Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 200 | Ming Qui berharap bisa bertemu Shen Long


__ADS_3

Kemarahan Ming Qui mulai reda setelah mendengar kata-kata ibunya, kemudian dia bertanya kembali.


“Ibu, bisakah aku bertemu dengan Shen Long? Bagaimana caranya?” tanya Ming Qui pada ibunya.


Qui Lang terkejut mendengar pertanyaan anaknya. Sejauh informasi yang diperolehnya, Shen Long tidak berada di dunia bawah. Dia sudah pergi ke dunia langit untuk memimpin disana.


“Anakku, Shen Long saat ini memiliki tugas memimpin tiga dunia. Akan sulit bagi kita yang kecil ini untuk bertemu dengannya. Namun jika kamu berjodoh, kamu akan bisa bertemu dengannya suatu saat nanti” sahut ibunya membesarkan hatinya.


Wajah Ming Qui menjadi muram karenanya, dia sangat berharap bisa bertemu dengan Shen Long dan ingin mengikutinya.


Selama ini, Ming Qui selalu mengikuti informasi dari dunia bawah untuk mengetahui jika Shen Long kembali ke dunia bawah. Dia akan pergi kesana untuk bertemu dengannya. Namun sayang, hingga saat ini dia belum mendengar kedatangannya di dunia bawah.


Ibunya Qui Lang mengetahui jika anaknya benar-benar memuja Shen Long dalam hatinya. Dia pun tersenyum padanya dan memeluk anak satu-satunya itu.


“Anakku, janganlah kecewa. Ibu yakin kamu akan bisa bertemu dengannya. Percayalah” sahut ibunya tersenyum padanya.


Keesokan harinya Yang Hua yang belajar pada guru Ying Qi mulai mendalami kultivasi senjata tingkat lanjut. Yang Hua sangat berbakat, sehingga guru Ying Qi menyukainya.


“Yang Hua, dengan kemampuanmu saat ini dan belajar sungguh-sungguh. Tidak lama lagi kamu akan bisa membuat senjata pusakamu sendiri” kata guru Ying Qi


“Terima kasih atas bimbingan Guru” sahut Yang Hua sambil menghormat


“Lakukanlah terus pelatihanmu dalam pemurnian senjata” lanjut Ying Qi padanya.


“Baik Guru” sahut Yang Hua kembali


Guru Ying Qi lalu meninggalkan Yang Hua yang meneruskan latihannya dalam pemurnian senjata tingkat lanjut di ruangan pemurnian senjata tersebut.


Saat sedang belajar pemurnian senjata di ruangan itu, Ming Qui datang memasuki ruangan tersebut dan melihat Yang Hua yang sedang berlatih.


“Adik Yang Guo ini cukup cantik. Sayang dia lebih menyukai senjata daripada menikahi pangeran dari kerajaan” gumam Ming Qui yang tidak terlalu mempedulikannya.


Yang Hua melihat kedatangan Ming Qui, dia pun tersenyum padanya. Namun Ming Qui melihatnya dengan dingin dan tidak mempedulikannya.

__ADS_1


“Huh, anak ketua sekte ini angkuh sekali” pikir Yang Hua yang kesal karena senyumannya tidak dianggap olehnya.


Yang Hua kemudian mengalihkan perhatiannya kembali ke pelatihannya dan melakukan pemurnian senjata. Dia memurnikan sebuah bongkahan batu dan menjadikannya sebagai senjata.


Melihat caranya, Ming Qui menggelengkan kepalanya lalu mendekatinya.


“Jika seperti itu caramu, kamu tidak akan bisa memurnikan senjata pusaka seumur hidupmu” kata Ming Qui dingin


Mata Yang Hua berkedut mendengarnya, guru Ying Qi mengatakan bahwa dia sangat berbakat, namun Ming Qui, anak ketua sekte ini malah merendahkannya.


“Lihatlah” kata Ming Qui yang kemudian mengubah senjata yang telah dimurnikan oleh Yang Hua menjadi bersinar dan mengeluarkan aura yang kuat.


Melihat hal itu Yang Hua menjadi terkejut lalu mengambil senjata yang telah dimurnikan oleh Ming Qui.


“I...Ini senjata pusaka?” teriaknya melihat senjata yang dimurnikan oleh Ming Qui


Ming Qui tidak mempedulikan Yang Hua yang terkejut melihat tehnik pemurnian senjata miliknya. Dia lalu pergi dari ruangan itu setelah mengambil sebuah batu dari sana.


“Kamu... “ Yang Hua tertegun ketika sudah tidak melihat Ming Qui di tempat itu.


Sejak saat itu, setiap Yang Hua bertemu dengan Ming Qui, dia selalu rendah diri dan menerima petunjuk darinya dalam tehnik pemurnian senjata.


Dalam beberapa bulan, tehnik pemurnian senjata Yang Hua telah meningkat pesat. Dia sudah bisa membuat sebuah senjata pusaka dengan tangannya sendiri menggunakan tehnik yang diajarkan secara terpisah oleh Ming Qui.


Yang Hua sangat gembira setelah berhasil menguasai tehnik tersebut.


“Kakak Ming, mengapa kakak tidak pernah membuat senjata pusaka? Padahal ilmu kakak sangat tinggi” tanya Yang Hua yang kini sudah akrab dengan Ming Qui dan memanggilnya kakak.


“Karena aku lebih menyukai bela diri daripada pembuatan senjata” sahut Ming Qui.


Yang Hua tidak mengerti mendengar jawaban dari Ming Qui, bukannya keluarga sekte Pemurnian Senjata memang membuat senjata untuk menghasilkan uang.


“Kakak, bukannya bela diri juga membutuhkan senjata?” tanya Yang Hua lebih lanjut

__ADS_1


“Dalam ilmu bela diri tingkat tinggi, apapun bisa dibuat menjadi senjata. Jadi tidak terlalu membutuhkan senjata pusaka untuk itu” sahut Ming Qui kembali


Ming Qui lalu memperlihatkan selembar daun yang dia gunakan sebagai senjata untuk memotong pohon yang ada di depan mereka. Pohon itupun tumbang hanya dengan selembar daun biasa.


Mata Yang Hua terkejut melihatnya. Diapun semakin mengagumi kekuatan Ming Qui yang begitu tinggi baginya.


“Kakak, menurutmu apakah kultivasi senjata ini tidak sebagus kultivasi bela diri?” tanya Yang Hua kembali.


“Semua macam kultivasi bagus. Namun masing-masing punya ranahnya sendiri-sendiri dan saling mendukung antar kultivasi yang ada” sahut Ming Qui menjelaskan


“Ah, rupanya kalian ada ditempat ini” tiba-tiba terdengar suara Yang Guo mendatangi mereka.


“Kakak!” teriak Yang Hua yang kemudian mendekati Yang Guo dan memeluknya seperti anak kecil yang manja


“Duh, adikku ini. Kamu sudah besar. Jangan seperti anak kecil” sahut Yang Guo yang agak kikuk dipeluk olehnya


Ming Qui tersenyum melihat kedua kakak adik itu. Dia yang anak satu-satunya tidak memiliki saudara kandung. Namun kini dia merasa kedua kakak adik ini sudah seperti saudaranya sendiri.


“Ada apa mencari kami Yang Guo?” tanya Ming Qui melihat kedatangannya


“Ketua Sekte memintaku untuk memanggil kalian. Ada tamu dari Kekaisaran Utara yang datang ke aula utama sekte dan bertemu dengan ketua Sekte. Setelah tamu itu pergi, ketua memintaku untuk memanggil kalian” sahut Yang Guo


“Baiklah. Mari kita bertemu ayah” ajak Ming Qui yang kemudian memimpin jalan menuju aula utama sekte


Di tengah aula sekte telah berkumpul ketua Sekte Pemurnian Senjata bersama para tetua sekte. Ibu Ming Qui juga berada disana dan duduk disamping ayahnya Ming Ge.


Kepala semua orang lalu menoleh ke arah Ming Qui yang datang bersama Yang Hua dan Yang Guo memasuki aula utama sekte.


Mereka pun berjalan mendekati tempat duduk ayahnya kemudian memberikan hormat pada ayahnya, ketua Sekte.


“Ayah, ada apa memanggilku kemari?” tanya Ming Qui


“Kalian duduklah dulu bersama yang lainnya” sahut ayahnya Ming Ge.

__ADS_1


Setelah semua yang hadir duduk, kemudian Ming Ge, ketua Sekte Pemurnian Senjata lalu berdiri dan mulai berbicara pada semua orang disana.


“Baiklah, karena semua sudah berkumpul. Aku akan memberitahukan sesuatu pada kalian semuanya” sahut ketua Sekte Pemurnian Senjata


__ADS_2