
Setelah membersihkan diri dan makan, Shen Long pun kembali ke kamarnya untuk bersiap melakukan perjalanan ke alam pikirannya.
“Guru, bersiaplah. Aku akan kesana menemuimu” sahut Shen Long
Kemudian Shen Long bermeditasi dengan memusatkan pikiran untuk memasuki alam pikirannya.
Dalam beberapa menit, Shen long telah tiba di alam pikirannya dan berada di tengah sebuah hutan yang sangat lebat.
“Guru! Kamu dimana?” tanya Shen Long.
“Aku di belakangmu” sahut Yan Luo masih berbentuk roh.
“Shen, mengapa para wanita ini ada di dalam pikiramu juga? Aku lihat Raja Shui Ni juga ada disini” tanya Yan Luo yang melihat puluhan wanita kenalan Shen Long berada di belakangnya.
“Maaf, Guru. Mereka muncul begitu saja dalam pikiranku” sahut Shen Long.
“Singkirkan mereka! Kita mau mencari peta, bukan mau ke tempat hajatan” hardik Yan Luo sedikit emosi
“Dan juga, berikan aku tubuh” lanjut Yan Luo.
“Ba..Baik Guru” sahut Shen Long yang kemudian kembali memusatkan pikirannya.
Beberapa menit kemudian, Shen Long mencari Gurunya lagi.
“Shen, kamu kenapa sih? Siapa menyuruhmu memberiku tubuh wanita seksi ini?” Yan Luo makin geram.
“Lalu, kenapa Putri Shui masih disini?” tanyanya lagi
“Maaf Guru, aku tidak bisa menghilangkannya dari pikiranku” sahut Shen Long
“Tidak bisa? Memangnya apa yang kalian lakukan semalam sampai tidak bisa melupakannya?” tanya Yan Luo lagi sambil emosi
“Ah.. Tidak Guru, aku akan menyingkirkannya” sahut Shen Long gugup
“Juga tubuhku ini, aku tidak suka berada dalam tubuh wanita” sahutnya
Shen Long lalu memulai konsentrasi dan memusatkan pikirannya kembali.
Beberapa menit setelahnya, Shen Long kembali mencari Gurunya lalu dia menemukan seorang tua yang duduk di batu di dalam hutan.
“Akhirnya semua wanita itu sudah pergi.” kata Yan Luo dalam tubuh lelaki tua itu.
“Tapi, kenapa pikiranmu rumit sekali Shen. Kenapa tidak sederhana saja. Bagaimana kita mencari sesuatu di tengah hutan yang lebat seperti ini” kata Yan Luo tidak puas lagi dengan alam yang dibuat dalam pikiran Shen Long.
“Baik Guru, aku akan memperbaikinya lagi.”
“Guru terlalu cerewet ternyata” pikirnya
__ADS_1
“Aku mendengarmu Shen. Kita berada dalam satu pikiran. Ingat itu” sahut Yan Luo kesal
Akhirnya, mereka tiba di sebuah hamparan pasir yang sangat luas dalam alam pikiran Shen Long.
“Bagaimana Guru?” tanya Shen Long
“Lumayan. Kamu sudah bisa mengontrol pikiranmu” sahut Yan Luo
“Lalu, apa yang kita cari Guru?” tanya Shen Long kembali
“Mudah. Kita mencari sesuatu yang tidak terpikirkan olehmu. Sebuah benda yang ada dalam pikiranmu tapi bukan ada karena pikiranmu” sahut Yan Luo membuat Shen Long bingung.
“Ya cari saja sesuatu yang aneh” lanjut Yan Luo singkat
“Ooh begitu. Baiklah. Mari kita berangkat mencarinya” sahut Shen Long
Tak berapa lama, mereka mencari keliling di tengah gurun pasir, membuat mereka kehausan.
“Shen, kamu bisa saja membuat gurun pasir, namun jangan dilengkapi dengan hawa panasnya juga” kata Yan Luo yang kelelahan
“Guru jalannya terlalu lambat, kita harus lebih cepat agar tidak kepanasan” sahut Shen Long
“Salahkan saja orang yang memberiku tubuh tua ini” sahut Yan Luo kesal
Akhirnya mereka tiba di sebuah oasis, lalu Yan Luo dan Shen Long beristirahat sebentar dan sudah disediakan makanan lengkap di atas meja.
“Aku bisa menambahkan pelayan jika Guru mau. Aku sudah bisa mengontrol pikiranku dengan baik” kata Shen Long
“Tidak perlu, Biarkan saja aku beristirahat disini. Kamu cari saja sendiri peta itu” kata Yan Luo
“Baiklah” sahut Shen Long
Kemudian dia mempersempit area pencariannya hingga muncul dinding mengurung mereka di tengah oasis itu.
“Hebat, kamu sudah bisa mengendalikan pikiranmu” ucap Yan Luo sambil makan
Kemudian Shen Long perlahan menyingkirkan gurun pasir itu dari dalam pikirannya, tiba-tiba dia melihat sesuatu di bawah pasir itu.
“Guru, apakah benda itu yang kita cari?” teriak Shen Long sambil menunjuk ke sebuah gulungan berwarna hitam di bawah lapisan pasir.
“Apakah kamu memikirkan benda itu?” tanya Yan Luo yang masih bersantai
“Tidak, aku bahkan tidak tahu ada benda itu disana. Dan isinya juga aku tidak tahu” sahut Shen Long
“Kalau begitu ambilah. Itu dia peta kita” sahut Yan Luo
Shen Long lalu mengambil gulugan itu dan membukanya. Wajah Shen Long terkeju ketika melihatnya.
__ADS_1
“Guru, siapa yang membuat peta ini?” tanya Shen Long
“Aku, memangnya kenapa” tanya Yan Luo
“Gambarnya jelek sekali” sahut Shen Long membuat mata Yan Luo berkedut.
“Apanya jelek, itu sudah aku gambar seperti sesungguhnya” kata Yan Luo sambil merampas peta itu lalu melihatnya.
“Hmm.. memang sedikit jelek, tapi ada tulisan yang menjelaskan titik-titik di peta ini” lanjut Yan Luo
“Baiklah, aku sudah mengingat peta ini. Kamu pelajarilah dulu sebelum aku menyimpannya lagi” sahut Yan Luo
Setelah Shen Long mengingat setiap tulisan dan gambar di peta itu, dia bertanya.
“Guru, apakah ini peta di dunia bawah?” tanya Shen Long.
“Benar, aku memang menyimpan benda itu di dunia bawah” sahut Yan Luo
“Baiklah, karena kita sudah menemukannya. Mari kita pergi dari pikiranku ini” kata Shen Long yang kemudian menghilangkan pikirannya tadi dan kembali ke tubuhnya di alam nyata.
“Guru, sepertinya Guru menyimpan benda itu di wilayah timur” kata Shen Long
“Benar. Ayo kita pergi kesana Shen” bisik Yan Luo
Shen Long segera menemui Putri Shui dan mengatakan akan mencari sesuatu di wilayah timur.
“Bolehkah aku mengikutimu?” tanya Putri Shui
“Baik. Mari kita berangkat bersama-sama” sahut Shen Long sambil menggandeng tangan Putri Shui yang membuatnya merasa senang dengan wajah merona merah.
Mereka kemudian berangkat menuju daerah timur, sebuah desa yang terletak di tengah hutan belantara yang merupakan wilayah klan binatang.
Disana mereka mencari sebuah tebing bukit di luar desa yang tampak seperti gambar tanduk kerbau sesuai dengan peta dalam pikiran Shen Long
Ketika tiba di tebing itu, Shen Long mencari sebuah makam yang ada disana. Dari makam tersebut, Shen Long menghitung langkah sebanyak 12 langkah ke arah selatannya.
Lalu dari tempat itu dia berjalan menuju ke arah tebing. Namun Shen Long tidak melihat apapun di tebing tersebut.
“Kita sedang mencari apa Shen?” tanya Putri Shui.
“Nanti kamu akan mengetahuinya sendiri” sahut Shen Long.
“Kini saatnya kamu membuka segel dari formasi pelindung yang aku buat Shen” bisik Yan Luo.
Shen Long kemudian membaca mantra dan menggerakkan tangannya untuk mencari inti dari formasi itu, lalu setelah menemukannya dia kemudian mengalirkan energinya untuk membuka segel tersebut.
Tampak sebuah dimensi samar-samar mulai menghilang dan memunculkan sebuah Gua di balik tebing tersebut.
__ADS_1