lagi memenangkan lawan Shen Long.


Lonceng tanda pertarungan pun berbunyi, Shen Long segera menghilang dengan kecepatannya dan membuat Guoshan terkejut. Dia tidak menyangka Shen Long memiliki kekuatan sebesar itu.


Meskipun kekuatan Guoshan terkunci, namun dia masih bisa melihat gerakan Shen Long. Mereka pun bertukar pukulan dengan ganas. Pergerakan mereka tidak terlihat oleh penonton biasa.


Kemudian Shen Long meningkatkan kekuatannya, sehingga mata Guoshan menjadi berkedut. Dia kali ini tidak bisa mengikuti gerakan Shen Long dengan kekuatannya yang tersegel.


Bugh! Bughh!...


Shen Long menghantam dua pukulan telapak di punggung Guoshan. “Ukh!...”

__ADS_1


Guoshan menyemburkan darah dari mulutnya berwarna merah kehitaman karena dua pukulan telapak Shen Long yang menghantam tubuhnya. Namun mata Guoshan terkejut karenanya.


Guoshan tidak merasakan tubuhnya sakit dan terluka, namun dia merasa tubuhnya menjadi lebih baik dari sebelumnya. “Aku masih perlu melepas pukulan di tiga titik lagi. Berpura-puralah terus bertarung.” bisiknya di telinga Guoshan.


Mendengar instruksi Shen Long, Guoshan kemudian menyadari bahwa Shen Long sedang berusaha untuk membebaskan segelnya dan memulihkan tubuhnya dari formasi dewa. Guoshan lalu berpura-pura mengerahkan tenaga dan jurusnya mengenai tempat kosong yang diketahuinya tidak akan mengenai Shen Long.


Di mata semua penonton tampak kedua orang di atas arena sedang bertarung dengan sengit, namun mereka tidak menduga bahwa Shen Long sedang berusaha untuk melepaskan segel di tubuh Guoshan dan membebaskannya dari formasi dewa yang membuatnya tidak bisa meninggalkan arena pembantaian ini.


Beberapa saat kemudian tampak Shen Long menyarangkan tiga pukulan ke tubuh Guoshan. Kali ini dada, perut dan pinggangnya yang terkena pukulan telapak dari Shen Long.


Bugh! Bugh! Bugh!...


Guoshan kembali menyemburkan darah berwarna merah kehitaman, namun matanya memancarkan cahaya berbinar karena merasa senang setelah terkena pukulan dari Shen Long. “A-Aku terbebas?” gumamnya dalam hati dengan senang.


“Tetap berpura-pura dan kalah, aku akan memukulmu keluar arena. Nanti aku akan mencarimu,” bisik Shen Long kemudian. “Baik!”


Mereka kemudian masih meneruskan pertarungan yang cukup sengit dilihat oleh penonton dan akhirnya Shen Long kembali berhasil membuat Guoshan terpental keluar dari arena dan menabrak tribun penonton.


Liushan tampak geram melihat petarung terkuatnya terjatuh dan kalah melawan Shen Long. Guoshan berpura-pura mencoba bangkit dan menahan rasa sakit dengan memegang dadanya. “Aku kalah!” serunya sambil pergi meninggalkan arena dgn wajah datar.


Kini Shen Long telah menyampaikan pesan, dia juga telah melakukan tiga kali pertarungan sesuai kesepakatannya dengan Wanshan. Jadi tidak ada alasan bagi Shen Long untuk melanjutkan pertarungan itu.


Shen Long lalu turun dan kembali ke tempat duduk sebelumnya bersama ShiMei. Tampak wajah ShiMei tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya. Dia memenangkan banyak uang dari memasang taruhan pada diri Shen Long.


“Bagaimana penyelidikanmu?” tanya Shen Long pada ShiMei.


Wajah ShiMei berubah, dia sama sekali tidak melakukan penyelidikan namun sibuk mengurus pertaruhannya. Hal itu membuat Shen Long menggelengkan kepalanya. “Aku akan menemui Liushan, lakukan tugasmu dengan baik,” ucap Shen Long padanya.

__ADS_1


“Bertemu Liushan?” ShiMei terkejut mendengar kata-kata Shen Long. Baru saja ShiMei hendak memikirkan tentang itu, namun tiba-tiba dua orang pengawal Liushan telah datang menghampiri mereka.


“Tuan, kami datang untuk mengundangmu bertemu dengan tuan Liushan” kata pengawal itu. Shen Long tersenyum pada ShiMei membenarkan kedatangan utusan Liushan untuk memanggil dirinya.


Wanshan terkejut melihat kedatangan dua orang pengawal Liushan yang mengundang Shen Long untuk bertemu dengan Liushan. Meskipun dia tahu ada sesuatu yang akan dibicarakan oleh Liushan dengan Shen Long, namun dia tidak bisa menghalanginya. Shen Long sudah menepati janjinya dengan melakukan tiga pertarungan.


Shen Long kemudian berdiri dan berjalan mengikuti dua orang pengawal itu menuju sebuah ruangan yang khusus menampung para tahanan dan juga barang-barang yang tidak terpakai di arena pembantaian ini.


Saat melihat kedatangan Shen Long, semua orang memandangnya dengan tatapan bengis dan bermusuhan. Hanya Guoshan dan juga Mengshan yang tersenyum melihat kedatangan Shen Long.


Kedua pengawal itu lalu mengajak Shen Long pergi ke sebuah gazebo di luar aula pertarungan itu. Tampak Liushan duduk di tempat itu dan menunggu kedatangannya. “Ada apa memanggilku kemari?” tanya Shen Long secara langsung pada Liushan.


“Duduklah!’ kata Liushan kemudian mempersilahkan Shen Long untuk duduk di depannya.


Shen Long lalu berjalan ke depan Liushan dan duduk di depannya. Liushan lalu menyeduhkan teh untuk Shen Long. “Terima kasih tuan Liu,” sahutnya.


Liushan lalu menceritakan tentang sejarah dirinya mendirikan tempat ini kepada Shen Long. Kemudian dia juga menceritakan keberhasilan dirinya dan juga para petarung yang berada di bawah dirinya.


“Aku ingin mengajakmu untuk bergabung menjadi petarungku dan aku akan memberimu kekayaan yang besar,” kata Liushan.


Shen Long sudah mengetahui maksud dari Liushan dengan jelas ketika Liushan mengirimkan dua pengawalnya untuk menjemput dirinya.


“Tuan, aku bukanlah petarung siapapun. Aku bertarung hari ini hanya karena hutang budiku pada Wanshan. Dan aku bersedia untuk bertarung tiga kali untuknya, ” sahut Shen Long dengan berbohong sebagian.


Mendengar perkataan Shen Long, wajah Liushan terlihat jelek. Dia ingin mengundang Shen Long untuk mengajaknya bergabung dalam kelompok petarung miliknya, namun Shen Long telah menolaknya. Hal ini membuat Liushan bertambah kesal.


“Maaf, aku tidak bisa melanjutkan minum teh bersamamu. Aku harus bersiap untuk pergi meninggalkan tempat ini,” sahut Shen Long dengan tenang.

__ADS_1


Kemudian Shen Long segera pergi meninggalkan tempat Liushan. Setelah kepergiannya Liushan terlihat marah besar. Dia membanting barang-barang di tempat itu dengan keras. “Panggil Yuanshan kemari!” teriaknya dengan kesal pada pengawalnya.


Tak lama kemudian lelaki tua berambut putih yang bernama Yuanshan, pengawal pribadi Liushan segera datang menghadap Liushan.


__ADS_2