
Melihat kepergian Wanshan bersama LinMei, ShiMei menoleh ke arah Shen Long yang masih memperhatikan sekitarnya. “Aku akan berkeliling mencari informasi. Apakah kamu ikut?” tanya ShiMei pada Shen Long.
Shen Long menoleh ke arah ShiMei, dia menganggukkan kepalanya. “Baik. Aku juga ingin melihat sekitarnya lebih dekat. Apakah ada anggota sekte Pembunuh Cahaya di sekitar tempat ini?”
ShiMei melihat ke sekeliling, ada banyak orang di sekitar tempat itu yang membuatnya sulit untuk mengamati satu persatu. “Entahlah.” ShiMei mengangkat bahunya.
“Aku merasakan di tempat ini ada empat orang dewa dan dua orang manusia. Sisanya adalah seperti kalian,” sahut Shen Long. ShiMei mengernyitkan alisnya, dia selama ini tidak bisa membedakan aura dari para dewa dan mogull, demikian juga manusia dan mogullian. Namun Shen Long yang baru tiga hari di Loka 888 ini telah bisa membedakan mereka.
ShiMei semakin kagum dengan Shen Long, namun dalam hatinya juga semakin takut. Dia pernah mendapatkan ramalan dari seorang dewa sebelum kematian dewa itu. Dewa itu menyebutkan bahwa suatu saat sekte Pembunuh Cahaya akan dimusnahkan oleh kekuatan dari luar Loka ini.
ShiMei tidak mempercayai ramalan itu dan hanya memendamnya sendiri hingga saat ini. Setelah melihat sendiri kekuatan Shen Long, dia menggigil ketakutan dan mengingat ramalan yang pernah dikatakan oleh dewa tersebut.
Mata ShiMei menatap Shen Long dengan tatapan tidak percaya. Dalam hatinya dia tidak percaya Shen Long yang mungkin dimaksud oleh ramalan itu. Tapi dia juga tidak bisa mengabaikan hal itu. “Dimana kamu merasakan mereka?” tanya ShiMei sambil melihat ke sekeliling.
Shen Long menunjuk ke arah tribun sebelah kanan mereka. “Ada dua orang dewa diantara penonton itu.” Kemudian dia menunjuk ke arah tribun di depan mereka. Tampak banyak sekali penonton di barisan itu, ShiMei menyipitkan matanya seolah-olah juga mencari keberadaan dewa dan manusia di antara mereka.
“Mereka tidak ada di tribun itu. Di belakang tribun itu terdapat sebuah ruangan, yang terdapat dua orang dewa dan dua orang manusia diantara mogull dan mogullian disana.”
ShiMei kembali menoleh pada Shen Long dengan mengernyitkan dahinya. “Kamu bisa merasakan keberadaan mereka semua?” gumamnya.
__ADS_1
“Benar. Termasuk di tribun atas, tempat yang dituju oleh Liushan. Aku merasa ada dua kekuatan besar yang berada di tempat itu.” gumam Shen Long sambil menoleh ke arah tribun atas.
Mendengar perkataan Shen Long, ShiMei turut menoleh ke arah tribun atas. “Siapa yang ditemui oleh Liushan disana?” batinnya.
\=====
Tribun atas arena pertarungan itu, tampak Liushan yang ditemani oleh dua orang wanita cantik berjalan menemui dua orang mogull yang duduk menunggu kedatangannya.
Kemudian Liushan melambaikan tangannya membuat para pengawal dan juga kedua wanita cantik itu pergi meninggalkannya. Namun hanya lelaki tua berambut putih yang masih berada disana mendampingi Liushan.
“Tuan Long dan Tuan Xu, apa yang membuat kalian berdua datang ke tempatku ini,” sapa Liushan setelah melihat kedua orang itu.
Kedua orang itu adalah Longshan dan sahabatnya Xushan. Mereka adalah dua orang mogull yang memiliki kekuatan dewa yang sangat kuat. Salah satu dari mereka, Longshan adalah seorang dewa dengan kekuatan peringkat 6 sebelumnya, sedangkan Xushan adalah peringkat 8 dibawah Darkshan sebelum mereka berdua berubah menjadi mogull.
Liushan dan Yuanshan turut memberi hormat kepada mereka lalu mempersilahkan mereka duduk dan mulai pembicaraan. “Tuan Liu, aku ingin bertarung melawan salah satu petarung milikmu,” kata Longshan sambil menundukkan kepala pada Liushan namun bibirnya menyeringai kecil.
Mendengar hal itu, Liushan menyipitkan matanya menatap ke arah Longshan lalu menatap Xushan. “Siapa yang ingin kamu lawan?” tanya Liushan.
“Aku ingin melawan dewa Guoshan” sahut Longshan dengan sorot mat tajam membara.
__ADS_1
Guoshan adalah seorang dewa peringkat ke 4 yang berada di tempat pertarungan itu. Dia sama sekali tidak terpengaruh oleh iblis Alam Neraka. Sehingga hanya dia satu-satunya dewa berkekuatan tinggi yang tidak bisa dipengaruhi oleh para iblis Alam Neraka. Konon kekuatannya telah berada di alam puncak Semesta Besar.
“Baiklah. Jika itu permintaanmu, aku akan mengabulkannya. Mari kita menyaksikan pertarungan yang akan segera dimulai.” sahut Liushan kemudian sambil berdiri dan berjalan menuju ke pinggir tribun untuk menyaksikan pertandingan.
Mata Longshan dan Xushan menjadi berbincar karena akhirnya bisa bertarung melawan dewa legendaris Guoshan. Mereka pun turut berjalan menuju ke pinggir tribun untuk menyaksikan pertarungan yang akan dimulai sebentar lagi.
Di atas arena pertarungan, tampak dua orang petarung yang berdiri saling berhadapan dengan tatapan yang bengis. Mereka sudah bersiap untuk saling menyerang. Hitungan taruhan di atas tribun penonton belum muncul jadi pertarungan masih belum di mulai.
Setelah angka muncul di papan taruhan yang ada di atas tribun penonton maka lonceng tanda pertarunganpun di mulai.
Dua orang petarung di atas arena adalah seorang manusia melawan seorang mogullian. Mereka segera bergerak saling menyerang dengan ganasnya. Shen Long memperhatikan kedua petarung itu dengan mengernyitkan dahinya. “Pertarungan tidak seimbang. Manusia itu tidak bisa mengerahkan seluruh kekuatannya. Kekuatannya tersegel,” bisik Shen Long pada ShiMei.
Wajah ShiMei terkejut mendengar hal itu. Dia sama sekali tidak bisa melihat perbedaan kedua petarung itu, namun Shen Long mengatakan hal itu. “Jika manusia itu tidak tersegel, apakah dia bisa memenangkan pertarungan ini?” tanya ShiMei lirih.
“Aku yakin 90 persen manusia itu bisa memenangkannya,” sahut Shen Long
“Berarti pertarungan ini sudah diatur sedemikian rupa,” geram ShiMei yang sebelumnya tidak mengetahui hal itu. Karena orang-orang disana membicarakan kekuatan manusia itu dan melihat angka taruhan manusia itu yang lebih tinggi maka ShiMei juga ikut-ikutan memasang taruhan pada manusia itu.
Dan benar seperti apa yang dikatakan oleh Shen Long, kekuatan mogullian yang lebih lemah akhirnya bisa memenangkan pertarungan melawan manusia itu. Manusia itu terlempar keluar arena dengan tubuh terluka sehingga kemenangan di peroleh oleh mogullian itu.
__ADS_1
ShiMei terlihat kesal karena kekalahannya dalam taruhan itu. Dia melihat ke arah Shen Long dengan sedikit kesal karena Shen Long tidak sejak awal memberitahukan hal itu kepadanya.
Shen Long tampak acuh tak acuh dengan hasil pertandingan itu. Dia tidak peduli dengan taruhan maupun pertarungan. Dia hanya memperhatikan orang-orang yang ada di sekitar dan juga melihat gerak gerik mereka. Dia mengkonsentrasikan pikirannya untuk mendeteksi keberadaan dan gerak gerak ke empat dewa dan dua manusia yang ada di tempat itu.