Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 286 | Tidak sesuai harapan


__ADS_3

Wajah Fang Ma tampak gembira setelah mengetahui Zen Luo mengingat kembali dirinya, namun tidak dengan Zen Luo. Wajahnya berubah menjadi sangar melihat pada dewa kuno yang ada di depannya.


Fang Ma bergidik melihat perubahan wajah Zen Luo dia mundur tanpa sadar, “Fang Zen.” batinnya.


Zen Luo tidak mempedulikan Fang Ma yang telah bersusah payah membantu dirinya, dia hanya menoleh kearahnya, “Pergilah. Aku bukan Fang Zen yang kamu kenal. Aku adalah Putra Iblis Mo Zen dan juga Pangeran Langit Zen Luo.” katanya dengan tatapan mata dingin.


Hati Fang Ma tergetar melihat tatapan dari Zen Luo, dia tidak tahu harus menjawab apa. Sebagian hatinya merasa gembira Fang Zen telah menemukan ingatannya kembali, namun sebagian hatinya merasa perih tercampakan onlehnya.


“Pergilah Fang Ma, aku akan pergi menuju Alam Neraka,” kata Zen Luo yang kemudian melompat menuju formasi dewa pintu masuk menuju Alam Neraka, Gerbang Neraka. Dewa kuno membuka matanya tiba-tiba begitu melihat Zen Luo pergi menuju Gerbang Neraka. Dia pun melesat menyusulnya.


“Berhenti! Apa yang akan kamu lakukan?” teriak dewa kuno wanita itu.


Zen Luo menghentikan langkahnya di atas formasi Gerbang Neraka itu, dia menoleh ke arah dewa kuno wanita tersebut. “Aku tidak tahu namamu. Aku berterima kasih kamu telah mengembalikan ingatanku. Tetapi aku ingin kembali ke Alam Neraka. Jangan hentikan aku!” Tatapan mata Zen Luo tampak ganas menatap dewa kuno wanita itu.


“Aku Zhou Ti yang ditugaskan menjaga Gerbang Neraka ini. Jadi jangan harap kamu bisa masuk ke dalamnya,” sahut Zhou Ti dewa kuno wanita itu.


Zen Luo berjalan mendekati Zhou Ti, “Apa kamu bermaksud melarangku Putra Iblis untuk pergi ke rumahku?” Wajah Zen Luo tampak gelap menatap tajam dewa Zhou Ti. Namun Zhou Ti bukan dewa sembarangan, dia adalah dewa kuno yang merupakan kelompok 13 dari dewa kuno alam Loka lain. Dia tidak sedikitpun takut pada Zen Luo.


“Aku hanya mendengarkan perintah pimpinanku, Shang Ti. Aku ditugaskan melarang siapapun untuk masuk ke dalam Gerbang Neraka,” sahut Zhou Ti membalas tatapan tajam Zen Luo.


“Apa kamu mampu?” Zen Luo langsung menyerang ke arah Zhou Ti dengan garang. Kecepatan dan kekuatannya berada di alam Bintang dunia langit, namun Zhou Ti tidak bergerak sedikitpun. Dia hanya menyeringai melihat serangan Zen Luo. “Dasar tidak tahu membalas budi.” cibirnya. Zhou Ti lalu mengerahkan kekuatannya untuk menghadang serangan dari Zen Luo.

__ADS_1


BUMMM...


Ledakan terdengar keras membuat Fang Ma yang hendak pergi menjadi berbalik melihat ke arah pertarungan mereka. “Apa yang terjadi? Mengapa mereka bertarung?” gumam Fang Ma melihat pertarungan itu dari jauh.


Zen Luo tampak terpental sambil bersalto mundur beberapa langkah, Zhou Ti juga mundur dua langkah setelah benturan kekuatan diantara mereka. Zen Luo masih menatap sinis ke arah Zhou Ti. Dia tidak berlama-lama langsung kembali menyerang ke arah Zhou Ti.


Zhou Ti telah mempersiapkan dirinya untuk melawan serangan itu. Kecepatan dan kekuatan mereka seimbang, membuat Fang Ma yang menonton menjadi bergidik melihat pertarungan mereka. Hawa panas terasa sampai ketempatnya yang berada cukup jauh dari arena pertarungan itu.


Adu pukulan, tendangan dan jurus terjadi diantara mereka berdua. Zen Luo kemudian menambah kecepatannya, demikian juga Zhou Ti. Mereka seakan-akan menghilang dari arena pertarungan. “Kemana mereka?” Fang Ma terkejut ketika melihat tubuh mereka berdua menghilang.


BUGH... BUGH...


Hanya suara pukulan beradu dan ledakan, mata Fang Ma terkejut dan menoleh kesana sini tapi tidak melihat sosok mereka berdua. Keringat dingin mengalir deras di sekujur tubuh Fang Ma karena merasa tegang.


Sementara itu Zen Luo dan Zhou Ti masih bertarung seimbang dalam ratusan jurus. Kemudian Zhou Ti menambah kecepatan dan kekuatannya dengan maksud segera bisa mengakhiri pertarungan itu.


Gerakan Zhou Ti terlihat lebih cepat dari sebelumnya. Kali ini Zen Luo hanya menyeringai melihat serangan Zhou Ti. Dia hanya menghindari serangan Zhou Ti sehingga menyebabkan Zhou Ti semakin garang karena marah. Zen Luo malah tersenyum melihat kemarahan Zhou Ti yang meluap.


“Apakah kekuatan dewa kuno hanya seperti ini?” ejek Zen Luo sambil terus berkelit menghindari serangan ganas dari Zhou Ti.


“Cih, tidak tahu berterima kasih,” teriak Zhou Ti.

__ADS_1


“Aku sudah memberimu kesempatan untuk jangan menghalangiku. Tetapi kamu tetap bersikeras,” sahut Zen Luo yang kini juga mengalirkan kekuatan dan kecepatannya. Tubuhnya menjadi lebih ringan namun penuh kekuatan.


DUESSHH...


Pukulan telak Zen Luo berhasil bersarang di dada Zhou Ti. Tubuh Zhou Ti terpental menabrak bebatuan di tempat itu. “Ukh...” Zhou Ti memuntahkan darah segar dari mulutnya. Matanya melotot setelah menyadari kekuatan Zen Luo. Dia menyesal telah membantu Zen Luo memulihkan ingatannya.


Zen Luo tidak memberikan kesempatan pada Zhou Ti, dia segera bergerak menuju Zhou Ti dan bersiap untuk mengerahkan kekuatannya untuk membunuh Zhou Ti.


“Fang Zen, hentikan!” Teriak Fang Ma sambil terengah-engah menuruni bebatuan untuk memeriksa keadaan Zhou Ti, namun dia terkejut melihat Zen Luo sudah ada di depan Zhou Ti dan hendak membunuhnya.


Zen Luo menghentikan serangannya dan menoleh ke arah Fang Ma. “Cih...” Dengusnya sambil pergi menuju formasi Gerbang Neraka. Zen Luo segera merapalkan sesuatu, kemudian tampak huruf-huruf formasi yang ada di tanah itu menyala lalu tubuh Zen Luo menghilang bersamaan dengan cahaya dari tulisan itu.


Fang Ma mendekati Zhou Ti hendak membantunya, namun Zhou Ti mengangkat tangan untuk memberitahu Fang Ma agar tidak mendekat. Zhou Ti kemudian mengatur nafasnya lalu pergi dari tempat itu meninggalkan Fang Ma yang masih tertegun tidak tahu harus berbuat apa. “A-Apa kah ini mimpi? Semoga saja ini mimpi,” gumam Fang Ma.


Hiks... Fang Ma meneteskan air matanya, apa yang dialaminya hari ini berada diluar harapannya. Dalam sehari apa yang dia kenang selama ini dalam ingatannya menjadi hancur. Seandainya dia tahu mengembalikan ingatan Fang Zen akan terjadi seperti ini, dia mungkin tidak akan begitu keras berusaha untuk melakukannya.


Fang Ma melihat sekelilingnya dengan hati sedih, dia berjalan sendirian untuk kembali menuju kota Mushen. Perasaan kesepian, sedih, kecewa, kesal, semua bercampur aduk di dalam hatinya. Ingatan terakhir kepergian Fang Zen dengan tatapan yang menjijikkan pada dirinya membuat hatinya semakin hancur.


Dia tidak percaya dengan hal itu, hatinya masih ingin mempercayai Fang Zen yang dia kenal dalam perjalanan selama ini. Fang Zen yang dingin namun wajahnya tidak mengerikan seperti tadi. Fang Zen yang menolong dirinya saat orang-orang dari sekte Pedang Harapan ingin menodainya.


“Aku berharap ini adalah mimpi, semoga Fang Zen kembali seperti yang aku ingat selama ini.” batin Fang Ma

__ADS_1


__ADS_2