Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 484 | Menyelamatkan NingYue


__ADS_3

Shen Long kemudian tiba di sebuah air terjun yang besar di daerah barat misterius. Shen Long pernah tinggal di daerah barat misterius di masa lalu, jadi dia tahu lokasi air terjun ini.


Shen Long kemudian memeriksa sekitar tempat itu namun tidak menemukan aura NingYue di tempat itu.


“Sepertinya mereka menggunakan mantra untuk menghilangkan aura NingYue,” gumam Shen Long.


Shen Long kemudian mencari secara kasat mata tempat yang bisa dijadikan persembunyian oleh mereka. Ada banyak tempat-tempat tersembunyi di daerah barat misterius, terutama di pinggir tebing sungai sekitar air terjun itu.


Jadi Shen Long harus memeriksanya satu persatu dan memakan cukup waktu untuk melakukannya.


“Aku yang kalian cari, datang dan kemarilah! Lepaskan nona Ning!”


Shen Long mengeluarkan suara yang keras dan mengirimkannya ke sekeliling tempat itu. Suaranya menggema membuat tempat itu bergetar seperti gempa bumi.


Shen Long menunggu beberapa saat namun belum ada yang terjadi. Lalu dia mengulangi lagi kata-katanya.


“Apakah kalian pengecut yang hanya berani menculik seorang wanita? Sungguh memalukan,” provokasi Shen Long.


Setelah mengatakan hal itu, beberapa menit kemudian tampak seseorang dengan kecepatan tinggi muncul melayang di depan Shen Long. Lelaki tua itu menatap Shen Long dengan tatapan tajamnya. Tampak dari wajahnya yang gelap sedang menahan amarahnya.


“Kamu yang bernama Shen Long?”


Lelaki itu menatap Shen Long dengan aura membunuh yang kental. Wajahnya terlihat bengis di usianya yang sudah tergolong tua.


“Benar! Apakah kamu lelaki tua yang senang menculik para wanita?” sindir Shen Long sambil mendengus.


“Kurang ajar!”


Lelaki tua itu sontak menjadi marah mendengar kata-kata Shen Long. “Aku YongChun, aku datang untuk membalaskan dendam atas kematian murid dan sekteku,” kata lelaki tua itu kemudian.


Shen Long menyipitkan matanya mendengar perkataan lelaki tua tersebut. “Siapa yang kamu maksud?”


“Sekte Beruang Putih,” sahut lelaki tua itu dengan wajah kesal.


“Oh, pantas saja mereka gerombolan pecundang. Ternyata guru mereka suka menculik wanita lemah.” Shen Long kembali memprovokasi lelaki tua bernama Yong Chun itu.

__ADS_1


Yong Chun sudah tidak bisa lagi menahan amarahnya, dia kemudian mengerahkan kekuatan puncaknya di alam kesadaran semesta. Shen Long terkejut merasakan kekuatan lelaki tua ini yang ternyata berada di alam kesadaran semesta sehingga dia berani datang ke loka ini mencari dirinya.


“Ini kesempatanku untuk menguji kekuatanku sekarang,” batin Shen Long yang juga bersiap untuk mengerahkan kekuatan puncaknya.


Shen Long lalu mengerahkan kekuatan puncak Alam kesadaran semesta dunia tahap menengah untuk menghadapi Yong Chun.


Yong Chun segera menyerang ke arah Shen Long dengan ganasnya. Dia meraung dengan suara yang keras bagaikan binatang buas yang kelaparan.


Serangan Yong Chun terlihat aneh dan sedikit gila, tubuhnya meliuk bagaikan orang yang mabuk namun kekuatannya sangat dahsyat. Gerakannya lembut namun sekali-kali keras.


“Jurus mabuk?” Shen Long menyipitkan matanya melihat jurus lelaki tua itu


Shen Long menghindari pukulan lelaki tua itu yang mengait kadang meninju ke arahnya. Gerakan lelaki tua itu begitu lincah seolah-olah menari dalam keadaan mabuk.


Shen Long ingin melihat lebih lama serangan lelaki tua itu untuk mempelajari jurusnya. Jadi Shen Long sengaja hanya menghindari serangan Yong Chun.


“Apa kamu hanya bisa menghindar saja?” dengus lelaki tua itu kesal karena satupun serangannya tidak bisa menyentuh Shen Long.


“Aku sedang menonton tarianmu pak tua. Lumayan untuk menghibur diriku,” sahut Shen Long yang membuat mata Yong Chun semakin merah padam. Wajahnya menjadi semakin gelap dan gerakannya semakin dipercepat olehnya.


Shen Long sudah merasa cukup melihat gerakan lelaki tua itu, kini dia bermaksud untuk membalas serangannya.


Lelaki Yong Chun terkejut tidak menyangka Shen Long kini bergerak maju ke arah dirinya untuk menyambut serangan.


Plak! Plak!


Byurrrr!


Wajah Yongchun terkena tamparan dua kali dengan cukup keras hingga membuatnya terpental jatuh ke dalam air sungai.


Pakaian Yong Chun menjadi basah kuyup, lalu setelah dia mengerahkan kekuatannya kembali untuk mengeringkan pakaiannya, dia pun menyerang Shen Long kembali dengan ganasnya.


Tamparan Shen Long tadi cukup menyakitkan baginya, namun tidak mengurangi niatnya untuk kembali membunuh Shen Long.


Rasa sakit pada wajahnya tidak menghalangi gerakannya yang semakin kuat dan garang. Dia seperti binatang buas yang terluka melawan dengan membabi buta pada Shen Long.

__ADS_1


Melihat lawannya seperti itu, Shen Long berkelit ringan lalu memutar tubuhnya dan bergerak maju menyerang kembali.


Plak! Plak!


Byuuurrr!


Dua tamparan lagi mengenai wajah Yong Chun hingga beberapa giginya tanggal karenanya. Tubuhnya kembali terbanting ke air sungai yang menyebabkan warna merah pada sungai itu.


Shen Long kini tidak berdiam diri, dia segera mengerahkan kekuatan dari Naga penghancur yang baru saja dimilikinya untuk mencoba pada lelaki tua ini.


Gerakan Shen Long menjadi bertambah cepat yang langsung tiba di depan Yong Chun yang wajahnya bengkak hampir tidak dikenali lagi.


Shen Long kemudian menghantam wajah Yong Chun kembali dan membuatnya terpental menabrak tebing di pinggir sungai.


Bummm!


Tubuh Yong Chun menghantam tebing itu dengan keras dan membuat tebing itu retak karenanya. Yong Chun menghembuskan nafasnya terakhir dengan kepala hampir pecah akibat hantaman tinju Shen Long.


“Hebat, kekuatan Naga Penghancur ini lumayan cepat dan kuat,” batin Shen Long.


Melihat lawannya telah mati, Shen Long kemudian mencari tempat persembunyian NingYue dan wanita yang menangkapnya.


Shen Long pergi ke arah datangnya lelaki tua Yong Chun tadi dan melihat sebuah gua tersembunyi di balik semak belukar.


Kemudian Shen Long berjalan memasuki gua itu dan melihat tubuh NingYue yang tak sadarkan diri. Shen Long lalu mengalirkan energinya ke tubuh NingYue untuk menyadarkannya.


NingYue kemudian memegang kepalanya yang masih sedikit sakit karena dia telah dipukul di bagian belakang kepalanya oleh dua orang yang menculiknya.


“Kamu sudah sadar NingYue. Siapa yang telah menculikmu?” tanya Shen Long kemudian sambil mengangkat NingYue dan menggendongnya keluar dari dalam gua tersebut.


NingYue mengalungkan lengannya di leher Shen Long dan merebahkan kepala di pundak Shen Long.


“Maafkan aku yang lemah ini kak Shen. Aku selalu merepotkanmu untuk membebaskanku,” ucap NingYue lirih.


“Kamu terlalu banyak berpikir. Sudah menjadi tanggungjawabku untuk menolongmu. Lagipula aku yang lalai karena meninggalkanmu di desa itu,” sahut Shen Long

__ADS_1


Shen Long kemudian menurunkan tubuh NingYue setelah keluar dari gua itu lalu NingYue berlari memeluk Shen Long dengan membenamkan wajahnya di dada Shen Long.


“Sudahlah, kamu sudah aman sekarang, jadi tenanglah! Apa kamu mengingat siapa wanita satu lagi yang menculikmu dirimu,”


__ADS_2