Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 147 | Dia bukan kekasihku


__ADS_3

Sementara itu di Istana Naga Logam, putri Qi Long, Feng Long, Long Shi dan Long Gu datang menemui Raja Jin Long.


“Paman, apakah Wen Long ada? Kami ingin berjalan-jalan dengannya” kata putri Qi Long.


“Bukannya dia pergi bersama kalian? Dia pagi-pagi tadi sudah berangkat ingin berkeliling kota” sahut Raja Jin Long.


“Kami baru saja datang paman. Kami belum bertemu Wen Long sejak semalam” sahut putri Feng Long.


“Ah, anak itu. Aku tidak tahu dia pergi dengan siapa. Tapi katanya ingin berjalan-jalan keliling kota” sahut Raja Jin Long lagi.


Wajah Long Gu menjadi gelap mendengar kata-kata itu, hatinya merasa tidak tenang karena tidak tahu Wen Long pergi kemana dengan siapa.


“Kalau begitu kami pamit paman” kata Long Shi


Lalu mereka berempat pergi ke kota untuk melihat festival dan mencari keberadaan Wen Long.


“Aneh, kemana perginya putri Wen Long. Kenapa tidak mengajak kita?” kata putri Feng Long


“Mungkinkah dia pergi dengan laki-laki kemarin?” sahut putri Qi Long yang membuat wajah Long Gu menjadi terasa terbakar.


“Tidak mungkin, dia bilang tidak mengenalnya. Kamu tahu sendiri putri Wen Long itu seperti apa. Dia tidak mungkin pergi dengan orang yang tidak dikenalinya” sahut putri Feng Long


“Itu bukannya putri Wen Long?” tiba-tiba Long Shi menunjuk ke arah sepasang pemuda yang berjalan tak jauh di depan mereka.


Tampak putri Wen Long berjalan berduaan dengan laki-laki yang mereka lihat kemarin.


“I...Ini benar-benar tidak bisa dipercaya” kata putri Feng Long menelan ludahnya sendiri sebelumnya.


“Bagaimana dia bisa pergi dengan laki-laki itu?” sahut putri Qi Long


Mereka tidak menyadari niat membunuh disamping mereka. Wajah Long Gu sudah gelap karena melihat hal itu. Putri yang dia cintai pergi berjalan-jalan berdua dengan laki-laki lain.


Ketiga temannya itu tiba-tiba menggigil merasakan kemarahan dari Long Gu yang menatap putri Wen Long dan laki-laki itu dengan tatapan membunuh.


Long Gu segera berjalan mendekati putri Wen Long dan menarik tangannya.


“Putri, ada apa ini? Mengapa kamu pergi dengan laki-laki lain?” katanya dengan nada marah pada putri Wen Long


“Lepaskan tanganmu” sahut putri Wen Long mengibaskan tangannya melepaskan diri dari pegangan Long Gu.


“Kenapa? Apa hakmu melarangku pergi dengan temanku” lanjut putri Wen Long


“Astaga, aku tidak menyangka masalah akan datang secepat ini” pikir Shen Long merasa tidak enak hati.

__ADS_1


“Kamu adalah calon istriku. Tentu saja aku berhak mengetahuinya” kata Long Gu dengan percaya diri


“Apa? Sejak kapan aku menerimamu sebagai calon suamiku?” sahut putri Wen Long kembali


Kejadian ini menarik perhatian banyak orang disekitar mereka. Lalu ketiga teman mereka segera melerai pertengkaran itu.


“Sudahlah, kalian jangan ribut disini. Tidak baik untuk klan Naga kita berbuat keributan saat festival Naga” kata Long Shi


“Benar, mari kita pergi dari sini” sahut putri Qi Long menimpali karena merasa risih di tempat umum seperti itu.


“Putri, katakan sekali lagi. Apakah kamu tidak menerima lamaranku?” tanya Long Gu dengan wajah gelap


“Aku belum ingin menikah” sahut putri Wen Long dengan kesal


Mata Long Gu menjadi berkedut, lalu dia menatap marah pada Shen Long yang dianggapnya mengganggu hubungannya dengan putri Wen Long.


“Kamu, jauhi putri Wen Long. Dia bukan orang yang sederajat denganmu” kata Long Gu kesal melihat Shen Long bersama putrinya.


PLAKK!


Kelima pasang mata di tempat itu terkejut melihat putri Wen Long tiba-tiba menampar wajah Long Gu


Long Gu tidak mempercayai hal itu


Apalagi Shen Long yang juga ikut terkejut karenanya.


“Jaga bicaramu Long Gu. Aku tidak suka kamu menghina temanku” sahut putri Wen Long dengan marah.


Wajah Long Gu yang sudah gelap membekas warna merah di pipinya karena tamparan itu. Hatinya menjadi panas karenanya. Dia menatap Shen Long dengan tatapan membunuh seakan-akan ingin menghancurkan seluruh tubuhnya.


Namun Shen Long tetap acuh tak acuh melihat pandangan mata itu yang dianggapnya bukan sebuah ancaman.


“Ayo kita pergi Shen” ajak putri Wen Long sambil menarik tangan Shen Long menjauhi mereka.


Ketiga temannya tidak percaya pada perubahan yang terjadi pada diri putri Wen Long.


“Ada apa ini?” pikir putri Qi Long yang lebih dekat dengan putri Wen Long.


Long Gu mendengus lalu pergi meninggalkan ketiga temannya.


“Apa yang harus kita lakukan sekarang?” tanya putri Feng Long


“Sudahlah, ini juga bukan urusan kita. Kita nikmati saja festival ini sambil berkeliling” ajak Long Shi pada kedua putri tersebut.

__ADS_1


“Ayo. Nanti aku akan bertanya pada putri Wen Long tentang hal ini” sahut putri Qi Long


Mereka pun bertiga berkeliling kota menikmati festival yang ramai itu.


\======


Di kediaman sementara Istana Naga Api, Long Gu yang merah-marah membanting barang-barang yang ada disekitarnya. Wajahnya menjadi gelap karena mengingat wajah Shen Long yang acuh tak acuh saat itu


“Sialan. Kamu berani merebut kekasihku” gumamnya menggertakkan gigi


“Jendral Sun, Jendral Ma, datanglah kemari” teriak Long Gu yang sedang marah


Segera kedua jendral yang dipanggil itu datang mendekatinya


“Ada apa tuan muda memanggil kami?” tanya kedua jendral tersebut.


“Kalian pergilah ke kota mencari putri Wen Long, hajar lelaki yang berada disampingnya. Patahkan tangan dan kakinya untukku.” perintah Long Gu dengan wajah geram


“Baik tuan muda. Akan kami laksanakan” sahut kedua jendral tersebut


Di tempat lain, putri Wen Long menundukkan kepalanya di depan Shen Long. Hatinya merasa sedih pada kejadian tadi.


“Kamu kenapa putri?” tanya Shen Long


“Aku telah menampar Long Gu” sahutnya.


“Apa kamu merasa bersalah karena menampar kekasihmu?” tanya Shen Long blak-blakan


“Huh. Dia bukan kekasihku” sahut putri Wen Long dengan ketus


“Lalu kenapa kamu bersedih?” tanya Shen Long kembali


“Aku mengenal Long Gu sejak masih kecil. Aku tahu wataknya. Dia tidak akan pernah puas pada kejadian tadi. Dia bisa mengirim seseorang untuk menyakitimu” sahut putri Wen Long


“Ah, kamu tidak usah khawatir akan hal itu. Aku bisa menjaga diriku sendiri” sahut Shen Long


“Tapi...” sebelum kalimatnya selesai diucapkan, tangan Shen Long sudah menutup bibir putri Wen Long dengan telunjuknya.


“Jangan berbicara putri. Aku mendengar dua orang sedang menuju ke arah kita” bisik Shen Long padanya


Wajah putri menjadi merah merasakan nafas Shen Long dan wajahnya yang berada sedekat itu dengannya. Belum lagi sentuhan jari Shen Long di bibirnya membuat jantungnya berdetak lebih kencang karenanya.


Shen Long tidak memperhatikan perubahan wajah putri Wen Long, dia serius mendengarkan dua orang yang sedang datang menuju ke arah mereka.

__ADS_1


__ADS_2