Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 314 | Kekuatanku tidak ada artinya


__ADS_3

Dewa Penghancur tidak mempedulikan pertanyaan dari dewa tersebut. “Dimana Kaisar Langit itu sekarang?” tanya Dewa Penghancur kembali.


Dewa itu menjadi sedikit gelisah ditanya dengan tatapan tajam oleh Dewa Penghancur, namun tidak bisa melawan tekanan yang diberikan oleh aura Dewa Penghancur itu padanya.


“Shen Long berada di dunia manusia. Kami tidak tahu kabar beritanya saat ini,” sahut dewa itu kembali.


“Shen Long?” Wajah Dewa Penghancur itu tertegun mendengar jawaban dari dewa tersebut. Dia merasa pernah mendengar nama tersebut, namun dia melupakannya.


Kemudian Dewa Penghancur itu pergi meninggalkan dewa tersebut yang bisa bernafas lega setelah kepergiannya. “Aku harus melapor pada Pendeta Agung tentang hal ini,” batin dewa tersebut yang kemudian pergi menemui Pendeta Agung.


Dewa Penghancur yang masih termenung kembali turun dari dunia langit menuju ke Alam Neraka. Setibanya di alam Neraka dia masih belum mengingat nama tersebut. Kemudian dia memanggil pelayan Lang Chu menghadap dirinya.


“Lang Chu, kamu periksa seseorang yang bernama Shen Long.” perintah Dewa Penghancur.


“Yang Mulia, bukankah manusia yang telah Yang Mulia lempar keluar dari Alam Neraka ini juga bernama Shen Long?” sahut pelayan Lang Chu.


“Ah, kamu benar.” Dewa Penghancur telah mengingat kembali tentang Shen Long.


Dia merasakan sesuatu tentang manusia itu, namun dia merasa aneh. “Bagaimana manusia bisa menjadi Kaisar Langit? Apa yang terjadi di Loka ini?” gumamnya.


“Lang Chu, selidiki lebih lanjut tentang Shen Long ini. Apakah benar dia seorang manusia yang menjadi Kaisar Langit?” perintah Dewa Penghancur lagi.


Mendengar perintah dari Dewa Penghancur, pelayan Lang Chu segera memberi hormat dan pergi untuk menyelidiki lebih lanjut tentang Shen Long.

__ADS_1


Setelah kepergian pelayan Lang Chu, Dewa Penghancur memikirkan kembali hasil perjalanannya melihat-lihat ketiga dunia di Loka ini. Dia tidak terlalu tertarik dengan dunia bawah dan dunia langit, namun dunia manusia membuatnya lebih tertarik karena telah menikmati kelezatan masakan mereka.


“Makanan manusia di Loka ini lebih lezat dari manusia di Lokaku,” gumam Dewa Penghancur. “Aku harus sering-sering berkunjung ke dunia manusia untuk menikmati masakan mereka.”


Sementara Dewa Penghancur memikirkan kepergiannya berkeliling ketiga dunia, Zen Luo telah kembali ke markas kediaman sekte Penjaga Makam di daerah barat yang tersembunyi.


“Tuan, Permata Cahaya Ungu telah didapatkan. Kini tinggal mencari dua benda mistis kembali,” kata mantan ketua sekte Bao Jin.


Zen Luo tidak memperhatikan kata-kata Bao Jin, pikirannya masih melayang mengingat orang yang ditemuinya di warung makan itu. “Siapa dia?” batinnya.


“Sialan. Begitu banyak yang lebih kuat dariku saat ini. Shen Long, Dewa Kuno yang di Alam Neraka, Monster Zhangyu dan sekarang orang yang aku lihat di warung makan tadi,” geram Zen Luo dalam hatinya.


“Zen, apa yang kamu pikirkan?” tanya Fang Ma tiba-tiba


“Ada apa dengan kalian? Mengapa menatapku seperti itu?” Zen Luo sedikit kesal melihatnya.


Semua orang kemudian memalingkan wajah mereka setelah mendengar perkataan Zen Luo. Mereka tidak berani bertanya macam-macam lagi. Zen Luo memandang ke arah Fang Ma. Dia melihat Fang Ma yang terkejut menjadi sedikit pucat karena melihat dirinya marah.


Zen Luo kemudian pergi dari aula pertemuan itu meninggalkan orang-orang itu dan pergi ke bagian belakang kediaman sekte.


Di halaman belakang kediaman sekte tampak hutan yang cukup lebat berada di kaki pegunungan utara. Zen Luo memandang ke arah langit dengan wajah kesal. “Aku bahkan tidak bisa pergi ke dunia langit, kini aku juga tidak bisa pergi ke Alam Neraka. Aku hanya bisa bersembunyi di dunia manusia ini,” gumamnya dalam hati.


Zen Luo merenungi dirinya. Sejak mendapatkan kehidupan kedua berkat kakeknya, Zen Luo telah banyak berubah. Pengalaman hidupnya dimulai ketika dia hilang ingatan dan bertemu dengan Fang Ma. Entah kenapa, meskipun dia kesal pada Fang Ma namun dia tidak bisa melepaskan bayangan Fang Ma dari dalam pikirannya.

__ADS_1


Tiba-tiba Fang Ma muncul mendekati dirinya, Zen Luo menoleh ke arah Fang Ma yang datang dengan wajah merah. “Ada apa?” tanya Zen Luo dengan wajah dingin.


Fang Ma yang sudah terbiasa dengan sikap dingin Zen Luo berjalan mendekatinya perlahan. “Ada apa denganmu Zen? Mengapa sikapmu menjadi aneh setelah kepergian kita mencari Permata Cahaya Ungu? Apa yang telah terjadi?” tanya Fang Ma dengan lembut.


Wajah Zen Luo terlihat berubah setelah mendengar pertanyaan dari Fang Ma. Memang sejak bertemu dengan monster Zhangyu, Zen Luo merasa kekuatan dirinya berada jauh dari musuh-musuhnya. Belum lagi dia baru mengetahui bahwa kultivasi Alam Bintang sendiri memiliki 9 tingkat dan kekuatannya berada di tingkat pertama Alam Bintang.


Zen Luo yang sebelumnya membanggakan kekuatan dirinya yang berada di Alam Bintang sekarang merasa dirinya hanyalah seekor semut di hadapan musuh-musuhnya.


Hal itulah yang membuatnya semakin kesal dan merenungi dirinya sendiri. Dia tenggelam dengan bayangan dirinya yang lemah di hadapan musuh-musuhnya itu.


“Aku baru menyadari kekuatanku tidak ada artinya di depan para musuhku,” sahut Zen Luo pelan.


Fang Ma sedikit terkejut mendengar jawaban Zen Luo, namun dia tidak memperlihatkannya. Fang Ma mengerti di dalam kehidupan ini kekuatan adalah hal yang sangat penting. Dia sendiri sering menyesali dirinya yang terlalu lemah sehingga mudah ditangkap oleh orang-orang jahat. Namun Fang Ma beruntung Zen Luo berkali-kali menyelamatkan dirinya.


“Aku mengerti perasaanmu Zen. Aku sendiri adalah orang yang lemah. Aku berkali-kali jatuh karena aku tidak memiliki kekuatan untuk melawan orang-orang. Mungkin aku tidak cocok untuk berpetualang dan kembali menetap di desa kecil bersama pamanku,” kata Fang Ma lirih sambil menundukkan kepalanya.


Mendengar perkataan Fang Ma membuat perasaan bercampur aduk di dalam hati Zen Luo. Selama ini dia tidak pernah memperhatikan perasaannya di depan seorang wanita. Dalam hidupnya entah sudah berapa orang wanita yang pernah jatuh ke dalam pelukannya.


Namun di depan Fang Ma, dia merasakan hal yang berbeda. Fang Ma tidak pernah menuntut banyak pada dirinya, namun perhatian Fang Ma pada dirinya melebihi apa yang dia harapkan. Meskipun dia selalu bersikap dingin dan acuh tak acuh padanya namun Fang Ma tidak pernah mengeluh dan selalu tersenyum pada dirinya.


Zen Luo tiba-tiba memeluk tubuh Fang Ma. Dalam hidup ini tidak pernah terpikir sedikitpun dirinya yang berasal dari dunia langit akan memeluk wanita yang telah membuat hatinya bercampur aduk seperti saat ini.


Zen Luo tidak tahu dia harus mengatakan apa pada Fang Ma.

__ADS_1


__ADS_2