Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 223 | Pemurnian Roh


__ADS_3

Kemudian Shen Long melakukan sesuai petunjuk yang di dapatnya dari Pendeta Agung untuk melakukan pemurnian roh miliknya.


Selama 2 jam Shen Long merasakan kekuatan itu semakin lama semakin kuat menarik rohnya untuk keluar dari tubuhnya. Untung petunjuk dari Pendeta Agung membuatnya tetap bisa menjaga rohnya agar tidak keluar dari tubuhnya.


Selanjutnya, Shen Long mengendalikan kekuatan yang masuk tersebut sesuai petunjuk, dan mengalirkannya keluar dari tubuhnya.


Sudah lebih dari sehari dia berada di dalam kolam pemurnian roh tersebut. Dia meneruskan secara berulang-ulang menarik energi dari kolam tersebut, memurnikan rohnya, lalu mengeluarkan kembali energi itu ke dalam kolam.


Hingga pada hari kedua muncul bayangan Naga pada air kolam tersebut yang terbentuk dari energi yang dikeluarkan olehnya. Bayangan Naga Air tersebut menggeliat memutar lalu naik ke langit-langit gua dan menyebar kembali menjadi titik-titik air seperti hujan turun membasahi lantai gua.


Shen Long merasakan perubahan dalam tubuhnya, dia merasakan jiwa dan rohnya kini menjadi lebih kuat dari sebelumnya. Kekuatan pikirannya menjadi bertambah setelah melakukan pelatihan tersebut.


“Aku tidak menyangka kolam ini begitu bermanfaat untuk melatih kekuatan pikiran” gumam Shen Long.


Setelah 2 hari pelatihannya, dia pun kembali berkumpul bersama teman-temannya yang berada di kediaman sekte Tengkorak Putih. Tampak Qian Wu telah dibebaskan oleh mereka ikut berkumpul bersama di aula paviliun.


“Saudara Qian, maafkan kami telah membuatmu menderita karena hal ini” kata Shen Long pada Qian Wu.


“Saudara Shen, meskipun kita sebelumnya pernah bertarung. Sekarang menjadi sahabat adalah hal yang harus untuk saling menolong” sahut Qian Wu tersenyum


“Hahaha... kita semua adalah sahabat” sahut Jendral Liu sambil merangkul Qian Wu dan Shen Long bersama-sama.


Mereka pun tertawa bersama-sama sambil menikmati hidangan dari kediaman sekte Tengkorak Putih.


“Saudara Qian, sebaiknya kamu yang sekarang menjadi ketua sekte Tengkorak Putih. Kami dari sekte Pedang Harapan akan selalu mendukungmu” kata Shen Long


“Terima kasih saudara Shen. Aku akan selalu bersama sekte Pedang Harapan berjuang untuk rakyat” sahut Qian Wu sambil menghormat.


“Hahaha...” mereka pun tertawa bersama di dalam aula pavilun sekte Tengkorak Putih.

__ADS_1


“Saudara Shen, ada satu hal yang menjadi pertanyaanku hingga saat ini” tanya Qian Wu.


Shen Long tersenyum “Katakanlah saudara Qian, apa yang ingin kamu tanyakan?”


Qian Wu sedikit menyipitkan matanya melihat ke arah Shen Long lalu menghela nafasnya.


“Bagaimana bisa wajahmu masih tetap sama seperti dulu saat kita bertemu? Sedangkan wajah kami semua disini sudah 10 tahun lebih tua dari saat itu.” kata Qian Wu menggelengkan kepalanya.


Semua orang di aula itu tertegun mendengar pertanyaan Qian Wu, mereka baru menyadari hal tersebut. Kemudian semuanya memandang ke arah Shen Long dan Putri Shui yang masih terlihat muda sama seperti 10 tahun yang lalu


“Ah, pada dewa dunia langit memang berbeda. Sepertinya aku harus menghapus keinginanku untuk menjadi mertua dari seorang dewa” sahut Dong Fang Lei yang membuat mata Shen Long berkedut.


“Ayah..!” teriak Dong Fang Yin yang merasa malu karena kata-kata ayahnya itu.


Wajah Shen Long menjadi merah karena dirinya pernah berjanji untuk menikahi Dong Fang Yin untuk mendapatkan senjata dominator milik sekte Pedang Suci, namun hingga kini dia belum melaksanakannya.


Shen Long lalu memandang ke arah Putri Shui. Seakan mengerti maksud Shen Long, Putri Shui pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Meskipun hatinya sakit, namun dia mengerti perasaan semua wanita yang berada di dekat Shen Long.


“Aku bersedia” sahut Dewi Suci paling pertama menjawabnya.


Mu Rong dan Chen Mulan juga menjawab bersedia, demikian juga Gu Yan, Xie Lin dan Dong Fang Yin.


Sementara itu, Shen Long melirik ke arah Putri Shui untuk menunggu jawaban darinya.


“Aku juga bersedia” sahut Putri Shui sambil tersenyum padanya.


“Hahaha... ketua sekte Shen Long benar-benar mengalahkan kami dalam segalanya, kekuatan dan wanita” goda Jendral Liu sambil tertawa


Semua lelaki yang hadir di aula itu pun tertawa melihat wajah Shen Long yang menjadi merah karenanya.

__ADS_1


“Saudara Shen benar-benar merebut semua wanita cantik dari kami” sahut Qian Wu sambil tersenyum


Setelah Shen Long berjanji akan menikahi mereka lima hari lagi di Puncak Gunung Abadi, semua wanita yang hadir menjadi berbunga-bunga. Mereka merasa bahagia dengan hal itu. Mereka pun kembali ke puncak Gunung Abadi untuk mempersiapkan upacara pernikahan yang mewah ketua sekte Pedang Harapan.


Setelah kepergian orang-orang sekte Pedang Harapan kembali ke Gunung Abadi, mantan ketua sekte Tengkorak Putih Qian Shan diselamatkan oleh wakil ketua sekte Qian Fang dari tahanan sekte.


Kemudian mereka berdua pergi ke ibukota Kekaisaran Tengah untuk melaporkan kejadian di sekte Tengkorak Putih dan bermaksud untuk membalaskan dendam pada sekte Pedang Harapan.


Ibukota Kekaisaran Tengah, Kaisar Tengah Zhong Jian tengah bertemu dengan Kaisar Timur Dong Jue dan Kaisar Selatan Nan Gong yang datang hendak meminta bantuan pada Kaisar Tengah Zhong Jian untuk mengatasi wabah penyakit dan kelaparan di wilayah Kekaisaran Timur dan Kekaisaran Selatan.


Tentu saja Kaisar Tengah Zhong Jian menyambut baik kedatangan mereka yang sudah terlihat tidak berdaya hingga harus meminta bantuan darinya.


“Saudara Dong Jue dan Saudara Nan Gong, aku akan membantu kalian untuk mengatasi masalah di wilayah kekaisaran timur dan selatan. Tetapi apa yang akan kalian berikan sebagai imbalannya?” tanya Kaisar Tengah Zhong Jian


Mata kedua Kaisar Selatan Nan Gong dan Kaisar Timur Dong Jue berkedut mendengar pertanyaan yang sudah mereka perkirakan sebelumnya. Kekuatan Kaisar Tengah Zhong Jian yang berada di alam Abadi jauh dengan mereka yang berada di alam Surgawi.


Kekuatan pasukan dan pendukung dari berbagai sekte juga jauh melebihi kekuatan mereka sebelumnya. Apalagi saat ini ketika wabah melanda kedua kekaisaran tersebut.


Jika Kekaisaran Tengah mau menyerang mereka pun, mereka tidak akan berdaya untuk menahan sebelumnya, apalagi sekarang.


Jadi saat ini menyerah dan memberikan kekuasaan pada Kekaisaran Tengah adalah jalan satu-satunya untuk mereka bertahan hidup dan menyelamatkan rakyat dari wabah tersebut.


“Kami mengerti Yang Mulia, kami bersedia menyerahkan kekuasaan dan mengabdi pada Kekaisaran Tengah” sahut mereka serempak.


“Hahahaha... aku sungguh senang” teriak Kaisar Zhong tertawa senang


“Aku akan segera mengirimkan bantuan untuk membantu rakyat Kekaisaran Timur dan Kekaisaran Selatan mengatasi wabah tersebut” lanjut Kaisar Tengah Zhong Jian


“Terima kasih Yang Mulia” sahut kedua Kaisar Timur dan Kaisar Selatan hampir bersamaan.

__ADS_1


“Pergilah, bantuanku akan segera datang ke wilayah kalian” kata Kaisar Tengah Zhong Jian


Kedua Kaisar Timur dan Kaisar Selatan tersebut lalu berpamitan untuk kembali ke wilayah Kekaisaran masing-masing.


__ADS_2