
Wajah keenam orang lainnya tampak jelek mendengar kata-kata Shen Long. Mereka saling menoleh ke arah masing-masing.
Gong Chai yang berkekuatan paling tinggi segera maju ke depan Shen Long dan ingin mencoba kekuatannya. Dia tidak percaya kekuatan Shen Long yang masih muda melebihi dirinya.
Shen Long menghela nafasnya setelah melihat kekuatan Gong Chai. Dia bukan bermaksud meremehkannya, tetapi lelaki tua itu termasuk tidak tahu diri menurut Shen Long.
“Ah, silahkan tetua jika ingin mengujiku.” kata Shen Long merendah.
Gong Chai segera mengerahkan kekuatannya di tingkat pencerahan semesta dan sengaja tidak mengeluarkan kekuatan puncak miliknya. Shen Long mengernyitkan dahinya melihat Gong Chai meremehkan dirinya dengan menahan kekuatannya.
“Tetua, kamu yakin menahan kekuatanmu melawanku?” tanya Shen Long dengan baik-baik.
“Huh, aku rasa dengan kekuatan ini dan jurus milikku, aku bisa mengalahkanmu.” sahut Gong Chai dengan sombongnya.
Gong Chai yang mengerahkan kekuatan pencerahan semesta segera mengeluarkan jurus pamuncak sektenya, Tinju Sembilan Neraka. Dengan mengepalkan tinjunya yang telah dialirkan kekuatan dia melesat berkecepatan tinggi ke arah Shen Long.
Plak!
Shen Long hanya bergerak ringan lalu menampar pipi kanan Gong Chai dan membuatnya terhuyung-huyung dengan wajah bengkak. Ini pertama kali dalam hidupnya ditampar oleh orang lain. Gong Chai memuntahkan darah dari sudut bibirnya, sebagai orang tua ditampar sedemikian rupa oleh anak muda membuat matanya menjadi merah membara.
Hawa membunuh terpancar jelas dari tubuh Gong Chai, namun dia masih belum meningkatkan kekuatannya. “Kamu hanya beruntung bisa menamparku dengan serangan diam-diam.”
“Ah, lagu lama. Aku terlalu sering mendengar alasan seperti itu.” sahut Shen Long sambil mengangkat bahunya.
Gong Chai bertambah geram, dia kemudian melesat kembali dengan cepat ke arah Shen Long. Dan mengarahkan tinjunya ke kepala Shen Long.
Plak! Plak! Plak!
Tiga tamparan mengenai wajah Gong Chai dan membuatnya terhuyung-huyung ke belakang dan hampir terjatuh. Wajahnya kini bengkak terlihat seperti babi, beberapa giginya telah hancur dan dimuntahkan olehnya bersama darah segar.
“Ka-Kau...” geramnya
“Aku sudah tanya sebelumnya, apa kamu yakin menahan kekuatanmu. Kamu bilang iya dengan sombongnya. Aku menampar sekali, kamu bilang hanya beruntung dengan serangan diam-diam. Jadi aku menamparmu tiga kali. Apa masih kurang?” jelas Shen Long.
__ADS_1
Gong Chai tidak bisa berkata-kata mendengar penjelasan Shen Long. Dia menggertakkan giginya yang sisa sedikit lalu mulai mengerahkan seluruh kekuatannya. Kekuatan alam Penebusan Semesta dikerahkan membuat tubuhnya menguat dan memberikan tekanan ke sekitarnya.
Lima orang lainnya yang berdiri merasakan tekanan yang dahsyat, apalagi tiga orang yang tergeletak di tanah. Mereka langsung pingsan ketika Gong Chai mengerahkan kekuatan Penebusan Semesta.
“Nah, ini baru bagus. Hanya saja belum cukup untuk mengalahkanku.” sahut Shen Long dengan jujur.
“Huh, sombong. Kamu diam tentu merasakan tekananku dan tidak bisa bergerak.” kata Gong Chai.
“Tekanan? Maksudmu aku tidak bisa bergerak seperti ini?”
Shen Long berkelebat ke arah Gong Chai dan hampir membuat jantung Gong Chai yang sudah tua copot keluar. Dia tidak menyangka dengan tekanan kekuatan dari alam penebusan semesta, Shen Long seperti tidak merasakan tekanan tersebut.
“Sialan, tidak mungkin kekuatan anak ini melebihiku.” Gong Chai tidak mempercayai hal itu.
Dia pun bergerak dengan cepat ke arah Shen Long. Namun ketika jaraknya tinggak satu langkah, Shen Long segera mengerahkan kekuatannya menekan kekuatan Gong Chai dan membuatnya tidak bisa bergerak.
“I-Ini Keheningan Semesta.” Gong Chai terlambat menyadari kekuatan Shen Long. Matanya terbelalak, tubuhnya menggigil ketakutan dan keringat dingin membasahi tubuhnya.
“Ampun tuan, kami mengaku kalah. Jangan bunuh kami.” kata salah satu tetua yang berlutut setelah merasakan kekuatan Shen Long.
“Aku tidak ada urusan dengan kalian semua. Dengan kekuatan kalian saat ini, kalian tidak akan bisa mengalahkanku.” ujar Shen Long sambil melayang dan terbang meninggalkan puncak gunung Beruang Putih.
Tekanan kekuatan Shen Long masih dirasakan oleh mereka hingga Shen Long benar-benar telah menjauhi mereka. Barulah akhirnya mereka bersembilan berhasil melepaskan diri dari tekanan kekuatan dan jurus Shen Long
Setelah itu mereka bersembilan duduk bersila sambil bermeditasi memulihkan kondisi masing-masing. Kemudian mereka duduk sambil membicarakan bagaimana menyikapi tentang Shen Long.
“Kekuatan orang itu sangat tinggi. Aku yakin dia telah berhasil menembus alam Kesadaran Semesa.” kata Gong Chai memulai pembicaraan.
“Apa?! Ke-Kesadaran Semesta? Bagaimana mungkin?”
Bagi mereka yang berada di Loka 1, untuk meningkatkan satu tingkat dari kultivasi kesadaran semesta mereka membutuhkan setidaknya 5 tahun bagi mereka yang super jenius.
Sementara Shen Long ini usianya yang masih muda namun bisa menembus alam Kesadaran Semesta. Wajah mereka semua bergidik memikirkan hal itu.
__ADS_1
Shen Long tidak mempedulikan kesembilan tetua itu, dia ingin menjemput NingYue dan segera kembali ke Loka 888.
“Nona Ning, tuan Shen sudah kembali.” Qiongqi berbicara dengan nada gembira menyadari kedatangan Shen Long.
NingYue tampak mulai merapikan rambut dan wajahnya, dia tidak ingin Shen Long melihatnya dalam keadaan seperti ini.
Ketika Shen Long tiba di penginapan tempat NingYue menginap, NingYue sudah menunggunya dengan senyuman. Kemudian dia memberanikan dirinya memeluk tubuh Shen Long. “Aku senang kamu telah berhasil tuan Shen.” gumamnya.
Wajah Shen Long tampak memerah karena tubuh NingYue memeluknya dengan sangat erat. “Hei, aku tidak apa-apa nona Ning. Mari kita bersiap untuk kembali ke Loka 888. Tapi sebelum itu aku ingin berpamitan terlebih dulu dengan putri Dao Lin.”
NingYue menarik tubuhnya sambil mengkerutkan keningnya. “Kenapa harus berpamitan dengannya?”
Shen Long tersenyum pada NingYue. “Tidak apa, mari kita berangkat.”
Shen Long kemudian merangkul NingYue dan mengangkat tubuhnya terbang ke arah kerajaan Dao dan langsung menuju istana kerajaan Dao untuk menemui Putri Dao Lin.
Ketika tiba di istana kerajaan Dao, Shen Long langsung disambut dengan senyuman gembira dari para penghuni istana. NingYue tampak bingung melihat hal itu. Naluri seorang wanita mengatakan ada sesuatu diantara Shen Long dengan putri Dao Lin. Tetapi dia bukanlah siapa-siapa bagi Shen Long, jadi dia tidak berhak untuk mengomentari tentang hal itu. NingYue hanya terdiam ketika melihat Putri Dao Lin tiba-tiba berlari dan langsung memeluk Shen Long.
Wajah NingYue tampak tenggelam dalam kesedihan dan kekecewaan, namun dia menundukkan kepala untuk menyembunyikannya.
“Tuan Shen, Nona Ning silahkan. Kami sudah mempersiapkan hidangan untuk kalian.” kata Ratu Dao ketika melihat kedatangan mereka dan menyambutnya.
Ketika di meja makan, Shen Long mengatakan akan kembali ke Loka asalnya bersama NingYue. Jadi mereka akan berpamitan sebelum kembali.
Orang-orang di istana kerajaan Dao merasa kecewa dengan kepergian Shen Long, tetapi mereka tidak berani untuk menghentikannya.
“Tuan Shen, terima kasih telah membantu kami.” kata Ratu Dao sambil melirik ke arah putri Dao yang tersipu sejak kedatangan Shen Long.
“Ratu, tidak masalah. Aku sudah berusaha untuk membantu. Aku harap suatu saat bisa datang kembali kemari.” sahut Shen Long.
Akhirnya merekapun berpisah setelah Shen Long menghabiskan makanannya bersama NingYue.
Selama perjalanan, NingYue tampak merengut tidak berbicara apapun. Dia memilih untuk diam karena hatinya merasa sakit mendengar Shen Long akhirnya telah bersedia membantu kerajaan Dao.
__ADS_1