
Wu Chen yang telah disembuhkan segera berlutut di depan Shen Long.
“Apa yang kamu lakukan? Berdirilah” kata Shen Long.
“Tuan, tolong terima aku menjadi pengikutmu. Aku akan melakukan apapun perintah darimu” sahutnya.
Shen Long tertegun sejenak, untuk menjadi seorang tabib dia memang harus memiliki seorang asisten yang membantunya selama melakukan pengobatan.
“Baiklah. Karena kita ditakdirkan untuk bertemu. Aku akan mengajakmu menjadi asistenku yang membantu selama aku melakukan pengobatan” sahut Shen Long.
“Baik tuan. Terima kasih tuan” sahut Wu Chen dengan gembira kini hidupnya tidak lagi tanpa tujuan di jalanan. Dia akan membantu Shen Long dengan baik.
“Maaf tuan, bolehkah aku mengenalmu” tanya pemilik warung tiba-tiba mendekatinya.
“Nama ku Shen Long, ada apa yang bisa aku bantu untukmu?” tanya Shen Long.
“Tabib Shen, sejak tiga bulan yang lalu tabib di kota ini menghilang. Aku tidak bisa mengajak anakku berobat. Tolong bantu anakku tuan tabib” kata pemilik warung itu sambil berlutut di depan Shen Long.
“Baiklah, tunjukkan aku jalannya” sahut Shen Long
Pemilik warung itu senang lalu mengantar Shen Long ke belakang warungnya untuk menemui anaknya yang sakit. Wu Chen mengikutinya dari belakang.
Di dalam kamar dia melihat seorang anak kecil berusia sekitar sembilan tahun sedang tertidur di atas ranjang. Shen merasakan sesuatu yang aneh pada anak kecil ini. Sebuah aura yin tampak di dahi anak kecil ini.
Shen Long merasakan nadi anak tersebut normal, tubuhnya tidak mengalami sakit tetapi jiwanya yang mengalami gangguan.
“Shen, gunakan darahmu untuk mengusir energi yin di dahi anak ini” bisik Yan Luo padanya.
Mendengar bisikan Yan Luo, membuat Shen Long menyadari dirinya dengan kekuatan yang berada di alam dewa dirinya memiliki darah yang kuat untuk mengusir roh atau energi yin yang mengganggu manusia.
Lalu dia menggigit ujung jarinya dan meneteskan darahnya di atas dahi anak kecil itu. Energi yin itu perlahan menghilang dari tubuh anak kecil itu dan wajahnya kembali normal. Anak itu perlahan mulai membuka matanya kembali.
__ADS_1
“Ayah, aku ada dimana?” suara anak itu tiba-tiba memanggil pemilik warung tersebut.
“Ayah disini” sahut pemilik warung itu segera memeluk anaknya dengan gembira. Dia tidak bisa menahan tangisnya terharu melihat anaknya yang telah sembuh.
“Paman, anak paman ini bukan disebabkan oleh penyakit biasa. Dia terkena pengaruh energi negatif yin. Aku akan menyelidiki darimana sumber dia mendapatkannya untuk menghindari masalah ini terjadi kembali” kata Shen Long.
“Tolong lah kami tabib dewa Shen” kata pemilik warung itu sambil bersujud kembali di depan Shen Long membuatnya sedikit risih.
“Berdirilah, antarkan aku berkeliling rumah dan warungmu ini” kata Shen Long..
Pemilik warung lalu mengantarkan Shen Long berkeliling rumah dan warungnya. Ketika dia tiba di ruang tamu, dia melihat sebuah vas di atas meja dan merasakan energi negatif berada di dalam vas tersebut.
“Paman, sejak kapan vas ini berada disini?” tanya Shen Long.
“Aku membeli vas ini di jalanan sekitar dua bulan lalu tepat dua hari sebelum anakku sakit” sahutnya.
“Apakah ini sumber dari penyakit anakku itu tuan?” tanya pemilik warung itu kembali.
“Lalu apa yang harus aku lakukan?” tanya pemilik warung itu.
“Aku akan memusnahkan energi ini” sahut Shen Long.
Dengan menggunakan ilmu pemurnian serap jiwa milik Yan Luo, Shen Long akan menghisap energi negatif ini lalu mengendalikannya di dalam darahnya yang justru akan menjadikannya bertambah kuat.
Shen Long menyentuh vas tersebut lalu menyerap seluruh energi negatif yang berada di dalam vas tersebut. Kemudian vas itu pecah setelah seluruh energinya diserap oleh Shen Long. Kemudian Shen Long duduk bermeditasi untuk mengendalikan energi negatif tersebut di dalam tubuhnya.
Beberapa menit setelah itu Shen Long berdiri dan tersenyum, “Semua energi negatifnya sudah musnah. Kamu bisa membersihkan pecahan vas ini dan kondisi rumahmu sudah aman”
“Terima kasih tabib dewa Shen” kata pemilik warung itu hendak berlutut kembali namun dicegah oleh Shen Long.
“Jangan terlalu formal paman, aku akan tinggal beberapa hari di tempatmu sebelum menuju ibukota kerajaan” sahut Shen Long.
__ADS_1
“Tentu saja. Aku akan melayani tuan tabib dengan baik tanpa perlu membayar sebagai ucapan terima kasihku” sahut pemilik warung itu gembira.
“Terima kasih paman” sahut Shen Long
“Satu lagi paman, bolehkah aku membuka praktek untuk mengobati orang-orang selama aku tinggal ditempatmu ini?” tanya Shen Long.
“Tentu saja tuan tabib. Apabila penduduk kota mengetahui ada tabib dewa yang berkunjung ke kota ini. Orang-orang akan berbondong-bondong mendatangi tempatku ini. Aku juga akan ikut menerima keuntungan darinya” senyum pemilik warung tersebut.
“Terima kasih paman. Kalau begitu tolong bantu aku memberitahukan orang-orang bahwa aku datang kemari untuk beberapa hari. Jika ada yang ingin berobat, aku akan membantu mereka” kata Shen Long selanjutnya.
“Baik tuan tabib” sahut pemilik warung dengan gembira.
Dengan kejadian ini Shen Long berharap namanya akan mulai terdengar kepada kelompok penculik para tabib tersebut. Ini disebut dengan memancing masuk kedalam sarang harimau untuk mendapatkan daging yang lebih besar.
“Wu Chen, kita mungkin akan sibuk selama beberapa hari ini. Kamu harus membantuku bekerja keras.” kata Shen Long pada Wu Chen yang mengikutinya sejak awal tadi.
Wu Chen kagum dengan ketrampilan Shen Long dalam mengobati dirinya dan anak pemilik warung. Jadi dia bersumpah akan mengikuti Shen Long kemanapun dan membantunya.
Kabar tentang datangnya seorang tabib dewa di kota Jishang tersebar ke seluruh kota membuat banyak orang yang datang berduyun-duyun mengantri di warung makan tempat Shen Long menginap.
Pemilik warung dan para pekerjanya sibuk menyiapkan makanan bagi mereka yang mengantri untuk disembuhkan.
Shen Long berhasil menyembuhkan semua orang yang datang berobat padanya dengan berbagai macam sebab penyakit. Wu Chen sibuk membantunya selama melakukan pengobatan. Hal ini membuat namanya semakin harum dan terkenal di pelosok kota Jishang.
Pada hari ketiga dia membuka prakteknya, muncul sebuah kereta kuda di depan warung makan. Seorang pemuda dengan wajah tegap turun dari kereta kuda tersebut.
“Aku Chen Shen datang berkunjung untuk mengundang tabib dewa ke kediaman kami” teriaknya sambil menunggu di depan warung.
Shen Long telah mendengar kedatangan orang ini, tapi terlalu sombong tidak mendekatinya.
”Wu Chen, katakan pada orang itu kalau aku masih sibuk menyembuhkan pasien. Suruh dia juga menunggu seperti yang lainnya” kata Shen Long dengan santai melanjutkan mengobat pasiennya.
__ADS_1