
Orang-orang dari sekte Beruang Putih segera di kerahkan oleh ketua cabang sekte kota Bailing untuk menemukan keberadaan Shen Long di kota Bailing dan sekitarnya. Sementara itu ketua cabang sekte, Bao Meng menggunakan kesempatan untuk bisa lebih dekat dengan Xu Xian selama pencarian tersebut.
Di tempat lain Yong Lie dan Wang Xiao berangkat menggunakan kereta kuda menuju ke istana kerajaan Shao untuk menghadap pangeran Shao. Yong Lie juga telah mengerahkan seluruh bawahannya memeriksa kota Bailing untuk menemukan Shen Long.
Istana kerajaan Shao, Pangeran Shao tengah belajar dan diskusi dengan ayahnya Raja Shao tentang pemerintahan dan tata cara mengatur kerajaan Shao. Pangeran Shao akan segera menjadi raja kerajaan Shao menggantikan ayahnya.
Namun sesuai aturan leluhur kerajaan Shao, Pangeran Shao harus menikah terlebih dulu agar bisa dinobatkan menjadi raja kerajaan Shao menggantikan ayahnya. Hingga saat ini pangeran Shao belum memiliki calon permaisuri, sehingga meskipun usia dan kemampuannya sudah cukup, namun untuk menjadi raja harus sudah memiliki permaisurinya.
Sesungguhnya, pangeran Shao menyukai kecantikan putri Dao Lin dari kerajaan Dao. Namun putri Dao Lin tidak menyukainya. Hal itulah yang membuat pangeran Shao menjadi kecewa dan belum bisa menerima wanita lainnya. Di hati pangeran Shao hanya ada putri Dao Lin.
Kereta kuda Yong Lie telah tiba di depan gerbang istana kerajaan Shao, dan setelah diperiksa, dia pun dipersilahkan untuk langsung menuju istana pangeran Shao.
Di istana pangeran Shao, Yong Lie bersama Wang Xiao diminta menunggu di ruang tamu oleh pelayan pangeran Shao sementara pangeran sedang membersihkan badannya.
Ketika pangeran mengetahui bahwa yang datang adalah putri dari pemimpin kota Bailing, Yong Lie, sebenarnya dia merasa enggan untuk bertemu dengannya. Dikarenakan akhir-akhir ini Yong Lie terlalu sering menemuinya dan memberikan perhatian yang berlebihan sehingga pangeran Shao merasa sedikit risih meskipun mereka adalah teman sejak kecil. Dengan sedikit enggan, pangeran Shao berjalan menuju ruang tamu untuk menemui Yong Lie.
Di ruang tamu, Yong Lie sangat bersemangat ketika melihat pangeran Shao. Dia pun mendekati pangeran dan duduk di sebelahnya selayaknya seorang teman yang akrab sejak kecil.
“Shao Yin, aku memiliki berita baik untukmu.” kata Yong Lie dengan mata berbinar memanggil nama dari pangeran Shao.
“Yong Lie, katakan saja berita apa yang kamu miliki. Aku masih sedikit sibuk hari ini.” sahut pangeran Shao yang merasa enggan untuk mendengarkan.
“Hihihi... ini tentang putri Dao Lin.” suara Yong Lie lirih di telinga pangeran Shao.
__ADS_1
Deg!
Wajah pangeran Shao menjadi tegang ketika mendengar nama putri Dao Lin.
“Ah, sudahlah, sepertinya kamu tidak mau mendengarnya? Aku akan pergi saja.” kata Yong Lie merajuk dan hendak berbalik pergi.
Wajah pangeran Shao menjadi merah ketika Yong Lie memutuslan untuk pergi tanpa memberitahukan berita tersebut.
“Yong Lie, aku akan mendengarkanmu.” kata pangeran Shao dengan tatapan lebih serius.
Yong Lie lalu duduk kembali di samping pangeran Shao, lalu memperkenalkan Wang Xiao kepadanya. “Pangeran, ini adalah temanku. Putri dari pemimpin kota Daosen, Wang Xiao.”
Wang Xiao tersenyum dan memberikan hormatnya kepada pangeran Shao.
Wajah pangeran Shao tampak bersemangat, matanya berbinar mendengar hal itu. Dia pun segera berdiri dan sedikit gugup setelah mendengar berita dari Yong Lie. “Benarkah apa yang kau katakan itu Yong Lie? Kamu tidak membohongiku kan?” tanya pangeran Shao menatap tajam ke arah Yong Lie.
“Shao Yin, itulah mengapa aku datang kemari mengajak temanku ini Wang Xiao. Aku tahu kamu pasti tidak mempercayaiku.” sahut Yong Lie sambil berbalik menoleh ke arah Wang Xiao. “Kamu jelaskan pada pangeran, nona Wang!”
“Benar Pangeran, tadi siang kami telah bertemu dengan putri Dao Lin di sebuah warung makan di kota Bailing. Hamba mengenalinya meskipun dia menyamar sebagai orang lain.” sahut Wang Xiao sambil memberi hormat.
Pangeran Shao segera memerintahkan pengawalnya untuk menyiapkan kereta kudanya. “Ayo antarkan aku untuk melihatnya!” kata pangeran Shao kemudian.
Kemudian sore itu dua kereta kuda meluncur dari kediaman istana pangeran Shao dan menuju ke arah kota Bailing.
__ADS_1
Di kota Bailing, putri Dao Lin sudah berada di dalam kamar bersama dua pengawalnya untuk berdiskusi. “Putri, kita sudah diketahui. Aku takut kita tidak akan leluasa untuk bergerak di kota ini.” kata pengawal tersebut.
“Putri, sebaiknya kami saja yang pergi mencari tuan Shen Long dan putri bersembunyi di suatu tempat.” saran pengawal yang satunya.
Putri Dao Lin merenung memikirkan kata-kata pengawalnya. Dia tidak ingin keberadaannya di kota Bailing diketahui oleh pihak kerajaan Shao.
Sementara itu NingYue yang tidak mengetahui tentang perselisihan kedua kerajaan itu berjalan santai di warung makan milik penginapan itu. Dia duduk dengan santai memikirkan Shen Long yang tentu masih bermeditasi menyerap energi cahaya matahari.
Di seberang penginapan, juga terdapat sebuah warung makan lain yang menjadi saingan dari warung makan penginapan ini. Di warung itu tampak Xu Xian duduk bersama Bao Meng yang tengah menemui dua orang tetua sekte luar yang tampak dari pakaiannya. Mereka tengah membicarakan kerjasama antara sekte Beruang Putih cabang kota Bailing dengan sekte luar itu.
“Tetua Bang, tetua Sang. Kami sangat berterima kasih atas kerjasama ini.” kata Bao Meng memberikan hormat pada kedua tetua itu.
“Hahaha... kita bekerjasama demi keuntungan bersama. Jangan terlalu sungkan ketua Bao.” sahut tetua Bang yang berpakaian warna merah.
Mereka pun tanpa sungkan saling memuji dan menjamu minuman sambil tertawa setelah pembicaran kerjasama selesai.
Tak lama kemudian, tampak dua kereta kuda tengah melaju menuju ke penginapan di depan mereka. Menurut informasi dari bawahan Yong Lie, mereka menemukan bahwa putri Dao Lin berada di penginapan itu.
“Pangeran Shao?” tampak tetua Bang tertegun melihat kedatangan pangeran Shao yang turun dari salah satu kereta kuda. Kedua tetua itu saling menatap lalu kembali tersenyum kepada Bao Meng.
“Ketua, jika tidak ada hal lain. Kami ingin segera kembali untuk melaporkan tentang kerjasama ini.” kata tetua Sang.
Kemudian mereka pun saling memberi hormat dan berpisah. Kedua tetua sekte luar itu pergi diikuti oleh para pengawalnya, sementara Bao Meng menghela nafasnya dan duduk kembali bersama Xu Xian di warung itu. Dia merasa lega kerjasama itu telah terlaksana.
__ADS_1
Di seberang Wang Xiao melihat NingYue yang duduk dengan santai di dalam warung itu tanpa menyadari apa yang akan terjadi. “Pangeran, itu teman dari putri Dao Lin!” kata Wang Xiao sambil menunjuk ke arah NingYue.