
Mendengarkan penjelasan Yan Luo, Shen Long menggertakkan giginya karena menahan marah.
“Shen, apa yang kamu lakukan disini? Aku sudah mendapatkan ginseng purnama.” bisik Dewi Suci secara tiba-tiba pada Shen Long.
Shen Long segera menutup bibir Dewi Suci yang mungil dengan tangannya agar tidak di dengar oleh orang-orang dari sekte Gunung Abadi, namun terlambat.
“Siapa disana?” teriak tetua Chu yang telah mendengar bisikan Dewi Suci lalu melancarkan serangannya ke arah Shen Long dan Dewi Suci.
Segera Shen Long memeluk Dewi Suci untuk menghindari serangan tersebut dan berguling-guling ke bawah lereng Gunung Abadi.
“Dewi, kamu segera pergi ke kediaman sekte. Biarkan aku menahan mereka” perintah Shen Long
“Tapi...” sahut Dewi Suci yang langsung di potong oleh dorongan energi dari Shen Long untuk mengirimnya menjauh dari tempat itu.
Setelah Dewi Suci sudah menjauh dari tempat itu, Shen Long segera berdiri melihat kedatangan orang-orang dari Sekte Gunung Abadi.
“Ternyata ada seekor tikus berani datang ke wilayah sekte Gunung Abadi” cibir ketua sekte Gunung Abadi Huo Lo yang datang bersama orang-orang sektenya.
“Tikus berdatangan karena bau tempat yang dipenuhi oleh sampah” sindir balik Shen Long.
“Kamu terlalu berani datang kemari sendiri. Apa tujuanmu datang ke wilayah kami?” tanya tetua Chu yang mengikuti ketua Sekte.
“Aku hanya kebetulan lewat disekitar sini melihat sekumpulan sampah sedang berkumpul” sahut Shen Long santai.
“Kurang ajar! Aku robek mulutmu yang sombong itu. Beri orang ini pelajaran!” teriak tetua Chu memerintahkan penjaga sekte untuk menyerang
Melihat datangnya serangan, Shen Long tidak banyak melakukan gerakan. Dengan sapuan sederhana, energi nya menghantam para penyerang tersebut hingga rubuh semuanya.
“Ternyata kamu punya sedikit kemampuan” teriak tetua Chu yang kini maju menyerang ke arah Shen Long.
Tetua Chu yang berada pada tingkat pendeta raja bukan lah lawan Shen Long. Hanya dalam dua jurus Shen Long telah merubuhkan tetua Chu.
“Sampah tetaplah sampah” kata Shen Long mencibir tetua Chu yang terluka di tanah.
“Hahaha... pantas saja kamu berani sombong di wilayah sekte kami. Rupanya kamu memiliki kemampuan. Aku yang akan menghajarmu” kata ketua sekte Huo Lo.
“Huo Lo, biarkan kami yang meregangkan sedikit otot, kamu cukup menonton saja” tiba-tiba wanita yang di altar telah datang ke tempat itu diiringi oleh Xu Huang dan Xu Meng.
__ADS_1
“Baiklah Jing Lu, aku serahkan orang ini padamu” sahut ketua sekte Huo Lo.
“Jendral Api dan Awan, beri orang ini pelajaran” perintah wanita yang dipanggil Jing Lu tersebut.
Mendengar perintah wanita itu, Xu Huang dan Xu Meng segera menyerang Shen Long dengan ganasnya.
“Serangan Xu Huang dan Xu Meng berubah menjadi lebih kuat dari sebelumnya” gumam Shen Long dalan hatinya.
Kekuatan Xu Huang dan Xu Meng telah meningkat sejak diberikan pil penguat jiwa oleh ketua sekte Huo Lo dan bertambah kuat setelah tubuh mereka digunakan untuk dikendalikan oleh bawahan Jing Lu.
Dalam beberapa jurus Shen Long kelihatan kewalahan karena serangan mereka berdua yang memiliki kekuatan yang sama. Kemudian Shen Long mengerahkan kekuatan maksimal tingkat Dewa Pendeta untuk menghadapi mereka berdua.
“Orang ini punya kemampuan dan tubuh yang hebat. Seandainya bisa menggunakan tubuhnya untuk para jendralku” pikir Jing Lu.
“Jing Lu, apa kamu menginginkan tubuh anak ini?” tanya ketua Sekte Huo Lo padanya.
“Ya. Aku akan merapalkan segel penangkap roh untuk menyerang dan mendapatkan tubuhnya” sahut Jing Lu.
Sementara Jing Lu merapalkan mantranya, Shen Long telah berhasil membalas mendesak Xu Huang dan Xu Meng yang terkejut dengan kekuatan Shen Long. Kekuatan mereka bertiga seimbang, sehingga puluhan jurus telah berlalu.
Ketika Shen Long berhenti untuk menarik nafas, Jing Lu telah melemparkan segel penangkap roh ke arah Shen Long. Namun tepat ketika segel itu akan mendekat. Yan Luo segera keluar berupa energi memusnahkan segel tersebut.
Kedua jendral api dan awan yang mengendalikan Xu Huang dan Xu Meng menjadi gugup melihat roh Yan Luo. Bagaimanapun Yan Luo pernah menjadi raja dunia bawah dan guru dari pimpinan mereka.
Semua yang berada ditempat itu terkejut tidak menyangka anak muda memiliki roh kuat lain dalam tubuhnya.
Huo Lo tiba-tiba tertawa, “Hahaha... meskipun kamu adalah roh guruku, tetapi kamu hanya sebuah roh tanpa tubuh, bahkan jika roh mu menggunakan tubuh anak ini pun tidak akan sekuat kekuatan tubuh aslimu”
“Benar. Lagipula kini sudah 1000 tahun, kekuatan kami sudah jauh lebih kuat darimu saat itu” sahut Jing Lu menimpalinya.
“Shen, apa yang mereka katakan benar, saat ini kamu belum mampu melawan mereka. Kamu harus bisa kabur, biarkan aku yang menghambat mereka” bisis Yan Luo pada Shen Long.
“Tidak, aku tidak akan pergi meninggalkanmu, Guru” sahut Shen Long.
“Guru?” Yan Luo mendesah
“Aku tidak menyangka kamu menganggapku sebagai gurumu, sementara para muridku yang lain mengkhianatiku. Aku merasa senang menjadikanmu pewarisku Shen” lanjut Yan Luo.
__ADS_1
“Aku tidak akan pernah mengkhianati Guru, aku akan melawan bersamamu” kata Shen Long tegas.
“Dasar keras kepala!” bisik Yan Luo.
“Sudahlah, jangan terlalu banyak drama. Ayo Jing Lu, kita menyerangnya bersama-sama” teriak Huo Lo.
“Huo Lo, kita harus menangkap roh Guru, kita memerlukannya untuk mendapatkan benda itu” bisik Jing Lu.
“Benar, aku hampir lupa pada benda itu. Karena untuk mencari benda itulah aku tinggal di dunia manusia ini. Hahaha... siapa sangka dia datang sendiri untuk itu” sahut Huo Lo.
Kemudian mereka berdua menyerang ke arah Shen Long yang ditemani oleh Yan Luo. Kekuatan kedua orang dari klan Azura dan klan Iblis dunia bawah ini sangat jauh di atas Shen Long.
Dalam beberapa jurus, Shen Long terluka oleh mereka, meskipun telah menggunakan pedang dominator dia tidak bisa melukai kedua orang itu.
“Hahaha... dengan kekuatanmu ini, meskipun pedang dominator tidak akan bisa melukai kami” teriak Huo Lo.
“Benar Shen, hanya pedang Surgawi yang bisa melukai mereka dengan kekuatanmu saat ini” bisik Yan Luo yang juga telah menurun energi roh nya.
Mendengar itu Shen Long menggertakkan giginya lalu meludahi darah yang mengalir dari sudut bibirnya. Badannya sakit akibat luka dalam yang diterimanya.
“Huh, kedua orang ini sangat kuat sekali, aku tidak mampu melawan mereka” pikir Shen Long.
Huo Lo dan Jing Lu kembali menyerang, akhirnya Huo Lo berhasil menangkap roh Yan Luo sedangkan Jing Lu memukul Shen Long hingga terkapar di tanah.
“Hahaha... akhirnya aku bisa menangkapmu Guru” tawa Huo Lo sambil menyegel roh Yan Luo.
“Guru...” gumam Shen Long lirih melihat Yan Luo yang telah ditangkap oleh mereka.
“Habisi saja orang ini, kita tidak memerlukannya lagi” kata Huo Lo pada Jing Lu.
“Sayang sekali, lukanya parah. Kita tidak memerlukan tubuh yang terluka. Mati saja kamu” kata Jing Lu sambil melancarkan serangan.
Shen Long tidak bisa menggerakkan badannya yang terluka, dia hanya bisa pasrah akhir dari hidupnya.
“Apakah sampai disini saja hidupku?” pikir Shen Long lirih.
Disaat ambang kematian, tiba-tiba sebuah cahaya keemasan muncul. Tampak sebuah tombak bercahaya emas menghalangi serangan pamungkas Jing Lu.
__ADS_1
Jing Lu menghindari tombak yang memancarkan cahaya keemasan tersebut.
“Senjata Surgawi?” gumam Jing Lu dalam hati yang terkejut