Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 456 | Memasuki kandang harimau


__ADS_3

Mata orang-orang di kerumunan itu melotot menyaksikan tindakan Shen Long pada tuan muda kaya itu.


Tuan muda lainnya yang masih berdiri menjadi gemetar ketakutan. Mereka tidak menyangka Shen Long berani menampar teman mereka di tempat umum seperti itu. Ketiga murid sekte Teratai Putih pun terbelalak setelah melihat hal itu.


“Nah, seperti itu. Singkat, keras, mematikan,” kata Shen Long yang kemudian membersihkan tangannya pada kain pakaian WeiTuo seolah-olah merasa jijik telah memegang wajah tuan muda itu.


“Kalian bertiga bisa mencobanya. Masih banyak tuan muda yang tersisa untuk teman berlatih kalian,” lanjut Shen Long dengan santai.


Sontak tuan muda yang mendengar hal itu bergerak mundur hendak melarikan diri dari tempat itu. Namun Shen Long menggunakan kekuatan penekanannya untuk membuat mereka tidak bisa bergerak pergi.


“Ingin pergi? Kalian tidak bisa semudah itu datang dan pergi di depanku,” kata Shen Long yang kemudian menarik mereka semua kembali.


Semua tuan muda yang tersisa merasa putus asa menyadari telah menyinggung orang yang salah. Mereka segera berlutut di depan Shen Long untuk memohon ampunan.


“Kalian bertiga kesini! Aku akan menggantikan guru kalian untuk mengajar cara menampar yang benar,” panggil Shen Long pada ketiga murid sekte Teratai Putih itu.


Dengan enggan ketiga murid sekte Teratai Putih itu tidak bisa menolaknya. Mereka kemudian berdiri di hadapan para tuan muda yang berlutut sambil ketakutan.


Plak! Plak! Plok! Plak!


Suara tamparan berkali-kali terdengar di tengah kerumunan itu dan membuat mata orang-orang terbelalak melihatnya. Semua penonton menoleh ke arah mereka yang ternyata kejadian itu lebih seru daripada menonton pertandingan bela diri yang ada di alun-alun ibukota kerajaan Liam.


Beberapa tuan muda itu tampak pingsan di tempat, hanya dua orang yang masih belum pingsan sambil memegang pipinya yang bengkak. Mereka adalah orang yang awalnya ditampar oleh LeiNan dan ChenLi yang masih menahan diri.


Setelah melihat kakak mereka menampar lebih keras, barulah mereka berdua melakukan hal yang sama dan membuat pingsan para tuan muda itu.


Tiba-tiba muncul pasukan kerjaan Liam ke tempat itu dan mengepung mereka. Namun Shen Long dan NingYue telah menghilang dari tempat itu.


Wajah WeiTuo dan dua adiknya terlihat geram namun pasrah karena kejadian tersebut. Mereka tidak bisa berkelit dari pemandangan orang-orang yang menjadi saksi mereka.

__ADS_1


Mereka tidak bisa menyebutkan Shen Long yang memerintahkan karena tidak ada bukti keberadaan mereka di tempat itu.


“Kakak…” bisik LeiNan disamping WeiTuo.


“Nasib kita selalu sial bertemu dengan Shen Long,” geram ChenLi


Setelah kejadian itu, ketiga murid sekte Teratai Putih itu berjanji akan kembali ke kediaman sekte untuk menghindari bertemu dengan Shen Long kembali dan berlatih untuk menjadi lebih kuat.


Shen Long yang telah menarik NingYue secepat kilat begitu dia menyadari kehadiran pasukan kerajaan Liam di tempat kejadian tersebut. NingYue tersenyum melihat cara Shen Long memberikan pelajaran kepada para tuan muda itu sekaligus juga pada ketiga murid sekte Teratai Putih tersebut.


“Mari kita pergi ke kota Qinji. Tidak ada lagi yang menarik di ibukota ini,” ajak Shen Long.


NingYue menganggukkan kepalanya lalu mengikuti Shen Long pergi ke kota Qinji.


Perjalanan ke kota Qinji jika ditempuh dengan menggunakan kuda akan berlangsung selama dua hari, namun dengan terbang, Shen Long hanya memerlukan waktu tiga puluh menit untuk tiba di kota Qinji.


Ketika memasuki kota Qinji, NingYue merasakan aura yang berbeda. Kota itu seperti dalam keadaan tertekan selama ini. Penduduk kota merasa terkekang oleh pemerintah kota dan juga oleh sekte Matahari Suci.


“Benar. Kota ini telah lama berada dalam kekuasaan sekte Matahari Suci yang bertindak semena-mena pada penduduk kota,” sahut Shen Long yang masih mengingat kejadian di warung makan saat itu.


Setelah Shen Long memasuki kota Qinji, dia menyadari beberapa orang telah mengamati dirinya dari kejauhan. Shen Long tersenyum namun berpura-pura seolah tidak mengetahui hal itu.


Kemudian dia mengajak NingYue pergi ke penginapan yang cukup mewah di kota Qinji. NingYue yang tidak menyadari keanehan di sekitarnya tampak gembira dan dia sendiri kali ini yang memesan satu kamar paling mewah untuk mereka.


Setelah berada di dalam kamar, NingYue yang tidak sabaran segera menyerang Shen Long yang baru saja mengikuti dibelakangnya. Shen Long tidak bisa menolak ciuman NingYue yang langsung menerjang bibirnya dengan galak.


Kemudian Shen Long mendorong pelan tubuh NingYue dan membuat NingYue tidak mengerti. “Mengapa?” bisiknya.


“Kita memasuki kandang harimau. Orang-orang dari sekte Matahari Suci telah memperhatikan kita sejak masuk ke kota ini,” sahut Shen Long pelan.

__ADS_1


NingYue tertegun mendengar hal itu, dia memang terlalu senang dengan kebersamaan dengan Shen Long sehingga dia tidak memperhatikan sekelilingnya. Dia merasa seperti dunia saat ini menjadi miliknya bersama Shen Long dan tidak mempedulikan sekitarnya.


Shen Long kemudian memanggil Qiongqi dan memerintahkannya untuk menjaga NingYue di kamar itu. QiongQi merasa senang mendapatkan tugas itu karena merasa bosan berada di alam dimensi lain bersama naga YingLong di cincin penyimpanan Shen Long.


“Kalian berdua tinggal di kamar ini dulu. Aku akan pergi ke kediaman pemerintah kota,” kata Shen Long.


“Hati-hati kakak Shen,” kata NingYue.


“Tuan, apakah aku tidak bisa ikut denganmu untuk menghajar mereka?” Qiongqi merasa bosan selama ini.


Shen Long menggelengkan kepalanya. “Aku merasa mereka juga akan mendatangi tempat ini. Jadi kamu harus menghajar mereka. Jangan biarkan mereka menangkap NingYue,” pesan Shen Long pada Qiongqi.


Meskipun Qiongqi merasa bosan, tetapi kata-kata Shen Long adalah perintah baginya. Jadi dia pun menuruti tuannya dan menjaga tempat itu dari para penyusup yang ingin menangkap NingYue.


Setelah itu, Shen Long pun pergi keluar dari penginapan itu menuju ke kediaman pemerintah kota Qinji.


Di depan gerbang kediaman pemerintah kota Qinji, Shen Long dihentikan oleh dua orang penjaga gerbang.


“Berhenti! Siapa kamu? Apa tujuanmu datang ke tempat ini?” tanya para penjaga gerbang itu dengan menyilangkan tombak mereka.


“Aku Shen Long. Katakan kepada Qin Liu aku datang untuk menagih sisa pembayaran,” sahut Shen Long dengan senyuman.


“Apa?”


Wajah para penjaga itu terkejut ketika mendengar nama Shen Long. Mereka telah mendengar tentang nama tersebut dan diperintahkan untuk tidak bertindak jika dia datang.


Kedua penjaga gerbang itu kemudian tersenyum sambil berkeringat dingin dan menarik kembali tombaknya yang menyilang.


“Maaf, kami tidak mengetahui tuan akan datang,” sahut penjaga itu

__ADS_1


“Mari silahkan masuk.”


Kedua penjaga itu kini menundukkan tubuh mereka dan mempersilahkan Shen Long untuk masuk ke dalam kediaman pemerintah kota.


__ADS_2