
Hari kedua janji Shen Long menemani putri Wen Long telah ditepati dan Shen Long pun kembali ke penginapannya. Namun di tengah perjalanannya, dia dihentikan oleh kelompok anak-anak Istana Naga Api yang dipimpin oleh Long Gu.
“Rupanya kalian lagi, para kotoran yang mengganggu selera makan orang lain” kata Shen Long melihat Long Gu bersama keluarganya.
“Jaga mulut sialanmu itu” teriak Long Gu pada Shen Long sambil melambaikan tangannya memerintahkan keluarga Naga Api untuk mengelilingi Shen Long.
“Hari ini aku akan membuat perhitungan denganmu” lanjut Long Gu
“Apa yang akan kamu lakukan?” tanya Shen Long dengan santai
“Berhentilah mendekati putri Wen Long, atau kami akan membunuhmu” kata Long Gu
“Kalian pikir bisa membunuhku?” tanya Shen Long lagi
“Aku akan menghancurkan kepalamu seperti kamu membunuh jendralku” teriak Long Gu sambil memerintahkan keluarganya untuk menyerang bersamaan.
Anak-anak Istana Naga Api segera melancarkan serangan mereka pada Shen Long, Long Gu juga bergabung menyerang secara bersamaan. Namun mereka bukanlah lawan Shen Long, perbedaan mereka yang berada di alam Jendral masih satu tingkat alam di bawah Shen Long yang sudah di alam Surgawi puncak.
Shen Long mempermalukan mereka semuanya, dia hanya menghindar lalu menampar mereka satu-persatu hingga mereka terpental dan terjatuh dengan wajah bengkak.
Plak! Plak! Plak! Plak!
Tidak sampai 15 menit, Shen Long sudah menjatuhkan seluruh anak-anak Istana Naga Api. Di wajah mereka terdapat bekas tamparan berwarna merah yang melukai harga diri mereka.
“Kalian beruntung, aku dalam keadaan perut penuh. Membunuh kalian akan membuatku kelaparan lagi” kata Shen Long dengan nada santai lalu meninggalkan mereka dan kembali ke penginapan.
“Ikuti dia” bisik Long Gu pada salah satu anak naga untuk mengikuti Shen Long.
Di penginapan, pada malam harinya seperti biasa Shen Long berada di teras depan kamar mereka. Sedangkan Putri Shu tidur di dalam kamar.
Malam itu, empat sosok terbang dan melompat turun di penginapan depan kamar Shen Long.
“Itu dia orangnya ayah” bisik Long Gu pada ayahnya Raja Istana Naga Api Huo Long saat melihat Shen Long tengah duduk di teras depan kamar mereka.
__ADS_1
“Kamu yang telah membunuh para jendralku dan melukai anak-anakku?” tanya Raja Huo Long pada Shen Long.
Shen Long lalu memiringkan kepalanya dan melihat ke arah Long Gu yang berada di belakang ayahnya.
“Oh, jadi kotoran ini anakmu?” sahut Shen Long menghinanya.
“Sialan, kamu berani sekai menghinaku di depan ayahku” teriak Long Gu dengan marah.
“Kotoran dimana pun berada tetaplah sebuah kotoran. Aku merasa kasihan pada ayahmu yang melahirkan kotoran sepertimu” kata Shen Long membuat mata Raja Huo Long berkedut dan marah.
“Aku akan merobek mulutmu” sahut Raja Huo Long sambil melambaikan tangannya.
Dua orang petarung alam Jendral akhir segera melompat ke arah Shen Long untuk membunuhnya.
Tiba-tiba dari dalam kamar muncul Putri Shui yang datang membantu Shen Long menghadang serangan kedua jendral tersebut.
Melihat munculnya wanita yang sangat cantik, mata Long Gu menjadi berbinar namun membuatnya cemburu.
“Sialan, kamu sudah memiliki wanita masih juga merayu kekasihku” teriak Long Gu bermaksud untuk mengadu putri Shui agar marah pada Shen Long.
“Aku Putri Shui” sahutnya singkat
“Siapa kalian sebenarnya?” tanya Raja Huo Long kembali yang menjadi waspada karena kehadiran Putri Shui
“Ayah, mereka hanya orang rendahan yang mengganggu kita” kata Long Gu
“Diam!” bentak ayahnya Huo Long membuat Long Gu menggigil ketakutan.
Raja Huo Long bukan orang kemarin sore, dia bisa merasakan kultivasi Raga Emas yang hanya dimiliki oleh orang dari dunia langit. Jadi dia tidak lagi gegabah melakukan serangan.
“Aku tanya sekali lagi, siapa kalian” tanya Raja Huo Long pada Shen Long dan Putri Shui.
“Kami adalah dewa kematian yang akan menjemputmu” sahut Shen Long dengan nada dingin
__ADS_1
“Cih, mulutmu terlalu sombong. Kamu pikir bisa mengalahkanku dengan mudah?” kata Raja Huo Long.
“Meskipun tidak mudah, hasilnya akan sama. Kamu datang kemari untuk mengantarkan nyawamu” sahut Shen Long.
“Sialan, aku akan merobek mulutmu itu” teriak Raja Huo Long menyerang ke arah Shen Long.
Kedua Jendral yang tadi dihadang oleh Putri Shui juga menyerang kembali namun kali ini serangannya mengarah pada Putri Shui.
Kedua Jendral itu menyerang dengan jurus yang aneh dan kombinasi gerakan mereka tidak terputus dalam formasi serangannya. Namun Putri Shui bukanlah jagoan kertas yang tidak bisa menghindari dari serangan seperti itu.
Dia dengan mudah berkelit lalu melancarkan serangan balik pada salah satu Jendral. Putri menggunakan telapak tangannya untuk memukul dada jendral itu hingga mematahkan tulang rusuknya. Dari mulutnya keluar darah dan dia tidak bisa bangkit lagi.
Jendral kedua melihat hal itu dengan mata berkedut, dia mengeluarkan jurusnya yang lebih ganas lagi. Namun serangan itu tetap tidak bisa menyentuh Putri Shui. Perbedaan kekuatan mereka sangat jauh.
Putri Shui yang melompat ke atas lalu turun menghantamkan telapak tangannya pada kepala jendral itu. Hanya dengan telapak tangan Putri Shui kemudian menghancurkan kepala jendral tersebut dan mati seketika.
Long Gu menggigil ketakutan melihat kekuatan Putri Shui, dia juga melihat ayahnya bertarung seimbang dengan Shen Long.
“Siapa kalian” pikir Long Gu yang telat baru menyadarinya.
Raja Huo Long yang sejak tadi telah menyerang dengan ganas menjadi naik pitam karena Shen Long tidak serius melayani serangannya. Shen Long lebih banyak menghindari bentrokan tenaga dengannya.
Kemudian Raja Huo Long mengeluarkan pedang Api nya, bayangan Naga Api keluar saat pedang itu digenggam oleh Raja Huo Long.
“Hati-hati Shen, jangan terlalu banyak bermain-main. Segera habisi dia untuk mengurangi satu orang lawan” kata Putri Shui
“Baik Putri” sahut Shen Long yang kemudian mengeluarkan Pedang Harapan miliknya. Pedang Surgawi itu mengeluarkan cahaya yang ganas membuat wajah Raja Huo Long menjadi gentar.
Namun dia merasa harga dirinya hancur jika melarikan diri dari pertempuran melawan anak-anak itu. Kemudian dia mengerahkan kekuatan penuhnya di alam Raja tingkat akhir dunia bawah lalu mengarahkan pedang Apinya pada Shen Long.
Shen Long juga tidak mau kalah, segera mengeluarkan energi Dewa Naganya untuk menyerang Raja Huo Long dengan pedang Harapan di tangannya.
Gerakan mereka menghilang karena saking cepatnya, mata biasa hanya melihat pecikan api dan mendengar suara benturan pedang antara kedua belah pihak.
__ADS_1
Kemudian Shen Long melompat mundur sejenak untuk meningkatkan energi Dewa Naganya maksimal dan menyerang kembali ke arah Raja Huo Long.
BUMM!