Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 372 | Bertarung untuk pelatihan


__ADS_3

“Gurun Api? Jadi kamu mendapatkan energi naga itu disana?” Wajah ShiMei tertegun dan menatap Shen Long dengan kagum setelah mendengar ceritanya.


“Keberuntunganmu memang luar biasa Shen,” lanjut ShiMei.


Shen Long menganggukkan kepalanya dengan wajah serius. “Kita fokuskan untuk mencari informasi tentang penjara itu.”


ShiMei mengerti maksud Shen Long, dia segera beranjak pergi untuk mencari informasi dari beberapa orang kenalannya di arena pembantaian itu.


Setelah Shen Long menjadi petarung Liushan, arena pembantaian menjadi ramai dan penuh oleh penonton yang ingin menyaksikan kehebatan Shen Long. Namun Shen Long merasa kurang puas karena lawannya rata-rata jauh lebih lemah darinya.


Pertarungan Shen Long yang ke sepuluh hari ini pun berakhir dalam waktu singkat. Nama Shen Long menjadi perbincangan di kalangan penonton dan petarung, banyak yang kini menyukainya dan memberikan dukungan.


Keesokan harinya kembali seperti biasa Shen Long naik ke atas arena, hampir setiap hari Shen Long bertarung di atas arena dengan maksud meningkatkan kekuatannya. Hari ini dikabarkan ada tiga petarung istimewa yang dibawa oleh dua orang pemilik arena pertarungan lainnya.


“Kimshan, apa kabarmu?” Liushan menyapa kolega nya sesama pemilik arena pertarungan sambil tersenyum gembira.


“Kabar baik tuan Liushan. Aku dengar kamu telah memiliki seorang petarung tangguh. Hari ini aku membawa dua orang petarung milikku untuk meminta petunjuk darinya,” sahut Kimshan dengan sindiran.


Liushan tidak tersinggung dengan sindiran tersebut, dia merasa yakin dengan kekuatan Shen Long. Bahkan kini dia sendiri seperti menjadi salah satu pemuja Shen Long, sebuah kelompok yang dibentuk oleh para penonton yang memuja kekuatan Shen Long.


Disamping Kimshan tampak dua orang petarung dengan wajah keras dan pelipis yang menonjol. Mereka terlihat tegang tanpa senyuman di wajah mereka. Dua orang yang satunya mogull dan satunya lagi mogullian.


“Ah, petarungmu pun terlihat tangguh. Silahkan masuk dan bersiap,” kata Liushan kembali sambil tersenyum.


Sorot mata Liushan terlihat sinis pada mereka. “Kali ini kesombongan kalian akan runtuh.” batinnya.


Persaingan antar arena pertarungan sering kali terjadi. Semakin kuat petarung milik arena pertarungan maka para penonton akan semakin ramai yang datang demikian juga para penantang yang ingin bertarung.

__ADS_1


Kali ini nama arena pembantaian menjadi naik daun setelah Shen Long menjadi salah satu petarung andalan mereka.


“Tuan Liushan, lama tidak berjumpa. Aku lihat beratmu semakin bertambah saja. Hahaha...,” sapa seseorang yang melihat Liushan.


Liushan menoleh ke arah suara tersebut. “Ah Lingshan, beratmu juga bertambah sejak terakhir bertemu denganmu. Hahaha...”


“Sepertinya telah lama aku tidak pernah main ke arena pertarunganmu ini. Kelihatan semuanya menjadi semakin megah.”


Orang yang bernama Lingshan itu melihat ke sekeliling arena pembantaian yang dipenuhi sesak oleh para penonton yang tidak sabar menantikan pertarungan Shen Long.


“Aku dengar kamu menemukan petarung yang cakap. Aku jadi penasaran ingin menjajal kekuatannya.” kata Lingshan langsung pada intinya.


“Hahaha... hanya rumor saja. Kamu memiliki petarung nomor satu selama ini. Apakah kali ini kamu datang mengajaknya?” Liushan melihat sekeliling mencari petarung Lingshan.


Lingshan memiliki seorang petarung yang selama ini merupakan petarung nomer satu yang selalu memenangkan setiap pertarungan. Nama petarung itu Ginshan, seorang mogull yang dulunya berada di peringkat dua dewa dunia langit.


Ginshan adalah petarung yang sulit diatur dan jarang mau diperintah oleh Lingshan. Namun setelah Lingshan mengatakan bahwa ada petarung yang kuat dari arena pembantaian Liushan, Ginshan menjadi tertarik untuk pergi melihat.


Liushan jelas paham betul karakter Ginshan, mereka sesama dewa dunia langit sebelumnya tentu saja saling mengenal karakter masing-masing. Dia pun tertawa bersama lalu mempersilahkan Lingshan untuk mengambil tempat duduk di tempat khusus.


Di atas arena, Shen Long telah berdiri menanti para petarung yang ingin turun melawan dirinya. Shen Long melihat ke arah dua orang petarung Kimshan yang duduk di sebelahnya.


“Dua orang itu terlihat cukup menarik. Apakah mereka akan turun melawanku?” Wajah Shen Long pun terlihat berbinar mengetahui dua orang petarung yang kuat berada di bangku penonton.


Tiba-tiba mata Shen Long berkedut, dia menyadari kehadiran seorang petarung yang sangat kuat dari arah tribun atas penonton.


“Ginshan... Ginshan... Ginshan...” Para penonton mengelu-elukan seorang pemuda yang tersenyum sambil melambaikan tangannya ke arah para penonton. Pemuda itu tampak seumuran dengan Shen Long namun tingkahnya terlihat angkuh dengan senyuman merendahkan pada orang-orang.

__ADS_1


Ginshan terlihat berjalan dengan sombong sambil memeluk dua orang wanita cantik di sisi kiri dan kanannya. Beberapa orang terlihat mencibir atas keangkuhannya namun sebagian juga ada yang memuja kekuatannya yang nyata sebagai petarung nomer satu selama ini.


Ginshan tidak menghiraukan Shen Long yang berada di atas arena, dia merasa dirinyalah pusat perhatian di setiap arena pertarungan. Ginshan lalu mencari tempat duduk yang istimewa bersama wanita-wanitanya sambil menikmati minuman seperti penonton istimewa.


“Orang itu sangat kuat, namun sikapnya sangat angkuh,” batin Shen Long.


Shen Long kemudian mengacuhkannya, dia menatap ke arah petarung yang telah bersiap di depannya. Petarung ini merupakan seorang mogull yang juga memiliki peringkat petarung sepuluh besar.


Wajah petarung itu begitu buas menatap Shen Long dengan garang. Dia bersiap untuk menyerang apabila lonceng berbunyi. Petarung itu menggelengkan kepala serta *******-***** jemari tangannya dengan bersuara kretek-kretek. Dia merasa yakin dengan kekuatannya.


Teeenngg!


Begitu lonceng berbunyi petarung garang itu segera mengerahkan kekuatannya yang berada di alam Pemurnian Semesta dan menyerang dengan garang ke arah Shen Long yang masih berdiri tanpa melakukan gerakan apa-apa.


Mata Shen Long masih acuh tak acuh melihat ke sekitarnya seakan-akan tidak peduli dengan petarung yang menyerang dirinya. Penonton berseru melihat petarung tingkat pemurnian semesta menyerang Shen Long.


Mereka berdiri sambil bersorak menantikan pertarungan sengit. Ginshan sekilas menghentikan gerakannya dan melirik ke arah arena melihat Shen Long yang masih berdiri disana. “Cih, kekuatan tidak seberapa. Ternyata hanya omong kosong belaka,” gumamnya.


Wajah dua petarung yang datang bersama Kimshan menyipitkan matanya ke arah Shen Long seakan-akan menyelidiki kekuatannya. Sedangkan Kimshan hanya menghela nafasnya. “Ah, menghadapi tekanan dari alam pemurnian semesta saja sudah tidak bisa bergerak.”


Kimshan merasa kecewa dengan rumor kekuatan Shen Long. Namun kenyataannya Shen Long tidak bisa bergerak setelah menerima tekanan kekuatan pemurnian semesta lawannya.


Brakkk!


Tiba-tiba petarung yang berada pada tingkat pemurnian semesta itu seperti menabrak plat baja. Tubuhnya terpental ke arah tribun penonton dengan tangan kanan yang patah.


Kimshan yang hendrak pergi terbelalak tidak percaya kejadian secepat itu. Ginshan yang menyeruput minumannya terkejut dan hampir menyemburkan minumannya.

__ADS_1


Mata petarung disamping Kimshan berkedut melihat hal itu. Mereka semua terbelalak tidak percaya. Kimshan tidak percaya, Ginshan pun tidak percaya.


“I-Ini pasti trik!” gumam Kimshan dengan wajah gugup.


__ADS_2