
Ming Qui tersenyum melihat Yang Guo yang sekarang dengan iklas akan mengikutinya.
“Yang Guo, malam ini ikutlah bersamaku, kita pergi menonton pertandingan” kata Ming Qui padanya
“Pertandingan?” Yang Guo tertegun
Malan harinya, Yang Guo mengikuti Ming Qui pergi ke sebuah lembah di pinggir selatan kota Xichang yang berada di kaki pegunungan perbatasan antara Kekaisaran Utara dan Kekaisaran Barat, lembah yang tertutup itu dinamakan lembah Darah.
Di lembah yang tertutup itu, terdapat sebuah arena besar yang berada di tengah-tengah lembah yang telah ramai dipadati oleh penonton. Terdapat panggung tempat duduk elit untuk para penonton kelas atas, sedangkan penonton lainnya berdiri di sekitar arena.
“Tuan Ming, selamat datang” sahut salah seorang dari mereka di atas panggung melihat kedatangan Ming Qui.
Ming Qui menganggukkan kepalanya lalu menoleh ke atas arena menyaksikan pertarungan disana.
Di atas arena terdapat dua sosok tengah bertarung. Dari ciri-ciri mereka terlihat kedua orang itu berasal dari dunia yang berbeda.
Yang Guo terkejut. Dia pernah mendengar bahwa di suatu tempat di daerah barat terdapat beberapa klan dari dunia bawah yang sering datang dan hidup berdampingan di dunia manusia.
Jika tidak melihatnya dengan mata kepala sendiri, Yang Guo tidak akan mempercayai hal ini. Dia melihat sekelilingnya, para penonton pun tampak bercampur antara penghuni dunia bawah dengan penghuni dunia manusia.
Petarung dari dunia manusia di atas arena terlihat mendesak petarung dari dunia bawah yang merupakan klan iblis. Beberapa saat kemudian manusia itu memenangkannya dengan membunuh dari klan iblis tersebut.
“Xuan Shu memenangkan pertandingan” teriak panitia
Sorak sorai terdengar diantara penonton pendukung Xuan Shu saat jagoan mereka memenangkan pertandingan. Mereka yang menang lalu mengumpulkan hadiah mereka setelah kemenangan Xuan Shu.
Mata Yang Guo terbelalak melihat pertarungan hidup mati tersebut dijadikan ajang perjudian oleh orang-orang ini. Dia tidak menyangka pertarungan dengan hasil akhir salah satu mati itu seperti kejadian biasa di tempat ini.
“Ayo, siapa lagi dari klan bawah yang ingin melawan petarung dariku?” tiba-tiba seseorang dari panggung elit berteriak.
__ADS_1
“Benar, bila perlu suruh datang juga pemimpin kalian Shen Long untuk kemari melawan kami” teriak orang di sebelahnya
Mendengar nama Shen Long disebut oleh mereka, mata Ming Qui menjadi merah karena marah. Shen Long adalah orang yang dia puja dan kagumi, Kaisar Dunia Bawah dari semua klan dunia bawah.
Penonton yang berasal dari dunia bawah juga melihat ke arah orang itu dan memancarkan aura kemarahan setelah nama Shen Long disebut olehnya. Shen Long adalah pahlawan di hati penghuni dunia bawah. Merendahkannya berarti juga menantang seluruh penghuni dunia bawah.
Merasakan aura kemarahan di sekitarnya, orang itu menjadi menggigil kemudian buru-buru meralat ucapannya. Namun nasi sudah menjadi bubur, Ming Qui sudah berjalan ke arahnya dan mencekik leher orang itu hingga patah.
“Siapa lagi yang berani merendahkan kaisar kami, Shen Long. Aku akan membunuhnya” teriak Ming Qui pada semua orang.
PLOK!.. PLOK!...PLOK!
Tiba-tiba suara tepuk tangan terdengar berjalan di panggung penonton, tampak seorang lelaki berwajah putih bersih dengan pakaian mewah berjalan di dampingi oleh 2 orang pengawal disampingnya.
“Bagus. Rupanya di Kekaisaran Utara ini banyak klan pendatang dari dunia bawah seperti kalian.” kata orang itu sambil berjalan mendekati Ming Qui.
“Alam Surgawi dunia manusia. Dua orang disebelahnya juga tidak sederhana” gumam Ming Qui dalam hatinya
“Pangeran Tian Mu” sahut orang yang tadi menantang disebelah orang yang dibunuh oleh Ming Qui dengan memberi hormat padanya.
Yang Guo mengenali orang yang datang tersebut. Dia adalah putra kedua dari Kaisar Utara Tian Liang, dan pendampingnya adalah para jendral dari pasukannya. Jendral Harimau Putih dan Jendral Rajawali Emas yang telah tersohor di wilayah utara ini.
Mata Yang Guo berkedut memikirkan apa yang akan terjadi pada Ming Qui, tuannya saat ini yang mengajaknya datang ke tempat ini.
Ming Qui membuang tubuh orang yang telah dicekiknya hingga mati tersebut, lalu membuang mukanya ke arah lain. Kedua jendral disampingnya menjadi berang melihat tindakan Ming Qui dan hendak maju memberinya pelajaran, namun dihalangi oleh Pangeran Tian Mu.
“Kamu pasti Ming Qui, anak dari ketua sekte Pemurnian Senjata” kata Pangeran Tian Mu pada Ming Qui.
Pangeran Tian Mu lalu berjalan ke arah penontong di panggung itu dan berteriak.
__ADS_1
“Aku beritahukan pada kalian semua yang ada disini. Di wilayah utara ini hanya ada satu Kaisar, yaitu Kaisar Utara Tian Liang ayahku. Siapapun itu bahkan Shen Long jika dia datang ke tempat ini harus berlutut pada ayahku” teriaknya
Orang-orang dari dunia bawah menundukkan kepala mereka, meskipun dalam hatinya marah namun mereka hanya para pendatang di tempat ini. Jadi mereka hanya bisa diam mendengarkannya.
Ming Qui tubuhnya menggigil mendengar hal itu, namun dia tidak bisa melakukan apa-apa. Di belakang Pangeran Tian Mu masih ada banyak tokoh-tokoh alam Surgawi bahkan Kaisar Utara Tian Liang berada di alam Abadi dunia manusia.
“Ming Qui, ayahku sangat menghormati sekte Pemurnian Senjatamu karena telah membuatkan senjata pusaka milik kami. Tapi aku tidak akan mentoleransi jika kamu berkhianat dan tidak mematuhi aturan di kekaisaran utara ini” kata Pangeran Tian Mu mengancam Ming Qui.
“Hahaha... jika memang Shen Long itu kuat, suruh dia menemuiku dan bertarung denganku. Aku yakin dia akan berlutut dan mohon ampunan dariku. Hahaha...” teriak Pangeran Tian Mu tertawa sambil pergi meninggalkan tempat itu ditemani oleh para jendralnya
Melihat kepergian Pangeran Tian Mu, wajah Ming Qui menjadi gelap dan menggigil karena marah. Dia kemudian mengajak Yang Guo pergi dari tempat itu dengan suasana hati yang buruk.
“Sialan, kalian berani merendahkan Kaisar Dunia Bawah kami yang Agung. Kalian akan merasakan akibatnya” teriak Ming Qui yang kesal karenanya.
Dia melampiaskan kekesalannya dengan memecahkan barang-barang di dalam kamarnya.
Ibunya Qui Lang yang mengetahui anaknya pulang dengan marah segera menghampirinya.
“Anakku, apa yang telah terjadi?” tanya ibunya Qui Lang.
Ming Qui lalu menceritakan tentang kejadian tadi di arena pertarungan pada ibunya.
“Anakku, kita berada di dunia manusia ini dan harus menghormatinya. Jangan membuat masalah karena hal seperti itu” kata Ibunya
“Tapi ibu... mereka merendahkan Shen Long, Kaisar kita” sahut Ming Qui yang masih tidak bisa menerimanya
“Anakku, Shen Long itu pahlawan kita. Kaisar kita. Dia akan selalu ada dihati kita. Meskipun orang lain merendahkannya, tapi asalkan dia tetap berada di hati kita. Jangan pedulikan omongan orang lain” lanjut ibunya menenangkannya
“Baik ibu” sahut Ming Qui memahami maksud ibunya.
__ADS_1